
Memutuskan untuk berliburan sejenak disalah satu Hotel yang sudah mendapat predikat Hotel terbaik nyatanya semua itu tidak ada artinya buat gadis cantik bernama Resya. Bagaimana tidak jika pada umumnya yang namanya liburan pastinya akan menjadi hal yang akan sangat menyenangkan buat semua orang termasuk buat para pasangan Suami Istri yang baru mengucapkan janji suci dan ikatan janji dalam sebuah ikatan pernikahan.
Tapi nyatanya semua itu tidak ada artinya buat Resya, selama menikah yang kurang lebih sudah memasuki hari yang ke 35 hari dimana mereka sudah sah menjadi sepasang Suami Istri tapi selama itu juga Richard mau pun Resya belum juga kepikiran akan bulan madu mereka.
Terduduk dan melamun di ujung Ranjang terdapat lah gadis yang hanya melamun dan terus melamun, hingga seseorang pun datang dan menyadarkan.
"Nyonya...Nyonya kenapa? Apa Nyonya sedang ada masalah, kenapa Nyonya melamun seperti ini?"tanya seseorang itu yang tak lain ia adalah Bibik Minah.
"Tidak ada apa-apa kok Bik, saya hanya kelelahan saja makanya jadi lemas seperti ini!"balas Resya dengan raut wajah yang terlihat sangat sedih.
"Nyonya bisa bohongi saya, tapi Nyonya tidak bisa membohongi hati Nyonya sendiri. Bibik tahu kalau Nyonya sedang terluka. Ingatlah nyonya dunia masih terus berputar dan akan terus berputar sampai ke seribu kali pun bahkan tidak akan ada orang yang mampu menghitung berapa banyak bumi kita ini akan terus berputar.
Jadi ingat dan yakinlah kalau kebahagiaan tidak akan selamanya tersembunyi dari diri Nyonya. Jika sudah tiba waktunya nanti, pasti Tuhan akan bersikap adil dan memberi kebahagiaan ke Nyonya jadi yakinlah.
Tapi nyatanya semua kata-kata yang Bibik ucapkan sama sekali tidak berarti bagiku Bik. Jika Tuhan masih sayang dan kebahagiaan akan berpihak kepadaku, kenapa sampai sekarang kebahagiaan itu tidaklah muncul.
Dan kenapa aku harus menggalami penderitaan yang datang secara bertubi-tubi seperti ini terus. Dulu Mama dan Papa sebelum pergi meninggalkan Resya, kehidupanku selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan yang selalu datang setiap harinya. Tapi giliran mereka pergi meninggalkan Resya untuk selama-lamanya sekejab kehidupan Resya berubah drastis.
Tinggal bersama dengan seorang Mama tiri malah menjadikanku seperti hidup didalam penjara karena dia selalu memperlakukan aku dengan kasar. Dan menjadikanku sasaran buat para pria mesum, beberapa kali aku berusaha melarikan diri dari siksaan yang ia lakukan setiap harinya, tapi semua usaha yang aku lakukan nyatanya sia-sia saja, dia selalu menemukan lagi ...dan lagi.
__ADS_1
Bahkan lebih parahnya lagi ia tidak pernah mengganggap ku jika aku juga manusia, manusia yang juga berkah untuk merasakan apa arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Air mata yang setiap hari mengalir dari kedua sudut mataku bahkan tidak terhitung berapa kali jumlahnya pertetesnya tidak mampu membalikkan keadaanku untuk menjadi lebih baik lagi.
Inggin sekali aku mengeluh, tapi dengan siapa aku harus mengeluh, teman bahkan teman saja aku tidak punya. Dan Suami, biar pun aku sudah mendapatkan Suami, tapi Bibik juga lihat kan bahkan Suamiku sendiri mencampakkan kan dan sama sekali tidak menghargai ku sebagai Istrinya yang bisa ia lakukan ia hanya bisa memenjarakan aku dalam cinta dari seorang Mafia kejam sepertinya. Jadi apa gunanya bagiku untuk bertahan hidup.
Berlinang air mata yang tidak mampu untuk ia bendung, bahkan untuk mengatakan sepatah kata pun lagi rasanya ia sudah tidak sanggup lagi. Bibik yang melihatnya ia pun ikut larut dalam kesedihan yang dirasakan seorang Gadis yang berada dihadapannya saat ini.
Tangannya yang akhirnya tidak mampu jika hanya berdiam diri saja, lantas ia pun mendekapkan kedua tangannya pada tubuh seseorang itu yang sangat membutuhkan dukungan dan kasih sayang. Berlarut dalam kesedihan itulah yang dilakukan mereka saat ini.
