Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 48 " Tawanan yang bersedia membantu "


__ADS_3

"Siapa kamu? Kenapa kamu menculik ku dengan cara mengikatku seperti ini, siapa kamu!" gertak laki-laki yang umurnya sekitar 50 tahunan.


"Anda tenang saja saya gak akan melukai anda sekarang, saya sengaja menculik anda. Karena ada sesuatu yang inggin saya tanyakan kepada anda, jika anda inggin selamat maka jawab dengan jujur pertanyaan saya ini. Apa anda kenal dengan laki-laki yang bernama Herlano bagaskara? Apa anda tahu siapa dia?"tanya Richard yang spontan membuat laki-laki itu pun angkat bicara.


"Herlano bagaskara darimana anda kenal dengan laki-laki itu?" tanya balik seseorang itu.


"Jadi anda beneran kenal dengan mereka?" timpal Richard.


"Iya saya kenal dengan mereka, mereka itu teman sewaktu aku kuliah dulu, tapi setelah lulus kuliah kita berpisah karena jarak, jadi setelah itu kita tidak pernah ketemu sampai sekarang ini. Memangnya apa yang terjadi dengannya dan apa yang anda mau kemana anda tiba-tiba bertanya soal mereka? Apa alasan anda melakukan semua ini?"


"........dia adalah Papaku, tapi pada saat usiaku masih 8 tahun keluargaku menggalami kejadian mengenaskan lantaran menjadi korban perampokan dan penjahat itu berhasil membunuh Papa dan Mamaku dalam tragedi itu. Jadi itulah alasan kenapa aku menculik anda karena aku inggin tahu seperti apa latar belakang Papa saya semasa masih muda dulu?"


"Innalilahi wainnailaihi rojiun jadi mereka sudah meninggal, kasihan sekali mereka padahal dulu mereka itu sama-sama saling mencintai tapi ternyata di Surga pun mereka juga kembali disatukan,"ucap seseorang itu yang spontan membuat Richard yang mendengarnya pun terkejut.


"Maksud anda apa? Kenapa anda bilang kalau mereka bersatu, memangnya mereka pernah pacaran?" tanya Richard dengan tatapan sinisnya.


"Iya semasa SMA dan Kuliah dulu mereka itu pacaran, bukannya Mama yang kamu maksud adalah Wanita itu bukan?" balas seseorang itu dengan pandangan bingungnya.


"Bukan, dia bukan Mamaku. Akan tetapi dia adalah Mama mertuaku?" balas Richard yang spontan membuat laki-laki itu pun terkejut.


"Apa. Mama Mertua tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" tanyanya yang merasa heran.


"Tuan jika dulu Tante Monika adalah pacar dari Papa Tuan, kenapa dia tidak pernah bilang dan berkata dengan jujur pada Tuan? Dendamnya? Apa semua ini ada hubungannya. Karena jujur yang namanya pasangan yang sudah menjalin hubungan dengan sangat lama pasti akan sangat sulit untuk menerima kenyataan mau pun melupakan pasangannya itu dengan sangat mudah. Akan tetapi yang bikin aku merasa heran kenapa Papa Tuan tidak menikah dengannya tapi kenapa malah menikah dengan Wanita lain yaitu Mama kandung Tuan. Apa mereka dijodohkan?" tanya Gibran yang ikut merasa bingung.


"Jadi kalian belum menemukan siapa pembunuh orang tua kamu?" tanya Laki-laki tersebut.


"Iya pelaku dari pembunuh itu belum juga tertangkap sampai sekarang makanya saya menculik anda. Karena hanya andalah orang satu-satunya yang bisa memberikan petunjuk itu pada kita. Akan tetapi setelah anda berkata seperti itu tadi, aku mulai menemukan titik terangnya.


"Ya sudah Gibran lepaskan ikatan itu. Terima kasih karena kamu sudah memberitahu kita soal masa lalu Papaku, sekarang aku harus pergi!"


"Tunggu saya memang teman Papa anda. Papa anda orangnya sangatlah baik dan saya tidak bisa berfikir dan menerima kenyataan ini bagaimana bisa seseorang yang baiknya seperti Papa anda masih aja ada orang yang berniat jahat sampai membunuhnya dengan cara mengenaskan seperti itu. Anda tenang saja saya akan membantu anda menemukan siapa pembunuh dari keluargamu!"


"Apa anda serius?"tanya Richard yang tidak percaya.


