Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Apakah Richard selamat


__ADS_3

Serasa mendapatkan cambukan beberapa disiang bolong, Reno yang merasakannya ia hanya bisa berpasrah dan menyesali semua kesalahan yang telah ia perbuat sendiri.


"Sekarang kamu lihat kan kamu bagaikan sampah yang sudah tidak berguna Reno. Kebanggaan dan Keperdulian mereka yang selama ini mereka berikan dan tunjukkan untuk-mu nyatanya tidak pernah kamu anggap sama sekali. Bahkan kamu hanya menganggap mereka layaknya barang yang mudah digunakan dan akan di-lepehkan disaat kamu sudah mulai bosan akan semua itu. Jadi apa yang telah mereka lakukan sama kamu jangan kamu sesali kamu yang berani berbuat, maka kamu juga yang harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan kamu itu.


Menatap wajah Richard seolah-olah diselimuti rasa benci yang sangat dalam. Richard yang kembali menatapnya ia hanya tersenyum.


"Kenapa kamu menatap-ku dengan tatapan seperti itu?"


Belum juga Reno membalas akan ucapan yang dilontarkan Richard padanya. Seseorang datang dan langsung menekuk kedua pergelangan tangannya dari belakang tanpa ada pemberitahuan atau pun sepatah kata yang diucapkannya.


"Maaf anda kami tangkap atas kasus penggelapan dana perusahaan yang berhasil merugikan Perusahaan itu hingga ratusan juta rupiah. Jadi sekarang anda ikutlah bersama kami kekantor polisi. Untuk penjelasan silahkan jelaskan semampu kamu disana jadi cepat ayo ikut kita." Memaksa Reno untuk berjalan, tapi apa daya Reno yang merasa tidak tahu apa-apa ia mencoba memberontak karena penangkapannya ini.


"Tunggu ... Ini ada apa siapa yang melakukan penggelapan uang. Dan siapa juga yang korupsi dana perusahaan itu, tidak. Semua itu tuduhan aku bukanlah korupsi aku bukan korupsi," belanya yang mencoba melakukan pemberontakan.


"Jika kamu ingin membela diri bela-lah diri kamu disana nanti, tapi semua bukti sudah ada didalam map ini aku sudah menyelidiki siapa latar belakang kamu jadi dengan cara apa lagi kamu ingin membela diri. Sudah cepat bawa dia ke-kantor polisi sekarang,"perintah Richard dengan tegas.


"Ayo jalan apa kamu ingin kita menyeret-mu ayo jalan,"gertak Polisi tapi pelaku engan jalan.


"Tidak. Aku bukan koruptor aku bukan koruptor.


Menatap wajah Reno yang nampak tidak berdaya untuk melakukan pemberontakan. Richard berlalu menatap Resya sesaat Resya yang berbicara padanya.


"Alhamdulillah akhirnya lagi-lagi kita berhasil menjalankan misi ini sekaligus menjebloskannya kedalam penjara. Dan semua ini tidak akan berhasil kalau bukan karena kamu dengan hebatnya menjalankan misi ini," ucap Resya sedikit memuji Richard, Richard yang mendapatkan pujian itu ia hanya bisa tersenyum dibuatnya.


"Astaga aku lupa," ucap Resya dengan menepuk jidatnya.


"Kenapa?"


"Aku lupa ponselku masih berada didalam meja Restoran aku ambil dulu ya?"


"Jangan biar aku aja yang mengambilnya," ucapnya yang berniat akan pergi, tapi Resya mencegahnya.

__ADS_1


"Jangan biar aku aja," balasnya kemudian Resya berjalan kearah pintu masuk Restoran.


Nampak dari kejauhan Richard hanya memandang Resya yang mulai menjauh dari pandangannya, sehingga ia lupa jika bahaya mendekat kearahnya setelah pelaku yang berhasil meloloskan diri setelah berhasil merebut pistol yang di pegang salah satu Polisi.


"Richard ...."


Teriakan seseorang terdengar menyelegar dengan sangat keras Hinga membuat pendengaran Richard teralihkan pada asal suara itu.


Baru selangkah Richard membalikkan tubuhnya menatap kearah pelaku itu. Suara tembakan terdengar menggelegar hinga mengejutkan semua orang yang berada di-lokasi ini.


