Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 39.


__ADS_3

"Kamu? Apa yang kamu lakukan kepadanya apa benar kamu yang sudah memberinya obat tidur?"tanya Resya dengan menunjukkan tatapan penasarannya.


Mendengar pertanyaan yang dikatakan padanya, Richard malah hanya menunjukkan senyumannya saja.


"Kenapa kamu malah jadi tersenyum, melihatmu tersenyum seperti ini jadi benar kalau kamu orang yang sudah memberinya obat tidur?"


"Betul sekali, tumben kamu cepat tanggap?" balas Richard yang sambil mengacak-acak rambut Resya .


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu malah mengacak-acak rambutku?"kesal Resya.


"Dasar Pria gila sedikit manis sedikit kejam jadi sebutan yang pas buat dia adalah Pria bunglon, yang sering berubah-rubah untuk menghindari mangsanya," batin Resya yang terlihat sangat kesal.


"Kamu kenapa menatapku seperti itu, cepat lepas pakaianmu?"perintah Richard yang spontan membuat pandangan Resya pun beralih menatapnya dengan tatapan sangat terkejut.


"Apa?" tanya Resya yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan Richard tadi.


"Iya, lepaskan bajumu atau kamu minta aku yang melepaskannya langsung!" balas Richard dengan mendekatkan wajahnya tepat didepan wajahnya Resya.


Tidak terima dengan perkataan yang diucapkan Richard tadi, dengan langsung Resya pun memberikan satu tamparan tepat mengenai pipi kanan Richard. Setelah menamparnya Resya pun dengan cepat ia pun langsung menggambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan menunjukkan tatapan sinisnya kearah Richard.


Tak jauh berbeda dengan perasaan bingung yang dilakukan Resya Sekarang ini, Richard yang sedari tadi sedang memegang pipinya sehabis mendapatkan tamparan tadi, sembari menunjukkan tatapan bingung, ia lantas langsung menghampiri Resya.


"Hentikan langkah kamu itu. Aku peringatkan ke kamu sekali lagi kamu langkahkan kakimu untuk mendekatiku, maka jangan salah aku kalau aku akan melemparkan benda ini ke arahmu paham!" ancam Resya yang sudah bersiaga membawa sebuah benda yang siap melayang mengenai Richard.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan. Apa kamu mengancam ku?" tanya Richard dengan tersenyum dan menaikkan satu alisnya.


"Iya aku mengancam mu. Apa kamu pikir kamu bisa seenaknya aja memandang tubuh polos ku nanti, biar pun aku sudah menjadi Istrimu, itu tidak mungkin terjadi apa kamu mengerti!"tegas Resya yang masih memandang Richard dengan tatapan tajamnya.


"Astaga aku kira Wanita sepertimu tidak ada pikiran mesum, tapi ternyata kali ini pikiran kamu benar-benar sangatlah mesum. Apa maksud kamu berkata kalau aku inggin memandang tubuh polos mu? Apa jangan-jangan kamu berfikir aku menyuruhmu untuk melepaskan pakaianmu karena kamu berpikir jika aku inggin berbuat mesum kan?"


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah tertawa apa kamu pikir ini lucu?"balas Resya dengan tatapan kesalnya.


"Sudahlah cepat lepaskan pakaian kamu karena aku inggin mengobati luka memar pada pundakmu, luka memar seperti itu jika tidak segera ditangani akan lama sembuhnya jadi cepat lepaskan pakaianmu!" perintah Richard dengan santai.


"Tidak aku tidak mau, bilang aja kalau kamu mau ambil kesempatan dalam kesempatan seperti ini. Apalagi kamu itu seorang Mafia jadi pastinya melakukan tindakan mesum itu sudah jadi makanan kamu, jadi aku tidak mau!"balas Resya yang tanpa berkata lagi, ia langsung membaringkan tubuhnya dan menyelimuti dari ujung kaki sampai leher menggunakan selimut tebal putih ini.


"Kamu serius tidak inggin menerima tawaranku?"tanya Richard tapi tidak dihiraukan lagi oleh Resya, dan dia memutuskan untuk melanjutkan lagi tertidur.


