
"Resya... Resya akhirnya kamu masuk juga kedalam jebakanku, dan hanya tinggal menghitung menit maka kamu aku akan pastikan jika kita akan beda alam!"ucap Sandra dengan tersenyum sinisnya, sedangkan Resya yang semakin takut lantaran nyawanya yang sudah berada diujung tanduk.
Sesekali Sandra pun melihat kearah belakang dan ternyata terdapat lah perekam pengintai yang sengaja dipasang ditempat ini.
"Kamera cctv jadi disini ada kamera pengintainya, sial berarti apa yang aku lakukan tadi sudah tertangkap basah dong, tidak aku tidak boleh gegabah dan bodoh aku harus mengatur strategi rencana baru lagi, tapi apa?" batinnya yang merasa bingung, pandangannya yang tertuju pada Resya. Ingat dimana ia menginjakkan kakinya sekarang.
"Aku punya ide sekarang!" batin Sandra
Entah apa yang ada dipikiran Sandra saat ini, jika tadi Resya yang berusaha menahan tangan Sandra untuk jangan sampai berhasil mendorongnya kebelakang, kini malah berganti balik. Sandra yang sudah tidak lagi melakukan perlawanan dan hanya terdiam, sedangkan Resya yang tidak sengaja ia pun telah mendorongnya dengan kasar yang akhirnya membuat Sandra pun jatuh.
"Resya apa yang kamu lakukan kenapa kamu inggin membunuhku. Apa kamu sengaja menjebak ku ketempat ini lantaran kamu inggin merebut Richard dariku, apa salahku ah... perutku!" ucap Sandra yang berkata dengan sangat keras, sesekali ia pun merintih kesakitan.
"Sandra apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah berkata seperti itu. Apa maksud kamu kenapa kamu jadi terduduk dibawah seperti ini?" tanya Resya yang merasa terheran dan sangat bingung dengan tindakan apa yang dilakukan Sandra saat ini. Hingga kemudian ia pun terkejut setelah melihat darah segar yang mengalir dari kaki Sandra.
"Astaga darah?" ucap Resya yang tanpa berkata ia yang hendak inggin menghampiri Sandra.
"Tolong ...aku mohon kamu jangan mendekat! Aku mohon kamu jangan mendekat pergi! Tolong...tolong..."teriak Sandra yang tambah membuat Resya tambah semakin bingung.
Tak lama beberapa Polisi pun datang dan mendapati Sandra yang sudah dalam kondisi terluka dibawah tanpa berfikir Polisi itu pun langsung membangkitkan Sandra.
"Astaga apa yang terjadi ini, kenapa anda bisa terluka seperti ini?" tegas Polisi tersebut.
"Wanita ini menggalami pendarahan jadi cepat segeralah kita larikan ke Rumah sakit. Kamu ikutlah bersama kami!" pinta Polisi itu yang kemudian beberapa polisi pun membantu Sandra untuk berjalan secara berhati-hati.
Mendengar kabar jika Sandra menggalami pendarahan, Richard yang tanpa mau menunggu ia lantas langsung bergegas pergi ke Rumah sakit. Akan tetapi sesampainya Richard di Rumah sakit ini, ia pun terkejut setelah tak sengaja melihat ada beberapa Polisi yang masih berada ditempat ini.
"Sial, kenapa bisa ada Polisi disini?" gumam Richard yang merasa sangat bingung.
" Jika aku mendekati mereka, mereka akan tahu siapa aku. Tapi jika aku tidak keluar dan menampakkan diri yang ada para Polisi itu akan curiga sama aku. Astaga apa yang harus aku lakukan sekarang?"gumamnya yang kemudian ia pun mendapatkan ide.
Bergegas pergi meninggalkan tempat ini dan menuju ke ruang cuci muka, Richard lantas menyamar dengan merubah penampilannya seperti mengacak-acak rambutnya dan tak lupa ia pun menggunakan kumis dan tompel palsu yang sengaja ia pasangkan diwajahnya agar para Polisi itu tidak sampai mencurigai jika dirinya adalah seorang Mafia.
"Untung saja aku selalu berjaga-jaga bila mendapat masalah yang mendesak seperti ini, jadi aku rasa para Polisi itu tidak akan mungkin mencurigai ku?"gumam Richard yang kemudian ia pun segera keluar dari ruang cuci muka sekaligus dengan menunjukkan penampilannya yang super dekil berbeda dengan Richard yang aslinya.
"Resya apa yang terjadi pada Putriku kenapa dia bisa sampai terluka seperti ini?" tanya Richard yang tiba-tiba datang dan seketika telah mengejutkan Resya yang sedari tadi telah ditanyai oleh para Polisi mengenai kasus ini.
"Richard apa yang terjadi dengannya. Astaga aku baru ingat dia seorang Mafia yang jadi incaran para Polisi ini pantas saja dia merubah penampilannya menjadi bapak-bapak seperti ini?" batin Resya sembari sesekali ia pun menelan air li*rnya.
"Om tenang saja Putri Om dia masih diperiksa oleh Dokter didalam, jadi tunggulah!"balas Resya yang mencoba meyakinkan para Polisi ini.
