Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 67.( MISI PERTAMA)


__ADS_3

"Sekarang kita sudah sampai ditempat tujuan kita, jadi bersiaplah untuk melaksanakan misi ini. Dan kamu Gibran segera datangi para petugas itu dan ingat jangan lupa kamu rayu dia dengan rayuan manis kamu. Apa kamu mengerti!"


"Kesulitannya aku menjalankan perintah yang Tuan berikan, kenapa baru sekarang ini tugas yang Tuan berikan rasanya sangatlah berat dan rasanya seperti tidak sanggup lagi untuk menjalankan misi ini, tapi apalah daya aku hanyalah anak buah Tuan jadi dengan terpaksa dan berat hati aku akan jalankan misi ini!"balas Gibran dengan nafas pelannya.


"Baik baguslah kalau gitu, cepat maju dan jalankan misi mu sekarang. Dan ini jangan lupa kamu berikan makanan ini pada mereka, entah apa rencanamu aku minta kamu harus berhasil membujuk mereka untuk mau memakannya?"perintah Richard yang kemudian Gibran pun mulai melangkahkan kakinya memasuki.


"Dan kalian mulai bersiaplah karena setelah para petugas itu pingsan, kalian harus segera masuk. Waktu yang kalian butuhkan hanyalah 30 menit, jadi cepat atau lambat segera keluarlah jika waktu berjalan melebihi batas waktu itu. Apa kalian mengerti!"


Mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Richard, Revan dan David yang berada disampingnya pun hanya memberikan tatapan sinisnya kepadanya. Dan tidak mau menghargai perkataan apa yang barusan dikatakan Richard tadi.


"Sebenarnya aku lagi bicara sama manusia atau sama tembok sih, kenapa mereka hanya memberikan tatapan aneh gitu kepadaku?"gumam Richard yang merasa kesal sendiri.


"Ayo Gibran ingat jangan gugup, jangan gugup oke?"batinnya yang kemudian ia pun terduduk disalah satu kursi yang tersedia di bengkel sana. Melihat kehadiran Wanita cantik yang tiba-tiba menghampirinya, salah satu dari petugas itu pun mulai menghampiri Gibran.


"Sasaran mulai mendekat!" batin Gibran yang kemudian ia pun mulai berakting.


"Aduh..kakiku pegal sekali...."rengek Gibran yang kemudian salah satu petugas itu pun menghampirinya.


"Maaf Neng, Neng darimana kok kelihatannya Neng capek banget?"


"Ini Mas, Kaki Neng pegal sekali, tadi Neng habis jalan-jalan sama pacar Neng, tapi ditengah jalan dia malah putusin Neng tanpa sebab. Akhirnya dia pun ninggalin Neng dan pergi ninggalin Neng gitu saja?"ucap Gibran yang kemudian ia pun mulai menundukkan kepalanya dengan sedikit menunjukkan wajah malunya.


"Astaga kamu kasihan sekali. Padahal kamu itu Wanita yang sangat cantik, tapi bagaimana bisa pacarmu itu bisa ninggalin kamu dan putusin kamu begitu saja, sini kalau kamu mau bersandar di bahu Mas, Mas gak papa kok?"rayu balik Seseorang itu dengan mulai tangannya yang mulai nakal dan menggenggam tangan Gibran.


"Hancurlah reputasiku jadi seorang Mafia yang dikenali sangat kejam dan ditakuti banyak orang selama ini?"batin Gibran yang menahan tangannya untuk jangan sampai memukulnya.


"Oh iya Mas aku sampai lupa ini aku ada oleh-oleh makanlah, daripada Mubajir tidak kemakan mendingan ini buat Mas yang baik saja, jadi terimalah!"ucap Gibran dengan memberikan kotak putih padanya.

__ADS_1


"Apa ini?"tanya balik seseorang itu yang kemudian seseorang itu pun membukanya. Setelah ia membuka betapa terkejutnya laki-laki itu melihat apa isi dari kotak tersebut.


"Gorengan? Apa ini makanan yang diberikan oleh pacar kamu?"tanya Laki-laki itu dengan ekpresi herannya, Gibran yang melihatnya ia pun ikut terkejut.


"Gorengan dasar Tuan gak ada akhlak apa dia gak mikir secara jernih apa. Aku kira isinya itu Pizza atau martabak gitu, lah ini gorengan bener-bener gak bisa ditebak?"batin Gibran yang rasanya inggin sekali mengelus dada.


"iya maaf Mas adanya memang cuma gorengan, gak papa ya?"


"Iya gak papa kok, heyy kalian kemari lah ayo kita istirahat sebentar dan menikmati gorengan ini."


SEPULUH MENIT KEMUDIAN.


"Huam..kenapa udah jam segini aku sudah merasa sangat ngantuk banget ya?"


"Iya nih aku juga merasa sangat ngantuk sekarang."


"Sesuai rencana Gibran berhasil menjalankan tugasnya jadi cepat kita masuklah kedalam!"perintah Richard yang kemudian Revan dan David pun segera memasuki bengkel ini.


