Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 60.( APA YANG TERJADI PADA RESYA)


__ADS_3

"Dokter kalau boleh tahu gimana keadaan pasien. Apa Pasien menggalami luka yang serius akibat kecelakaan yang barusan ia alami tadi?Apa operasinya berjalan dengan lancar Dok?"tanya Revan yang begitu melihat kehadiran Dokter yang baru aja keluar dari ruang operasi.


"Kalau boleh tahu siapa kalian. Apa kalian anggota keluarganya?"tanya balik Dokter.


"Bukan Dok kita memang bukan siapa-siapanya Pasien, tapi kita kenal dekat siapa Pasien ini?"balas Natali yang menimpali pembicaraan mereka.


"Baiklah saya hanya inggin mengatakan operasinya berjalan dengan sangat lancar. Akan tetapi Pasien kondisinya sangat memprihatinkan, akibat tabrakan yang ia alami tadi kita tidak bisa menyelamatkan Janin yang ada di kandungannya. Akibat terkena pecahan kaya yang mengenai kedua kornea mata Pasien. Ada kemungkinan jika Pasien akan menggalami kebutaan, tapi itu hanya pemeriksaan awal, jika nanti Pasien sudah sadar kita akan tahu seperti apa kondisi Pasien yang selanjutnya!"balas Dokter yang seketika membuat mereka pun terkejut.


"Astaga. Tapi sekarang kondisinya sudah membaik kan Dok?"tanya Natalia.


"Iya untuk saat ini kita masih memantau kondisi Pasien lebih lanjut, dan lewat pemeriksaan kita kondisi Pasien sudah cukup membaik dan dia berhasil melewati masa kritisnya. Ya sudah kalau gitu saya pamit dulu karena masih ada tugas yang lain yang harus saya periksa!"ucap Dokter.


"Baiklah Dok mari silahkan!"balas Revan.


"Kak Revan kasihan sekali nasib Resya, belum juga ia keluar dari masalahnya yang kemarin sekarang dia sudah mendapatkan ujian yang sangat berat ini. Aku tidak bisa membayangkan seperti apa reaksi dia kalau dia tahu jika kandungannya sudah keguguran, belum lagi mengetahui kenyataan jika ada kemungkinan dia akan menggalami kebutaan, aku tidak bisa bayangkan semua itu?"ucap Natalia yang kemudian Revan pun menimpalinya.


" Iya aku juga tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti jika dia tahu semua kenyataan pahit ini.


"Oh iya Kak apa Kakak gak inggin memberitahuku keluarganya soal ini?" tanya Natalia.


"Jujur kakak juga inggin memberitahu soal ini pada keluarganya, tapi Kakak sadar dia tingal bersama Suaminya yaitu Mafia licik itu. Apalagi kemaren David bilang sama aku kalau dia merasa ada keributan antara mereka berdua, jadi jika aku memberitahukan soal ini kepadanya yang ada bakal ada masalah baru akan datang. Apalagi melihat kondisi Resya saat ini, aku rasa belum saatnya kita memberitahu Richard soal ini apalagi kabar mengenai keguguran yang dialami Resya?"


"Iya jaga sih Kak, terus sekarang apa yang harus kita lakukan. Apa kakak setuju jika nanti Resya sadar kita ajak dia tinggal di Rumah kita aja.


"Itu ide bagus! Kakak juga tidak keberatan soal itu!"


Dalam pembicaraan yang mereka bicarakan saat ini, tanpa mereka sadari ada seseorang yang dengan diam-diam telah menguping pembicaraan mereka. Mereka menyadarinya sesaat orang itu yang berniat inggin pergi, akan tetapi sesaat ia melangkahkan kakinya ia tidak sengaja menengor tempat sampah yang letaknya tak jauh dari tempat ia berdiri saat ini.


PYAR......


"Astaga siapa itu. Apa ada orang disana?"ucap Natalia yang kemudian mereka pun mengecek arah suara itu berasal.


"Tidak ada siapa-siapa disini tapi kenapa aku merasa ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan kita tadi?"ujar Natalia.


"Sudahlah mungkin itu hanya kucing atau orang yang tak sengaja menegornya tadi, sudahlah kita balik sekarang!"ajak Revan yang kemudian mereka pun pergi meninggalkan tempat ini.


***


Setelah menabrak Resya dan tanpa mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, raut wajah Monika pun terlihat tegang dengan dipenuhi rasa ketakutan yang akhirnya membuat Sandra yang sedari tadi telah memperhatikannya pun terlihat sedikit bingung.