"Maaf jadi anda ini Ayah dari saudara Sandra?" tanya David yang tak lain adalah salah satu Polisi anak buah dari Revan.
__ADS_1
"Iya saya Ayahnya, tapi apa yang sebenarnya terjadi kenapa bisa ada Polisi disini. Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Om tidak perlu khawatir, kita hanya mengintrogasi Wanita ini karena kita ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi sebenarnya pada permasalah ini. Akan tetapi Om tidak perlu khawatir tentang kasus ini. Karena kami telah anggap jika kasus ini menjadi kasus kecelakaan biasa tidak ada kaitannya dengan rencana pembunuhan. Ya sudah karena masalah ini sudahlah selesai jadi maaf kita pamit karena masih ada tugas yang perlu kita lakukan!"
"Baiklah kalau gitu, sekali lagi terima kasih atas bantuannya."
"Iya sama-sama ya sudah mari saya tinggal dulu?"
"Baiklah!"ucap David yang sesekali ia pun memandang kearah Richard dengan menunjukkan sedikit tatapan sinisnya.
"Aku kenal dengan Wanita itu, Wanita itu adalah Resya yang beberapa hari lalu Revan dan Natali telah bercerita kepadaku mengenai dirinya. Akan tetapi yang bikin aku heran apa hubungannya Resya dengan Richard si Mafia licik itu. Bahkan aku juga tahu kalau Om-om itu aslinya adalah Richard yang berusaha untuk menggelabuiku tapi kenapa Resya malah mendukungnya jika hidupnya itu dalam kondisi terancam bersama dengan Pria itu. Aku harus beritahu masalah ini pada Revan karena dia berhak untuk tahu masalah ini !"batin David yang kemudian ia pun melanjutkan lagi jalannya.
"Syukurlah mereka tidak mencurigai siapa aku!" ucap Richard yang kemudian ia pun melepaskan kumis palsunya.
"Maaf apa anda Suami dari Pasien?"tanya Dokter yang setibanya keluar.
"Iya Dokter saya Suaminya, gimana keadaan Istri saya Dok. Apa pendarahan yang ia alami menggalami terlalu parah?" tanya Richard.
"Anda tenang saja Istri anda dia baik-baik saja dan untungnya saja benturannya juga tidak terlalu keras jadi janin yang ada di kandungannya masih bisa selamat. Dan dia juga sudah sadar jadi silahkan jenguk lah."
"Baiklah, makasih ya Dok!"
"Baiklah, silahkan!"balas Richard kemudian.
"Resya sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Sandra bisa sampai terluka seperti ini?" tanya Richard yang kemudian membuat Resya pun bingung mau mengatakan apa.
"Apa aku harus berkata jujur saja pada Richard apa yang sebenarnya telah terjadi tadi. Aku tidak mau terkena masalah jika masalah ini akan menjadi lebih lebar lagi?"batin Resya yang baru aja ia mau mengatakan, tiba-tiba Suster pun datang.
"Maaf Pasien sedang memangil nama Richard, apa anda orang yang bernama Richard?" tanya sang Suster.
"Iya dengan saya sendiri!"balas Richard.
"Silahkan masuklah, Istri anda sedang membutuhkan anda."
"Baik Sus."
"Richard?"ucap Sandra yang masih terbaring lemas diatas brangkar Rumah sakit.
"Sandra gimana keadaanmu sekarang apa kamu baik-baik saja, kamu gak lagi ngerasain sakit lagi kan?" tanya Richard yang kemudian Sandra pun mengatakan sesuatu.
"Aku tidak tahu apa kesalahan yang pernah aku perbuat sama kamu Res. Aku juga sadar jika aku pernah salah dan jahat sama kamu, tapi akan lebih baik kita omongin masalah ini secara baik-baik tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan. Apa sebenarnya selama ini kamu hanya berpura-pura baik pada kita semua karena kamu inggin menggambil simpati dari Richard karena dengan begitu kamu bisa terbebas menyingkirkan ku dari kehidupan Richard?"ucap Sandra yang beralih Richard pun bertanya padanya.
__ADS_1
"Sandra apa maksud kamu kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" tanya Richard.
"Aku tidak tahu apa Setelah aku mengasih tahu kamu soal ini. Apa kamu akan percaya atau malah sebaliknya kamu akan menganggap jika akulah yang salah dan merencanakan semua ini. Karena pada kenyataanya kamu juga sangat sulit untuk mempercayaiku Rich.
"Sandra jika kamu inggin mengasih tahu aku sesuatu cepat bicaralah jangan tambah menambah masalah yang akan menjadi semakin rumit?" timpal Richard yang merasa sangat bingung dengan perkataan apa yang dimaksud oleh Sandra barusan.
"Richard apa kamu sadar jika selama ini kita salah telah menilai dan menganggap dia sebagai orang baik. Karena pada kenyataanya dia tidak sebaik yang kita kira? Apa kamu tahu apa alasannya kenapa aku bisa masuk kerumah sakit. Apa kamu inggin tahu apa itu penyebabnya, dialah orang yang sudah membuatku seperti ini. Dia juga orang yang berusaha Ingin membunuhku dan juga membunuh anak yang ada dikandungan ku ini.
