Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 42 " Bergantian Bersikap Kasar "


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membawaku kesini? Apa maksud kamu membawaku ke Kampus ini apa kamu inggin melakukan tindak kejahatan kepadaku?" tanya Resya pada laki-laki yang berada disampingnya. Mendengar pertanyaan yang dikatakan Resya, Richard hanya menunjukkan tatapan sinisnya sekaligus senyumannya yang akhirnya ia pun berkata.


"Pikiran kamu itu bisa gak jangan berlebih-lebihan seperti itu, sudah kita tidak ada waktu lagi cepat kita turun dari Mobil sekarang!" perintahkan Richard yang bergegas langsung turun dari Mobil, sedangkan Resya tidak terlihat ia menurunkan diri dari mobil ini.


"Gak aku gak inggin keluar sebelum kamu kasih tahu aku apa tujuan kamu mengajakku ketempat ini?" ujar Resya yang masih bersitegang berada didalam Mobil sembari menunjukkan raut wajah kesalnya.


"Baiklah, ternyata susah juga ya meyakinkan seseorang seperti kamu yang pertama aku mengajakmu kesini bukan ada niat jahat yang ingin aku lakukan ke kamu? Yang kedua aku membawamu kesini karena aku inggin kamu membantuku menyelesaikan sebuah kasus, jadi sekarang apa kamu masih inggin bertanya lagi kepadaku?" tegas Richard dengan memberi tatapan heran pada Resya.


"Kasus, kasus apa?" tanya Resya yang akhirnya membuat Richard pun tidak tahan lagi.


"Hm...ternyata masih tanya juga, sudahlah cepat kamu keluar atau aku sendiri yang akan menggendong mu untuk keluar dari Mobil ini. Kelamaan."


Belum juga Resya mengatakan sepatah kata lagi pada Richard, Richard yang merasa tidak tahan ia dengan segera langsung merangkul tubuh Resya dari atas pundaknya.


Sedangkan teriakan Resya tak tak henti-hentinya ia ucapkan lantaran terkejut dengan tindakan apa yang dilakukan Richard saat ini.


"Heyy apa yang kamu lakukan turunkan aku sekarang! Turunkan aku!" teriak Resya sembari memukul secara terus-menerus pada dada Richard. Tidak menghiraukan teriakan yang dilakukannya, Resya yang merasa tak tahan ia pun langsung menggigit kuping kanan Richard, akibat gigitan itu Richard pun seketika langsung menurunkan Resya.


"Aww...apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menggigitku?" ujar Richard dengan memegang kuping kanannya.


"Itu akibat karena kamu sudah berani cari masalah kepadaku. Apa kamu mengerti!"


"Baiklah kalau itu yang kamu mau, sekarang ayo kamu ikut aku sekarang!" ajak Richard yang langsung menarik tangan Resya dan membawanya pergi tepat didepan Kampus yang super megah ini.


"Ayo kita masuk kedalam sana!" ucap Richard yang seketika membuat pandangan Resya pun seketika terkejut.


"Apa kamu serius inggin masuk kedalam Kampus itu malam-malam gini kalau didalam ada hantu gimana?" timpal Resya dengan ekpresi wajah ketakutannya.


"Apa kamu takut dengan hantu?" tanya Richard dengan sedikit meledeknya.


"Tidak aku tidak takut dengan hantu, tapi yang aku takutkan adalah seseorang yang saat ini berada tepat disampingku!" timpal Resya yang seketika membuat Richard pun terkejut dan beralih menatapnya.


"Maksud kamu aku?" timpal Richard dengan menunjuk jarinya kearahnya sendiri.


"Itu ngerti!" balas Resya dengan tersenyum.


"Sudahlah ayo cepat kita masuk sekarang!" ajak Richard yang langsung menarik tangan Resya.


"Pelan-pelan kenapa aku kan bisa jalan sendiri!"


"Jika kamu takut kamu boleh mengandeng tanganku. Karena aku tidak masalah jika kamu gunakan bahuku untuk jadi tiang pelukanmu?"ujar Richard yang dengan senyumannya.

__ADS_1


"Dari pada aku harus mengandeng tanganmu lebih baik aku ketemu hantu!" balas Resya dengan wajah yang masih jutek.


