Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 22. HAMIL.


__ADS_3

"Tuan, misi telah berhasil kita lakukan sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Gibran yang posisinya berada disamping Richard dan juga Reza yang sedang berjalan


"Astaga aku baru ingat?"timpal Richard yang seketika membuat pandangan kedua anak buahnya pun berbalik menatapnya.


"Kenapa Tuan. Apa ada masalah?" tanya Reza.


"Aku mengunci wanita itu seharian dikamar Hotel."


"Apa? Astaga, Tuan kalau Istri Tuan sampai kenapa-kenapa gimana?" tanya Gibran.


"Sudahlah sekarang kalian ayo ikut aku!"ajak Richard yang kemudian kedua anak buahnya pun mengikutinya.


"Baik Tuan!"balas keduanya.


Sesampainya mereka di Hotel Pertama Sari. Mereka lantas langsung memasuki kamar tersebut, akan tetapi Sesampainya mereka disana pandangan mereka seketika teralihkan dengan adanya sosok wanita yang sudah dalam keadaan tergeletak tak berdaya di lantai.


"Hey bangunlah, hey bangunlah?"


"Cepat Tuan mendingan Tuan sekarang angkat dan baringkan dia diatas kasur!" perintah Gibran yang kemudian membuat Richard bertanya balik.


"Apa kamu sedang memerintahkan ku?" timpal Richard dengan tatapan sinisnya. Gibran yang melihatnya ia lantas hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Maaf Tuan."


"Mendingan sekarang kamu panggilkan Dokter pribadi kita untuk memeriksanya,"perintah Richard yang kemudian Gibran pun menggambil benda pipih yang berada didalam saku celananya.


"Baiklah Tuan aku akan memangilnya sekarang!"balasnya.


Setelah membaringkan tubuh Resya diatas ranjang. Tak lama Dokter pun akhirnya datang, dan dengan segera ia lantas langsung memeriksa kondisi Resya.


"Sudah berapa lama dia pingsan seperti ini?". Tanya sang Dokter laki-laki. Richard dan kedua anak buahnya yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan sang Dokter, mereka hanya berganti balik menatap kearah satu sama lain.

__ADS_1


"Dia jatuh pingsan baru aja Dok,"balas Richard dengan sigap.


"Baiklah saya akan memeriksa detak jantungnya dulu."


"Baik Dok,"balas Richard lagi.


"Baiklah saya sudah tahu apa motiv kenapa Istri Tuan bisa sampai jatuh pingsan seperti ini?"


"Gimana Dok apa yang terjadi dengan wanita ini, maksud saya Istri saya ini?"


"Tuan gak perlu cemas, dia hanya kekurangan cairan karena seharian tidak ada asupan yang masuk dalam tubuhnya, belum lagi janin yang ada didalam rahimnya masih sangatlah labil jadi kejadian seperti memang sangat banyak terjadi pada semua ibu yang sedang hamil muda. Dan Tuan gak perlu khawatir tak lama nanti dia juga akan tersadar jadi Tuan tidak perlu cemas!"balas sang Dokter yang seketika membuat Richard pun terkejut.


"Hamil. Jadi dia sedang hamil?" tanyanya lagi dengan wajah tidak percaya.


"Iya Istri Tuan sedang mengandung. Apa Tuan tidak mengetahuinya?" tanya balik sang Dokter.


"Tidak, saya belum mengetahui kabar kehamilan dia kalau boleh tahu sudah masuk berapa minggu usia janin yang ada di rahim Istri saya ini?" tanya Richard lagi.


"Oh iya saya lupa, baiklah Dok tidak apa-apa lain kali saya akan berkunjung ke Rumah sakit dan memeriksanya langsung."


"Baiklah kalau gitu."


"Ya sudah saya tinggal dulu."


"Baik Dok silahkan."


"Gibran, Reza cepat belikan dia makan terserah kalian mau belikan apa dia yang jelas aku tidak mau kalau dia sampai sakit apalagi janin yang ada di kandungannya masihlah butuh perkembangan,"perintah Richard yang kemudian kedua anak buahnya pun bergerak.


"Baik Tuan kita akan belikan sekarang!"balasnya yang kemudian mereka pun melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat ini.


******

__ADS_1


Dan tidak membutuhkan waktu lebih lama akhirnya Resya telah tersadar juga. Dan perlahan-lahan ia pun mulai membuka kedua kelopak matanya.


"Ada dimana aku ini?" tanya Resya yang dalam keadaan masih sedikit lemas.


Melihat Resya yang baru saja tersadar dari pingsannya, hal yang dilakukan Richard bukannya membantu mau pun bersikap peduli dan khawatir kepada sang Istri. Tapi yang ia lakukan malah berbalik pada sifat dari kebanyakkan seorang suami-suami pada umumnya.