"Apa kamu punya bukti sehingga kamu bisa berkata seperti itu?" timpal Richard.
"Aku sudah menduga jika kamu mungkin tidak akan pernah mempercayaiku, sekarang sudah benar-benar terjadi. Bahkan Resya bukan hanya berpura-pura baik tapi dia juga sudah berhasil menghasut pikiran kamu untuk selalu percaya dan terus percaya dengan ucapan apa yang ia selalu ia katakan.
"Tidak itu semua tidak benar, Sandra apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah memutar balikkan fakta seperti ini. Tidak Richard aku berani bersumpah kalau aku bukanlah orang yang inggin menyakiti dia itu bukan aku dan kamu harus percaya sama aku!" timpal Resya dengan menggenggam erat tangan Richard agar dia percaya dengan apa yang ia katakan saat ini.
"Tapi sayangnya pembelaan kamu telah sia-sia karena kami punya bukti jelas jika andalah pelaku dari semua ini?" timpal seseorang yang tiba-tiba langsung memasuki ruangan ini.
"Anda, siapa?" tanya Richard yang begitu terkejut melihat kehadiran seseorang berseragam itu.
"Saya adalah Satpam penjaga Gedung Graha awalnya aku tidak tahu apa-apa jika diatas Gedung graha terdapat lah tindakan kejahatan yang barusan dilakukan oleh seseorang. Akan tetapi setelah saya melihat kamera cctv yang terpasang disana aku sadar jika benar nyatanya jika Wanita inilah yang bersalah yang berusaha ingin mendorong Istri anda agar jatuh di Gedung bertingkat itu!"ucap Satpam yang kemudian membuat Richard pun tidak percaya dengan menggeluarkan tatapan tajamnya kearah Resya, Resya pun dengan berusaha ia mencoba menjelaskan pada Richard Akan tetapi semua usahanya pun hanya sia-sia.
"Tidak ini semua bohong aku sama sekali tidak ada niat untuk mencelakai Sandra, ini semua bohong!"
"Masih inggin mengelak dengan cara apa lagi kamu. Apa dengan adanya bukti video ini kamu masih berusaha untuk membela diri?"ucap Satpam yang terus menerus memberikan tatapan tajamnya kearah Resya.
"Richard aku mohon percayalah sama aku, aku sama sekali tidak pernah ada niat apalagi inggin membunuh Mbak Sandra semua ini tidak benar. Ini semua hanya kesalahpahaman semua ini tidaklah benar aku mohon percayalah sama aku, aku mohon."
Belum juga Resya berhenti dengan berusaha membela diri, Richard yang sudah tidak tahan lagi ia pun akhirnya membentak Resya dengan kasar yang pada saat itu juga ia pun terkejut mendengar ucapan apa yang barusan dilontarkan Richard.
"Diam!" tegas Richard dengan menunjukkan wajah datar dengan amarahnya yang seketika keluar.
"Richard?"balas Resya dengan air matanya yang akhirnya menjatuhi kedua pipinya.
"Aku sudah tidak inggin lagi mendengar penjelasan kamu lagi, karena bagiku dengan adanya bukti ini, ini sudahlah jelas bagiku. Jujur aku sama sekali tidak menyangka jika kamu bisa berbuat seperti ini Res. Aku sudah sangat percaya jika kamu itu orang yang baik, tapi nyatanya kenyataan yang aku ketahui selama ini sangatlah salah. Dan ternyata kamu bukan orang sebaik yang aku kira, jadi pergilah karena aku tidak mau melihat wajah kamu di hadapanku pergilah!"tegas Richard yang langsung memalingkan pandangannya dari Resya.
"Baiklah jika sekarang kamu tidak mempercayaiku dan menganggap ku sebagai seorang penjahat aku tidak mempermasalahkan itu. Satu hal yang perlu kamu ketahui aku bukanlah orang yang sejahat yang kamu kira. Kamu Sandra sekarang kamu menang karena Richard berhasil mempercayaimu tapi aku akan berusaha untuk mencari bukti jika aku bukanlah orang sejahat yang kalian pikirkan, permisi!"
Langkah kaki yang sulit ia gerakkan bahkan untuk melangkahkan selangkah saja rasanya ia seperti sudah tidak mampu lagi untuk melakukannya. Apalagi Melihat orang yang ia cintai sama sekali tidak mempercayainya apa yang perlu untuk dipertahankan lagi.
Dan mungkin dia juga gak akan perduli dan khawatir kepadaku lagi, terus apa gunanya aku hidup jika penderitaan-ku akan terus seperti ini, kapan semuanya akan berakhir. Dan kapan aku akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya? Jujur aku sudah sangat lelah dengan semua ini, aku sudah sangat lelah!" ucap Resya yang kemudian tangisnya pun pecah setelah mengingat kembali nasib hidupnya sekarang.
BERSAMBUNG
__ADS_1