Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Pemakaman Richard


__ADS_3

Mendapat perintah menyelesaikan misi yang kedua, salah satu dari pria itu pun keluar dan pergi meninggalkan ruangan rawat ini. Sasaran utama yang telah dimasukkan kedalam Ambulan dan dilajukan kendaraannya, dalam perjalanan yang awalnya lancar mobil hitam yang ditumpangi Resya dan juga Revan tadinya sempat terhenti, siapa sangka dari berbelok kan arah lain terdapat mobil ambulans lain yang sengaja bertukar arah. Revan dan juga Resya yang terkecoh mereka membuntuti ambulans yang lain hingga ledakan akibat tabrakan tak terelakan terjadi, hingga terjun ke jurang mereka lihat dengan mata telanjangnya.


Richard ...."Teriakan seketika menggelegar melihat sendiri orang yang dikasihi mengalami kecelakaan didepan mata kita sendiri.


FLASHBACK


Bugh ...


"Pukulan itu kamu pasti masih ingat kan pukulan yang sudah beberapa kali kamu berikan ke aku. Dan sekarang kamu merasakannya kan?" ucapnya dengan beberapa kali memberikan pukulan pada Richard.


"Dasar brengsek berani sekali kamu menculik-ku dengan cara seperti ini. Jika kamu memang seorang yang disegani dan ditakuti kenapa kamu pakai cara seperti ini, jika kamu memang berniat ingin membunuhku ayo bunuh-lah aku apa lagi yang kamu inginkan!" gertaknya akan tetapi lagi-lagi Erlangga memukulnya.


"Richard ...Richard membunuhmu bagiku itu sangatlah mudah. Tapi kamu tenang aja aku sudah membuat orang-orang percaya kalau kamu sudahlah mati jadi lihatlah," ucapnya dengan menunjukkan salah satu video adanya berita pada ponselnya.


"Dasar bedebah lepaskan aku! lepas aku," gertaknya yang mencoba memberontak.


Bugh ...


"Richard ...sudahlah kamu itu sangatlah lemah jadi jangan coba-coba membuat amarah-ku mendidih apa kamu mengerti?"


Selangkah Erlangga berniat akan pergi. Akan tetapi pandangan Richard tak henti-hentinya menatapnya dengan tatapan tajam. Dan meludahinya.

__ADS_1


Cih...


"Berita macam apa itu apa kamu se'licik ini sampai-sampai dengan beraninya menyabotase kematian-ku lepas. Sekarang aku sadar kamu tidaklah hebat seperti yang aku kira Erlangga. Kamu bilang jika kamu kuat? Terus jika kamu kuat dan mampu melawan musuh-mu kenapa kamu gunakan cara se'licik ini lepaskan aku? Lepas aku!"


Bugh ...


"Richard sadarlah kamu sekarang sangatlah lemah jadi jangan coba-coba untuk memberontak apalagi berani seolah-olah kamu itu hebat karena kamu sekarang tak lebih dari seorang mayat hidup apa kamu paham. Dan kamu lihat ini apa? Ini adalah cairan yang nantinya akan aku gunakan membuatmu lemah dan tidak berdaya dalam sekapan-ku apa kamu mengerti?"


"Suntikkan cairan ini sekarang!" perintahnya.


"Baik Tuan. Oh iya sekarang apa yang ingin Tuan lakukan tuan sudah mendapatkan musuh tuan apa sekarang kita perlu membunuhnya?"tanya anak buahnya.


"Tidak, kita tidak akan membunuhnya aku akan membunuhnya jika apa yang aku inginkan darinya sudah jadi milikku!"


"Apa maksud kamu brengsek?"


"Aku baru sadar jika kekayaan yang kamu peroleh sangatlah besar. Dan jika aku berhasil menguasai semua kekayaan-mu aku rasa aku bakal jadi seorang miliarder dadakan jadi sekarang aku minta kamu beritahu aku dimana kamu menyimpan semua harta kamu? Cepat katakan?"


"Sangatlah bodoh apa kamu pikir dengan rencana kamu mengikat dan menyiksaku seperti ini, aku bakal bongkar dimana harta kekayaan-ku? Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi brengsek!"


"Oke baiklah jika sekarang kamu masih belum mau memberitahuku tidak masalah, tapi bersiaplah jika tempat ini, tempat yang kumuh ini akan jadi tempat dimana kamu akan bertahan dari siksaan kami karena apa? Karena sebelum aku mengetahui semua harta kamu aku tidak akan pernah melepaskan-mu apa kamu paham! Cepat suntikkan dia obat bius sekarang!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Terduduk bersimpuh bersebelahan dengan salah satu batu nisan bertuliskan "Richard Antonio" Wanita yang memakai jilbab putih terus-menerus meneteskan air matanya hinga tidak terhitung akan berapa jumlah buliran air matanya yang berhasil terjatuh membahasi kedua pipinya.


Apa kamu tahu selama ini kamu itu laki-laki pengecut laki-laki pengecut yang bisanya hanya bisa membuatku menderita. Dulu kamu membuatku menderita karena kamu tidak pernah mencintaiku mau pun mau menganggapku sebagai Istrimu.


Tapi apa yang kamu lakukan sekarang, giliran kamu sudah bisa mencintaiku kenapa kamu malah terlebih dulu pergi meninggalkanku apa kamu tahu seperti apa rasanya hidup dalam benang-benang penyesalan dan kekecewaan. Apa kamu tahu gimana rasanya kehilangan seseorang yang paling aku cintai kamu tidak pernah tahu gimana rasanya.


Kamu disana bisa tenang karena hidupmu sangatlah bahagia karena sudah didampingi beberapa bidadari yang mengawal mu tapi apa kamu tahu gimana rasanya perasaanku sekarang.


"Kenapa Richard? Kenapa kamu pergi begitu cepat meninggalkanku dan meninggalkan calon buah hati kita. Bukankah selama ini kamu sangat menanti kehadirannya tapi kenapa sekarang kamu malah terlebih dulu meninggalkannya kenapa?"


Air mata yang terus menjatuhi pipinya membuat orang-orang disekelilingnya merasa tak tega dan ikut meneteskan air matanya.


"Sudah sayang ayo kita kembali pulang ya, biarlah Richard tenang di-alam sana. Kamu harus sabar dan ikhlas menerimanya kamu harus ikhlas ayo sayang kita pulang," ajaknya yang mencoba membantu Resya bangkit dari tempat bersimpuhnya.


"Tidak. Aku tidak mau pergi eyang, biarkan aku sendiri disini setidaknya kasih aku waktu 1 jam lagi agar tetap disini!"


"Resya yang dikatakan Eyang memang benar. Kamu jangan bodoh seperti ini, kondisi kamu belumlah pulih apalagi kamu sekarang dalam keadaan mengandung jadi kamu harus pikirkan janin kamu jangan buat karena keegoisan-mu kandungan jadi bermasalah jadi ayo kita pulanglah ayo," ajak Revan mencoba mempengaruhi pikiran Resya.


"Baiklah aku akan pulang," balas Resya yang bergegas ia bangkit, akan tetapi pandangannya tak henti-hentinya menatap kearah makam Richard.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2