"Nyonya yang sabar. Nyonya orang yang sangat baik, jadi pasti Nyonya akan mendapatkan kebahagiaan yang sudah seharusnya menjadi milik Nyonya. Bibik yakin tidak akan lama kebahagiaan akan berpihak pada Nyonya..Bibik yakin!"tangis Bibik yang ikut pecah melihat air mata Resya yang tidak henti-hentinya mengalir.
Dan siapa sangka dari luar ruangan terdapat lah kaki seseorang yang sedang menguping dibelakang tembok dengan pintu yang masih terluka, dan mendengar semua perkataan yang dilontarkan pada gadis berambut panjang barusan.
Langkahnya yang akhirnya menuntunnya untuk mampu melangkahkan kakinya ke depan, dan tepat didepan pintu yang terbuka itu, seseorang pun akhirnya memunculkan diri tepat dihadapan mereka. Bibik dan Resya yang menyadari kedatangan seseorang itu, mata dan tubuhnya seketika tidak mampu untuk mereka gerakkan, bahkan mulut rasanya terkunci.
Dengan tepat Laki-laki itu pun menarik tangan Resya yang berusaha inggin menghindarinya. Dan dengan tepat juga akhirnya kedua tubuh mereka pun saling berdekatan, tangan yang mampu mendekap tubuh gadis itu setelah adanya tarikan yang ia lakukan yang mampu menyatukan mereka dalam satu pelukan dan dekapan yang hangat.
Sudah berhasil meraih tubuh seseorang itu dalam dekapannya. Seseorang itu yang tak lain adalah Richard ia pun akhirnya bersuara, dan akibat suara yang ia keluarkan tadi, tangis Resya yang pecah tadi akhirnya seketika terhenti mengalir.
"Maafkan aku...maafkan aku...aku tahu kalau aku salah maafkan aku!"ucap Richard yang tiba-tiba keluar dengan sendirinya dari mulut manisnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan apa yang dikatakan Pria itu dihadapannya. Resya yang terkejut, ia bukan memberi pelukan hangat untuknya ia malah memberikan satu tamparan buat pria itu yang sudah berada tepat dihadapannya. Dengan melepaskan pelukan seseorang itu dan menghempaskan tangannya. Amarah Resya pun akhirnya memuncak yang akhirnya semua kata-kata pun seketika keluar dari mulutnya sendiri.
Plak...
"Sudah dari awal aku inggin melakukan tindakan ini, tapi tanganku rasanya sudah tidak mampu lagi untuk bisa aku gerakkan. Ketakutan yang setiap harinya menyerang-ku juga menghasut ku untuk jangan melakukan itu karena aku tahu dengan siapa aku akan berhadapan nanti. Tapi sekarang dengan mendengar ucapan apa yang kamu lontarkan padaku, rasanya aku sudah tidak mampu lagi untuk bisa menahannya.
Dan satu tamparan itu sangat cocok buat pria sepertimu. Dan sekarang aku sudah tidak akan takut lagi, karena semakin aku takut sama kamu, kamu akan tambah semakin menginjak-injak harga diriku ini.
Aku tahu apa maksud dari perkataanmu tadi, perkataan yang kamu ucapkan semua itu hanyalah omong kosong bukan. Omong kosong dan rencana licik yang sama-sama kalian rencanakan untuk merebut anak yang ada dikandungan ku jika sudah lahir nanti. Dan kalian akan menjauhkannya dariku. Apa sampai segitunya kamu membenciku sampai-sampai kamu inggin merebut anak yang sudah jadi harta pertama buatku untuk melanjutkan kehidupanku yang sudah dipenuhi dengan kehancuran ini. Apa sampai segitunya kamu membenciku?"teriak Resya dengan mendorong tubuh Richard. Dan air matanya yang lagi-lagi mengalir membuat Bibik dan juga Richard yang melihatnya mereka dibuat bingung akan perkataan yang barusan ia ucapkan tadi.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu? Siapa yang mengasih tahu kamu kalau aku inggin merebut anak kita nantinya?" Richard yang hendak akan melangkahkan kakinya tapi Resya menghalanginya.
"Stop! Jangan pernah kamu berani untuk mendekat ke arahku. Karena aku tidak inggin melihatmu, jadi pergilah!"perintah Resya dengan memalingkan pandangannya dari Richard.
"Tidak. Aku tidak akan pergi sebelum kamu kasih tahu aku siapa orang yang sudah memberitahumu soal itu?"
"Jadi kamu masih inggin tahu siapa orang yang sudah memberitahuku?"
"Iya aku sangat inggin tahu?"
__ADS_1
"Orang itu adalah Sandra. Dialah orang yang sudah memberitahu tentang kebusukan mu!"
BERSAMBUNG.