Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Cemburu yang sudah diartikan


__ADS_3

Jam yang sudah menunjukkan pukul 12:00 siang pandangan Richard yang tadinya sedang berbicara pada salah satu clyennya kini pandangannya teralih menatap salah satu wanita yang terlihat sedang menunggu akan kehadiran seseorang.


"Dia? sedang apa dia disana? gumamnya kemudian seseorang menepuk pundaknya.


"Maaf Tuan ada apa? apa yang ingin Tuan bicarakan pada saya?" tanya seseorang itu.


"Tidak, tidak ada apa-apa pergilah," perintahnya dengan pandangannya yang fokus menatap kearah Resya.


"Baiklah," balas seseorang itu, bergegas ia pun pergi.


"Sudahlah untuk apa aku memikirkannya kan dia bukan siapa-siapa-ku. Kalau pun dia ingin jalan itu kan urusan dia kenapa aku harus panik," gumamnya yang hendak akan bangkit. Akan tetapi lagi-lagi langkahnya terhenti setelah sebuah mobil hitam datang menghampiri Resya. Berlalu seseorang itu pun keluar dan menemui Resya. Melihat Resya yang dengan santai ikut masuk kedalam mobil tersebut sikap Richard berubah menjadi panik dan langsung mengejarnya.


"Tunggu mereka mau kemana? Apa jangan-jangan mereka hendak ingin melakukan sesuatu, tidak itu tidak boleh dibiarkan kalau mereka sampai berbuat macam-macam yang ada nama Perusahaan ini yang akan hancur, belum lebih pasti orang-orang akan menyangka jika akulah orang yang akan kena imbasnya karena aku adalah Bosnya," celetuknya tanpa berkata Richard bergegas berlari dan membuntutinya mengunakan mobilnya.


Tak menunggu waktu lama mobil yang dinaiki Resya telah sampai disalah satu restoran, membukakan mobil Resya nampak tersebut diperlukan baik dengan seseorang itu yang dimana seseorang itu adalah Reza anak buah Richard yang tidak Richard ingat.


"Ternyata mereka hanya pergi ke Restoran, syukurlah nama baikku akan sekarang. Oh iya kira-kira apa yang akan mereka lakukan, kenapa aku jadi kepo gini ya sekarang?" gumamnya yang merasa bingung pada dirinya sendiri.


Mempergoki Tuannya yang sedang membuntutinya secara diam-diam. Reza berpura-pura ingin mencium pipi kanan Resya yang dimana aslinya ia hendak ingin membisikkan sesuatu pada Resya.


"Kamu? apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Resya nampak gugup.


"Nyonya diam-lah, tuan Richard sedang membuntuti Nyonya dari belakang jadi berpura-pura lah kalau kita ini adalah pasangan yang mesra," sambung Reza, Resya yang mendengarnya ia nampak tersenyum.


"Baiklah.


"Apa yang dilakukan wanita itu. Apa dia udah gila bisa-bisanya di restoran yang sudah terbukti banyak orang mereka malah berciuman seperti itu menjijikkan sekali," gumam Richard yang nampak marah.


"Ya sudah sayang kita duduk ya. Oh iya kamu ingin memesan apa?" tanya Resya dengan menggenggam tangan Reza.


"Terserah kamu aja sayang kamu kan sudah tahu apa makanan kesukaan-ku," balas Reza yang nampak tidak tenang.


"Hati kamu masih aman kan?" tanya Resya dengan nada kecil.

__ADS_1


"Kalau nyonya terus saja menggenggam-ku dengan cara seperti ini yang ada hatiku akan cepat luluh seperti tuan Richard alami. Jadi akan lebih baik Nyonya lepaskan saja," balasnya dengan nada kecil.


"Baiklah sayang kamu itu memang sangat pemalu ya," balas Resya kemudian ia mencubit pipi Reza.


"Ist dasar menyebalkan mereka itu tidak tahu malu yang udah jelas-jelas ini itu tempat umum bisa-bisanya ia mereka mesra-mesraan seperti itu.


"Ya sudah kamu terserah mau pesan berapa banyak makanan yang kau suka biar aku yang membayar semuanya nanti," ucap Reza.


"Kamu serius sayang?"timpal Resya.


"Iya aku serius sayang," balasnya dengan tersenyum.


"Dasar pria bajingan aku tahu lagi kalau dia itu gak mungkin sekaya itu, kalau dia kaya ngapain juga mentlaktir ditempat seperti ini. Kalau dia sangatlah kaya harusnya ia itu membawanya ketempat yang lebih mahal pastinya," gumam Richard yang terlihat sangat kesal. Sedangkan orang-orang yang mendengarnya mereka hanya menatapnya dengan tatapan cukup sinis.


