Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Tertusuk


__ADS_3

Mata tajam Sandra yang mengarah tajam kearah Resya. Dengan adanya pisau yang masih berada di genggamannya membuat Sandra tak segan-segan ingin segera menancapkan pisau ini ke tubuh resya. Richard yang tidak tingal diam ia berusaha sekuat tenaga menggambil pisau itu dari genggaman Sandra selama hampir beberapa menit mereka beradu akhirnya kemenangan berpihak pada Richard setelah ia berhasil merebut dan melemparkannya kearah yang agak jauh.


"Pisau-ku?"


"Kamu lihat kan Sandra nyatanya pisau yang tadinya berada genggaman-mu kini pisau itu menjauhi-mu. Kini saatnya kamu untuk kembali kedalam sel penjara yang sudah menantimu!"


Selangkah Richard berhasil membekuk tangan Sandra dan berniat akan membawanya pergi. Langkahnya lagi-lagi terhenti setelah sebuah Tembakan telah tepat mengenai perut belakang Richard.


Dyar ...


Dyar ...


Darah segar telah mengalir dari perutnya dan membuat kemeja putih yang dipakainya berubah menjadi merah darah. Tubuh yang seketika hampir tersungkur, rasa sakit, perih yang tiba-tiba menyerangnya membuat pandangan Richard menjadi kabur.

__ADS_1


Belum juga perkataan yang diucapkan oleh Richard selesai, satu tembakan lagi terlepas dan tepat mengenai perutnya lagi. Dar*h yang mengalir dengan deras membuat Sandra yang melihatnya ia hanya melihat dengan tatapan yang kosong, tertawa sinis tidak ada langkah dari seseorang yang ingin menolong pria itu untuk bersimpati mau menolong Richard yang terlihat sudah tidak berdaya dihadapannya.


Rasa lemas semakin menjadi telah dirasa olehnya. Tubuhnya yang seketika merosot kebawah yang akhirnya membuatnya tak tahan lagi, dengan bersimbah banyak dar*h akhirnya Richard pun jatuh tersungkur.


Mulut yang seperti terkunci. Tubuh yang tidak mampu ia gerakkan, sesaat kemudian entah apa yang ada dibenak Sandra mau pun pria yang berhasil menembaknya saat ini. Melihat seorang yang telah tidak berdaya tepat dihadapannya, tidak ada rasa simpati yang hadir dalam benak mereka.


Tak tahu apa tujuan pertamanya, Sandra dengan langsung ia melangkahkan kakinya ke depan dan tepat di samping wanita yang dalam kondisi sudah tidak berdaya.


"Inilah akibatnya karena kamu sudah dengan beraninya menggagalkan rencana ku. Sekarang kamu sudah tidak berdaya lagi bahkan untuk jalan kamu sudah tidak sanggup lagi jadi apa kamu masih sanggup untuk menolong Wanita mu itu? Oo iya aku tau apa mungkin kamu mau melihat dia ikut terluka seperti yang kamu alami sekarang ini," ucapnya dengan tersenyum sinis.


"Ooo ancaman yang sangat menakutkan. Dan aku menjadi takut dengan ancaman kamu itu," timpal seorang pria yang tak lain adalah Erlangga, dengan memainkan pistol yang dibawanya ia memandang Richard dengan tatapan dendamnya.


"Akhirnya kita berjumpa lagi Richard. Oh iya apa kamu punya kata-kata terakhir untuk aku sampaikan pada seluruh anak buah-mu?" ledek Erlangga dengan tawa yang menyeringai.

__ADS_1


Selangkah Sandra berniat akan berniat ingin mencelakai Resya dengan menusukkan pisau ini tepat mengenai perutnya, sedangkan Richard yang serasa tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk berdiri ia dengan berusaha bangkit berlari kearah Resya dan mendekap tubuh Resya dari pelukannya.


Sandra yang sudah ancang-ancang sedari tadi berniat ingin menusukkan pisau ini, lagi-lagi tusukan itu telah salah sasaran dan tepat mengenai Richard yang dimana ia telah mendekap tubuh Resya dengan erat.


Rasa sakit yang tidak tertahan telah ia rasa, dengan berusaha ia mendekap dan terus mendekap tubuh yang seketika mati rasa bahkan tenaga yang sedari tadi ia keluarkan untuk bertahan. Pelan-pelan tubuhnya akhirnya merosot kebawah dan pelukan yang ia lakukan perlahan-lahan mulai terlepas kebawah.


Kedua mata yang tadinya terbuka dengan lebar, kini dalam hitungan detik peja'man mata itu mulai kusut. Meringis kesakitan dilantai dengan banyak darah yang keluar hinga mengotori lantai ruangan ini.


Tak lama seseorang pun datang dengan berbarengan suara alarm mobil polisi yang menyurutkan niat mereka untuk melukai Resya lagi. Sandra dan Erlangga yang merasa terkejut dengan kehadiran mereka, mereka kemudian berlari mencari jalan cela untuk kabur dari tempat sekapan ini.


Setiba anggota polisi datang mereka hanya menyaksikan pemandangan yang banyak berlumuran banyak darah. Terkejut dengan kondisi Richard yang sudah tidak berada diatas lantai dengan banyak berlumuran banyak darah segera Revan menghampiri dan memangku-nya.


"Richard bangun, Richard bangunlah cepat panggilkan Ambulan sekarang cepat ...,"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2