Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 53 " Apa secepat itu Richard berubah "


__ADS_3

"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu?" tanya Sandra yang sedari tadi memperhatikan Richard yang terus- menerus menatapinya sembari memegang laju kendaraannya.


"Kenapa kamu harus tanya, bukannya aku sudah sering melakukan semua ini termasuk memperhatikanmu dengan cara-cara seperti ini?" timpal Richard yang kemudian Sandra pun berkata.


"Richard?" tanya Sandra yang kemudian Richard pun menjawabnya.


"Iya?"


"Apa kamu sudah mulai memaafkan ku. Dan memaafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan padamu termasuk dengan beraninya aku mengkhianatimu?"tanya Sandra yang spontan membuat Richard pun memberhentikan laju kendaraanya.


"Memang bagiku ini sangatlah susah tapi mulai sekarang aku akan berusaha untuk melupakan semua itu. Apalagi dengan adanya calon anakku yang ada dikandungan mu jadi hal itulah yang membuatku harus memaafkan mu."


"Jika sekarang kamu sudah mulai memaafkan ku. Apa itu artinya perasaan cinta kamu untukmu itu juga sudahlah kembali seperti semula. Seperti dulunya kamu mencintaiku dan perduli akan kondisiku. Bukannya melihat apa yang kamu lakukan tadi itu sudah membuktikan kalau perasaan kamu belumlah hilang dari dalam hatimu?"


"Soal pertanyaan kamu itu aku belum bisa menjawabnya, jadi lebih baik kita cepat kembali ke Rumah!" timpal Richard yang mencoba mengalihkan pembicaraannya. Dan bergegas ia pun melajukan lagi laju kendaraannya.


"Baiklah kalau kamu memang belum siap untuk mengatakan itu?" balas Sandra yang kemudian ia pun tersenyum kearah Richard, akan tetapi Richard tidak menyadarinya.


Memang saat ini kamu belum mampu untuk mengucapkan kata itu lagi maupun berkata jika kamu masih sangat mencintaiku, akan tetapi mulai sekarang aku akan berusaha untuk menjadi Istri yang baik untukmu. Aku janji.


pukul 20:00 .


"Astaga Richard ada apa. Apa yang terjadi, Mbak Sandra apa yang terjadi Mbak?" tanya Resya yang begitu terkejut melihat Sandra dan Richard yang baru aja melangkahkan kakinya memasuki ruang tamu.


"Sandra barusan habis diculik oleh Alex, untungnya aku berhasil menyelamatkannya. Ya sudah kalau gitu aku masuk dulu aku inggin mengantarnya ke kamar!" balas Richard yang tanpa berkata lagi, ia pun mengendong Sandra.

__ADS_1


"Baiklah!" balas Resya sembari tatapannya yang tak kunjung hilang menatap kearah mereka.


"Richard dia sekarang sudah mulai perduli sama Sandra? Bahkan melihat sikapnya itu sudah sangat membuktikan. Apa itu artinya Richard sudah mulai kembali perduli kepadanya? Astaga Resya kenapa kamu jadi cemburu seperti ini sama Sandra, Sandra juga Istri Richard jadi sudah seharusnya ia bersikap adil kepadanya apalagi Sandra juga lagi mengandung jadi pastinya Richard akan tambah sangat memperdulikannya?" batin Resya yang sudah mulai was-was.


Duduk diujung ranjang sembari melamun dan mengingat semua perkataan yang diucapkan Richard pada beberapa hari yang lalu membuatnya berfikir yang tidak-tidak. Apalagi melihat sikap Richard yang tiba-tiba berubah perduli lagi kepada Sandra membuatnya merasa sedih dan bingung akan perasaan yang ia rasakan saat ini.


FLASE BACK ON.


Melihat Richard yang tiba-tiba pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi kepadanya, Resya pun akhirnya mencari Richard. Setelah kebingungan mencarinya, Resya pun akhirnya mengetahui dimana Richard berada saat ini, yang dimana pada saat itu Richard sedang berada di blangkon atas dan bersantai sembari memandangi pemandangan langit yang kelihatan sangatlah indah, ditambah lagi dengan bintang-bintang yang bersinar membuat Richard pun semakin betah untuk tetap memandanginya. Dan enggan untuk pergi meninggalkan tempat ini.


"Astaga Richard aku mencari mu kemana-kemana, ternyata disini kamu rupanya?" ucap Resya yang kemudian membuat Richard akhirnya berganti melihat kearahnya.


