
"Klien yang ingin kita temui bukanlah klien biasa jadi jaga sikap dan perkataan-mu apa kamu paham?" ucap Richard dengan genggaman tangan yang merekat pada setir mobil.
"Baiklah Tuan aku akan mengikuti apa perkataan Tuan. Dan aku janji aku tidak akan mengecewakan Tuan" balasnya yang berada disamping Richard. Akan tetapi sesaat pandangan Richard yang menatap penampilan Resya yang terlalu seksi ia pun berkata.
"Apa kamu tidak punya pakaian lagi yang lebih tertutup. Apa kamu pikir pakaian seperti ini pantas untuk kamu kenakan menghadap dihadapan para klien nanti?" tegas Richard yang kemudian Resya pun menimpali pembicaraannya.
"Maksud Tuan apa? Bukankah penampilan seperti ini memang sudah dasarnya pantas untuk dilakukan disaat di kantor. Bahkan selama di Kantor Tuan juga gak masalah tapi kenapa sekarang Tuan keberatan?" sambung Resya yang membuat Richard pun terdiam.
"Kamu? kamu itu sudah tahu salah kenapa malah menyangkalnya lagi, sudahlah kalau kamu tidak mau ganti tidak masalah," sambungnya lagi yang kemudian ia pun menjalankan laju kendaraannya.
"Sebenarnya apa sih yang ada dipikiran nih orang, kadang ia baik, perhatian tapi kadang ia juga seseorang yang seperti kesurupan dasar aneh?" batin Resya yang memaki-maki suaminya, sedangkan Richard yang menyadarinya ia berbalik menatapnya dengan tatapan sinis.
"Kenapa kamu menatapku? Apa kamu sedang menjelek-jelekkan ku didalam hatimu?" timpal Richard yang membuat Resya pun mengalihkan pandangannya.
"Tidak, siapa yang menatap Tuan," balas Resya dengan menundukkan kepalanya.
"Apa yang sedang ada dipikiran ku ini? kenapa aku bisa sampai punya pikiran seperti tadi sampai-sampai mengaturnya soal pakaian ini kan bukan urusan kamu Richard jadi sadarlah ...sadarlah," batinnya yang merasa bingung akan dirinya sendiri.
"Maaf Tuan Reno kami telat datang kesini kebetulan tadi ada kemancetan jadi butuh kesabaran untuk bisa keluar dari sana tadi,"
"iya tidak apa-apa Tuan Richard kita juga baru aja datang, oh iya soal rencana kerja sama kita apa Tuan sudah memutuskannya secara dalam keputusan kita ini?
"iya soal rencana kerja sama kita, Tuan tenang aja aku sudah memikirkan secara dalam. Jadi mana berkas yang perlu saya tanda tangani sekarang." Tangannya yang kemudian klien laki-laki itu pun mengulurkan sebuah berkas untuknya.
"Oh iya apa Wanita disamping kamu ini sekretaris kamu?" tanya si klien yang sedari tadi memandang kearah Resya tanpa Resya menyadarinya.
"dia?" tanya balik Richard yang beralih menatap kearah Resya.
"iya dia apa dia sekretaris kamu?" tanya klien itu lagi.
__ADS_1
"Iya dia memang Sekretaris ku. Dan baru sekitar beberapa Minggu dia jadi Sekretaris ku, kenapa memangnya?" tanya nya yang mulai penasaran.
"Dia Wanita yang sangat cantik. Apa kamu sudah memiliki pasangan? Kan aku sendiri masih singel atau bisa dibilang aku belum ada pendamping jadi apa kamu tidak keberatan kalau kita mencoba memulai hubungan?" tanya si Klien yang membuat Resya terkejut. Dan bingung ingin mengatakan apa.
