
FLASH BACK
Aku menemukan foto kamu dalam buku Diary-ku yang aku tulis sendiri. Dan pertanyaan yang ingin aku tanyakan sama kamu?" siapa yang menyimpan foto itu dari dalam sana kalau bukan aku sendiri dan kamu?" kamu pernah bilang kalau aku adalah Suami-mu jadi sekarang aku ingin penjelasan yang jelas akan siapa aku? bahkan disaat kamu sedang dalam pengaruh alcohol pun, kamu kemaren juga sempat bilang jika kamu punya anak kembar bersama-ku tapi siapa anak kembar yang kamu maksud itu, jadi sekarang sudah jelas kan." ucapan yang serius telah terlontar dari mulut Richard. Dengan pandangan Richard yang nampak serius itu pun Resya mulai bingung apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Aku tahu mungkin kesempatan ini akan menjadi kesempatan yang tepat bagiku untuk membuktikan siapa sebenarnya aku, tapi aku sadar jika aku melakukan itu lagi-lagi aku akan membuatnya menderita karena rasa sakit itu jadi tidak, aku tidak mau mengulanginya lagi biar waktu lah yang membenarkan semuanya." batin Resya yang terlihat panik dan bingung dengan cara apa ia bisa menjawab semua pertanyaan ini.
"Kenapa kamu diam apa kamu sedang berusaha mencari-cari alasan untuk mengelak lagi?" tanya Richard.
"Richard ... Richard ...kamu itu ternyata sangat bodoh ya, bisa-bisanya kamu percaya dengan ucapan bohong-ku itu. Apa kamu tahu aku ini hanyalah pura-pura mencintai-mu bahkan ucapan yang mengatakan jika kamu adalah Suami-ku semua itu cuma omong kosong aja agar aku bisa mendapatkan kamu, tapi sudahlah jika kamu percaya jika aku Istri-mu aku senang. Apalagi apa yang telah kita lakukan tadi malam kamu nampak tergoda untuk melakukannya lagi bukan?" timpal Resya membuat raut wajah Richard nampak berubah tak percaya.
"Maksud-mu?"tanya balik Richard dengan alis yang ikut berkerut.
"Sudahlah untuk masalah itu aku tidak mau membahasnya lagi, jadi mana kuncinya aku tahu pasti kunci gudang ini kamu kan yang membawanya jadi cepat serahkan kepadaku?"
"Kalau aku tidak mau gimana?"
"Kalau kamu tidak mau Bearti kamu sendiri yang mau aku pakai cara paksa,"
Memaksa Richard dan meraba-raba semua saku celananya hinga membuat Richard yang merasakan sentuhan itu pun merasa sedikit risi akibat perbuatan gila Resya sekarang ini.
"Resya apa yang kamu lakukan apa kamu tidak tahu malu bagaimana bisa kamu meraba-raba celana dari seorang laki-laki seperti ini?"tanya Richard nampak cemas tak karuan.
"Bagiku itu tidak masalah. Apalagi orang yang bakal aku raba-raba juga suami-ku sendiri kan,"balasnya dengan tersenyum manis kearahnya.
__ADS_1
Setelah hampir beberapa menit Resya berseteru ingin mendapatkan kunci dengan merebutnya sendiri dalam saku celana Richard. Tak lama akhirnya ia bisa tersenyum lega setelah satu kunci berwarna logam itu berhasil ia dapatkan setelah susah payah beradu dengan Richard.
"Akhirnya kunci ini aku dapatkan juga terima kasih,"
"Resya tunggu?"
Selangkah Resya hampir menuju ke depan pintu untuk membukanya. Musibah lagi-lagi terjadi setelah ia tak sengaja kakinya tersangkut pada suatu benda yang akhirnya membuat dirinya jatuh kelantai bersamaan dengan kunci yang sedari tadi ia genggam. Dan naasnya kunci yang ia pegang terpental jatuh keluar dari bawah cela pintu gudang ini.
