
"Sebelum aku mengurus masalah-ku dengan Resya akan lebih baik aku selesaikan urusan-ku dengan wanita bernama Devi itu. Dan bisa-bisanya ia membohongi-ku dengan mengatakan jika dia adalah rekan bisnis-ku apa dia pikir aku gila aku tahu lagi dia itu cuma wanita ****** yang sering mangkal di Club dan biasa menjual dirinya sendiri pada pria mesum. Dan untungnya aku sigap mengetahui fakta ini dan menyelidiki siapa latar belakang dari wanita bernama Devi tersebut. Dan sekarang giliran-ku menghubungi salah satu polisi yang bisa membantu-ku menuntaskan masalah ini.
Hotel ....
"Dimana Richard kenapa dia lama sekali datangnya apa dia hanya mempermainkan-ku saja?" tidak, itu tidak mungkin pasti laki-laki seperti dia akan sangat susah jika harus melepaskan wanita sexy seperti-ku. Jadi mungkin dia masih dalam perjalanan aku sudah tidak sabar melihat gimana reaksinya melihat-ku yang memakai pakaian seksi seperti ini?" ucapnya dengan bangga diri. Dengan posisinya rebahan diatas ranjang dan menunjukkan semua kemolekan-nya ia nampak sangat percaya diri. Tak lama suara ketokan pintu telah terdengar dari luar pintu kamar.
Tok ...tok ...tok .
"Itu pasti Richard." tak lama langkahnya mulai mendekati pintu dan segera membukanya.
"Diam. Anda kami tangkap atas kasus penipuan atas saudari Richard jadi sekarang jangan bergerak jika anda tidak ingin merasakan misi panas ini cepat jalan sekarang," perintah Polisi wanita dengan spontan ia menutupi tubuh Devi yang nampak berpakaian tak senonoh.
"Apa maksud semua ini, tidak aku tidak mau dipenjara aku bukan seorang penipu. Bukan aku yang penipu ini hanya tuduhan aku tidak salah, aku tidak salah," timpalnya yang mencoba membela diri.
"Sudah cukup sandiwaranya. Bukan hanya tindak penipuan aja yang anda lakukan saat ini, tapi open B,O bukankah ini yang sering anda lakukan. Dan berapa banyak laki-laki yang sudah anda ajak tidur. Dan sudah berapa banyak rumah tangga yang anda hancurkan akibat kebodohan anda ini," sambung Richard yang langsung menyuruh mereka untuk membawanya pergi.
"Tidak aku tidak salah, lepaskan aku ..lepaskan aku...,"
"Terima kasih Richard kamu sudah berbaik hati mau membantu-ku menangkap wanita ini dengan cara menjebaknya. Dia salah satu wanita yang sudah sering melakukan hubungan terlarang salah satunya dengan menjual dirinya sendiri seperti ini, tapi kita kesusahan untuk menangkapnya karena tidak ada bukti yang kuat, tapi berkat bantuan anda kami berhasil membekuknya sekarang," timpal polisi itu.
"Iya sama-sama saya senang bisa membantu tugas kalian, ya sudah karena dia sudah tertangkap sudah tidak ada alasan lagi untuk aku masih berada disini.
"Baiklah silahkan pergilah, tapi kapan-kapan jika kami meminta-mu menjadi saksi atas perkara ini kamu bersedia kan?"
"Iya kalian tenang saja aku dengan lapang dada siap membantu kalian. Dan cepat hubungi saya jika kalian butuh bantuan-ku nanti.
"Baiklah sekali lagi terima kasih.
"Baiklah ya sudah aku pamit pergi dulu.
__ADS_1
"Baiklah berhati-hatilah.
Satu misi telah berhasil dijalankan oleh Richard. Menuju ketempat parkir, masuk kedalam mobilnya. Tak lama ponselnya berdering yang menunjukkan jika Gibran-lah orang yang menghubunginya saat ini.
"Gibran. Apa dia sudah menemukan Resya?" gumamnya Kemudian ia mengangkatnya.
"Iya Gibran ada apa? apa kamu sudah menemukan wanita itu?" tanya Richard kemudian Gibran nampak panik.
