
Tanggal: 26 Agu 2022
Subjek: 12 revisi
"Gimana sayang apa Rasya sampai sekarang belum bisa memaafkan kamu juga?"tanya Resya.
"Iya Ma, dia masih sama seperti dulu Ma, dia masih sangat marah kepada Sifa. Bahkan untuk menatap wajah Sifa saja rasanya ia tidak Sudi lagi untuk melakukannya," balas Sifa dengan wajahnya yang terlihat kusut.
"Ingat sayang kamu sudah melakukan semua yang terbaik, mungkin sekarang Rasya masih membutuhkan Waktu untuk menenangkan pikirannya jadi beri dia waktu ya."
"Tapi rasanya Sifa sudah tidak percaya lagi Ma. Mungkin dengan amarah Rasya yang ia tunjukkan dia memang tidak pernah sungguh-sungguh kepada Sifa, selama ini kita menjalankan hubungan tapi hubungan antara kita selalu saja ada halangan entah karena apa, jadi mungkin sekarang Sifa yang harus sadar untuk melepaskannya."
"Sayang kamu tidak boleh putus asa kaya gini."
"Tapi ini faktanya Ma, Sifa sekarang sudah tidak percaya lagi sama yang namanya cinta. Dan mungkin ini terakhir kalinya Sifa memikirkan tentang Cowok dan mungkin setelah kejadian ini Sifa akan menutup rapat-rapat hati Sifa karena kehancuran dan sakit hati yang Sifa rasakan sudah terlalu menyakiti Sifa ya sudah Sifa masuk ya Ma."
"Baiklah sayang istirahatlah dan ingat jangan terlalu dipikiran soal ini ya sayang."
"Iya Ma, Sifa tidak akan memikirkannya lagi kok."
Satu bulan berlalu, Sifa yang nampak murung ia hanya bisa termenung meratapi nasibnya yang malang ini. Tak lama Silvi terlihat menghampirinya.
"Sifa kamu kenapa? Apa kamu masih memikirkan soal Rasya?"tanya Silvi pada Sifa.
"Tidak kok aku tidak memikirkannya," balas Sifa mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Sifa aku tahu seperti apa sifat kakak-ku disaat lagi sedih mau pun lagi bahagia. Dan apa yang aku lihat saat ini kamu seperti sedang bersedih jadi jangan coba membohongiku lagi."
"Baiklah aku bakalan jujur harusnya aku tidak memakai cara dengan berpura-pura menjadi laki-laki, jika saja aku tidak pakai cara itu mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, Rasya mungkin tidak akan se-marah ini sama aku sampai-sampai ia mengabaikan-ku disaat dia tahu jika kita lagi dijodohkan!"
"Sifa takdir kehidupan tidak akan berbalik mau pun tertukar, jika takdir kamu bahagia Tuhan pasti sudah mengatur berbagai cara untuk mempersatukan kalian. Jadi kamu jangan putus asa seperti ini semangat-lah."
"Iya kamu gampang tingal ngomong aja, lah aku?" ucapnya dengan menunjuk kearah sendiri, kemudian ia merebahkan kepalanya keatas meja.
"Sudah-sudah jangan bahas itu lagi, ingat hari ini hari ulang tahun kita jadi kamu jangan bersedih dihari ulang tahun kamu sendiri paham!"ucap Silvi, Sifa yang mendengar ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah ayo turun," ajak Silvi.
"Baiklah ayo," balas Silvi yang langsung mengandeng tangan Sifa.
*
*
*
"Terima kasih ya sayang,
"Iya aku juga mau bilang terima kasih juga pada Kak Rasyel.
"Kak apa Rasya datang keacara ini?"
__ADS_1
"Kayaknya dia tidak datang Sifa, sudahlah dia butuh waktu jadi biarkan saja." ucap Rasyel.
"Baiklah kak," balas Sifa dengan pasrah-nya.
"Hari ini hari ulang tahunku tapi kenapa aku merasa ada yang kurang dalam kebahagiaan ini. Mama ... Papa bahkan Silvi sudah hadir dalam acar ini tapi kenapa aku masih merasa sangat kesepian seperti ini?"
"Sayang kamu gak kumpul bersama yang lain?"tanya Resya yang melihat Sifa nampak murung sendirian.
"Tidak Ma, Sifa butuh waktu untuk sendiri jadi biarkan Sifa untuk sendiri ya?"
"Baiklah sayang kalau itu mau kamu," balas Resya dengan mengelus pucuk rambutnya.
"Oh iya Ma, Sifa malas berada disini bolehkah Sifa keluar untuk menghirup udara segar?"
"Baiklah sayang keluarlah jika itu membuatmu merasa sedikit lega."
"Baiklah Ma, Sifa pergi dulu ya."
"Iya sayang berhati-hatilah."
"Assalamualaikum."
"Walalaikum'salam," balas Resya sembari Sifa yang mencium telapak tangan Resya.
Berjalan dengan adanya lamunan yang menyertai dirinya. Duduk disalah satu kursi taman sembari meminum sebotol air putih. Sifa hanya bisa menatap dan memandangi pemandangan yang indah. Akan tetapi keindahan yang sangat indah ini nyatanya tidak sebanding dengan perasaan kecewa yang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.