Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Bonus Bab


__ADS_3

Judul: Gadis bar-bar vs Duda Arogan


Berikut Cuplikannya


"Hari telah berlalu dengan cepatnya, tidak disangka kehidupan ku berjalan dalam bayang-bayang dimana kamu pergi meninggalkan aku dan selama itu kenapa sampai sekarang hatiku sangatlah sulit untuk melupakan mu?"


ucapan rindu yang terucap dari mulut pria bernama Putra Bagaskara Verlanto


Pria tampan berumur 30 tahun, cuek, jaim , dingin, memiliki hati bak seperti pahlawan, sering mengalah dalam hatinya yang akhirnya berujung dengan penyesalan.


Meratapi batu nisan bertuliskan Bintang Natalia Alvarelia. Hatinya terasa hancur, tidak menyangka jika dirinya akan masih mencintai seseorang biarpun seseorang itu sudah dinyatakan meninggal. Memiliki perasaan tulus masih memendam perasaan terhadap orang yang sudah m4ti ternyata sesulit ini ia bisa melupakannya.


Sehabis berziarah ke makam sang istri. Dalam pelajaran menuju pulang laju kendaraannya yang ia kendarai sengaja ia lakukan dengan kenyang, tidak memperdulikan seseorang lain lagi kecuali hanya sibuk fokus pada laju kendaraannya.


Suatu kejadian tak terduga terdapat genangan air akibat laju kendaraannya yang tinggi hingga menerabas genangan air itu mengakibatkan salah seorang gadis yang menunggu dihalte pun basah kotor. Seragam yang ia kenakan terlihat kotor, teriakan gadis itu menggelegar dengan kerasnya namun tak mengagetkan pria yang tak lain ialah Bagas sendiri. Bagas yang barusan tanpa sengaja berbuat kesalahan dirinya tak acuh, tak memperdulikan teriakan si gadis yang terus menggema tersebut.


"Astaga ...apa pria itu gila! Seragamku? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Sudahlah aku sudah telat aku harus buru-buru sekarang!"


Balqis Salsabila Alessya Gadis berumur 17 tahun yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas itu pun terbirit-birit tak main. Sesekali melirik jam tangannya yang menunjukkan setengah pukul 7 yang sudah waktu bagi anak SMA untuk memulai mata pelajarannya.


Berlari, tak membutuhkan waktu lama gadis cantik itu akhirnya telah tiba disalah satu sekolah yaitu Cenderawasih, sekolah menengah atas dimana i menempuh pendidikan disini. Berdiri diambang pintu, dirinya lalu mengetuk pintu tersebut.


Tok


Tok


Tok


Pandangan semua orang yang berada didalam kelas mengarah kearahnya, pria sedikit tua itu pun lantas menghampirinya.


"Astaga apa yang terjadi denganmu kenapa seragam kamu bisa sekotor ini?"tanya pria tua yang dibisa dibilang guru pembimbingnya, hanya menundukkan kepalanya lalu ia mulai angkat bicara.


"Maaf pak tadi dalam perjalanan saya barusan mengalami kecelakaan. Alhamdulillah saya selamat hanya saja seragamku yang menjadi kotor seperti ini ...maafkan saya! Maafkan saya ..."

__ADS_1


"Syukurlah Tuhan masih memberimu kesempatan, baiklah cepat kamu bersihkan seragam kamu, Febby ... Milla kalian bantuin Salsa untuk membersihkan seragamnya!"


"Baik pak!"


Berada di ruangan pembersih muka, ketiganya sibuk pada tugas masing-masing, raut wajah Salsa berubah menciut mengingat kejadian yang barusan ia alami tadi.


"Mendingan sekarang kamu beritahu aku seperti apa kejadian yang sebenarnya kenapa seragam kamu bisa sekotor ini?"


"Kejadian terjadi begitu sangat cepat! Disaat aku lagi menunggu kendaraan umum, ada mobil mewah yang sengaja menerabas genangan air hingga membuat seragam ku jadi kotor seperti ini?"


"Sangat disayangkan nasib temanku ini, terus pemilik mobil itu apa dia sangat tampan?"spontan Salsa pun melayangkan pukulannya pada teman yang satunya.


"Astaga kamu kenapa memukulku anak manis?"


"Lagian sebagai teman harusnya terkena musibah kamu malah masih bisa kepikiran si pemilik mobil tampan atau tidak bikin kesel aja!"


"Iya, iya aku yang salah sudahlah jangan ngambek nanti pipi kamu tambah akan semakin cubby, baiklah seragam kamu sudah bersih kita kembali yuk?"


"Baiklah ayo!"


Jam pelajaran yang telah selesai. Salsa berjalan kaki seorang diri sehabis pulang sekolah, wajah murung gadis cantik itu tak kunjung menghilang, serasa ingin menelan seseorang yang sudah buat moodnya menghilang, lirikan mata tertuju pada satu buah mobil putih yang telah terparkir disalah satu Restoran ternama. Sadar plat tersebut bertuliskan angka ***** ingatannya menyadari akan plat mobil yang sudah bikin hari esoknya tertimpa kesialan.