"Oh baiklah jika kamu memang Wanita yang sangat pemberani dan tidak takut akan kedatangan hantu nanti. Karena yang aku tahu penampakan hantu itu paling seram kita kita melihatnya dalam penampakan wajah yang hancur jadi bisa dibayangkan kan seperti apa seramnya hantu itu?" gumam Richard yang mencoba menakut-nakuti Resya.


"Aku tidak takut, bagiku penampakan hantu dan kamu kalian memang tidak ada bedanya dan sama-sama seram menurutku!" balas Resya yang mencoba menahan rasa takutnya.


"Mmmn baiklah!" timpal Richard yang kemudian ia pun tersenyum melihat ekpresi Resya yang mulai terlihat ketakutan diwajahnya.


"Apa yang akan terjadi jika apa yang dia katakan benar-benar terjadi.Jika aku benar-benar akan melihat kuntilanak mau pun pocong di tempat ini apa yang akan terjadi nanti?" batinnya yang mulai was-was dan sesekali ia pun melirik kearah kanan mau pun kiri.


Langkah mereka yang berjalan secara perlahan-lahan. Suasana keheningan pun terjadi diantara mereka setelah mereka yang tidak berkata sepatah kata pun lagi, hingga akhirnya suasana yang tadinya cukup tenang kini suasana itu pun terjadi sedikit mencekam setelah mereka yang terdengar suara langkah kaki seseorang yang mulai mendekati mereka.


Langkah kaki Resya yang tadinya berjalan sesuai arah, kini langkahnya itu pun seketika terhenti setelah Resya yang mendengar langkah kaki tersebut.


"Apa kamu mendengar suara langkah kaki seseorang?" tanya Resya dengan wajahnya yang tiba-tiba memerah.


"Suara? Astaga apa jangan-jangan itu suara hantu yang mulai mendekati kita?" timpal Richard dengan senyum ledakannya.


"Heyy kamu tadi lihat tidak kaya ada seseorang yang baru aja masuk kedalam kampus ini?" ucap Seseorang yang tiba-tiba mengatakan sesuatu.


"Sial ada Satpam!"ucap Richard yang langsung menarik Resya untuk bersembunyi.


"Kamu itu ditanya bukannya bantu malah bilang hantu lagi, ayo bangunlah kita periksa kedalam sana!"


"Sudahlah periksa saja sendiri aku masih ngantuk!" ucap salah seorang Satpam yang memutuskan untuk tertidur lagi.


"Dasar kang molor baiklah biar aku sendiri yang memeriksanya.


"Astaga Satpam itu mulai masuk kedalam sini dan mulai menghampiri kita. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" ucap Resya dengan berkata secara pelan.


"Kita tidak ada waktu lagi cepat kamu ikut aku!" ajak Richard yang langsung mengajak Resya untuk pergi.


"Astaga apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah membawaku kesini, dan apa maksud kamu malah membawaku ketempat sempit seperti ini. Bukannya ini akan tambah mempermudah baginya memergoki kita?"tegas Resya yang kemudian Richard pun membungkam mulut Resya. Setelah ada langkah kaki seseorang yang mulai mendekat kearah mereka.


"Diam, seseorang itu sedang mengarah kearah kita?" tegas Richard.


Dalam sebuah ruangan yang sempit disitulah tempat dimana mereka menggunakannya tempat itu sebagai tempat persembunyian.


Jarak yang dekat diantara mereka membuat pandangan Richard pun tidak bisa terhenti memandang wajah Resya yang terlihat sangat cantik berada di situasi tegang seperti ini.


Dan melihat Resya yang terlihat sangat ketakutan dan cemas, hal yang dilakukan Richard ia malah tersenyum lepas sembari memandang wajah Istrinya dengan jarak yang sangat dekat.

__ADS_1


Hingga kemudian tatapan Richard pun beralih menatap kearah kiri yang dimana diluar sana sudah Satpam yang berada tepat didepan pintu toilet yang saat ini telah ditempat mereka.


Tanpa berfikir mau pun mengatakan sesuatu, Richard lantas langsung menyalakan ponselnya. Kemudian ia pun memutar suara kuntilanak, langkah kaki Satpam yang hampir saja mau membuka pintu Toilet ini seketika Langkahnya pun terhenti ketika ia mendengar suara kuntilanak yang semakin keras.


