Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 20. SANG PENGGEDAR.


__ADS_3

Setibanya Richard sampai ditempat pertemuan.


"Kalian, ada apa? Apa yang inggin kalian bicarakan kepadaku kenapa dari nada bicara kamu tadi terdengar gugup. Ada apa?" tanya Richard pada Gibran dan Reza.


"Ini Tuan Richard, kita baru aja mendapatkan kabar jika Black Blaker akan mengedarkan Narko*a berjumlah sangat banyak yang baru aja ia beli dengan cara ilegal. Dan tim kita yang berada di Negara A sudah berhasil memantaunya sampai detik ini. Dan untuk saat ia tidak bisa lagi memantaunya karena pengiriman barang ilegal itu sudah hampir memasuki wilayah Negara kita ini. Sedangkan mereka membelinya secara ilegal di Negara A?"ucap Gibran yang spontan membuat Richard pun terkejut.


"Apa tim kita memberi kode ke kita, tentang kendaraan yang berhasil menyusup ke wilayah negara kita ini?"tanya Richard lagi yang kemudian Reza menimpalinya.


"Iya dia berhasil memberi kode dengan menempelkan alat peretas yang berhasil ia tempelkan pada kendaraan ber plat ****** no tersebut Tuan."


"Sial. Sekarang kamu coba retas dan periksa alat pendeteksi yang sudah tersambung pada data kita, sudah sampai mana kendaraan itu sekarang?" tanyanya lagi.


"Baik Tuan!"timpal Reza yang kemudian ia pun mulai mengotak-atik barang berbentuk kotak itu.


"Sial Tuan. Kendaraan yang mengangkut barang haram itu sudah mulai memasuki wilayah J. Jika kita tidak segera menanganinya dengan segera, barang itu pasti akan dengan segera disebarkan ke seluruh wilayah ini dan negara kita ini."


"Astaga terus apa yang harus kita lakukan, semakin lama kita terdiam diri kesempatan emas akan berpihak pada mereka. Dan Alex jika rencananya ini berhasil aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, pasti dia akan tambah kejam karena memiliki senja*a yang berkualitas dengan kualitas yang sangat tinggi akibat dana tambahan ini,"timpal Gibran yang mulai cemas.


"Kita gak ada waktu lagi, kita harus segera menyiapkan jet pribadi kita yang anti peluru. Sekaligus menggambil semua senjata dan kendaraan anti peluru dan peledak yang akan kita gunakan nanti yang dimana Kendaraan kita masih terjebak Di Markas kita.


Karena aku punya rencana kita harus menyusul mereka setelah kita sampai dibelakang kendaraan itu kita lemparkan beberapa alat peledak tepat diatas sasaran agar semua barang haram itu lenyap dalam sekejap, sedangkan aku dan Reza kita akan menaiki jet pribadi kita aku akan menembaknya dari atas, jadi mari kita laksanakan tugas kita untuk menyelamatkan dunia.


Dan tugas kamu Dav, aku tugaskan kamu untuk memblokir semua jalan jurusan lokasi sasaran kita ini. Jadi sekarang kalian sudah mengerti kan."


"Baik Tuan kita mengerti. "


"Bagus cepat lakukan perintah saya."


"Baik Tuan!"balasnya yang kemudian mereka pun membuyarkan kerumunan. Sedangkan Gibran dan Reza ikut Richard untuk menggambil Mobil mereka yang masih berada di Markas.


Disebuah tempat yang dijaga dengan sangat ketat dengan adanya beberapa polisi yang bertugas untuk mengamankan wilayah ini terdapat lah tiga pria bertubuh kekar yang menyusup kesana melalui pintu terowongan bawah tanah.


Melihat dua sasaran tepat dihadapan mereka, mereka pun mengatur tak tik untuk menggambil Mobil mereka yang telah dijaga dengan penjagaan sangat ketat.


"Tuan apa yang harus kita lakukan penjagaan disini sangatlah ketat. Dan mereka penjaga tepat di Mobil yang hendak akan kita bawa?" tanya Gibran dengan suara kecilnya.


"Tuan kita tidak akan waktu lagi sasaran sudah sampai diwilayah A. Jika dalam dua atau satu jam kita tidak juga berhasil membawa mobil kita, saya rasa rencana kita akan gagal. Dan Dav baru aja mengabari jika dia berhasil mengamankan jet pribadi kita dengan menembak Polisi tersebut!"timpal Reza dengan barang yang slalu ia bawa yaitu sebuah laptop mini.

__ADS_1


"Astaga kenapa harus pake cara pembunuh Polisi itu apa dia tidak mikir dengan tindakannya itu kita malah akan masuk ke masalah yang baru lagi."


"Sudahlah jangan pikirkan soal itu, aku tahu sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Apa Tuan!"


"Aku membawa cairan obat bius ini dan aku akan melemparkannya ke arah mereka dan pada saat keluar asap putih nanti aku rasa mereka akan jatuh pingsan untuk sementara waktu. Setelah itu kita bergegas masuk kedalam mobil kita dan bergegas kita tancap gas tanpa memperdulikan orang-orang yang akan menghadang kita nanti. Gibran kamu ikut Reza dan biar aku sendiri yang melajukan mobil yang satunya apa kalian mengerti?"


"Iya Tuan kita mengerti?"


"Baguslah. Cepat berlarilah kearah mobil itu dan ingat jangan ada orang yang melihat gerak-gerik kalian."


"Iya Tuan ayo Rez."


"Baiklah ayo."


