Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 36.


__ADS_3

FLASE BACK OF.


Melihat Resya yang lagi sibuk mengemasi beberapa pakaian yang ia masukkan didalam kopernya untuk ia kenakan pada saat berliburan nanti. Sandra yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan sinis, ia pun menghampirinya sekaligus mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat Resya pun terkejut akan perkataan yang barusan diucapkan olehnya.


"Resya...Resya...kamu itu bodoh sekali sih jadi orang. Apa kamu sadar jika kamu itu hanya dipermainkan olehnya. Apa kamu sadar juga jika selama ini Richard telah membodohi mu dan hanya akan mengganggap mu Istri buangan yang tidak akan pernah akan dia hargai. Dan sekarang kamu beruntung karena dengan adanya anak yang ada dikandungan kamu ini, kamu bisa terbebas tanpa adanya siksaan yang akan ia lakukan padamu. Tapi setelah anak yang ada dikandungan kamu ini lahir nanti. Apa kamu sadar apa yang akan ia lakukan, ia akan menyingkirkan mu' dan merebut sekaligus memisahkan mu dengan anak kandung kamu nanti, karena dia hanya perduli dengan anak yang kamu kandung, sedangkan kamu? Kamu hanyalah akan jadi wanita yang sama sekali tidak akan ia anggap. Apa kamu mengerti!"ucap Sandra yang kemudian Resya pun menatapnya dengan tatapan yang sedikit kurang percaya.


" Dan aku ada bukti untuk meyakinkanmu kalau kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan tadi. Dan ini adalah buktinya," ucapnya lagi yang kemudian Sandra pun mengeluarkan benda pipih yang berada didalam sakunya.


Dengan segera Sandra pun memutar perekam suara yang berada di ponselnya, mendengar sendiri perkataan apa yang barusan dilontarkan Richard pada perekam suara itu, membuat Resya mempercayai ucapan yang barusan dilontarkan Sandra kepadanya tadi.


Sayang kamu tenang saja aku mau menikahi Wanita itu kalau bukan karena darah dagingku yang tertanam disana, aku juga tidak akan mungkin mau menikahinya. Dan sekarang kamu tenang saja, setelah anak itu lahir aku akan merebutnya dan memisahkannya.


Kata-kata itulah yang keluar dari percakapan Richard dan juga Sandra yang pada sedang berbincang-bincang. Dan tanpa disadari Richard, Sandra telah berhasil merekam suara, suara dan perkataan yang barusan dikatakan Richard barusan.


Terkejut dengan perkataan yang dilontarkan Richard barusan. Rasa sakit yang seperti sedang tertusuk seperti telah menggores hatinya.


Berharap hidupnya akan menjadi lebih baik setelah ia menikah dengan laki-laki itu, kini harapannya seketika musnah setelah ia sadar dan mengetahui jika dirinya ternyata menjadi istri kedua. Istri yang sama sekali gak ada harganya di mata pria asing yang sekarang sudah menjadi Suaminya.


Aku tidak masalah jika aku harus menggalami semua ini karena aku juga sadar jika aku ini hanyalah istri cadangan, bahkan pada saat nanti anakku lahir aku mungkin akan diceraikan olehnya. Dan sekarang benar terbukti kan.


Karena aku hanyalah Istri yang gak akan pernah dianggap olehnya, Jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus tetap fokus kepada buah hatiku dan kehidupanku nanti karena hanya itulah jalan satu-satunya kehidupanku yang sesungguhnya nanti. Batinnya yang berusaha untuk tetap tegar walaupun hati yang ia rasakan saat ini seperti ditusuk-tusuk.


"Gimana? Kamu percaya kan kalau kamu itu tidak lebih dari seseorang yang tidak berguna?"ucap Sandra dengan tersenyum sinis.


Tanpa berkata mau pun mengatakan sepatah kata pun lagi pada Sandra, Resya pun bergegas pergi meninggalkan Sandra.


"Akhirnya rencanaku berhasil juga membuat ia berbalik membenci Richard." Batin Sandra dengan menunjukkan senyum sinisnya lagi.


Aku tidak percaya apa yang ada di hati Pria kejam itu, kenapa dia sejahat itu sampai tega mau memisahkan aku dengan anak kandungku sendiri. Jika pernikahan ini hanya dia anggap pernikahan diatas kertas kenapa dia mau menikahi ku jika ujung-ujungnya ia hanya akan menyiksaku seperti ini.


Tidak Resya kamu tidak boleh kalah dan diam seperti ini terus, semakin kamu diam dia akan tambah semakin berbuat semena-mena sama kamu. Bahkan dia sudah gak mengganggap mu sebagai Istrinya jadi untuk apa kamu masih peduli dengannya. Sadarlah kamu harus bangkit ia..kamu harus bangkit dan melawannya, tunjukkan padanya kalau kamu itu bukanlah wanita lemah yang akan akan diam ketika ditindas seperti ini, jadi bangkitlah...bangkitlah!"batin Resya yang akhirnya ia pun mulai mengemasi barang-barang yang hendak akan ia bawa untuk berliburan nanti.


