Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Silvi meninggal


__ADS_3

"Ini adalah hasil tes dari korban kecelakaan yang menimpa Putri anda, jadi bukalah hasilnya," ucap salah satu Dokter dengan memberikan sepucuk surat pada Sifa.


"Baik Dok terima kasih,"


"Ya sudah saya tinggal dulu," ucap Dokter lagi.


"Baik Dok silahkan,"


Aku tidak tahu perasaan apa yang aku rasakan saat ini, kenapa aku memegang surat hasil tes ini kenapa rasanya hatiku sangat sedih seperti tercabik-cabik. Tuhan bantulah hamba semoga mimpi buruk ini tidak pernah terjadi, bantulah hamba untuk membuktikan jika jasad itu bukanlah jasad dari adik kandung hamba bantulah hamba.


"Ma? apa Mama sudah siap untuk melihat hasilnya?.


"Iya Mama sudah siap sayang. Dan Mama yakin itu bukanlah Silvi itu pasti jasad orang lain yang kebetulan dompet dan ponsel itu ditemukan di tempat itu. Dan Mama sangat yakin kalau itu bukanlah Silvi jadi bukalah,"


"Mama kelihatan sudah sangat percaya dan yakin kalau itu bukanlah Silvi, jadi aku juga harus ikut seperti Mama yang percaya dan yakin dengan semua ini, iya aku harus yakin,"


Batinnya yang kemudian dengan langkah pelan Sifa pun perlahan-lahan mulai membuka lembaran kertas putih tersebut. Dan tanpa menunggu lebih lama, surat itu pun telah membuktikan kebenarannya, Sifa yang tadinya percaya dan yakin kini dalam sekejab ekpresi wajah Sifa pun berubah menjadi sedih, bahkan air matanya seketika terjatuh membasahi kedua pipinya. Rasya yang sedari bersikap tetap tegar dan yakin, kini hatinya seketika hancur apalagi melihat wajah Sifa yang seketika berubah terlihat sedih ia tahu apa arti dari ekspresinya saat ini.


"Sayang katakan pada Mama kalau apa yang ada didalam hasil tes itu tidak sama seperti apa yang Mama pikirkan saat ini? katakan pada Mama kalau Silvi masih hidup kan? dia tidak mungkin ninggalin kita kan sayang?"


"Maafkan Sifa Ma..maafkan Sifa karena Sifa belum bisa menjaga Adik Sifa dengan baik, maafkan Sifa kalau Sifa hanya mementingkan kehidupan Sifa sendiri tanpa memperdulikan kondisi dan penderitaan yang dialami oleh Silvi, maafkan Sifa karena Sifa telah gagal menjadi Kakak karena tidak bisa menjaga adik kandung Sifa dengan selamat maafkan Sifa Ma..maafkan Sifa "


Tubuh yang seketika melemah, bahkan untuk membuatnya tegap berdiri ia sudah tidak mampu lagi untuk melakukannya, air mata yang seketika membanjiri kedua sudut mata mereka membuat mereka berpelukan dalam keadaan berlinang air mata, mendengar ucapan yang dilontarkan Sifa seketika Resya pun memeluk Putrinya dan menangis secara bersamaan.


Jika takdir memang sudah diatur oleh Tuhan maka hari ini dan detik ini sudah jadi nasib buruk ku yaitu kehilangan adikku, maafkan Kakak Silvi..maafkan Kakak, disaat kamu membutuhkan bantuan Kakak, kakak tidak ada di sisimu maafkan kakak.


*


*

__ADS_1


Rasyel, mungkin nama itu sering didengar dan dianggap jika itu adalah sesosok Perempuan yang cantik dan anggun. Akan tetapi siapa sangka nama Rasyel yang satu ini adalah nama dari salah satu satu seorang laki-laki yang berusia 28 tahun yang kini berprofesi sebagai seorang Dokter bedah disalah satu Rumah sakit Hospitality record, Rumah sakit terbesar dan termegah yang biasa didatangi oleh golongan orang kaya raya. Bahkan setiap Dokter yang masuk di Rumah sakit ini terbilang sangatlah beruntung lantaran bisa masuk di Rumah sakit elit tersebut.


Dan dengan menjadi Dokter di Rumah sakit terbesar ini Rasyel pun berusaha sekeras mungkin untuk menjadi Dokter profesional agar tidak mengecewakan Dokter-dokter yang lainnya.


Pada suatu malam, dia dan juga beberapa Dokter yang lain yang sedang berkumpul, pandangannya pun tiba-tiba teralihkan pada salah satu ruangan yang sekarang ini telah dijaga dengan sangat ketat dengan beberapa penjaga yang menjaga ruangan tersebut.


Dan siapa sangka Silvi ia telah menjadi tawanan dari keluarga Reno, yang secara diam-diam ia telah dikurung didalam ruangan tersebut yang hanya dengan mengandalkan obat bius yang disuntikkan ke tubuh Silvi secara bertahap.