"Iya saya serius."


"Sekali lagi terima kasih, terima kasih karena anda inggin membantu saya, terima kasih. Maafkan saya karena saya sudah lancang menculik anda dengan cara seperti ini, maafkan saya!" ucap Richard yang dengan merangkul seseorang itu.


"Anda tidak perlu merasa bersalah seperti ini, saya tahu anda melakukan semua ini karena adanya sebab, jadi saya tidak mempermasalahkan itu!" balasnya dengan tenang tanpa menyimpan dendam.


"Ya sudah kalau gitu saya permisi dulu, aku baru ingat kalau aku telah meninggalkan Istri saya sendiri didalam sana jadi aku harus pergi!" ucap Richard.


"Baiklah pergilah!" ucap seseorang itu yang mengijinkan Gibran mau pun Richard akhirnya pergi dari ruangan ini.


Selama kurang waktu satu jam lebih Resya menunggu Richard tapi tak kunjung kembali juga, ia pun akhirnya mengambil segelas minuman berasa strawberry yang sudah tersedia diatas meja sana dan meminumnya. Akan tetapi ada pemandangan yang sangat tidak menyenangkan, ketika para tamu undangan disini yang hadir disini mereka pada fokus melihat kearah Resya dengan menunjukkan tatapan sinisnya dan terlihat sedang menggibahnya.


Entah apa yang ada dipikiran mereka semua sehingga mereka bisa memperhatikan Resya dengan sangat serius seperti itu.


Resya yang akhirnya menyadarinya, ia pun mulai canggung sekaligus merasa sangat tidak nyaman.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka melihatku dengan tatapan penasaran seperti itu? Apa pakaian yang aku kenakan cukup berlebihan, apa mungkin dandanan ku juga terbilang berlebihan atau gimana?" batin Resya yang merasa sangat tidak nyaman ketika ada seseorang yang memperhatikannya dengan cukup serius seperti ini.


Kemudian ada seseorang Wanita yang masih seusianya yang tiba-tiba menghampirinya. Hendak akan duduk disampingnya.


"Apa aku boleh duduk disini?"ucap salah satu seorang Wanita yang tak lain Wanita itu adalah Wanita yang ia kenal juga.


"Kamu? Kamu bukannya Wanita yang waktu itu, boleh duduk aja?" balas Resya yang kemudian Wanita itu pun kembali terduduk disamping tempat duduknya.


"Kamu gak perlu grogi atau pun merasa tidak pede ketika diperhatikan oleh mereka semua, mereka melakukan hal itu karena mungkin mereka iri saja karena kamu adalah salah satu Wanita yang beruntung karena bisa mendapatkan hati seseorang yang sangat tampan dan kaya raya seperti Suamimu itu?" balas wanita tersebut.


"Maksudnya?"tanya balik Resya.


"Ya kan kamu lihat saja pakaian yang sedang kamu kenakan saat ini. Ini bukannya berharga sangat mahal bukan, dan jarang-jarang ada seseorang yang mengenakan pakaian mewah seperti ini. Dan soal mereka yang terus menerus memperhatikan kamu, kamu jangan masukkan kehati ya.


"Baiklah jika itu penjelasan yang kamu katakan padaku, tapi ngomong-ngomong siapa nama kamu? Dari kemaren kita bertemu tapi kita belum berkenalan. Kenalkan namaku Resya?" ucap Resya dengan mengulurkan tangannya pada Wanita itu.


" Baiklah kenalin namaku Natalia kamu bisa panggil aku dengan sebutan Natali!"balasnya dengan mengulurkan tangannya kembali.


"Baiklah senang bisa berkenalan dengan kamu!" ucap Natalia.

__ADS_1


"Iya senang juga bisa berkenalan dengan kamu juga natali?"balas Resya dengan membalas senyumnya.


Sedang dalam perbincangan antara Resya dengan Natali. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang entah darimana munculnya, tiba-tiba aja ia langsung menghampiri mereka.


Bahkan yang lebih parahnya dihadapan banyak tamu yang menghadiri acara pesta ini, dia mengatakan jika Resya adalah Istri keduanya dari Richard.


Tapi yang masih jadi pertanyaannya darimana iya tahu kalau Resya adalah Istri keduanya Richard Sedangkan pernikahan Resya dengan Richard masih terbilang rahasia tanpa diketahui oleh orang-orang.