FLASE BACK ON.


"Sekarang bukannya udah jelas bukan, kalau kamu itu hanya akan mempermainkan ku, jadi dengan cara apa lagi kamu inggin menipuku?"tegas Resya pada Richard yang masih berada dihadapannya.


"Bedebah, rupanya Sandra juga berniat inggin membuat Resya supaya tambah semakin membenciku?"batin Richard yang hanya bisa terdiam.


"Jadi pergilah. Karena aku tidak inggin melihatmu ada disini pergilah dan temui Istri kesayangan kamu itu!"perintah Resya yang akhirnya ia pun membelakangi Richard.


"Baiklah aku akan pergi sekarang, tapi yang jelas perkataan yang barusan aku katakan sama sekali bukanlah ucapan yang hanya keluar dari mulut tanpa adanya pembuktikan yang pasti, jika sekarang kamu tidak percaya aku akan berusaha agar kamu percaya dengan perkataan yang barusan aku katakan tadi," balas Richard yang tanpa banyak berkata lagi, ia pun langsung keluar dari kamar ini.


"Aku sadar perlakukan kasar yang aku lakukan kemaren, memangnya sangatlah tidak mudah untuk dimaafkan olehnya. Tindakan jahat bahkan sampai berani melukainya dan menembaknya aku sadar aku pantas mendapatkan balasan semua ini. Dan sekarang aku tidak tahu apa aku masih pantas mendapatkan pintu maaf darinya.


Berjalan menulusuri bariton Hotel yang akhirnya ia pun masuk kedalam kamar Sandra. Dan melihatnya tepat dihadapannya inggin rasanya ia mencekiknya, tapi apa daya yang bisa Richard lakukan. Karena terhalang adanya dendam yang masih mereka dendam kepadanya membuat Richard harus sabar menghadapi Istri seperti dia.

__ADS_1


"Sayang kamu darimana aja sih, kenapa kamu lama sekali ambil handphonenya. Aku sudah capek tahu menunggumu?"ucap Sandra yang langsung memeluk lengan tangan kanan Richard.


"Dasar Wanita bajingan, inggin sekali aku menendangnya ke laut tapi kalau bukan karena adanya misteri yang belum mampu aku pecahkan, aku harus terpaksa bersikap manis kepadanya seperti ini,"batin Richard dengan tatapan sinisnya.


"Sayang kamu kenapa? Kamu tidak mendengar perkataan yang barusan aku katakan tadi?"tanya Sandra yang akhirnya ia pun beralih menatap Richard.


"Iya aku mendengar kamu kok."


"Oh iya sayang kita semua kan ada disini terus siapa yang akan membayar para petugas itu?"tanya Sandra dengan wajah penasaran.


"Kalau soal itu kamu tenang saja. Aku kan punya banyak anak buah jadi aku minta bantuan Gibran dan Reza untuk mengurus para petugas itu!"


"Ooo baiklah kalau gitu!"


"Nanti mereka juga akan menyusul ku kesini, mungkin siang nanti mereka juga akan sampai?"


"Baiklah itu tidak masalah."


*****


"Kalian akhirnya sampai juga disini?"ucap Richard yang melihat kehadiran ketiga anak buahnya yang baru aja turun dari mobil.


"Kenapa Tuan, kenapa wajah Tuan terlihat murung gitu. Ada apa?"tanya Gibran yang penasaran.


"Apa yang Tuan alami semua ini ada hubungannya sama Nyonya Resya?"


"Iya, lagi-lagi ke-salah pahaman pun terjadi diantara kita."


"Kita lihat Tuan seperti butuh bantuan kita. Apa perlu kita bantu Tuan untuk menjalankan satu rencana lagi sekarang!"cap Gibran yang kemudian Richard pun bertanya balik.


"Rencana, maksud kamu?"tanya balik Richard padanya.


"Sini aku bisikin?"ucap Gibran yang kemudian ia pun membisikkan sesuatu ke kuping Richard.


"Apa kamu serius ini akan berjalan sesuai rencana?" tanya Richard padanya.


"Sudahlah biar kita yang urus masalah ini. Dan Tuan tunggulah disini!"balas Gibran yang kemudian ia pun berjalan keluar pintu.


Malam yang sunyi dan waktu yang tepat untuk beristirahat setelah seharian melakukan aktifitasnya. Dalam ruangan yang bermotif putih Bibik dan Mamanya Sandra yang waktu itu sedang berada dalam satu kamar yang sama. Tiba-tiba suara ketokan pintu pun terdengar dari luar pintu kamar Hotel.


"Siapa itu yang lagi mengetok pintu jam segini?" tanya Resya pada Bibik.


"Kepala Bibik rasanya sudah mulai puyeng. Apa Nyonya bisa membuka pintu itu sendiri?" tanya Bibik dengan memegang kepalanya.