"Maaf aku hanya bisa mentlaktir mu ditempat seperti ini, apa kamu tidak keberatan? tanya Reza yang menyadari akan kehadiran tuannya disini.


"Tidak, aku tidak keberatan kok sayang. Aku malah suka karena kamu ternyata bukanlah orang yang suka menghamburkan uang karena makan ditempat-tempat yang mahal yang jelas disana juga pilihan menunya juga harganya tidak main-main lagi tapi rasanya masih enakan masakan di-restoran seperti ini. Sedangkan kamu? melihat identitas kamu yang ternyata tergolong dari orang kaya raya tapi kamu tidak malu untuk makan ditempat yang seperti ini," puji Resya dengan mencubit pipi Reza dengan gemas.


"Iya baiklah, aku senang mendapatkan pujian seperti ini apalagi dari mulut seorang wanita cantik seperti dirimu, ya sudah silahkan ayo kita makan lagi?"ajak Reza


Melihat Resya yang terlihat sangat lahab memakan Bakso yang dipesannya tadi, tiba-tiba dering ponselnya pun berbunyi.


"Siapa Reza?" tanyanya dengan pelan.


"Pacar-ku Nyonya, saya ijin mengangkatnya?"


"Baiklah.


Belum juga Reza mengangkatnya. Seseorang datang dan langsung menampar Reza dengan keras.


Plak ...


"Dasar laki-laki bajingan jadi ini kelakukan kamu dibelakang-ku. Ini kelakukan kamu yang dengan beraninya jalan bersama wanita lain jahat kamu Rez, kamu jahat," ucapnya yang tanpa berkata wanita itu bergegas pergi tanpa memperdulikan Reza.

__ADS_1


"Putri tunggu," cegah Reza akan tetapi Putri yang tak lain adalah kekasihnya telah berlalu pergi dari pandangannya.


"Maaf Nyonya aku pergi dulu.


" Baiklah silahkan astaga kenapa jadi begini sih," gumamnya dengan mengigit kukunya Lantara merasa tak enak.


Resya yang masih terlihat kebingungan, seseorang datang dan menarik tangannya dengan cara tiba-tiba. Resya yang menyadarinya ia menatap balik seseorang itu. Dan ternyata seseorang itu yang tak lain ia adalah Richard.


Datang dengan tatapan tajamnya membuat Resya yang melihatnya ia nampak cemas.


"Tuan Richard? tanya Resya dengan wajah terkejutnya.


"Cepat ayo kita kembali," ajaknya tapi Resya menghempaskan tangan Richard yang mencengkeramnya.


"Apa maksud kamu? lepaskan aku," tegasnya yang langsung menghempaskan tangan Richard darinya.


"Ingat aku yang mengajakmu jadi jangan coba-coba kamu menghindar dariku apa kamu paham? jadi cepat ayo kita kembali!. ajaknya yang sedikit memaksa dan menarik tangan Resya lagi.


"Aku bilang aku tidak mau. Apa kamu budek?


"Baiklah kalau kamu tidak mau, jadi kamu mau aku memakai caraku sendiri,"


"Maksudmu?


Tanpa menunggu ucapan yang dilontarkan Resya terlebih dulu, Richard segera menggendong tubuh Resya dan berlalu ia pun memasukannya kedalam mobilnya.


Terkejut dengan tindakan apa yang dilakukannya, sesekali Resya memukul-mukul punggung Richard tapi Richard tidak meresponnya.


"Kamu? apa yang kamu lakukan apa kamu mau menculik ku? lepaskan aku...turunkan aku...," teriak Resya akan tetapi Richard tidak meresponnya.


"Berani kamu keluar maka aku tak segan-segan akan bertindak lebih dari ini apa kamu paham? tegasnya yang kemudian ia segera masuk kembali dalam mobilnya.


"Kamu? sebenarnya apa yang kamu mau. Apa kamu ingin menculik ku? tanya Resya tapi tidak ada respon yang dilakukan oleh Richard, selain diam dan memandang ke depan.

__ADS_1


"Dasar gila, sebenarnya apa sih yang ada di otak ini orang, kenapa dia nekat menggendongku seperti tadi kalau cemburu tingal jujur kan bisa? Batin Resya yang menatapnya dengan tatapan sinis.


BERSAMBUNG.


__ADS_2