Berhasil tepat waktu masuk kedalam mobil berwarna hitam mereka masing-masing. Dan setir yang sudah ada dihadapannya mereka terlebih dulu melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 10:00 pagi yang artinya hanya membutuhkan waktu satu jam lagi maka rencana harus berjalan sesuai rencana."


"Apapun resikonya hanya butuh waktu 30 menit aku harus bisa keluar dari markas ini sekarang juga. Ayo sayang bantulah aku agar aku bisa keluar tepat waktu dari dalam markas ini." Ucapnya dengan memegang setir mobil."


Tatapannya yang sudah tertuju pada pandangan didepan matanya. Dan tangan yang sudah memegang setir Mobil Richard yang sudah siap untuk beraksi, ia pun dengan langsung-langsung menjalankan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi. Melihat ada orang yang berusaha menghadang tepat dihadapannya ia pun menjalankan laju kendaraanya hanya mengunakan satu tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk menembak seseorang yang berusaha menghalangi jalan yang hendak akan ia lalui."


Suara tembakan pun terdengar dengan sangat jelas, satu persatu orang yang berusaha menghadangnya orang itu pun akhirnya menjadi korban akibat ulah dari tindakan yang dilakukan Richard saat ini."


Tidak tahu berapa jumlah orang yang tergeletak disana karena Richard tidak memperdulikannya sama sekali karena ia hanya fokus pada laju kendaraannya."


Berlalu menutup kaca mobil, Richard akhirnya hanya fokus dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, tak perduli orang-orang sedang berusaha menembakinya karena ia tahu apa yang orang-orang lakukan saat ini tidak akan mampu menembus mobil yang anti baja dan peluru yang digunakan Richard saat ini."


Berhasil keluar dengan keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Richard akhirnya memerintahkan anak buahnya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini dan berganti menuju ke lokasi awal.


Jarum jam yang berputar dengan sangat cepat membuat mereka tambah semakin gugup dan cemas akan misi yang akan mereka jalankan saat ini. Belum lagi beberapa mobil Polisi yang dengan sigap mengejar mereka dari belakang mobil mereka."


"Tuan. Polisi masih mengejar kita?" tanya Gibran lewat benda kecil yang tertempel pada kupingnya."


"Abaikan mereka. Mobil yang kalian tumpangi anti peluru dan baja jadi biarpun mereka menembak mu beberapa kali pun, semua itu akan percuma karena mereka tidak akan mungkin mampu menembus beton ini."


"Baik Tuan. "

__ADS_1


"Sekarang aku perintahkan kalian lempar lah beberapa paku kejalan ini, karena hanya dengan cara itu kita terbebas dari kejaran mereka."


"Baik Tuan."


Melakukan cara licik dengan menyebarkan beberapa paku di jalanan ini. Rencana mereka pun akhirnya berhasil dan membuat para Polisi tidak berdaya setelah melihat mobil yang mereka tumpangi menggalami kempes secara bersamaan."


Berhasil mengalahkan para Polisi, Richard kemudian mendatangi salah satu bandara yang dimana disana ia sudah disambut dengan tim jet pribadi yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Kita gak ada waktu lagi cepat jalankan mesinnya."


"Baik Tuan."


"Kalian berdua lakukan tugas yang saya perintahkan tadi."


"Baik Tuan."


Gibran yang langsung mengenakan pakaian anti peluru sekaligus memakai helm ia pun dengan segera langsung mengendarai sebuah motor besar berwarna hitam dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Sedangkan David yang berhasil menjalankan tugasnya dengan memblokir semua aset jalan yang tujuannya mengarah kearah jalan tersangka.


📞 "Gibran sasaran sudah sampai ke jebakan kita. Kamu lihat mobil panjang berwarna hitam yang berada tak jauh dari lokasi kamu berada saat ini?"


📞 "Mana?" tanyanya sambil melihat kanan mau pun kiri.


📞" Jangan menengok kebelakang jika kamu menengok kamu akan ketahuan, tunggu 10 menit lagi maka kamu akan tahu sasaran sudah semakin dekat kearah kamu?"


📞 "Iya aku melihatnya mobil itu baru aja melewati ku.


📞 "Baguslah cepat jalankan kendaraan kamu sekarang!"


📞 "Baiklah. Ingat tetap jaga dan perhatikan gerak-gerik ku jika ada orang yang membuntuti ku segera beritahu aku.


📞 "Baiklah soal itu kamu tenang saja aku bakal mengawasi mu!"balas Reza yang kemudian ia pun menutup telfonnya. Sedangkan Gibran ia melajukan laju kendaraanya lagi.


HOTEL PERTAMA SARI.


"Sudah beberapa jam Richard mengunciku didalam sini tapi kenapa sampai sekarang ia belum juga datang dan membuka pintunya apa dia berniat ingin membunuhku secara perlahan karena menahan lapar seperti ini. Mana disini kulkasnya tidak ada isinya lagi sekarang apa yang harus aku lakukan, apa aku akan ma*i karena menahan lapar seperti ini?"uap Resya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aw...perutku...perutku rasanya sudah mulai sakit dan ngilu sekarang ini, ini pasti akibat aku telat makan karena dari kemaren aku belum juga makan, aw...astaga kenapa perutku tambah semakin sakit rasanya apa mungkin penyakit maag ku kambuh lagi aw...." Rintihan Resya karena tidak tahan ia pun akhirnya jatuh pingsan dilantai.


BERSAMBUNG.


__ADS_2