
Malam yang dingin dan sangat tepat bagi seseorang untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian melakukan aktifitas. Akan tetapi tidak bagi Rasya mau pun Sifa yang dimana mereka berdua sudah berada tepat didepan universitas yang ingin mereka selidiki.
"Jam tepat pukul 00:00 malam jadi aku rasa jam segini akan sangat aman bagi kita untuk melakukan pencarian didalam Universitas ini!"
"Ya sudah tunggu apa lagi ayo kita masuk sekarang," balas Sifa yang kemudian hendak akan melangkah, tapi Rasya menghalanginya.
"Kamu gak lagi ada rasa ketakutan kan?" tanya Rasya secara tiba-tiba.
"Ketakutan? Ketakutan sama siapa?" tanya balik Sifa.
"Ya mungkin hantu!" balas Rasya dengan polosnya.
"Hantu! Aku rasa ada hal yang lebih menakutkan lagi dari pada hantu kalau menurutku!"
"Apa itu? Apa yang kamu takutkan?" tanya Rasya dengan wajah penasarannya.
"Sudah kita tidak ada waktu ayo cepat kita masuk sekarang. Dan ingat disini ada penjagaan pastinya jadi selalu waspada," balas Sifa.
"Baiklah tidak masalah."
*
*
*
"Sebenarnya apa yang kamu cari, sedari tadi aku memperhatikanmu, kamu hanya sibuk menggeledah satu persatu tumpukan berkas yang ada berada didalam gudang ini?" tanya Rasya dengan sedikit bingung dengan apa yang dilakukan Sifa saat ini.
"Kamu jangan banyak bertanya, teruslah fokus dan kasih tahu aku kalau ada Satpam yang mencurigai kita?"timpal Sifa lagi yang terus fokus pada tujuan pertamanya.
Selama kurang lebih satu jam lamanya, Mereka menggeledah beberapa berkas yang pada tertumpuk rapi di dalam rak almari ini. Akhirnya tak membutuhkan waktu lebih lama lagi, apa yang ia ingginkan pun telah berhasil ia dapat juga.
Berkas yang fisiknya sudahlah hancur bahkan tulisan dan warna sudah mulai perlahan-lahan luntur dan tidak terkenali lagi apa tulisan itu.
Bahkan beberapa foto-foto yang terpampang dalam berkas tebal tersebut sudah sedikit tidak terkenali lagi. Dan hanya menyisahkan lima foto yang terdiri dari dua Wanita dan tiga Pria yang namanya masih tertera sedikit jelas dan bisa dibaca.
1_ Herlan bagaskara.
2_ Roland betranto.
__ADS_1
3_Anji wiraguna.
4_Anjani permata sari.
5_Claudia okta valenta
"Disini ada jumplah mahasiswa terdapat-lah 100 orang yang terdaftar. Akan tetapi banyak nama yang sudah tidak terkenali lagi, dan hanya ada lima nama ini yang namanya bisa kita selidiki tentang kasus ini.
Jret..beberapa jepretan pun telah berhasil ia lakukan dan tersimpan dalam ponselnya.
"Apa yang kamu temukan. Dan kenapa kamu memotretnya?" tanya Rasya tapi sama sekali tidak ditanggapi olehnya.
"Sebenarnya aku itu sedang berbicara dengan manusia atau dengan hantu sih!" gumam Rasya dengan menunjukkan raut wajah kesalnya.
"Inilah yang aku cari aku sudah mendapatkan beberapa nama Mahasiswa yang tahun ajarannya sudah sangat lama, bahkan bisa dibilang kamu mungkin belum lahir kedunia ini, jadi dari pada kamu banyak tanya cepat ayo kamu ikut aku karena tidak tidak ada waktu lagi sekarang.
"Apa sih sebenarnya yang dia cari. Dan tadi apa sebenarnya masalah yang ia selidiki saat ini?" batinnya yang merasa bingung sendiri.
"Apa didalam ada orang?" ucap seseorang yang berada dari luar, spontan Sifa mau pun Rasya yang mendengarnya mereka pun spontan terkejut.
"Sial ada orang, cepat menunduk-lah!" perintah Rasya yang kemudian mereka pun menundukkan kepalanya.
"Hey siapa didalam sana?" ucap seseorang itu yang langsung membuka pintu gudang yang tidak terkunci.
"Apa mungkin didalam sana ada orang?"tanya Satpam yang bertubuh kurus.
"Sudah tunggu apa lagi cepat ayo kita masuk sekarang."perintah Satpam gemuk yang langsung memasuki ruangan ini.
Bergegas masuk dan memancarkan senternya ke semua arah gudang ini hingga ujung kiri sampai ujung kanan pun tidak ada satu pun orang yang berada didalam ruangan ini.
"Kamu melihat sesuatu?" tanya Satpam kurus.
"Tidak, disini tidak ada orang terus suara tadi?" balas Satpam gemuk.