"Kamu sekarang beruntung karena mungkin aku tidak akan berbuat jahat sama kamu lagi dengan ada darah dagingku yang tumbuh di rahimmu, tapi kamu gak perlu sebahagia itu. Karena biar pun kamu mengandung anak kandungku jangan bersenang hati kalau aku akan bersikap baik padamu karena itu tidak akan pernah mungkin terjadi!"balas Richard yang spontan membuat Resya pun terkejut. Setelah berkata seperti itu Richard pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Hamil, jadi sekarang aku mengandung anak dari laki-laki kejam itu. Aku tidak tahu apa kabar ini akan menjadi kabar baik buatku atau malah jadi kabar yang buruk yang menimpaku. Karena aku tahu anak yang ada dikandungan ku ini adalah anak yang tidak pernah diharapkan. Bahkan gara-gara janin yang aku kandung ini hidupku jadi berubah se'menderita ini. Tapi aku tidak bisa salahkan anak ini karena dia tidak bersalah, dia tidak tahu apa-apa. Karena semua ini sudahlah takdir dari yang maha kuasa mungkin ada baiknya aku mengandung dan memiliki momongan karena setidaknya dengan kehadiran anakku nanti aku masih punya semangat untuk berjuang dan bertahan hidup dalam kehidupan yang dipenuhi dalam penderitaan ini?"batin Resya sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.


*****


"Ini Tuan kita sudah membelikan makanan buat Istri Tuan.


"Baiklah cepat makanlah sekarang agar tubuhmu bisa kembali fit dan gak harus merepotkan ku seperti ini lagi!"tegas Richard dengan langsung melempar makanan dalam kotak putih yang tepat berada dihadapan Resya.


"Aku gak butuh semua ini untuk apa kamu masih memberiku makan, bukannya seharian penuh kamu mengurungku tanpa memperdulikan ku. Terus apa yang kamu lakukan sekarang, apa kamu pikir dengan kamu yang memberikan aku makan, aku merasa bersimpati seperti itu. Aku tidak butuh semua itu karena yang aku inginkan aku hanya inggin pergi dari sini agar aku tidak menjadi Istri yang bodoh yang hanya akan terdiam ketika harga dirinya selalu diinjak-injak oleh Suaminya sendiri."


"Heyy jangan bersikap bodoh kamu. Kamu itu hanyalah wanita buangan yang tidak berguna bahkan Mama tiri kamu sendiri sampai menjual mu kepadaku. Apa kamu pikir dengan niat kamu ingin hidup sendiri apa kamu akan mampu menghidupi janin yang ada didalam kandungan kamu ini? Belum lagi kamu hanyalah lulusan SMP dengan ijazah SMP kamu inggin melamar kerja dimana karena aku rasa tidak akan ada orang yang mau menerima kamu. Karena pekerjaan yang cocok buatmu itu hanyalah menjadi seorang pembantu apa kamu mengerti!"tegas Richard yang tanpa memperdulikan perasaan yang dirasakan oleh Resya saat ini.


Berusaha tetap bersabar, belum lagi adanya janin yang ada di kandungannya rupanya tidak membuat laki-laki yang ada dihadapannya menunjukkan rasa simpati mau pun kepeduliannya pada dirinya. Akhirnya membuat amarah Resya akhirnya memuncak. Beranjak turun dan berdiri tepat dihadapan laki-laki ini, Resya akhirnya menuangkan semua kemarahannya.


"Jika pekerjaan yang cocok buatku hanyalah menjadi seorang pembantu. Aku malah bersyukur karena biar pun pekerjaan itu gajinya tidak terlalu tinggi tapi setidaknya aku menerima uang dengan cara yang halal bukan mendapatkan uang banyak dan Miliyaran tapi itu hasil dari Korupsi mau pun membunuh seseorang. Biar pun aku hanya menjadi Istri yang tidak berguna aku juga masih punya hati dan harga diri. Dan Istri mana yang tidak akan sakit jika setiap harinya ia selalu mendapat hinaan batin yang dilakukan oleh Suaminya sendiri jadi sekarang biarkan aku untuk pergi karena bagiku semua hinaan ini sudahlah cukup jadi biarkan aku untuk pergi karena aku sudah tidak membutuhkanmu lagi!"tegasnya yang menunjukkan raut wajah yang menantang. Richard yang melihatnya, tangannya pun seketika mengepal dan entah kenapa ia tidak memukul wanita yang sudah berada ada dihadapannya.


"Kamu pikir aku akan membiarkan kamu untuk pergi dari sini, tidak. Itu tidak akan aku biarkan. Jadi cepat makanlah dan jangan membantah jika aku menyuruhmu.


"Sudahlah cepat makanlah kamu itu sudah tidak makan seharian apa kamu gak kasihan sama anak yang ada dikandungan kamu ini. Jika kamu tidak mau melakukannya setidaknya kamu melakukan ini demi calon anak kamu jadi cepat makanlah!"perintah Gibran yang akhirnya berhasil melerai keduanya.


"Baiklah aku akan makan Sekarang, tapi aku makan karena aku masih perduli dengan anak yang ada dikandungan ku ini tidak lebih mau pun kurang!"tegasnya yang kemudian ia pun kembali terduduk disalah satu sofa dengan tatapan yang tidak berhenti menatap Richard dengan tatapan sinisnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2