Berhasil menjalankan rencana utamanya, bergegas Richard pun memasuki salah satu ruangan yang terdapat beberapa layar yang masih menyala dan menjalar pada rekaman pengintai yang telah terpasang didalam sana.


"Aku harus segera mematikan CCTV ini untuk sementara, sekaligus penghapus data perhari ini agar gerak gerik kita tidak diketahui oleh mereka,"gumam Richard yang sudah berada didepan layar komputer.


Memeriksa Cctv disini, satu persatu Richard pun memperhatikan setiap gerakkan pemutaran video yang sedari tadi belum juga muncul akan tanda-tanda.


"Tanggal dimana Resya menggalami kecelakaan kemaren tepat jatuh pada tanggal 25, sedangkan sekarang sudah memasuki tanggal 3 yang artinya jika dihitung dari hari sekarang sudah tepat masuk ke sembilan harinya. Tapi kenapa di rekaman ini tidak ada rekaman videonya, apa mungkin mereka telah menghapusnya?


Tidak itu tidak mungkin, mungkin aku aja yang kurang teliti mencarinya jadi lebih baik sekarang aku lebih teliti lagi aja. Tanggal 25 hari dimana Resya mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah sakit. Apa mungkin tanggal 26 itu Namanya Sandra membawa Mobilnya ke bengkel ini setelah ia tahu jika dirinya baru aja menabrak seseorang dan untuk menghilangkan jejak dia dengan segera merenovasinya disini .

__ADS_1


Perlahan-lahan Richard pun memutar kembali dan dimulai dari hari mundur dan memulainya dari hari 3 ke belakang. Sesaat ia melihat dan memperhatikannya seara serius terdapat lah rekaman yang memperlihatkan seorang Wanita yang berbicara dengan seorang Laki-laki yang tak lain orang itu adalah bos pemilih dari bengkel ini. Memberikan segepok uang kepada laki-laki tersebut Richard pun akhirnya mengetahui semuanya.


"Dasar Wanita berkepala serigala, gak anak gak Mamanya sifatnya sama aja jadi dia menyogok pemilik bengkel ini untuk jangan bilang kesiapa-siapa mengenai kecelakaan ini, dan hanya segepok uang ternyata orang itu bisa disogok juga. Sekarang aku sudah mendapatkan bukti baru ini jadi bersiaplah kalian masuk ke penjara, sepintar-pintarnya kalian, kalian juga masih terlihat bodoh karena tidak sadar jika kalian telah terekam cctv ini, kalian bisa membohongi semua orang tapi tidak denganku.


Mendapatkan apa yang dia inginkan, bergegas Richard pun segera pergi dari tempat ini, dan tak lupa ia pun terlebih dulu memberikan kode pada Gibran pun segera pergi meninggalkan tempat ini.


Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Revan dan David saat ini. Setelah berhasil menyelinap disalah satu ruangan, mereka yang tadinya kesusahan membuka pintu ini, kini hanya butuh satu tendangan yang tepat mengenai pintu itu dan seketika hancur, mereka pun akhirnya berhasil masuk menyelinap kedalam sana. Dan mendapati sebuah Mobil berwarna hitam dengan kaca depan mobil yang sudah hancur rusak parah dan beberapa penyokkan pada depan Mobil.


"Berapa waktu yang tersisa bagi kita sekarang?"tanya Revan yang kemudian David pun melihat jam tangannya.


"Waktu yang tersisa hanya 10 menit Kapten?"


"Kita tidak bisa membawa pergi Mobil ini jika kunci Mobil ini tidak ada ditangan kita!"


"Biar aku aja yang mengendarainya!" timpal Richard yang kemudian tanpa aba-aba ia pun menendang kaca Mobil yang seketika pecah berhamburan. Dan dengan segera Richard memasukinya.


"Ide anda benar-benar sangat cemerlang?"timpal David yang ikut terpukau dengan tindakan apa yang dilakukan Richard saat ini.


"Kita tidak ada waktu lagi, jadi cepat pecahkan kaca belakang dan segera masuklah karena kita sudah tidak ada waktu lagi!" ucap Richard yang kemudian Gibran pun ikut masuk dan menduduki kursi depannya. Disusul Revan dan David yang juga langsung menendang kaca belakang tersebut dan segera ia pun memasukinya.


"Sekarang kita sudah berhasil masuk kedalam Mobil ini tanpa menggunakan kunci cadangan, tapi sekarang gimana cara kita mengendarai Mobil ini jika tidak kunci cadangannya?"


"Masih ada satu cara yang belum kalian ketahui?"timpal Richard yang kemudian ia pun melepaskan setir yang berada dihadapannya. Dan dengan segera ia pun gunakan Pisau kecil buat alat darurat selanjutnya. Setelah mencobanya, Mobil ini pun telah berhasil menyala.


"Rupanya ini teknik yang kamu gunakan buat membobol sekaligus menjalankan semua aksimu itu, pantas saja anda selalu berhasil tanpa ada kegagalan apapun?"balas Revan.


"Berpegangan yang erat lah karena aku inggin menerobos tempat ini sekarang!" perintah Richard yang kemudian dia pun mulai melajukan laju kendaraannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2