"Apa mungkin suara itu suara kuntilanak tadi yang berada didalam toilet tadi. Apa mungkin kuntilanak itu sudah berhasil memasuki gudang ini" ucap Satpam kurus yang terlihat takut.
"Kamu itu jangan menakut-nakutiku kenapa. Apa kamu gak sadar ini sudah jam 00:00 malam jadi bisakah kamu jangan berkata aneh seperti itu, selama bertahun kita jadi Satpam di Kampus ini tidak pernah ada kejadian yang seperti itu di-kampus ini jadi kamu paham kan apa maksudku?" kesal Satpam gemuk.
"Aku harus berbuat sesuatu jika aku tidak segera pergi dari tempat ini, maka kita akan tertangkap dan pastinya bakalan ada masalah baru lagi. Jadi cepatlah Rasya cari ide ...ayo cari ide ...?" batin Rasya yang kemudian ia pun mendapatkan ide setelah pandangannya yang tak sengaja teralih pada satu titik sebuah barang yang berada disampingnya.
__ADS_1
Tak menunggu lama ia pun akhirnya menemukan ide setelah ia melihat ponsel yang ia genggam.
Dan berlalu ia pun melihat kearah kanan yang dimana terdapatlah sebuah kain panjang berwarna putih yang sudah tidak terpakai. Bergegas mengambilnya dan menyuruh Sifa untuk memakainya.
"Apa yang kamu lakukan?" bisik Sifa dengan pelan.
"Sudah cepat pakai ini sekarang!" perintah Rasya yang langsung memakaikannya pada Sifa.
"Apa ini?" tanya Sifa yang sama sekali tidak ditanggapi olehnya.
"Sudahlah cepat pakai sekarang."perintahnya lagi.
Bingung dengan ide apa yang dilakukan Rasya saat ini. Setelah Sifa menggunakannya, Rasya pun kemudian menarik ikat rambut yang telah dipakai oleh Sifa tadi dan kemudian Rasya pun mengacak-acaknya.
Dengan rambut yang menjadi terurai dan berantakan sekaligus teracak-acakan Sifa tambah semakin bingung sembari memberi tatapan ke Rasya dengan tatapan kesalnya.
"Kamu mendengar gerakan sesuatu disana?" tanya Satpam gemuk yang melihat sesuatu dari arah ujung kanan.
"Astaga mereka melihat kita?" ucap Sifa yang kemudian Rasya pun langsung membingkamnya.
Memutar kembali suara kuntilanak yang sepontan membuat pandangan sekaligus langkah mereka pun seketika terdiam tak terkutik sesaat mereka yang hampir saja menghampiri sesuatu yang bergerak tersebut.
Bulu kuduk yang seketika berdiri membuat mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mulut dan tubuh yang seketika terhenti dan tidak mampu untuk mereka gerakkan sekali pun.
"Su...suara itu, kamu denger kan suara itu, jadi sudah jelas bukan apa itu?" uucap Satpam kurus yang mulai ketakutan.
Langkahnya yang sangat penasaran dengan apa yang mereka denggar saat ini membuat salah satu dari mereka berniat inggin melihat kenyataan itu yang sesungguhnya.
Sifa yang seketika muncul dengan secara perlahan-lahan dan menutup semua wajahnya menggunakan rambut panjangnya yang sengaja dibiarkan terurai membuat kedua Satpam yang tadinya merasa yakin dan berusaha tetap berani mendekati arah itu.
Kini ucapan itu hanya sebatas kata yang berada diujung tanduk sesaat Sifa yang menampakkan dirinya dengan menggunakan kain putih panjang dan rambut terurai membuat mereka menggira jika apa yang mereka lihat saat ini adalah sesesosok kuntilanak. Rasa ketakutan yang tidak bisa terkendali akhirnya membuat kedua satpam itu pun seketika jatuh pingsan tepat didalam ruangan ini.
"Astaga mereka jatuh pingsan."ucap Sifa yang kemudian ia langsung merapikan kembali rambutnya.
"Sudah kita tidak ada waktu lagi cepat ayo kita pergi dari sini sekarang!" ajak Rasya yang kemudian ia langsung menarik tangan Sifa untuk dia ajak pergi meninggalkan ruangan ini.
Jujur aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini benarlah nyata atau mungkin hanya sebuah sandiwara yang nantinya akan menyakiti hatiku. Ketika aku melihatnya bertindak dan perhatian seperti ini kepadaku aku berfikir jika dia memang benar-benar laki-laki yang sangat perhatian. Dan dia memang benar-benar sudahlah berubah.
Akan tetapi ketika aku Inggat apa yang ia lakukan kepadaku, kenapa aku sangat sulit untuk memaafkannya.
__ADS_1
Berlari dengan menggandeng dan mengengam tangan Sifa dengan erat, membuat Sifa bingung akan isi hatinya saat ini.
BERSAMBUNG.