"Jadi ini Wanita yang jadi istrinya Richard . sangat cantik sih tapi sayang kecantikan kamu ternyata telah ternoda oleh kebusukan hati kamu yang ternyata seorang Wanita perebut Suami orang!" ucap laki-laki itu dengan menunjukkan senyumannya yang kemudian membuat semua orang yang mendengarnya pun terkejut. Dan berganti beralih fokus menatap kearah Resya.


"Apa maksud kamu? Siapa anda. Kenapa anda bisa mengatakan hal seperti itu padanya?" tanya Natali yang berusaha untuk melindungi Resya.


"Udahlah kamu gak perlu membela dia, karena kamu gak tahu seperti apa sifat dia yang sesungguhnya. Apa kamu tahu dia ini kucing yang bermuka singa. dibalik sifatnya yang terlihat baik hati dan polos ternyata diam-diam dia menikah dengan seseorang yang kaya raya dan dimana seseorang itu sudah memiliki seorang Istri.


sebagai seorang Wanita, kenapa kamu tega melakukan semua itu pada Istri pertamanya. Dan pelet apa yang kamu kasih kepada Richard sampai-sampai dia takluk kepadamu dan akhirnya berhasil masuk di jebakan kamu ini.


Dan Pakaian yang kamu pakai ini kayaknya hasil dari air mata palsu kamu kan.


"Cukup!"


"Apa anda sudah cukup mempermalukan saya didepan mereka semua? Siapa anda,kenapa anda bisa berkata seperti itu! Jika aku memang hanya sekedar istri kedua apa itu masalah? Apa alasan anda mempermalukan saya seperti ini? Apa permasalahan saya kepada anda. sampai-sampai anda mengatakan hal yang sama sekali tidak benar!" bentak Resya yang akhirnya tak bisa tinggal diam jika nama baiknya tercemar seperti ini.


"Dasar percuma aja cantik jika hatinya se'busuk itu!" ucap Seorang Wanita yang juga salah satu tamu disini.


"Iya kasihan sekali ya Istri pertama Laki-laki itu harus tersingkir akibat ulah dari Wanita licik seperti dia?" timpal seseorang lagi.


"Jadi kamu mencoba untuk membela diri. huu sayang sekali tapi kenyataanya sudah gak ada orang yang inggin membelamu sekarang!"ujar laki-laki itu dengan terus menunjukkan senyum sinisnya kearah Resya.


Aku bener-bener tidak tahu siapa laki-laki yang ada dihadapan ku saat ini. Karena dengan gampangnya dia mengatakan sesuatu yang membuat orang-orang pada mempercayai dengan apa yang dikatakan oleh Pria ini. Gak ada satupun orang yang membelaku, karena mereka semua sudah berprasangka buruk kepadaku.


Bahkan akibat perkataan yang diucapkan oleh Laki-laki ini harga diriku seketika hancur.


Gak ada yang bisa dilakukan oleh Resya terkecuali dia hanya bisa menangis dan terus menangis mendengar semua orang pada membicarakannya dan menunjukkan tatapan tajamnya kearahnya.


"Kenapa kamu malah jadi menangis, apa kamu malu karena kelakuan kamu sudah terbongkar sekarang?" bentak Laki-laki tersebut sambil tertawa.


"Diam!" bentak Richard dari arah belakang yang kemudian membuat Laki-laki tersebut terkejut.


"Richard, udahlah kamu itu pasti terkena pelet olehnya makanya kamu sampai segitunya membelanya. dan mungkin dia mengandung itu sebenarnya juga bukanlah anak kandung kamu, bisa jadi dia ini Wanita ja*ang yang menjual dirinya sendiri demi uang, setelah melihat apa yang terjadi akhirnya dia memanfaatkan kebaikan kamu ini.


Tak terima Wanita yang sangat dia cintainya meneteskan air mata terlalu banyak seperti ini, Richard akhirnya tak memberi ampun lagi pada Laki-laki ini yang kemudian dia pun memberi satu pukulan kepada Laki-laki tersebut. Yang tepat mengenai wajah Laki-laki tersebut, darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya membuat laki-laki itu pun berdecak kaget dengan tindakan apa yang dilakukan Richard saat ini.


"Dasar brengsek Itu akibat karena kamu udah berani membuatnya orang yang paling aku sayangi meneteskan air mata jadi rasakan ini Pria brengsek!"gertak Richard yang terus-menerus memukuli Laki-laki itu tanpa ampun dan menjadi tidak berdaya.


