Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Sedikit revisi


__ADS_3

"Maaf Tuan tapi jika tuan berencana ingin merencanakan sesuatu kira-kira rencana apa yang ingin Tuan jalankan sekarang. Apa Tuan ingin menyelinap masuk kedalam sana dengan berpura-pura menjadi seorang OB?" tanya Gibran.


"Untuk kali ini kayaknya aku membutuhkan bantuan seseorang untuk menjalankan misi-ku ini. Dan kamu Gibran aku tugaskan ke kamu untuk memberitahu misi ini pada Resya karena kali ini aku membutuhkan bantuannya untuk menjadi pasangan pura-pura-ku?"


"Pasangan pura-pura?"


"Iya lebih tepatnya lagi besok aku akan mendatangi perusahaan itu dan berpura-pura jika perusahaan ini akan bekerja sama dengannya, agar wanita itu yakin aku akan berpura-pura menjadi seorang miliyader yang memiliki banyak uang.


"Baiklah tuan saya rasa itu ide yang paling tepat.


*


*


*


"Ingat ini hanya berpura-pura jadi jangan mencoba-coba mencari kesempatan kali ini apa kamu mengerti?"tegas Richard.


"Iya saya mengerti tuan, ya sudah kita jalan sekarang.


Selangkah mereka mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam halaman Perusahaan tersebut. Richard dikejutkan dengan


tindakan Resya yang berani untuk memeluk lengannya dengan sangat erat kayaknya seperti seorang pasangan.


Richard yang sadar dengan langsung ia pun melepaskan pelukan itu.


"Ini apa maksudnya apa bukankah baru tadi aku bilang jangan mencari-cari kesempatan kenapa kamu malah dengan beraninya memeluk tangan-ku seperti ini? apa kamu sudah berani lancang sekarang?" tegas Richard tapi tak nampak raut wajah Resya yang.l ketakutan.


"Tuan Richard yang sangat tampan, kalau kita tidak berpegangan tangan seperti ini gimana mereka akan percaya jika kita adalah memang sepasang suami-istri ya kan Gibran?'' tanya Resya pada Gibran yang masih berada didepan kursi depan.


"Iya Tuan yang dikatakan Resya memang benar, dengan bergenggaman tangan itu akan tambah semakin membuat mereka percaya jika kalian memang sepasang suami-istri dan saya setuju dengan idenya," timpal Gibran nampak mendukungnya.

__ADS_1


"Kalian lagi bersekongkol sekarang?'' tanya Richard nampak curiga.


"Tidak Tuan ngapain juga kota bersekongkol dalam hal ini. Ya sudah karena ini sudah waktunya cepat tuan dan Resya masuk sekarang agar pelaku itu tidak curiga melihat perdebatan kalian ini,"


"Kali ini aku mengalah, tapi tidak untuk mengalah terus apa kamu mengerti?" tegas Richard pada Resya.


"Iya Tuan saya paham,"


*


*


*


"Wah senang sekali perusahaan ini di-datanggi oleh seseorang penting seperti kalian. Awalnya saya sempat tidak percaya jika kalian akan Sudi bersedia mendatangi perusahaan ini, tapi mendengar langsung penjelasan dari sekertaris saya? saya baru percaya sekarang.


"Iya jeng kami juga senang bisa berkunjung langsung kesini dan bertemu dengan anda. Dan pertama kedatangan kami kesini kami ingin membicarakan soal rencana kerja sama kami pada perusahaan kamu ini. Sebenarnya dulu kami sudah membahas rencana bisnis tapi tapi karena kami tingal di Thailand kamu tidak sempat untuk mengulur waktu bisa menyempatkan diri menemui pak Santos langsung, tapi kemudian mendengar kabar pak Santos meningal karena kecelakaan kami sangat kaget jadi akhirnya kami menunda pekerjaan kita disana dan datang langsung menemui anda untuk meneruskan rencana kerja sama ini," jelas Richard.


"Jujur saja kami masih terpukul tidak percaya dengan kematian yang dialami suami-ku. Dan jika saja pada waktu itu Dokter gadungan itu tidak melakukan tindakan bodoh itu mungkin semua ini tidak akan terjadi mungkin suami-ku masih ada di-sampingku saat ini," balas pelaku itu dengan memelas-nya.


"Ini apa jeng?" tanyanya kemudian ia menerima pemberian itu.


"Akan lebih baik jeng Sally buka saja," pinta Resya, tak lama pelaku pun akhirnya membukanya.


"A ...anting permata yang sangat mahal?" ini kan anting dari permata asli dan sedikit percikan berlian asli yang sedang viral itu?" batinnya yang mulai tidak percaya dengan apa yang ia terima saat ini.


"Ini sangat mahal?" gumam Pelaku berkata sendiri, kemudian Resya menimpalinya.


"Ini tidak mahal kok jeng, tapi mungkin harganya bisa menguras semua isi tabungan.


"Gila jadi mereka ini benar-benar sultan, ini kan anting yang selama ini aku incar apalagi harganya yang mencapai 100 juta perbiji ini tidak main-main. Aku harus memanfaatkan situasi ini. Dengan aku berteman dengannya mungkin dia akan memberikan-ku hadiah mewah seperti ini setiap harinya. Dan bisa-bisanya aku bisa kaya mendadak jika seperti ini terus," batinnya dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kenapa jeng? kenapa anda menatap anting itu dengan tatapan seperti itu?" apa anting itu kurang mahal atau pun jeng Sally tidak suka, kalau memang tidak suka nanti aku bisa membelikannya lagi dengan harga yang lebih mahal dari itu?"


"Tidak jeng, ini sudah cukup sangat mahal. Aku sudah sangat puas maksudnya suka dengan pemberitaan jeng ini jadi jeng tidak perlu repot-repot memberikan-ku hadiah lagi.


"Baiklah kalau gitu saya kira jeng Sally tidak puas dengan harga itu.


"Gila Richard dia memang amnesia tapi cara dia menghabiskan uang-ku sebanyak itu bikin darah tinggi-ku seketika naik. Untung saja dia amnesia coba aja kalau tidak mungkin aku sudah jadikan dia perkedel akibat kelalaian yang sudah menghamburkan uang sebanyak itu," batin Resya nampak kesal.


Tok ...tok ...tok ...


"Maaf Nyonya Sally pak Reno sudah datang dan sekarang beliau sedang menunggu anda diruang pribadi Nyonya?" ucap salah seorang wanita yang tak lain adalah sekretarisnya.


"Baiklah suruh dia tunggu sebentar nanti aku akan segera menemuinya


"Baik Nyonya permisi.


"Baiklah pergilah.


"Reno? siapa laki-laki itu?"batin Richard nampak curiga.


"Ya sudah jeng karena kita sudah atur rencana pertemuan ini kami pamit undur diri ya. Dan jika jeng Sally masih belum paham atau pun membutuhkan bantuan kita segera beritahu kami? kamu akan sangat senang bisa membantu anda


"Baik jeng sekali lagi terima kasih ...terima kasih atas kebaikan kalian ini. Dan saya senang dengan adanya rencana kerja sama ini saya pasti bisa untuk besar apalagi melihat kalian bukanlah orang biasa itu tambah membuat saya sangat yakin akan rencana kerja sama ini.


"Iya jeng kami juga sangat senang bisa kerja sama dengan anda, ya sudah kami permisi dulu karena masih ada tugas dan pertemuan lain yang perlu kami jalankan sekarang.


"Baiklah berhati-hatilah.


"Baik jeng.


MAAF SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA 🥰🥰

__ADS_1



BERSAMBUNG.


__ADS_2