"Mama darimana aja? Kenapa Mama baru pulang?" tanya Sandra dengan raut wajah bingungnya.


"Mama...?"balas Monika yang bingung mau mengatakan apa.


"Mama kenapa? Kenapa wajah Mama terlihat tegang seperti itu, ada apa?" tanya Sandra yang ia pun kemudian menghampiri Mamanya.


"Katakan padaku Ma..., ada apa?"


"Itu sayang, Mama...Mama habis menabrak seseorang?"

__ADS_1


Spontan Sandra yang mendengar perkataan yang baru saja diucapkan oleh Mamanya, ia pun terkejut tidak main.


"Apa Ma.., Sandra gak lagi bermimpi kan sekarang. Bagaimana mungkin Mama bisa melakukannya?" tanya Sandra yang tidak tahu harus berkata apa lagi sekarang.


"Maafin Mama sayang , Mama sama sekali tidak menginginkan hal itu, dia..dia tiba-tiba saja datang tepat dihadapan Mobil Mama, dan tanpa sengaja Mama menabraknya, maafkan Mama sayang! Maafkan Mama! Tapi apa kamu tahu siapa orang yang barusan Mama tabrak tadi?"


"Tidak, Sandra tidak tahu, kan Mama belum mengasih tahu Sandra Ma. Memangnya siapa orang yang barusan Mama tabrak tadi?"tanya Sandra dengan menunjukkan wajah Sandra yang sangat penasaran.


"Dia...dia adalah Resya sayang."


"Resya...astaga Mama kenapa bisa sampai se'ceroboh ini, terus gimana keadaannya Resya sekarang kalau dia sampai ma*i apa Mama mau dipenjara. Gimana nanti kalau Richard tahu dia pasti bakal marah banget sama Mama dan juga sama Sandra pastinya."


"Perasaan Mama waktu itu benar-benar sudah dipenuhi dengan rasa ketakutan, Mama gak ada pilihan lain selain meninggalkannya?"


"Apa kondisinya sangat parah?"tanya Sandra.


"Kelihatannya memang seperti itu, dia banyak menggeluarkan darah!"


"Apa selain Mama, ada seseorang yang melihat berlangsung nya kejadian tabrakan itu?"


"Aku rasa tidak ada siapa-siapa sayang, jadi menurutku aman, tapi hanya saja mobilku kaca depannya rusak parah?"


"Apa Mama sudah menyembunyikan Mobil Mama. Karena itu salah satunya bukti yang bisa memenjarakan Mama nanti.


"Saat ini Mama membawa Mobil Mama ke bengkel. Tak lupa Mama menyogok pemilik bengkel itu, lantaran dia juga teman Mama jadi Mama rasa itu akan sangat aman sekarang! Jadi kamu gak perlu takut soal itu!"ujar Mamanya lagi.


Ting...tong...


"Siapa sayang?"tanya Mamanya begitu melihat bel berbunyi.


"Iya pasti Richard Ma, sudah seharian tadi Richard pergi. Ya sudah Sandra temui dia dulu ya Ma?"ucap Sandra.


"Baiklah temui dia sekarang."


*****


"Sayang kamu dari mana aja sih, kenapa sedari tadi kamu tidak ada di Rumah. Apa kamu sedang ada urusan di Markas. Apa kamu ada masalah kenapa wajah kamu terlihat murung kaya gitu?" tanya Sandra yang kemudian Richard pun membalasnya.


"Iya tadi Gibran memberitahuku kalau ada masalah yang harus segera diselesaikan hari ini juga, jadi sedari tadi aku sibuk bersama Gibran dan yang lainnya Di Markas makanya aku sampai lupa tidak mengabari mu maaf ya?"balas Richard.


"Baiklah gak papa kok."


"Ya sudah aku masuk dulu aku inggin membersihkan badanku."


"Baiklah pergilah!"


"Baiklah!"


"Ada apa dengan Richard kenapa dia sikapnya jadi aneh kaya gitu?, apa semua ini ada hubungannya sama Resya, tidak itu tidak mungkin kan Richard tidak tahu kalau Resya sekarang lagi Sekarat di Rumah sakit jadi itu pasti tidak mungkin. Tapi ngomong-ngomong apa yang terjadi pada dia sekarang. Apa dia menggalami keguguran?" batin Sandra yang kemudian ia merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Resya sekarang.