Tak tahan lagi dengan perkataan yang keluar dari mulut si Pria itu, Resya pun akhirnya langsung pergi berlari meningalkan tempat ini. Richard yang melihatnya ia pun langsung bergegas mengejarnya.


"Resya?" teriak Richard yang kemudian dia pun berlari menuju keluar ruangan ini.


"Akhirnya rencanaku berhasil juga membuat dia bisa menangis seperti itu?" ucap seorang Wanita yang tersenyum ketika melihat Resya yang keluar dari luar Gedung dengan keadaan menangis. Sedangkan dia berada didalam mobil sembari memperhatikan Resya dari jarak jauh.


"Akhirnya aku berhasil juga buat perhitungan padanya?" ujar Wanita tersebut yang tak lain dia ternyata adalah Richard.


FLASE BACK ON"


"Undangan apa ini, kenapa bisa ada dimeja ini? Tunggu ini kan undangannya Richard. Apa mungkin Richard lupa tidak membawa undangan ini?"gumam Sandra yang kemudian dia pun baru menyadari sebuah ide yang sangat licik yang telah terpikir olehnya.


"Tunggu! Undangan? Aku punya ide sekarang, kenapa aku tidak gunakan kesempatan ini untuk ke langsung dari rencanaku yang telah aku buat saja. Ini sangatlah menguntungkan sekali buatku?" gumam Sandra yang kemudian dia pun tersenyum sinis, yang kemudian dia pun mengeluarkan benda pipih dalam tasnya.


Tanpa berfikir lagi, dia pun akhirnya menghubungi seseorang.


"Aku ada tugas buat kamu, lakukan saja perintah yang aku sampaikan sama kamu, soal upah kamu tenang saja aku bakal membayarnya setelah kamu berhasil mengerjakan semua tugas yang aku berikan padamu nanti?" ucap Sandra pada seseorang Laki-laki suruhannya.


"Baiklah tunjukkan lokasinya, aku akan mengerjakan semua tugas yang telah kamu berikan nanti, saya harap kamu sudah menyiapkan upah yang harus kamu berikan nanti kepadaku?" jawab Laki-laki tersebut.


"Kamu tenang saja soal upah kamu tidak akan kecewa nanti!"


"Baiklah saya tunggu nanti!"


"Baiklah!"

__ADS_1


FLASE BACK OFF.


"Resya tunggu biarkan aku menjelaskan semuanya sama kamu!" teriak Richard yang kemudian menarik tangan Resya yang hendak inggin pergi darinya.


"Aku mohon Rich! Biarkan aku sendiri sekarang, aku inggin menenangkan diri terlebih dulu, tolong lepaskan aku!" Ucap Resya yang berusaha inggin menghindari kejaran Richard.


"Gak aku gak akan melepaskan kamu! Aku tahu hati kamu sekarang pasti hancur setelah mendengar perkataan yang barusan dikatakan oleh Laki-laki itu, jadi aku mohon biarkan aku menemani kamu, aku mohon?" balas Richard dengan sedikit memohon.


"Maafkan aku karena aku kamu harus mendapatkan hinaan yang akan membuat hati kamu terluka seperti ini, maafkan aku?"


"Yang dia katakan memanglah benar, aku memang tidak pantas untuk kamu? Harusnya yang ada bersama kamu saat ini orang itu adalah Sandra bukan aku. Jadi yang dia katakan memanglah benar, aku memang tidak pantas berada ditempat seperti ini, aku tidak pantas!"


"Enggak! Siapa yang berkata seperti itu? Yang dikatakan orang itu sama sekali tidaklah benar, kamu sangat pantas berada disini, jadi aku minta kamu jangan pernah memasukkan kehati apa yang barusan dikatakan olehnya. Karena aku tahu pasti Laki-laki itu hanya inggin melukai perasaan kamu. Jadi aku mohon tolong kamu jangan menangis lagi, aku mohon!"ucap Richard dengan mengusap air mata Resya.


"Tapi yang dia katakan memanglah benar, aku!" ucap Resya yang tiba -tiba terhenti setelah Richard yang tiba-tiba mengecup bibir Resya dengan sekali saja.


