
Akan tetapi Sifa bukanlah gadis bodoh yang hanya akan diam. Melihat tangan Pria dihadapannya terluka, dengan berbalik ia yang menarik tangan Laki-laki itu dan mendorongnya disalah satu kursi yang berada tak jauh dari tempatnya.
"Orang seperti anda itu sangatlah keras kepala ternyata, lukamu itu sangatlah serius jika dibiarkan ini akan jadi terinfeksi, tapi kenapa anda malah mengabaikannya,"
"Apa yang mau kamu lakukan? apa kamu akan mengobatinya? tanya Rasya tapi Sifa sama sekali tidak menjawabnya.
"Apa kalian membawa peralatan obatan P3K? tanya Sifa yang kemudian seseorang pun memberikan.
"Ini, kebetulan kita selalu membawa obat ini sebagai penjagaan jadi sekarang obati lah dia,"
"Apa kamu memerintahkan dia? tanya Rasya tapi temannya hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan Sifa ia fokus melihat tatapan laki-laki tampan yang hanya sibuk menatapnya lantaran pakaian yang ia kenakan masih terbilang Sexy.
"Verrel bisa ambilkan jaketku?
"Baiklah, ini Nona," balas seseorang itu yang kemudian Sifa pun segera memakainya.
"Disini banyak laki-laki mesum, jadi harus jaga diri," ucap Sifa yang kemudian mereka yang mendengarnya pun malu.
Darah yang keluar begitu deras dari lengan tangan Rasya, sedangkan semua mata yang pada menatapnya tidak membuat rasa percaya diri Sifa luntur dan berhenti dari tindakan apa yang ia lakukan saat ini.
Setelah mengambil gunting dan menyiramkan cairan alkohol pada gunting tersebut, ia yang hendak akan mengambil misi yang tertanam pada tangan Rasya, Rasya yang menyadarinya ia seketika langsung teriak lantaran takut.
"Apa yang kamu lakukan? apa kamu udah gila, apa kamu inggin membunuhku? bentak Rasya yang kemudian Sifa menyuruh seseorang yang berada disini memegangi Rasya.
"Kalian? dari pada kalian berdiam diri tanpa melakukan sesuatu, lebih baik kalian pegang'i boneka hidup kalian ini,"perintahnya yang kemudian temannya pun memegangi Rasya.
"Hei lepaskan aku, kenapa kalian malah bersekongkol sama dokter gadungan ini?
"Diam lah jika kamu tidak ingin kita menyimpulkan mulutmu," balas temannya yang seketika membuat Rasya terdiam.
__ADS_1
Setelah Rasya yang tidak melakukan pemberontakan lagi, Sifa akhirnya dengan pelan-pelan ia mengambil misi tersebut. Setelah misi berhasil ia keluarkan ia kembali membersihkan luka dengan alkohol, berlalu ia pun membalutnya dengan kain perban.
"Untung saja tembakannya tidak terlalu dalam, jadi untuk mengeluarkan misi gak harus melakukan tindakan operasi,"
"Apa kamu seorang Dokter? kenapa kamu lancang sekali bertindak seperti ini, ini namanya pengobatan secara ilegal apa kamu mau dipenjara? bentak Rasya, tapi Sifa hanya diam, sibuk dengan urusannya sendiri.
"Sekarang sudah malam, jadi mendingan besok waktu yang paling tepat menggerebek pelaku itu, jadi selamat malam sampai jumpa besok. Dan ingat, jika kalian setuju dengan rencana yang aku buat, segera datanglah ke-lokasi*****, jadi sudahlah ayo teman-teman kita pergi sekarang," ajak Sifa yang kemudian kelima anak buahnya pun mengikutinya.
"Siapa Sebenarnya gadis itu? kenapa sangat lihai dan cerdas seperti itu? tanya teman Rasya yang merasa terheran.
"Sudahlah ayo kita kembali sekarang,"perintah Rasya.
"Baiklah ayo.