"Baiklah kalau kamu memutuskan untuk tidur, aku tidak masalah!" gumamnya yang kemudian ia pun langsung membaringkan tubuhnya diatas sofa.


Baru aja Resya memalingkan pandangannya kearah Richard, Richard yang seketika membuka matanya Resya pun seketika terkejut dan langsung memejamkan kembali kedua matanya.


"Astaga dia benar-benar sangatlah lucu?" batin Richard dengan menunjukkan senyum manisnya.


*****


"Tuan sekarang apa yang inggin Tuan lakukan, jujur saya rasa tenggelamnya Nyonya Resya semua itu pasti ada hubungannya sama Nyonya Sandra, tapi saya tidak tahu apa Tuan ada pikiran yang sama atau tidak denganku?" ucap Gibran yang pada saat itu sedang berada di ruangan bersama dengan ketiga anak buahnya.

__ADS_1


"Jujur kita punya pikiran yang sama, tapi aku tidak ada bukti yang pasti untuk tertuju padanya kalau dialah pelaku yang sebenernya. Belum lagi sampai sekarang aku masih bingung apa sebenarnya dendam yang mereka simpan padaku. Dan besok aku inggin mengakhiri semua ini karena semakin lama kita berada disini, maka semakin lama pula bukti yang jelas tidak akan terlihat?"ucap Richard.


"Iya aku rasa memang Tuan harus meninggalkan penginapan ini dengan cepat, apalagi Tuan mengajak mereka kesini juga karena hanya mengalihkan perhatian mereka aja untuk menggosongkan Rumah Tuan, jadi sekarang saatnya Tuan untuk kembali,"balas Gibran.


"Iya betul sekali, ya sudah rapikan semua barang-barang kalian karena hari ini kita akan pergi meninggalkan tempat ini!"perintah Richard pada mereka semua.


"Baik Tuan!" balas beberapa anak buah Richard.


******


"Sudahlah sayang kamu gak perlu cemberut seperti itu ayo dong senyum?"ucap Richard yang mendapati Sandra yang terus-menerus memanyunkan bibirnya lantaran liburan yang tidak sesuai rencananya.


"Males, lagian untuk apa aku harus senyum kalau kita baru aja sehari berada disana sekarang kita sudah kembali lagi, bukannya ini sangat menyebalkan bukan?" balas Sandra dengan juteknya.


"Iya aku tahu kalau ini terlalu cepat tapi ya mau gimana lagi di hotel sana ada orang jahat dan aku rasa orang itu pasti suruhan dari anak buahnya Alex, dan dia juga sudah berhasil melukai Resya, jadi sebagai jaga-jaga agar kejadian ini tidak terulang lagi ya ini jalan satu-satunya cara yaitu pergi meninggalkan tempat itu dan kembali lagi ke Rumah ini?" ucap Richard lagi.


"Dasar bodoh rupanya ia mengira kalau Alex lah orang yang ada dibalik semua ini, tapi gak papa lah yang terpenting aku aman!" batin Sandra dengan tersenyum.


"Baiklah yang kamu katakan memang ada benarnya juga, kalau kita tidak perlu berlama-lama disana. Apalagi adanya anak buah Alex disana aku rasa kita sangatlah tidak aman!" ucap Sandra lagi


"Baguslah kalau kamu paham sayang,"timpal Richard yang kemudian ia pun mengelus-elus ujung rambut Sandra.Resya yang melihat pemandangan ini inggin rasanya ia menendang dua manusia yang berada dihadapannya ini.


"Dasar Pria aneh dia juga yang baru aja memberinya obat tidur semalam. Dan sekarang dia bersikap sok manis dan sok manja dasar menyebalkan!" batin Resya yang kemudian ia pun melanjutkan lagi perjalanannya dan langsung menengor kedua manusia yang menghalanginya jalannya.

__ADS_1


"Astaga wanita itu dia menyebalkan sekali?" batin Sandra yang rasanya inggin menindaknya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2