"Baiklah Bik, aku akan membukanya,"balas Resya yang kemudian ia pun berjalan menuju ke pintu depan. Setelah membukanya, ia yang berada diluar pintu ia pun merasa bingung lantaran tidak ada siapa-siapa.

__ADS_1


"Siapa yang mengetok pintu ini tadi kenapa disini tidak ada siapa-siapa?"gumam Resya pada dirinya sendiri.


Resya yang hendak akan pergi, tiba-tiba seseorang pun datang dari belakangnya dan langsung membungkam mulut Resya mengunakan sap tangan. Berusaha memberontak tapi apa daya tenaga seseorang itu tidak mampu untuk ia kalahkan. Dengan menyeret tubuh Resya kebelakang, seseorang itu pun membawa Resya dan memasukkan dalam satu ruangan. Berhasil memasukkan pada salah satu ruangan, Resya pun akhirnya bisa terlepas dan dengan terkejutnya ia melihat ketiga pria yang sudah berada dihadapannya.


" Kamu apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membungkam ku dan membawaku kesini. Apa yang inggin kalian lakukan kepadaku? Apa kalian inggin berniat jahat kepadaku?" tanya Resya pada ketiga Pria itu yang menunjukan ekspresi wajah secara sinisnya.


"Bukan mereka yang inggin berniat jahat kepadamu, tapi akulah orangnya?"timpal seseorang yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya. Dan orang itu yang tak lain ia adalah Richard.


"Kamu?Apa lagi yang inggin kamu lakukan, apa kamu inggin mencoba meyakinkanku lagi. Sudahlah percuma aja kamu berusaha sekuat tenaga karena aku tidak akan pernah mempercayaimu lagi. Apa kamu mengerti?"


"Ohh jadi kamu beranggapan seperti itu baiklah. Bukan Richard namanya kalau dia tidak akan bertindak nekat untuk mendapatkan apa yang ia mau. Kalian apa kalian bisa pergi meninggalkan kita berdua di ruangan ini?"ucap Richard pada ketiga anak buahnya.


"Baiklah Tuan kita akan pergi sekarang. Dan kita akan menjaga diluar ruangan agar tidak ada orang yang bakal menggangu bulan madu Tuan yang sudah tertunda selama satu bulan lebih,"ucap Reza.


"Baguslah, jadi pergilah sekarang."


"Baik Tuan."


Berlalu pergi dan hanya meninggalkan mereka dalam satu ruangan yang sama. Pandangan Resya pun tidak bisa terhenti sekaligus teralihkan pada pandangan yang berada dihadapannya. Dimana seseorang yang menatapnya dengan tatapan tajam dan terus memperhatikan dirinya dari atas sudut kaki sampai diujung kepalanya.


"Apa yang inggin ia lakukan, kenapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu. Apa dia sedang mabuk sekarang, tidak, dia tidaklah mabuk terus apa dia sadar dengan apa yang inggin ia lakukan sekarang. Bahkan tatapannya itu ia seperti inggin memangsa ku?"batin Resya yang terlihat takut, bahkan keringatnya yang keluar tidak mampu lagi untuk ia sembunyikan dari Richard jika dia terlihat sangat ketakutan sekarang.


"Aku tahu Resya dibalik sifat kamu yang pemberani itu terdapat lah rasa ketakutan yang tidak bisa kamu singkirkan dari diri kamu saat ini," batin Richard dengan tersenyum secara sinis.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu?" tanya Resya yang terlihat gugup dan tegang.


"Kamu memang paling cocok ketika memakai baju tidur berbahan tipis seperti itu? Aku suka itu?"gumam Richard dengan menyunggingkan bibirnya.


"Dasar Pria mesum bahkan dia masih kepikiran dengan pakaian yang aku kenakan saat ini. Kamu juga Resya kamu itu kenapa bisa se'ceroboh ini sih memakai baju tidur diatas lutut seperti ini?"batinnya yang mulai was-was.


"Gibran kira-kira Tuan Richard sudah sampai di ronde mana?"tanya Reza dengan ngawur.


"Mana aku tahu kalau lo memang penasaran kenapa lo gak sekalian intip mereka aja didalam?"sela Reza dengan kesal, sembari mencukur kukunya.


"Astaga pikiran lo mesum amat sih, biar pun gue jomblo gak gitu juga kali gue kepo ama urusan rumah tangga apalagi kalau masalah yang begituan," balas Gibran dengan kesalnya.


"Kirain lo kepo?"balas Reza yang kemudian pandangannya pun teralihkan setelah ia melihat seseorang yang berlari menuju kearahnya.


"Yahh kenapa lo Dav, kenapa lo lari kaya dikejar hantu kaya gitu?"tanya Gibran dengan sedikit ledakannya.


"Sandra lagi berjalan menuju kemari, cepat beritahu Tuan?"balas David yang seketika membuat Reza dan Gibran pun terkejut.


"Astaga baiklah!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2