"Verrel gimana apa kamu sudah menemukan lokasi dimana para penjahat itu bersembunyi?" tanya Sifa yang kemudian Verrel berkata.
"Perumahan indah blok ****.
"Harusnya sedari awal kita tidak terlalu percaya dengan tipuan yang dilakukan Gadis ini. Kan awalnya aku sudah bilang dia ini masih sangatlah kecil apa mungkin dia benar-benar bisa membuktikan perkataannya yang sok pintar ini. Dan sekarang terbukti kan. Di lokasi hanyalah perumahan biasa karena aku salah satu penduduk disana dan selama beberapa tahun aku menatap disana tidak ada kecurigaan atau pun tindakan yang menurutku mencurigakan jadi sekarang terbukti kan.
"Baiklah jika apa yang aku katakan terbukti salah dan tidak masuk akal baiklah aku minta maaf. Memang benar yang dikatakan olehnya aku hanya gadis kecil yang tidak tahu apa-apa. Dan maafkan aku kalau aku telah membohongi kalian maafkan aku.
"Untung saja kamu masih anak SMA, jadi aku masih menganggap jika apa yang kamu lakukan pada kita hanyalah sebuah candaan. Dan aku menganggap-mu sudah seperti adikku jadi mulai sekarang belajarlah yang giat supaya kamu bisa membuktikan pada kita tentang keinginanmu untuk menjadi seorang gadis cerdas yang mampu menaklukkan seorang Mafia.
"Mafia?"
"Iya mereka salah satu geng mafia yang sangat ditakuti. Awalnya aku juga tidak mengira dengan siapa kita sedang berhadapan sekarang, tapi itulah kenyataannya mereka adalah kelompok mafia yang mampu menaklukkan mangsa tanpa ampun. Bahkan mungkin nyawa kita sendirilah yang jadi taruhannya.
"Kalau boleh tahu Mafia itu bernama siapa?"
__ADS_1
"Kenapa kamu sangat terkejut. Apa kamu sangat ketakutan sekarang.
"I...iya aku sangat ketakutan jadi kamu bisa kan menunjukkan seperti apa wajah dari seseorang jahat itu.
"Baiklah, Lian tunjukkan foto ketua mafia itu padanya.
"Baiklah, ini.
"Erlangga. Apa ini beneran Erlangga pembunuh itu.
"Erlangga, darimana kamu tahu nama dari mafia ini, aku kan belum memberitahumu tadi.
"Akhirnya setelah sekian lama aku mencari keberadaannya. Sekarang aku tahu dimana mereka berada sekarang,"
"Heyy apa kamu sedang melamun, apa yang kamu pikirkan saat ini.
"Verrel tadi kamu bilang dia tinggal diblok apa?
"Dia tingal di Blok *****, apa Nona Sifa beneran akan mendatanginya.
"Orang ini adalah mangsa yang sudah aku cari sejak lama, jadi setelah aku tahu dimana ia berada apa mungkin aku akan melepaskannya begitu saja. Tidak itu tidak akan pernah terjadi , jadi ayo kita datangi lokasi itu sekarang.
"Hey apa kamu sudah gila, dia ini bukanlah lawan kamu jika kamu nekat mendatanginya yang ada kamu sendiri yang akan jadi mangsa selanjutnya apa kamu paham itu.
"Aku tidak perduli biar pun aku sendiri yang akan jadi mangsa bajingan itu. Karena kematian harus dibalas dengan kematian, orang itulah yang sudah membunuh Papaku dan membuat Mamaku sekaligus saudara kembar ku menghadapi kehidupan yang sangat menyakitkan selama ini, jadi sekarang giliran aku lah yang akan membunuhnya.
"Astaga apa kamu itu seorang Aktris kenapa akting kamu sebagus ini. Apa kamu pikir dengan berpura-pura dan mengarang cerita seperti ini kita akan percaya dengan semua tipuan kamu ini.
BERSAMBUNG.
__ADS_1