"Kenapa kamu ada disini, kenapa kamu tidak menemani Sandra saja sekalian kamu dengerin ucapan kebohongan yang diucapkan oleh Sandra?" balas Richard dengan menunjukkan wajah kesalnya.


"Rich apa kamu marah sama aku? Apa kamu marah karena aku terlalu mudah mempercayai perkataan yang diucapkan oleh Mbak Sandra? Aku tahu Rich ini mungkin kelihatannya sangat aneh dan sulit untuk dipercaya, tapi kamu kan tahu sendiri, aku itu seperti apa orangnya. Aku paling tidak bisa jika harus membenci orang. Aku tahu yang dilakukan Mbak Sandra memang sangatlah salah, tapi apa aku salah jika aku memberi dia kesempatan yang kedua?"


"Baiklah demi kamu aku akan menjaga jarak dengan mbak Monika sekarang. Karena aku tidak mau kamu akan kecewa nanti sama aku.


"Baiklah jika kamu sudah memutuskan itu. Dan aku harap kamu tidak ingkari perkataan kamu itu?"


"Soal itu kamu tenang saja Rich, aku bukan tipe orang yang suka mengingkari janji ataupun mengingkari perkataan yang barusan aku ucapkan. Jadi kamu jangan cemaskan itu?"


"Baiklah!" ucap Richard yang kemudian dia pun tersenyum, Resya yang melihat Richard kembali tersenyum, ia pun akhirnya membalas senyuman itu.


"Richard ada bintang jauh?" ucap Resya yang seketika terkejut setelah tak sengaja melihat ada bintang jauh yang mengarah kearah selatan.

__ADS_1


"Iya, apa kamu tidak inggin mengucapkan sesuatu ataupun meminta sebuah permohonan?" tanya Richard.


"Permohonan, kamu percaya dengan perkataan orang-orang, jika mengatakan setiap ada bintang jatuh, kita bisa meminta apa aja permohonan yang kita mau. Karena katanya permohonan itu akan segera terkabul"


"Ya sebenarnya aku juga agak sedikit tidak mempercayai rumor yang beredar itu, tapi apa aku salah jika kita mencobanya sekali saja?"


"Iya baiklah jika itu kemauan kamu, tapi sebenarnya aku ada satu permohonan yang inggin aku ucapkan, permohonan itu ada kaitannya sama kamu?"


"Aku?"


"Iya?"


"Memangnya permohonan apa yang kamu inginkan dariku?"


Sembari memandangi wajah Richard. Melangkahkan kakinya lebih dekat kearah Richard, Resya pun perlahan-lahan mulai memegangi wajah Richard sembari mengatakan.


"Aku tidak meminta yang aneh-aneh atau pun yang macam-macam dari kamu Rich. Tapi aku hanya meminta satu permohonan dari kamu yaitu? Karena aku juga tahu kamu kan punya dua Istri. Apa kamu bersedia menjadi Laki-laki yang setia dan bertanggung jawab untuk calon anak kita nanti, karena jujur aja sebenarnya aku merasa kamu itu belum cukup bertanggung jawab pada rumah tangga kita ini. Aku mau setelah aku mengatakan ini, aku mau kamu menjadi orang yang lebih setia dan perduli pada kehidupan rumah tangga kita nanti, dan aku?"ucap Resya yang tiba-tiba terhenti.


"Sudah! Aku tahu apa yang inggin kamu katakan itu? Maafkan aku jika selama ini aku masih bersikap seperti bocah yang dengan gampangnya hanya berkata dan menyuruh. Aku juga sadar kalau aku juga masih punya banyak kekurangan, karena aku masih egois karena hanya memikirkan kebahagiaan aku sendiri, tanpa memikirkan kebahagiaan kalian semua, maafkan aku karena kebodohanku ini, aku harus membuat kamu masuk ke perangkap kehidupan yang sangat menyedihkan ini. Dan membuat hidupmu tambah semakin menderita maafkan aku?"


"Kamu gak perlu meminta maaf sama aku. Karena aku juga tahu posisi kamu seperti apa, kita anggap aja semua masalah ini sudah berlalu, kita lupakan semuanya sekarang hanya ada kebahagiaan yang akan hadir dalam kehidupan kita ini, jadi kita lupakan semuanya ya?"


"Terima kasih Res! Terima kasih karena kamu sudah mau mengerti dengan kondisiku saat ini, terima kasih?" ucap Richard yang kemudian tanpa berkata lagi, dia pun langsung memeluk Resya.


FLASE BACK OFF.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2