Dan suatu hari kecerobohan petugas pun terjadi, disaat waktu yang seharusnya Silvi mendapatkan suntikkan itu, salah satu Dokter pun lalai dan lupa menyuntikkan obat bius itu pada tubuh Silvi, alhasil Silvi pun bisa terbangun dan membuka matanya secara perlahan.


Melihat dirinya tidak lagi berada ditempat yang aman, dengan berusaha ia pun akhirnya berusaha untuk bisa bangkit dari atas brangkar tempat ia berbaring saat ini. akan tetapi karena dia tidak punya cukup banyak tenaga yang kuat untuk bisa berdiri, ia akhirnya terjatuh dan terus terjatuh tanpa henti hingga para penjaga yang berada di depan pintu penjagaan pun mendengar suara dentuman tersebut.


"Kenapa ini, Kenapa mereka pada panik dan terburu-buru memasuki ruangan itu? memangnya ruangan itu ruangan rahasia apa sih kenapa sekarang dijaga dengan sangat ketat seperti itu? padahal dulu kan tidak ada ruangan macam itu?


"Iya aku sendiri juga bingung apa sih sebenarnya yg terjadi didalam sana? dan siapa yang menempati ruangan itu?


"Maaf aku tidak tau ya udah aku ada urusan aku harus pergi sekarang," ucapnya yang tanpa berkata, Dokter tersebut dengan ekpresi wajah cemas ia bergegas pergi dari hadapan Rasyel.


"Aneh, ada apa dengannya kenapa dia malah terlihat tegang seperti itu? aku kan hanya bertanya, kenapa aku malah jadi penasaran ya sekarang," gumamnya dengan mengharukan kepalanya.


Sedangkan para Dokter ahli itu pun menyuntikkan sesuatu ke tubuh Silvi dan membuat Silvi pun kembali menjadi terdiam dan tertidur pulas diatas brangkar tersebut, dengan balutan pakaian berwarna putih dan rambut terurai ia nampak sangatlah cantik biar pun dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Ada apa sebenarnya? kenapa ini bisa sampai terjadi harusnya kamu tidak sampai telat menyuntikkan ini tapi kenapa sampai seceroboh ini," gertak salah seorang Wanita yang tak lain adalah Mamanya Reno.


"Maafkan saya Nyonya, saya tidak akan mengulanginya lagi maafkan saya, maafkan saya"ucap Dokter itu dengan menundukkan kepalanya.


"Sekarang aku minta anda pergilah, karena saya tidak mau melihat anda ada di ruangan ini cepat pergilah,"


"Baik, sekali lagi maafkan saya ...maafkan saya,"ucapnya yang tanpa berkata, dengan segera ia pun pergi meninggalkan ruangan ini.

__ADS_1


"Nyonya sekarang Dokter sudah di pecat terus sekarang siapa yg akan menggantikannya? tanya seorang Laki-laki yang tak lain adalah bodigadnya.


"Terserah kalian, kalian mau gantikan kesiapa aja, yang jelas saya mau dia itu Dokter yang sangat profesional dan bisa di andalkan apa disini ada Dokter yang seperti itu?


"Sebenarnya ada Nyonya, dia adalah Dokter Rasyel walaupun dia itu Dokter baru di Rumah sakit ini, tapi saya rasa dia itu salah satu Dokter yang sangat profesional di Rumah sakit ini. Apa perlu saya perintahkan dia untuk menjaga Wanita ini?"


"Ya sudah panggil dia sekarang, dan suruh dia menghadap ke saya nanti


"baik Nyonya, permisi.


--- _____________________________________---


Sekalian ijin promo karya teman-ku ya berikut blurb-nya


"Where is, Minerva Bee?" tanya Austin menyeruak kumpulan orang yang sedang mengelilingi Minerva.


"Here is Me." ucap Minerva membuat seorang Austin Wycliff terpana.


Gadis yang tadi ditabraknya ternyata yang mengalahkannya kali ini. Tidak hanya itu, Minerva juga akan makan malam gratis di cafenya selama satu minggu. Austin berjalan ke arah Minerva dan bertanya siapa dia sebenarnya. Karena selama ini Austin memang tidak terkalahkan.


"Who are you?" tanya Austin sambil menatap kedua netra Minerva.


"Bukankah kau lebih tahu siapa yang kini menjadi lawan mainmu?" tanya Minerva menantang Austin.


Austin sedikit terkejut mendengar jawaban Minerva kali ini. "Baiklah, kau berhak makan malam gratis di cafeku selama satu minggu penuh. Dengan syarat kita akan tetap bermain selama itu. Kita lihat siapa yang lebih unggul di antara kita." ucap Austin sambil meninggalkan Minerva.



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2