"Tuan mendingan sekarang tuan cepat datang langsung ke club yang tempatnya tak jauh dari lokasi perusahaan Tuan, Resya, dia ...dia sedang membutuhkan bantuan Tuan?"
"Membutuhkan bantuan-ku maksud kamu apa? apa yang terjadi dengannya?"
"Sudah tuan jangan banyak bertanya cepat datanglah kesini," pintanya.
"Baiklah aku bakal datang secepatnya tunggu aku.
"Baik Tuan.
" Nyonya berhentilah meminum semua ini, anda sudah terlalu banyak minum ini dan sekarang kondisi anda sudah mabuk berat, jadi hentikanlah," perintah seorang laki-laki berumur lebih tua darinya yang tak lain ia adalah Gibran.
"Hey siapa kamu, berani sekali kamu memerintahkan ku apa kamu lupa aku ini istri atasanmu. Apa kamu lupa aku ini istri dari atasan-mu yang bisa kapan dan dimana aja memecat-mu apa kamu sadar itu," ancam Resya dengan kesadaran yang mulai agak hilang. Dan terus saja meminum minuman itu tanpa henti.
"Maaf saya Nyonya, bukan maksud saya lancang berkata seperti itu, maafkan saya.
"Dari pada kamu banyak omong mendingan kamu pergi sekarang karena aku ingin sendiri pergilah.
"Tapi Nyonya, lebih baik kita pulang ya nyonya.
"Pergilah, aku bilang pergilah," bentaknya dengan melemparkan botol padanya dan untungnya botol itu tidak mengenai dirinya.
__ADS_1
"Baik Nyonya saya akan pergi," ucapnya yang kemudian ia mengambil benda pipih dalam sakunya dan menelfon salah satu nomor pada layar ponselnya.
*
*
*
Melihat seorang wanita cantik yang dalam keadaan mabuk berat dan dalam keadaan sendirian. Salah seorang laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya, seseorang itu mulai menghampirinya dan memegang pundak Resya.
"Hay sendirian aja mau aku temenin gak?" goda seseorang itu akan tetapi Resya tidak menggubrisnya.
Hinga tak lama kemudian seseorang itu dengan beraninya ia mencium pipi Resya dengan lancang. Dari kejauhan tindakannya diketahui oleh seseorang. Pukulan kasar pun mendarat tepat mengenai pipi kanan pria itu hinga babak belur.
"Ais berani sekali anda memukul-ku," gertak balik seseorang itu. Sedetik seseorang itu berniat ingin memukul kembali suara tembakan terdengar menyelegar dan mengagetkan semua pengunjung club ini.
"Itu akibat karena dengan beraninya anda berani mencium sekertaris-ku apa anda paham?"gertaknya lagi dengan meluncurkan satu tembakan lagi tepat mengenai tubuh seseorang itu.
"Ayo ikut aku," ajaknya yang langsung menarik tangan Resya hinga jatuh dalam pelukannya.
"Lepaskan aku. Kamu? untuk apa kamu datang kesini dan menjemput-ku kamu itu bukanlah suamiku, iya kamu bukanlah suamiku karena suami pasti akan menjaga Istrinya tapi kamu? apa yang kamu lakukan kamu malah menjerumuskan aku kedalam lembah penderitaan dan mudah tergoda godaan pelakor itu apa anda paham.
Melihat satu botol penuh yang masih tersisa diatas meja, langkah Resya yang berniat ingin meminumnya lagi. Akan tetapi dengan sigap Richard mengambilnya dan beralih dialah yang malah meminum dan menghabis minuman itu hinga tingal botolnya saja.
Setelah satu botol besar berhasil ia minum, botol kosong itu pun ia layangkan tak perduli akan mengenai siapa dengan langkah cepat Richard langsung membopong tubuh Resya dan membawanya pergi dari club ini.
"Terserah kamu mau bilang apa tapi yang jelas ayo kita pergi dari sini ayo ...," gertaknya lagi yang langsung menggendongnya.
"Lepaskan aku ...lepas aku ... kamu mau bawa aku kemana, lepaskan aku," ucapnya yang terus memberontak tapi Richard tidak menggubrisnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.