Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
TAK SENGAJA BERTEMU


__ADS_3

"Kenapa sih lagi mode move-on aku malah dipertemukan lagi dengan dia. Kan udah enak-enak beberapa bulan hampir bisa melupakannya tapi kenapa sekarang dia malah nongol lagi," gerutunya dengan berjalan tepat di-kantor Gangnam.


Dari kejauhan Verrel yang juga berjalan melewari jalanan yang dilalui Rasya sekarang, dia pun tak sengaja melihat Rasya yang sedang berbicara sendiri. Karena merasa aneh dengan apa yang terjadi pada temannya itu akhirnya tanpa memikirkan apa-apa lagi verrel pun langsung menghampirinya.


"Hey Rasy, apa sedang kamu pikirkan kenapa kamu berbicara sendiri? Lo gak lagi sakit kan?"tanya yang kemudian memegang kening Rasya.


"Badan lo normal-normal saja. Dan gak juga panas tapi apa yang membuat lo berbicara sendiri, inggat Rasya lo itu masih muda jadi jangan buru-buru jadi orang pikun dan lo juga gak lagi gila kan? Lo masih waras kan?"


PLAK.


Karena merasa kesal Rasya akhirnya memberi satu keplakan tepat mengenai kepala Verrel.


"Apa yang lo lakukan? Kenapa lagi-lagi lo mengeplak-ku sakit tahu?" ucap Verrel sembari mengelus-ngelus kepala belakangnya.


"Biarin lagian lo juga gak lihat apa kalau aku itu lagi kesel banget karena ulah si gadis gesrek itu, bisa-bisanya lo malah meledekku seperti itu? Jadi lo terima sendiri akibatnya!" gerutunya.


"Tunggu gadis? Lo habis ketemu sama seorang Gadis bagaimana mungkin bisa?"tanyanya yang terlihat sangat penasaran


"Iya semua ini berawal dari aku yang tak sengaja memeluknya, yang akhirnya dia pun marah ssmpai-sampai menuduhku kalau aku itu sengaja memeluknya apa itu gak kurang ajar namanya?


"Berpelukan?"


"Iya?"


"Kenapa lo malah tertawa apa lo gak lihat aku sekarang lagi kesal banget, tapi kenapa lo malah tertawa?"


"Ya bagaimana mungkin aku tidak tertawa kalau akhirnya aku sekarang melihat teman gue si Bad boy ini, akhirnya bisa berpelukan juga sama seorang wanita. Dan bilang sama aku ini pelukan pertama lo kan setelah dulu Lo bilang pernah berpacaran tapi tidak pernah memeluknya atau pun menciumnya?"


"Siapa bilang ini pelukan pertamaku kepada seorang wanita, apa lo kira Mamiku seorang laki-laki apa, gila ya lo?"

__ADS_1


"Oh iya maaf! Tapi memang kenyataanya ini pelukan pertama lo terhadap seorang wanita apalagi dia itu gadis yang akhirnya berhasil membuat lo merasa kesal seperti ini. Oh iya ngomong-ngomong gadis itu cantik gak?"hm


"Dahlah males aku ngomong sama kamu, lebih baik aku pergi saja?" ucapnya yang kemudian dia yang hendak akan pergi tiba-tiba ditarik oleh Verrel.


"Tunggu? Aku belum selesei ngomong masih ada lagi yang inggin aku katakan sama lo?"


"Apa tentang gadis itu?


"Tidak?"


"Terus?"


"Makanya lo ayo ikut aku?"


"Kemana?"


"Yup betul sekali makanya kita harus ikut melatih perkembangan acara ini apalagi yang aku dengar-dengar banyak calon detektif pemula cewek yang pastinya bisa aku goda kan?"


"Harusnya aku sadar apa tujuan pertama kamu mengajakku kesini, sudahlah aku ingin masuk biar para Polisi yang lainnya yang mengurus pengetesan ini.


"Akhirnya tiba juga aku disalah tempat yang sudah aku impikan sedari dulu yaitu menjadi seorang calon Polisi dikantor kepolisian Gangnam ini. Ayo Sifa tunjukkan pada Dunia akan siapa kamu ayo ...


Beranjak dari tempat ia berdiri saat ini. Langkahnya yang ingin menuju ketempat yang ingin ia tuju. Akan tetapi Langkahnya terhenti setelah ia tak sengaja bertabrakan dengan salah seorang detektif senior yang seketika hampir merubuhkan dirinya.


Kedua tatapan saling bersautan. Tak ada angin mau pun hujan kedua tatapan itu tak henti-hentinya teralihkan dari pandangan keduanya.


Memandang dari ujung kepala sampai ujung kaki tatapan Sifa tak henti-hentinya menatap pada seorang Pria yang sudah berseragam rapi.


"Kamu? Ngapain kamu disini apa kamu sengaja membuntuti-ku?"

__ADS_1


"Apa kamu bilang membuntuti-mu yang benar saja kurang kerjaan sekali aku membuntuti-mu. Dari pada aku harus membuntuti lebih baik aku membuntuti Wanita yang lebih cantik dan pastinya dia sifatnya tidak kaya anak kecil.


"Apa kamu bilang? Apa kamu sedang menyindir-ku?" gertak balik Sifa


"Kenapa? Apa kamu tidak terima memang ini kan yang terjadi? Sikap kamu itu kaya anak kecil jadi jangan mencoba membangkang," tegasnya lagi.


"Berani kamu berkata seperti itu?"gertak balik Sifa lagi.


"Iya aku berani lagian untuk apa aku harus takut sama macan betina sepertimu kurang kerjaan sekali.


Dari kejauhan suara perdebatan keduanya berhasil menyita perhatian orang-orang yang juga berada tak jauh dari lokasi tersebut.


"Astaga ada apa sih ini kenapa kalian berantem?"tanya Verrel akan tetapi kemudian ia mendapatkan bentakan dari keduanya.


"Diam!"


"Kalian ini kenapa kompak sekali membentakk-ku. Aku ini berusaha melerai perdebatan kalian kenapa kalian malah membentak-ku?"


"Dah-lah males ribut sama tukang selingkuh sepertimu!" gertaknya berlalu Sifa pun pergi dari hadapan Rasya mau pun Verrel.


"Lagian siapa juga yang mau ribut dengannya kurang kerjaan banget," gertak balik, Verrel yang mendengar ia kemudian bertanya pada Rasya.


"Rasya dia siapa kenapa kamu malah memarahinya seperti itu? Apa kalian sudah sama-sama saling mengenal?" tanya Verrel dengan wajah herannya.


"Dahlah jangan bahas soal wanita gesrek itu aku tidak ingin membahasnya lagi," timpalnya yang ikut pergi mengabaikan Verrel.


"Dasar bisa-bisanya aku dicuekin kaya gini," gerutunya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2