
Jalanan yang terlihat sepi tanpa ada seseorang pun yang melintasi jalanan ini. Hadirlah seorang wanita berpakaian agak dekil yang melewati jalanan ini dengan pandangannya yang melirik kearah kanan mau pun kiri sembari melihat suasana.
"Kemana lagi aku harus pergi. Aku capek aku tidak mau jadi gelandangan lagi aku tidak mau," rintih wanita itu dengan pandangannya yang terlihat cemas. Belum rasa panik yang ia rasakan usai, ancaman pun datang.
"Hei cantik sendirian aja? Mau abang anterin gak ini kan sudah mau malam? tawarnya dengan raut wajah yang sedikit menyeramkan.
"Iya atau mau abang temenin sebentar, kayaknya kamu lagi kecapean?" timpal laki-laki lain yang mulai mendekati wanita itu.
"kalian? Kalian jangan macam-macam sama saya, jika selangkah kalian berani mendekatiku maka aku akan teriak," ucapnya yang merasa sangatlah cemas.
"Teriak saja, kan disini tidak ada orang sama sekali jadi mau minta pertolongan sama siapa kamu? Ayo tunggu apa lagi bawa dia sekarang," perintahnya yang kemudian kedua preman itu pun mulai menarik wanita muda tersebut.
"Kalian mau ngapain lepasin aku, tolong ...tolong ...lepasin aku! Tolong ...,"
BUG..BUG...BUG...
Beberapa tendangan pun tepat mengenai dua preman tersebut yang akhirnya membuat kedua preman itu pun tersungkur secara bersamaan.
"Dasar bajingan berani sekali anda menganggu kesenangan kita," ucapnya yang baru aja mau melangkah untuk melawannya, dalam sekejab niat seseorang itu pun berubah setelah kedua preman itu mendengar suara mobil polisi.
Lantaran terkejut dan tidak mau dipenjara, mereka akhirnya spontan berlari melarikan diri.
__ADS_1
Sedangkan seseorang yang memukulnya ia beralih menghampiri wanita tersebut.
"Kamu? Kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu terluka?" tanya seseorang itu yang tak lain adalah Richard.
"Tidak aku tidak apa-apa kok. Apa kamu terluka?"
"Tidak aku baik-baik saja kok!"
"Nama kamu siapa? Dimana tempat tingal kamu biar aku bisa anterin kamu ke rumahmu?" tawar Richard
"Namaku Nurma!" balas wanita muda itu yang sedikit malu.
"Nurma?"tanya balik Richard akan teringat sesuatu.
"Apa ini hanyalah sebuah kebetulan. Apa dia mungkin benar-benar Nurma cucu dari Bibik Minah?"batin Richard, berlalu ia mengeluarkan sesuatu dalam sakunya.
"Maaf kalau boleh tahu nama kamu kan Nurma? Apa kamu cucu dari seseorang yang bernama Bibik Minah?"tanya Richard secara langsung.
"Bibik Minah?" tanya wanita itu dengan wajahnya yang ikut terkejut.
"Iya tunggu biar lebih jelasnya lagi kamu pasti kenal kan dengan seseorang yang ada difoto ini?" sambungnya dengan menunjukkan satu foto pada layar ponselnya.
__ADS_1
"Ini ...Ini Nenek. Dari mana kamu tahu foto dari seseorang ini kamu kenal dimana seseorang ini?"tanya Nurma dengan air matanya yang mulai mengalir.
"Jadi beneran kamu kenal dengannya?"
"Iya dia nenekku aku sudah mencarinya selama ini tapi aku tidak juga menemukannya. Aku mohon antarkan aku kepadanya aku mohon, aku mohon!"
"Baiklah aku akan mengantarkan anda ketemu dengan seseorang yang ada didalam foto ini, ayo ikutlah aku!"
"Baiklah!"
Tidak menunggu waktu lama mereka akhirnya telah sampai disalah satu lokasi yang sering dikunjungi manusia yaitu pemakaman. Makam yang terlihat pada berjejer ada yang masih baru. Dan ada juga yang terlihat sudah cukup lama yang selimuti rerumputan hijau rindang.
Selama beberapa langkah Nurma mengikutinya akhirnya tak lama kemudian mereka pun telah sampai ditempat yang akan mereka tuju.
Berhenti disamping makam yang terlihat masih sedikit baru. Pandangan Nurma terbuka setelah ia melihat dengan jelas jika ada batu nisan yang bertulisan nama Minah Pujiati yang telah tertulis pada batu tersebut.
"Ini apa maksudnya kenapa di batu nisan ini ada nama nenek yang terpampang disini. Kamu ... kamu gak lagi sedang bergurau kan aku tahu semua ini pasti prank kan aku tahu kamu hanya membodohi ku jadi cepat katakan padaku dimana nenek sekarang. Aku ingin marah karena semua ini sangatlah tidak lucu dimana nenek
"Percuma Kamu bersikeras memaksa ku untuk berkata jujur dimana Nenek kamu. Karena pada kenyataannya apa yang aku katakan memanglah benar. Nenek kamu dia dia beneran sudah meningal. Dan pemakaman yang ada dihadapan kamu ini beneran makam nenek kamu dia ...dia beneran sudah meninggal?"
"Gak aku tidak percaya. Aku tahu. Aku kamu pasti bergurau ini tidak mungkin!"
__ADS_1
"Baiklah jika kamu masih tidak percaya dengan apa yang aku katakan sekarang. Tapi yang jelas nenek kamu meninggal karena sebuah kecelakaan, takdir kita tidak pernah tahu kapan dan dimana tragedi itu akan terjadi. Kematian nenek kamu itu sudah takdir jadi kamu tidak boleh bersedih."
BERSAMBUNG.