"Mobil ini? Iya! Aku tidak salah lihat ini memang mobil pagi tadi? Akhirnya aku menemukan ini mobil mana! Mana pemiliknya biar aku patahkan lehernya mana!"


Mulutnya tak bisa berdiam menyebutkan kata-kata kasar yang sudah ia keluarkan. Mencari seseorang dari pemilik mobil ini namun nyatanya seseorang itu tak kunjung menampakkan dirinya. Pandangannya tertuju pada dua ban belakang mobil entah apa yang ada dibenak pikiran gadis cantik itu hingga wajah senyum kelicikan lagi-lagi kembali terukir.


"Aku punya ide? Dari pada aku susah-susah mencari orang itu! Kenapa aku tidak melakukan hal ini aja. Lihat saja apa yang akan aku lakukan sama mobil cantik ini?" ucap Salsa sembari menunjukkan senyuman sinis menatap mobil cantik yang berada disampingnya.


Entah apa yang ada dipikiran Salsa saat ini hingga dia pun nekat bener-bener melakukannya. Tak berapa lama akhirnya niatnya pun bener-bener terjadi yaitu mengempeskan kedua ban mobil itu.


Belum selesai mengempes ban yang satunya lagi, tak disangka tindakannya telah kepergok duluan sama seseorang . spontan Pria itu pun langsung meneriakinya.


"Hei ...apa yang kamu lakukan dengan mobil itu?" teriak Bagas yang meneriaki seorang gadis yang terduduk dari sebelah ban mobil miliknya. Spontan Salsa yang mendengar teriakan tersebut ia pun terkaget memalingkan pandangannya kebelakang.

__ADS_1


"Astaga. M4ti gue, orangnya lihat. Gimana ini, aku ...aku harus kabur sekarang!" ucap Salsa tak mau menunggu lama ia pun lantas berusaha untuk melarikan diri.


Baru selangkah Salsa berlari menghindari kejaran Pria itu. Niatnya untuk melarikan diri pun sia-sia lantaran iba-tiba ia terjatuh karena tersandung oleh sesuatu.


"Ah ...kaki ku, aduh! Kenapa aku pake acara jatuh lagi astaga orang itu semakin mendekat, aku harus segera pergi sekarang!"


Selangkah ia akan melarikan diri dengan berusaha untuk bangkit tapi naasnya ia malah tertangkap duluan pada salah satu laki-laki tampan tersebut.


Mencengkram dengan erat pergelangan tangan gadis itu membuat Salsa yang berniat melarikan diri pun hanya bisa nyengir lantaran tindakannya telah gagal.


Disisi lain Bagas sendiri yang tak menyangka dengan siapa ia berhadapan sekejab pandangan matanya terhenti.


"Bi ...Bintang? Tidak! Ini hanyalah suatu kebetulan! Iya ini hanya suatu kebetulan?"gumamnya dengan pelan.


"Lepaskan aku!"tegas Salsa seketika menyadarkan lamunan Salsa.


"Mau kabur kemana lagi kamu! Apa yang sedang kamu lakukan barusan? Kenapa kamu ada didekat mobil mewah ini? Cepat katakan?" bentaknya yang membuat Salsa pun terdiam tanpa bersuara dengan menatap kearah ban tersebut.


Melihat kearah ban mobil miliknya dan melihatnya ia pun lantas terkaget tidak terpasang melihat ban mobil yang sudah dalam keadaan kempes. Salsa yang melihat ekpresi dari laki-laki yang lebih jauh tua darinya menajamkan tatapan matanya, ia pun lantas menghindari pandangan tajam yang dilakukannya.


"M4ti aku!" gumam Salsa dengan menjitak kepalanya sendiri.


"Apa! Ban mobil?" teriaknya dengan berbalik menatap kearah Salsa dengan ekpresi tajamnya.


"Mati aku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Om ini pasti akan sangat marah? Gimana ini?"batinnya yang merasa takut.


"Ma ...maafkan aku Om! Maafkan aku!"ucapnya secara gemetaran.


"Udah sekarang kamu ikut aku, ayo cepat ikut aku, aku harus kasih perhitungan sama kamu karena udah dengan berani-berani nya kempes'in mobil ini, ayo cepat jalan!" tegas Bagas tanpa berhenti berkata dan langsung menarik tangannya.


"Om mau bawa aku kemana?" tanya Salsa yang terlihat panik.


"Terserah aku mau bawa kamu kemana yang pasti kamu harus ikut aku sekarang! Karena kamu akan habis sama aku sekarang ayo cepat jalan!" bentaknya dengan bringas.

__ADS_1


"Enggak aku tidak mau lepasin aku! Lepasin aku!"tegas Salsa yang berusaha melepaskan cengkeramannya. Akan tetapi Bagas malah mendorongnya ke tembok dan membuatnya terpojok dengan kondisi berdekatan, keduanya yang hanya berjarak satu senti bahkan hidung mereka hampir tersentuh.



__ADS_2