__ADS_1


****


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya kembali untuk menyinari seluruh alam semesta ini. Jam yang sudah menunjukkan pukul 06:00 yang lebih tepat dalam ruangan itu hanya terdapat dua orang yang berada didalam sana, dan orang itu yang tak lain adalah Resya yang masih dalam kondisi terbaring diatas brangkar dan juga Revan sendiri. Langkah demi langkah telah Revan lalui, hingga posisinya yang tepat berada disamping brankar Resya berada. Revan yang menatap wajah Resya sedari tadi, ia pun lantas menggenggam tangan kanan Resya sambil mengatakan.


"Memang aku tidak terlalu kenal dan akrab denganmu. Akan tetapi entah kenapa melihatmu tak berdaya seperti ini, kenapa rasa bela kasihan ku tiba-tiba muncul dalam diriku. Dan yang bikin aku bingung apa kamu benar-benar mencintainya sampai-sampai kamu mau menikah dengan Pria kejam yang tidak punya hati seperti dia. Dan jujur sebenarnya ada sesuatu yang inggin aku katakan padamu, tapi entahlah mungkin perasaan yang aku katakan ini, ini sudahlah sangat terlambat dan gak seharusnya aku mengatakan ini.


Akan tetapi semakin lama aku memendamnya aku tambah semakin terluka. Apalagi melihatmu yang hidup dalam didalam lembah penderitaan aku berharap inggin sekali memilikimu. Apakah aku salah jika aku mencintai seorang Wanita yang sudah memiliki seorang Suami,iya itulah yang inggin aku katakan padamu.


Jujur memang menurutku perasaan ini memang sangatlah salah, dan tidak seharusnya aku perasaan seperti ini. Akan tetapi jujur aku mengenalmu sudah sedari dulu sejak aku lulus kuliah dimana dua tahun yang lalu dimana pada saat itu aku tak sengaja melihatmu sedang berada di taman.


Dan pada saat itu juga cinta pada pandangan pertama pun muncul. Dan aku sadar memang cinta pada pandangan pertama memang benar nyatanya karena aku sendiri yang mengalaminya. Akan tetapi biar pun aku cinta sama kamu, aku belum siap untuk mengungkapkan perasaanku ini, apalagi aku masih fokus mengejar impianku menjadi seorang Polisi jadi aku urungkan niatku untuk tidak menembak mu dan berangkat menempuh pendidikan di negara A.


Dan dua tahun kemudian setelah aku pindah dan kembali lagi ke Indonesia aku dibuat terkejut dengan adanya pertemuan kita yang dimana kamu menggalami luka tembakan akibat dari Mafia itu, bahkan yang lebih menyakitkan lagi hatiku hancur ketika mendengar kabar jika kamu ternyata sudah menjadi Istri dari Mafia itu. Jadi yang bisa aku lakukan, aku hanya mampu menyuruh Natalie untuk mengawasi mu.


Jadi maafkan aku kalau secara diam-diam aku telah menjadi penggemar beratmu maafkan aku.


Setelah ia memasangkannya ia pun berniat akan pergi dari ruangan ini, tanpa berkata maupun mengucapkan satu kata lagi, iya yang baru aja mau pergi langkah kaki Revan pun tiba-tiba terhenti lantaran melihat jari kelingking tangan kanan Resya yang tiba-tiba bergerak.


Spontan Revan yang melihat kejadian ini ia pun langsung memencet tombol darurat, dan tak menunggu lama Dokter pun datang


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Dokter yang seketika berlari kearah ruangan ini.


"Ini Dok, Resya, jari kelingking nya bergerak, apa dia telah tersadar?"


"Coba aku periksa dulu?"


"Baiklah, silahkan!"


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Natalia yang setibanya datang.


"Iya ada apa yang terjadi pada Resya?"tanya David kemudian.


"Itu Natali, Resya jari kelingking nya bergerak?"


"Apa kamu serius?"


"Iya saya serius?"


"Ini benar-benar mukjizat, dia akhirnya bisa melewati masa kritisnya?" ucap Dokter yang seketika terkejut melihat Resya yang akhirnya membuka kedua kelopak matanya dengan secara perlahan-lahan


"Alhamdulilah!" ucap semua orang.


"Kamu...apa kamu bisa mendengar ku?" tanya Dokter pada Resya yang masih terlihat sangat lemah, pandangannya Resya fokus ke semua arah.


"Apa kamu tahu ini berapa?" tanya Dokter sambil menunjukan dua jarinya kearah Resya.


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Dokter, Resya merasa sangat bingung dengan tatapannya yang berpindah ke semua arah. Hingga kemudian ia pun menjawab pertanyaan Dokter itu. Akan tetapi mendengar apa balasan yang Resya berikan, semua orang malah terkejut mendengar apa balasan yang Resya lakukan tadi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2