"A ...aku ...,"
"Iya kebetulan dia juga sampai sekarang masih sendiri, jadi kalau kamu ingin dekat dekatnya itu lebih bagus. Resya dia ini Pria salah satu pengusaha yang memiliki banyak kekayaan bahkan usaha yang telah ia tekuni telah membuahkan hasil, jadi kalau kamu bersamanya aku rasa hidup kamu akan lebih baik lagi, jadi kalau kamu mau kesempatan ini kesempatan yang cocok untuk kamu ambil,"
"Apa maksud dari Richard , kenapa dia malah berkata seperti itu? Sebenarnya niat awal pertemuan ini untuk mendatangi kontrak atau gimana sih. Atau dia hanya mempermainkan ku saja?" batinnya yang merasa kesal.
"Heyy apa yang sedang kamu pikirkan? apa diamnya kamu itu berarti kamu menolak ku?" tanya pria itu kemudian Richard menimpalinya.
"Bukan seperti itu tuan. Dia memang orangnya sedikit malu dan susah untuk mengenal apa itu cinta, tapi melihat dia diam aku rasa dia setuju akan permintaan anda hanya saja dia malu untuk mengatakannya," jelas Richard.
"Oh jadi seperti itu," balasnya dengan pandangannya yang terus saja melirik Resya tanpa henti.
"Saya lihat anda sangat tertarik akan sekertaris saya ini, jika anda mau kenal lebih dekat dengannya saya juga mau membuat dia bisa jatuh kedalam pelukan kamu. Jadi kamu Resya kamu gak keberatan kan kalau nomor telfon-mu biar aku sendiri yang memberikannya pada dia aku tahu kamu pasti malu untuk memberikannya,"
"Tapi tuan?"
"Tidak ada tapi-tapian cepat berikan.
"Baiklah aku mau mencoba memulai hubungan ini," balas Anindya yang spontan membuat Bagas terdiam tanpa adanya ucapannya lagi, sedangkan si Klien terlihat sangat bahagia dari raut wajahnya.
"Kamu serius? tanya Reno yang merasa tidak percaya.
"Iya aku serius. Kamu juga laki-laki yang baik jadi apa salahnya kalau kita mencoba. Apa yang pernah aku katakan tidak mungkin akan aku langgar.
"Baiklah karena nomor ponselku sudah diberikan langsung sama tuan, kamu bisa menelfon-nya jika sewaktu-waktu kamu ingin bertemu kamu tingal hubungi saja..
__ADS_1
"Baiklah ini lebih baik lagi," balasnya dengan memandang Resya, sedangkan Richard ia terlihat hanya tersenyum sembari menatap kearah Resya.
"Apa maksud dia melakukan semua ini. Baru kemaren aku menganggap jika dia sudah terlihat mencintai dan memperdulikan-ku tapi kenapa dia sekarang sifatnya berubah lagi,"batin Resya yang akhirnya ia pun meminta ijin untuk pergi ke toilet.
"Maaf tuan saya minta ijin ke Toilet dulu,"
"Baiklah.
"Nomor dia sudah aku sambungkan ke anda, jika anda tidak percaya anda bisa menelfon-nya.
"Baik tuan saya akan mengeceknya.
Deret ... dret ...dret ...
"Iya Tuan sudah menyambung sekali lagi terima kasih ya," balas seseorang itu nampak tersenyum.
"Iya sama-sama.
"Apa dia sudah puas sekarang, dimatanya aku ini hanyalah wanita murahan yang dengan gampangnya mencari pasangan hanya karena gelar dan kemewahan," batin Resya yang tak henti-hentinya menatap Richard dengan tatapan sinisnya.
"Baiklah karena aku sudah menyetujui dan menanda tangani surat kontrak kita, kita pamit balik dulu ya?"
"Baiklah senang bertemu dengan anda. Saya harap rencana kerja sama kita akan berbuah hasil. Dan saya harap kedekatan kita ini akan membawa pengaruh besar bagi perusahaan."
"Iya saya harap perusahaan yang akan kita rintih bersama akan berbuah membuahkan hasil nanti, jadi selamat atas kerja sama kita," balas Richard dengan menggenggam erat tangan Reno.
"Baiklah selamat atas kerja sama kita," balas Reno dengan membalas genggam tangan Richard.
BERSAMBUNG.
__ADS_1