Dyar ...


Dyar ...


Dyar ...


Pandangan Resya yang tadinya hanya fokus kearah depan. Dan selangkah ia mulai masuk tepat didepan pintu Restoran. Langkahnya seketika terhenti setelah ia mendengar dengan sangat jelas suara tembakan terdengar jelas dari telinganya.


Berlari kearah Richard dan berniat ingin menangkapnya tapi apa daya tubuh Richard yang terlebih dulu tidak berdaya membuatnya jatuh.


Darah merah pekat yang berhasil menembus kemeja putih Richard membuat tubuh Richard seketika koyah tidak berdaya.


Tubuh yang sudah tidak bisa berdiri dengan kokoh lagi, bahkan raut wajah Richard sudah membuktikan jika apa yang telah mengenai dadanya saat ini perlahan-lahan mulai memejamkan kedua matanya.


Mencengkram bekas luka tembakan ia hanya bisa merasakan basahan dan bau amis merah pekat yang seketika membuatnya ambruk.


Jatuh tersungkur dengan kondisi tepat dibelakangnya adalah sebuah anak tangga. Tubuh Richard perlahan-lahan mulai ambruk kebelakang hinga terguling hinga beberapa kali.


Benturan keras tepat mengenai kepala Richard telah ia rasakan. Akan tetapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang ia rasakan tepat mengenai dadanya setelah tembakkan meleset menembus dadanya.


Darah segar seketika berceceran membasahi lantai tangga yang menjadikan merah pekat layaknya baru saja terjadi pembantaian secara brutal.

__ADS_1


Pelaku yang nampak ketawa dengan keberhasilannya. Satu tembakan tepat mengenai jantung pelaku hinga keluarlah darah dari mulut pria itu langsung.


Ambruk secara bersamaan tanpa ada detak jantung yang terdeteksi membuat semua orang segera mengerubunggi kearah dia pria yang dalam kondisi tidak berdaya itu.


12


Darah segar terlihat sudah membasahi hampir seluruh kemeja yang di- kenakan Richard. Dan juga percakan darah yang juga mengotori dres yang dikenakan Resya membuat Resya tak henti-hentinya menitihkan air matanya memandang Suaminya itu.


Bersanding disamping Richard dan menggenggam erat tangan Richard membuat Resya yang memandang Suaminya masih berbujur lemas membuat hatinya hancur bagai tercabik-cabik.


"Richard aku mohon bertahanlah. Aku mohon bertahanlah." Satu kalimat yang mampu tersirat dalam mulut Resya, satu kecupan hanya mampu ia tunjukkan melihat Suaminya yang sudah dalam berlumuran banyak darah.


Tidak menunggu waktu lama. Ambulan yang membawa Richard pun akhirnya telah sampai di lokasi Rumah sakit dimana lokasi ini tidak jauh dari tempat lokasi kejadian tadi.


Mendorong brangkar yang ditumpangi Richard menuju keruang unit gawat darurat membuat suasana terlihat mencekam.


Dokter mau pun Suster yang melihat kondisi wajah Richard sudah terlihat memucat. Dan berlumuran banyak darah segera mereka memasukannya keruang unit gawat darurat tanpa satu perintah pun.


Memberikan pertolongan pertama dengan memasangkan infus. Dan juga alat tekanan jantung untuk mendeteksi detak jantung yang masih ada.


"Suster siapkan alat pompa jantung sekarang kita sudah tidak ada waktu lagi.


"Baik Dok,"balas Suster segera mengambilnya.


Dengan menempelkannya pada dada Richard yang kemudian Richard yang seolah-olah tertarik akan daya yang dihasilkan alat itu membuat tubuhnya tidak bereaksi sama sekali.


"Dokter pasien detak jantungnya tidak berdetak, dia detak jantungnya sudah terhenti, dia ...dia sudah tidak bernyawa." Ungkap suster dengan raut wajah pasrah-nya.


"Aku mohon bertahanlah Richard aku mohon. Tuhan tolong selamatkan dia ...hamba mohon selamatkan dia. Hanya dengan kamu hamba bisa meminta tolong, tolong selamatkan dia.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2