"Rasakan ini Satpam bodoh!" batin Richard dengan tersenyum dan memandang kearah Resya.


"Su...suara itu, itu bukannya suara mbak Kunti..mbak jangan marah ya saya hanya memeriksa saja, s..saya tidak berniat inggin menggangu anda didalam ja..jadi ma..maafkan saya...."ucap Satpam itu yang tanpa berkata lagi, ia langsung berlari secara terbirit-birit dan meninggalkan tempat ini.


"Astaga rupanya ide kamu berhasil membuat Pak Satpam itu berlari terbirit-birit seperti itu?" ucap Resya yang bisa tersenyum kembali, pandangannya yang tadi fokus pada Satpam tadi, kini pandangan itu pun teralihkan setelah ia menyadari jika Richard sedang memperhatikannya sedari tadi.


"Apa yang sedang kamu lihat saat ini, sudah singkirkan tubuhmu dariku!" perintah yang mendorong tubuh Richard dari hadapannya, akan tetapi bukannya menjauh Richard malah langsung melingkari tubuh Resya dengan sangat mesra.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu malah mempererat tubuhku?" ucap Resya yang berniat inggin melepaskan pelukan itu, akan tetapi Richard malah tambah semakin mempererat pelukannya.


"Bukannya kesempatan seperti ini sangatlah tidak boleh dilewatkan?" ucap Richard dengan mulai mendekatkan wajahnya kearah Resya.


"Apa katamu?"


Belum juga Resya selesai berkata, Richard yang sudah tidak tahan lagi ia pun langsung mengecup bibir Resya yang manis itu dengan ciu*an manisnya, yang akhirnya membuat Resya yang akhirnya ikut berlarut dalam kegairahan yang terjadi diantara mereka. Setelah hampir 10 menit mereka tergoda akan kegairahan itu, Resya pun akhirnya tersadar dengan apa yang dilakukannya saat ini.


Dengan langsung menghempaskan tubuh Richard darinya, Resya pun memberikan satu tamparan pada Richard setelah ia yang berani berbuat mesum seperti ini kepadanya, biar pun mereka sudahlah menjadi sepasang Suami Istri, lagi-lagi hati Resya pun merasa sakit ketika ia mengingat kembali akan perkataan demi perkataan yang pernah diucapkan Sandra kemaren jika Richard hanya berniat mempermainkan perasaan Resya.


Plak...


"Lepaskan, kamu itu ternyata sudah berani berbuat mesum kepadaku. Apa kamu sadar kita ini hampir saja tertangkap olehnya jadi bagaimana mungkin kamu bisa berbuat mesum disaat situasi genting seperti ini, sudahlah lepaskan tanganmu dari lingkaran tubuhku, lepaskan aku...."


"Gak aku gak mau. Biarpun kamu menamparku sampai keseribu sekalipun aku gak akan pernah mau melepaskan kamu. Karena aku inggin membuatmu sadar dan yakin kalau aku benar-benar sangat mencintai kamu dan tulus jika perasaan yang aku tunjukkan ke kamu ini bukanlah sebuah kebohongan mau pun sandiwara semata.


"Oh jadi itu keinginan kamu?" tanpa berkata lagi, Resya pun langsung menginjak kaki Richard.


"Aww kenapa kamu menginjak kakiku?"


"Biarin itu buat orang yang pikiran selalu mesum sepertimu jadi rasakan lah itu?" balas Resya yang tanpa berkata lagi, ia pun memungut kemejanya dan menggunakannya kembali dan bergegas ia pun pergi dari pandangan Richard.


"Gila gadis itu benar-benar sangat sulit untuk dijinakkan, bahkan disaat aku mengecupnya dengan sangat manis seperti tadi, tidak terlintas pikirannya untuk mau menerimaku, dasar!" kesal Richard sembari memegang kaki kanannya.


"Kamu kenapa masih disana, apa kamu inggin aku menyeret mu?" tegas Resya dengan melirik kebelakang kearah Richard.


"Bahkan disaat dia sedang berhadapan langsung denganku dia sama sekali tidak takut, astaga Richard kamu itu seorang Mafia kenapa sulit sekali menjinakkan?"batinnya yang kemudian ia pun melangkahkan lagi kakinya ke depan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2