
Dalam perjalanan mereka menuju ketempat yang ingin mereka tuju. Pandangan Revan tak henti-hentinya memandang kearah Resya yang nampak memikirkan sesuatu. Secara diam ia memandanginya biar pun orang yang ia pandang sama sekali tidak pernah meliriknya.
Berada dalam satu mobil yang sama tapi keduanya tidak terdengar sedang bersahutan. Hinga akhirnya Revan pun memulai pembicaraannya.
"Resya?" tanya Revan, berlalu Resya mengalihkan pandangannya ke Revan.
"Iya Revan ada apa?" tanya balik Resya.
"Maaf apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?" tanyanya yang kemudian Resya membalasnya.
"Bertanya soal apa?"tanya balik Resya.
"Tidak. Aku tidak jadi membicarakan soal ini," balasnya kemudian membuat Resya berbalik bertanya padanya.
"Baiklah oh iya Revan sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan sama kamu. Apa aku boleh bertanya soal ini padamu?" tanya Resya berbalik Revan menatap Resya.
__ADS_1
"Baiklah tanyakan saja insyaallah aku bisa menjawab pertanyaan kamu itu," balas Revan dengan santai.
"Apa tindakan yang kamu lakukan sekarang ini tidak akan membuat seseorang akan marah? Karena jujur setelah aku perhatikan, perhatian yang kamu berikan kepadaku aku menganggap ini sudah sangatlah melampaui batas, jadi...
Belum Resya selesai dalam perkataannya. Segera Revan langsung membalasnya.
"Jujur aja di dunia aku sudah tidak percaya lagi yang namanya cinta sejati, cinta suci, ataupun cinta abadi. Karena menurutku cinta itu cuma akan bisa membuat hati kita akan tersakiti dan kecewa. Bahkan ada juga yang hanya untuk di manfaatkan demi karena sebuah harta bukankah itu gila bukan?"ucapnya yang kemudian Resya pun menimpalinya.
"Maaf, apa kamu pernah disakiti sama seseorang?"tanya Resya yang terlihat penasaran.
" Aku tau kamu adalah orang yang sangat baik, jadi pasti suatu saat nanti kami pasti bakal menemukan cinta sejati jadi Tuan harus semangat, kamu tidak boleh sampai putus asa karena aku yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa melewati masa masa sulit ini?"
Mendengar perkataan yang barusan diucapkan oleh seorang wanita yang berada disampingnya membuat hati Revan pun lebih lega. Bahkan tatapan yang ditunjukkan oleh Resya kepada dirinya membuat Revan bisa tersenyum lagi. Tatapan demi tatapan telah mereka lalui, bahkan tanpa sadar mereka sudah sama-sama saling memandangi satu sama lain hinga akhirnya ia sadar jika dirinya telah bersuami.
"Astaga apa yang barusan aku lakukan? Tidak seharusnya aku bertatapan serius dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya. Maafkan hamba Tuhan, maafkan hamba," batinnya yang kemudian ia pun memalingkan pandangannya. Sedangkan Richard yang sadar ia hanya tersenyum malu.
__ADS_1
"Oh iya Resya aku juga ingin bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Revan kemudian Resya berbalik menatapnya.
"Kamu ingin bertanya apa?" balas Resya.
"Sekarang kamu tahu kalau kamu sedang mengandung anak kandung Richard. Dan ini kedua kalinya kamu mengandung calon anaknya. Dan ini juga kedua kalinya dia telah mematahkan hatimu dengan cara seperti ini, jadi pertanyaan-ku? Apa kamu akan memberikan dia kesempatan kedua kali jika suatu saat nanti ia tiba-tiba telah berubah menjadi baik dan tulus kepadamu?" tanya Revan kemudian tatapan yang ditunjukkan Resya berbalik menghindari dari pandangannya seolah-olah ia kecewa dengan pertanyaan yang dilontarkannya.
"Maafkan aku Resya bukan aku ingin membuatmu bersedih akibat pertanyaan bodohku ini maafkan aku!"
"Kamu tidak perlu meminta maaf Revan. Aku sadar semua ini terjadi karena mungkin sudah takdir dari yang diatas, setiap manusia pasti akan mengalami pahitnya kehidupan. Entah itu karena patah hati, terluka bahkan hinaan dari keluarga sendiri. Akan tetapi aku sadar dengan kita mengeluh itu tidak akan menyelesaikan masalah. Bersabarlah mungkin cara yang tepat untuk menghadapi pahitnya kehidupan itu. Pastinya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan jalan keluar yang aku lakukan saat ini aku ingin meninggalnya mungkin dengan cara itulah aku bisa terlepas dari jeratan hatinya. Karena bertahan dengannya itu sama aku menjual harga diriku tanpa ada bayaran sepeserpun jadi cara meninggalkan dan mengalah itulah jalan yang aku ambil saat ini. Biar pun aku harus membesarkannya sendiri aku tidak perduli dengan semua itu karena itu sudah jadi tanggung jawab ku sebagai orang tua?"
"Aku tahu kamu gadis yang baik dan kuat Resya jadi aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ini. Sebentar lagi kita akan sampai ditempat Richard apa kamu sudah siap berhadapan dengannya?" tanya Revan.
"Iya aku sudah siap," balas Resya akan tetapi pandangannya terlihat masih memikirkan sesuatu.
BERSAMBUNG.
__ADS_1