"Tidak ....
Teriakan, iya mungkin teriakan itulah yang bisa ia gambarkan saat ini. Melihat kunci yang menjadi bahan utama agar mereka bisa keluar dari ruangan ini terpental keluar, mau gak mau mereka harus siap menunggu kedatangan seseorang yang bersedia menolongnya.
"Astaga apa yang kamu lakukan apa kamu puas sekarang, itu kunci satu-satunya yang bisa membebaskan kita dari dalam ruangan ini. Tapi kamu? kamu malah membuatnya keluar sekarang dengan cara apa kita bisa keluar dari sini?"
"Tidak semudah itu," timpalnya dengan berusaha ia mendobrak-dobrak tapi tak ada hasilnya.
"Brak...brak...brak...pintunya beneran terkunci, heyy buka pintunya siapa pun yang diluar tolong buka pintunya..tolong...Brak...brak...brak.
Dengan berusaha Richard mendobrak-ndobrak pintu tersebut tapi hasilnya sia-sia saja.
"Kenapa kamu malah mendobraknya, bukannya semua ini rencana kamu?"
"Iya memang semua ini rencana-ku, tapi gara-gara kamu kita malah jadi terjebak beneran disini apa kamu paham!" ah coba aja kalau tadi kamu tidak berseteru mengambil paksa kunci tadi mungkin semua ini tidak akan pernah tadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu malah jadi salahkan aku. Kalau bukan cara kamu pake acara culik-culik segala semua ini juga gak akan mungkin pernah terjadi, jadi intinya sekarang kita sama-sama salah dalam tragedi ini jadi stop menyalahkan-ku apa kamu mengerti!"
"Tolong ... siapapun diluar saya mohon tolong bukaan pintunya saya mohon.
Bram ...Bram ...brak ...
"Sudahlah percuma juga kamu mendobraknya, tidak akan ada orang yang bakal membukanya. Gudang ini berada dilantai dua dan letaknya juga paling pojok kanan, jadi mustahil kalau bakalan ada orang yang bakal membuka pintu ini, tak terkecuali kalau Gibran sadar jika kita telah terkunci disini. Karena semua ini idenya dia, dia yang punya ide gila seperti ini jadi berdoalah semoga dia ingat jika kita masih disini.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan, sekarang sudah pukul 17:00 sore jadi hanya kurang waktu sekitar 1 jam kalau kita gak bisa keluar dari sini, maka kita harus berpasrah diri akan terkunci disini sampai besok bahkan lebih parahnya kita bisa saja terkunci sampai lusa dan seterusnya. Tidak, aku tidak mau mati apa yang harus aku lakukan sekarang.
Mendengar ucapan Resya yang nampak tambah sangat membingungkan dirinya , Richard pun akhirnya langsung terduduk dan bingung mau melakukan apa sekarang.
"Apa kamu bawa ponsel?" tanya Resya pada Richard.
" Aku menarohnya didalam tasku, dan aku juga lupa tidak menyalakannya. Terus apa kamu sendiri membawa ponsel?" tanya balik Richard.
"Aku bawa tapi nasib sial menghampiri kita, lantaran batrei ponselku yang tinggal tersisa 5 persen jadi untuk menghubunggi seseorang itu tidaklah mungkin lantaran batreinya tidak akan cukup, jadi salah satunya cara yang harus kita lakukan sekarang kita harus mengirim pesan pada Gibran karena hanya dialah orang yang bisa menolong kita.
"Ya sudah tunggu apa lagi, cepat kirimkan sekarang!.
"Baiklah!.
Waktu yang tidak memungkinkan, dan baterei ponsel yang hanya tinggal lima persen yang artinya dalam hitungan menit jumlah sisa baterai tersebut pun bisa lenyap dengan cepat. Dengan bergegas Richard pun mengirimkan pesan lewat WA menuju ke no seluler Gibran karena dia yakin Gibran pasti bisa di andalkan sekarang
__ADS_1
BERSAMBUNG.