"Sudah aku mohon kamu jangan bahas lagi soal itu ya, aku tidak mau membahasnya lagi. Apapun yang dikatakan Laki-laki itu aku akan menganggap jika semua itu tidaklah benar. Karena menurutku kamu itu sangatlah istimewa bagiku. Aku tidak perduli berapa banyak orang berkata seperti itu, tapi aku akan menganggap jika semua itu hanyalah benalu. Jadi mendingan kita lupakan masalah itu dan mendingan sekarang kita balik ya!.


"Baiklah jika itu memang keputusan kamu, terima kasih ya? Terima kasih karena kamu udah membuat hatiku sekarang sedikit merasa lega, terima kasih!" balas Resya yang kemudian dia pun tersenyum.


"Senyuman itu merasa lebih baik sekarang, karena kamu terlihat sangat cantik ketika tersenyum seperti itu?" puji Richard yang akhirnya membuat Resya pun merasa tambah lega.


"Baiklah!"


"Sial memang rencanaku telah berhasil membuatnya menangis, tapi kenapa harus Richard juga yang mengobati lukanya itu? Kecupan tadi jadi benar jika Richard sudah mulai mencintainya?" gumam Sandra yang merasa kesal.


"Sudahlah karena tugasku sudah selesai jadi gak ada alasan buatku untuk tetap berada disini, jadi lebih baik aku pergi saja!" gumamnya lagi yang kemudian dia pun akhirnya pergi meningalkan tempat ini. Tapi ada satu hal yang Sandra tidak sadari gimana pada saat Sandra yang hendak pergi meningalkan lokasi ini, Richard tanpa sengaja melihat Mobilnya yang berbalik arah.


"Richard kamu kenapa?"tanya Resya yang melihat Richard seketika terkejut melihat sesuatu.


"Gak aku gak papa kok!" balas Richard dengan sedikit bingung.


"Itu bukannya mobilnya Sandra? Platnya juga sama apa mungkin itu hanya kebetulan saja aku harus menelfon mama sekarang?" batinnya yang kemudian ia pun menelfon Mama mertuanya.


"Kamu mau menelfon siapa Richard?" tanya Resya.


"Ini Res? Aku mau menelfon Mama. entah kenapa aku sekarang tiba-tiba jadi kepikiran Sandra. Jadi kamu gak masalah kan, kalau aku meneleponnya sekarang?"ucap Richard dengan meminta ijinnya.


"Iya gak papa kok, Sandra dia kan juga istri kamu, jadi kamu juga berhak mengkhawatirkannya?"balas Resya yang sedikit merasa terbebani dengan ucapan yang dikatakan Richard barusan.


"Richard terlihat cemas ketika berbicara tentang Sandra, sadarlah Res kamu itu hanya Istri kedua jadi sadarlah!"batinnya yang terlihat sangat sedih. Akan tetapi ia tahan.


"Baiklah jika kamu tidak masalah!"


"Richard ada apa dengan dia, kenapa dia menelfon ku?"gumam Mamanya yang terkejut karena Richard meneleponnya.


"Iya Richard ada apa, apa kamu ada masalah?"


"Tidak kok Ma? Richard hanya inggin bertanya sesuatu sama Mama. Apa Sandra ada di rumah, entah kenapa aku sekarang jadi kepikiran dengannya, apa dia ada bersama dengan Mama?" tanya Richard.


"Oh kamu akhirnya punya rasa khawatir juga dengan Sandra, tapi sayangnya kamu sudah terlambat karena Sandra hari ini tidak ada di rumah. Mungkin dia kesel makanya dia memutuskan untuk menenangkan diri sekarang,"balasnya.


"Jadi maksud Mama,Sandra sekarang tidak ada di Rumah, kalau Richard boleh tahu sejak kapan dia pergi tadi Ma?"tanyanya lagi.


"Ya sekitaran 1jam yang lalu kalau tidak salah, ya sudah karena Mama ada urusan Mama tidak bisa berlama-lama menelfon mu. Jadi kamu tidak keberatan kan jika Mama tutup telefon mu ini.


"Iya Richard gak papa kok Ma!"


"Baiklah kalau gitu!"


"Jika dia beneran tidak ada di Rumah, apa mungkin benar jika mobil yang aku lihat tadi beneran mobilnya Sandra, apa mungkin semua ini ada hubungannya dengan Sandra?" batin Richard yang kemudian bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Richard kamu kenapa?"tanya Resya pada Richard.


"Gak! Aku gak papa kok! Ya sudah kita pulang aja ya sekarang!"


"Baiklah!"


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA YA KAK BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT BIKIN LANJUTANNYA.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2