
"Non Sifa," tanya salah seorang anak buahnya yang mendatanginya.
"Iya Verrel ada apa? apa ada masalah baru yang terjadi?
"Iya Nona, saya baru aja mendapat kabar kalau ada pengedar narkoba yang hendak akan memulai aksinya disalah satu tempat karaoke dijalan *******. Dan saya juga mendapat laporan dari Kapten Revan kalau pelaku itu sudah menjadi buronan sejak lama, jadi apa perlu kita bertindak sekarang?
"Baiklah masalah ini memang masalah besar dan perlu dituntaskan dengan segera, jadi cepatlah kita berangkat sekarang," perintah Sifa yang kemudian ia berjalan terlebih dulu, dan mereka berlima mengikutinya dari belakang.
"Sekarang kita sudah sampai ditempat karaoke ini. Apa kamu mengenali wajah dari pelaku itu?
"Iya saya sudah tahu wajah seseorang itu Nona, dan ini salah satu fotonya yang saya dapat dari Kapten Revan," timpalnya dengan memberikan sebuah foto seseorang laki-laki berkumis tebal.
"Baiklah dengan adanya foto ini, ini akan mempermudah bagi kita untuk menjalankan misi kita ini jadi tunggu apa lagi sekarang ayo kita masuk sekarang," perintahnya.
"Baik Non Sifa.
Tak jauh berbeda dengan rencana yang dilakukan Detektif Rasya yang dimana pada malam ini juga, ia juga berencana menangkap pelaku itu setelah ia mendapat tugas langsung dari kaptennya.
"Sekarang kita sudah sampai didepan tempat karaoke ini jadi persiapkan diri kalian untuk menangkap pelaku itu. Dan tunggu aba-aba saya jika nanti pelaku itu mulai mencurigai kita, dan ingat jangan buru-buru mengeluarkan senjata api kalian apa kalian mengerti?
"Iya Kapten kita mengerti," balasnya dengan spontan.
"Ya sudah tunggu apalagi sekarang ayo kita masuk sekarang," perintahnya yang kemudian ia terlebih dulu maju yang kemudian mereka mengikutinya.
__ADS_1
Berpura-pura menjadi pengunjung ditempat karaoke. Dan mengenakan pakaian biasa mereka kemudian terduduk disalah satu sofa pengunjung dengan tatapan mata yang fokus melihat setiap seseorang yang melintas didepannya.
Akan tetapi selama hampir 30 menit lamanya mereka terduduk sembari meminum air putih. Rasa kesal perlahan-lahan mulai menghampiri mereka setelah seseorang yang mereka incar tidak menunjukkan hasil akan kehadirannya.
"Sial. Apa mereka tahu jika kita berencana akan menangkapnya makanya mereka tidak kunjung datang ditempat ini?
"Detektif yang sabar dulu, pasti tidak akan lama seseorang itu akan segera datang. Ini kan masih jam 20:00 jadi masih punya banyak waktu bagi pelaku itu,"
"Baiklah aku akan menahan rasa kesal ini, tapi jika sampai sejam lagi pelaku itu tidak kunjung datang maka aku akan menganggap misi kita ini gagal.
"Baik Detektif kita paham," balasnya.
"Verrel apa kamu yakin kalau pelaku itu benar-benar akan mendatangi tempat karaoke ini?.
"Baiklah kita tunggu sejam lagi, jika pelaku itu masih tidak memunculkan diri kita pergilah dari tempat ini. Karena tempat ini sangatlah membuat saya bosan,"
"Baik Nona saya tahu,"
Pandangan Sifa yang tadinya terfokuskan melihat kesemua arah, hingga akhirnya apa yang tidak ia pikirkan sekaligus dia rencanakan terjadi sesaat ia tidak sengaja melihat Reno yang mengandeng dua Wanita sekaligus ditempat karaoke ini.
"Reno?"ucap Sifa yang berlalu dua rekannya bertanya balik.
"Nona Sifa kenapa? siapa yang Nona panggil tadi? tanyanya.
__ADS_1
"Tidak, saya tidak apa-apa. Oh iya saya mau ketoilet dulu jika nanti pelaku itu datang segera hubungi saya!.ucap Sifa yang tanpa berkata, ia langsung bergegas pergi dalam keadaan terburu-buru.
"Baik Nona dengan segera saya akan menghubungi Nona nanti,"
"Ada apa dengan Nona Sifa? kenapa dia kaya melihat sesuatu yang aneh?
"Entahlah mungkin itu efek karena dia lagi terburu-buru.
"Iya mungkin.
"Dasar bedebah jadi seperti ini cara kamu memperlakukan seorang Wanita. Dan bisa-bisanya kamu menghamili adikku tanpa mau mempertanggung jawabkan perbuatan kamu itu. Di dunia ini tidak ada seorang Kakak yang akan tingal diam melihat adik kandungnya di sakiti oleh seorang laki-laki bejat seperti dia, jadi tunggulah pembalasan saya," gertaknya yang kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan merekam beberapa potret perilaku yang dilakukan Reno pada dua Wanita ****** tersebut.
"Sempurna, dengan adanya foto ini aku rasa kamu tidak akan bisa lagi membela diri," gumamnya yang kemudian dengan langkah pelan ia pun bergegas pergi dari tempat persembunyiannya tadi.
"Nona pelaku sudah datang jadi bersiaplah untuk menjalankan aksi kita ini,"
"Baiklah sekarang dimana pelaku itu berada? kenapa aku belum melihatnya?
"Pelaku itu baru aja datang dan sekarang masih berada dihalaman parkir, tidak akan lama dia akan segera masuk ketempat ini, jadi bersiaplah,"
"Baiklah aku akan bersiap-siap sekarang," balasnya yang kemudian ia melepaskan jaketnya dan mer'urai rambutnya yang hanya menampilkan pakaian Sexy yang sengaja dikenakan Sifa saat ini.
BERSAMBUNG.
__ADS_1