Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Mulai muncul


__ADS_3

Jam yang sudah menunjukkan pukul hampir 22:00 malam tapi terlihat kedua mata Resya yang nampak masih terbuka lebar. Beberapa kali ia berusaha memejamkan matanya tapi apa daya usaha yang ia lakukan nyatanya tidak membuahkan hasil.


"Sial udah jam segini aku tidak bisa tidur, mungkin ini penyebab akibat minum kopi tadi dasar semua ini gara-gara dia." gerutu Resya.


Langkah seseorang terdengar hendak akan memasuki ruangan ini.


Melihat siapa seseorang yang datang, Resya hanya terdiam sembari memandangnya dengan tatapan sinis layaknya sedang mengintrogasi seorang penjahat. Richard yang menyadari akan tatapan itu, ia lantas bertanya.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa kamu sedang punya pikiran kotor dalam otak kamu itu?"


"Tidak, siapa yang bilang." balasnya dengan wajah juteknya.


"Tunggu? Kamu kenapa belum juga tidur apa kamu sengaja menunggu-ku?"


"G'r siapa juga yang menunggu-mu ya sudah ini udah malam dan aku ingin tidur sedangkan di ruangan ini hanya ada satu tempat tidur jadi cepat kamu pergilah. Dan tidur sama di-sofa aku tidak ingin tidur dengan-mu," perintahnya yang membuat Richard pun terdiam tidak percaya dengan perintah apa yang barusan dilontarkan pada sekretarisnya sendiri.


"Kamu? Apa aku tidak lagi salah dengar, kamu?" kamu menyuruhku untuk pergi dari tempat ini. Apa kamu sadar siapa seseorang yang kamu perintah saat ini. Aku ini atasan kamu berani sekali kamu menyuruhku untuk pergi dari ruangan ku sendiri?"


"Tuan ini sangat lucu bukankah tadi tuan sendiri yang mengatakan itu tadi, tapi kenapa sekarang tuan jadi membantahnya? Dan jika Tuan tidak mau pergi dari tempat ini? Apa Tuan berfikir kita akan tidur dalam satu ranjang seperti itu, astaga aku tidak menyangka pikiran Tuan ternyata sangatlah kotor.


"Iya memang aku tadi yang bilang, tapi aku sekarang berubah pikiran dan aku ingin tidur di ranjang ini, jika kamu ingin tidur Bersama-ku aku juga tidak masalah.


"Apa sih sebenarnya yang ada dipikiran Richard saat ini?"batin Resya yang terlihat kesal.


"Kamu diam. Apa diamnya kamu maka kamu setuju akan perintah-ku tadi?"balas Richard dengan tersenyum.

__ADS_1


"Diam, bukan seperti itu maksudku, lagian siapa juga yang mau tidur satu ranjang denganmu, punya perasaan sedikit aja aku tidak ada jadi mana mungkin aku mau tidur sama kamu. Baiklah jika kamu ingin aku tidur sofa aku akan melakukannya," balasnya sembari menunjukkan tatapan memelas-nya.


"Kenapa tatapan kamu memelas itu?" tanya Richard yang belum juga merebahkan tubuhnya.


"Astaga jadi anda tega mengusirku dari kamar tidur ini? Apa anda tega membiarkan seorang Wanita tidur diatas sofa apa anda tega?"


"Iya aku tega jadi cepat pergilah, " usirnya dengan melemparkan satu buah bantal beserta satu selimut.


"Baiklah selamat berkuasa Tuan Richard," balas Resya yang terlihat kesal. Berlalu ia pun memungut bantal beserta selimut tadi.


"Dia memang wanita yang sangat aneh sekaligus lucu, jadi mungkin karena itulah aku mulai tertarik dengannya," batinnya dengan tatapannya yang masih menatap Resya. Sedangkan Resya yang sedari tadi tidak menyadari ia memutuskan untuk tertidur.


"Dia terlihat sangat cantik." bergumam sembari menatap wajah Resya yang sedang tertidur pulas entah apa yang ia pikirannya saat ini sampai-sampai ia mampu mengatakan ucapan diluar nalarnya.


"Astaga apa yang sedang ada di pikiranku ini, kenapa aku bisa berkata seperti itu? Astaga Richard apa benar kamu sudah mulai menyukai wanita ini?" batinnya yang menjitak kepalanya sendiri.


Membelai wajah wanita cantik itu dengan wajah ketulusannya. Laki-laki yang bernama Richard itu pun terlihat menikmati tindakan apa yang i lakukan saat ini.


"Memang aku tidak tahu pasti perasaan apa yang aku rasakan saat ini mengenai dirimu. Akan tetapi jujur saja entah perasaan apa yang aku rasakan saat ini, sehingga melihat-mu terbaring disana muncullah perasaan yang sedikit tidak tega. Ranjang ini memang sudah seharusnya jadi milik-mu jadi silahkan tidur dengan nyenyak," batinnya yang masih membelai wajah Resya tanpa Resya sadari.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya, dalam sebuah ruangan terdapat seseorang yang masih tertidur pulas diatas ranjang bermotif warna putih tersebut, dengan balutan selimut yang menyelimuti hampir sekujur tubuhnya membuat si wanita nampaknya sangatlah nyaman dalam mimpinya.


Bahkan jam yang sudah menunjukkan pukul hampir pukul 07:00 pagi tidak terlihat akan kebangkitan yang akan dilakukan si wanita tersebut.


Hinga akhirnya salah seorang menghampiri dan membuka gorden jendela bermotif putih itu secara perlahan. Sinaran cahaya mulai menembus akan ruangan yang ditempatinya, merasa ada yang silau mengenai wajahnya lantas gadis itu pun membuka kedua matanya dengan mengusap matanya.

__ADS_1


Terbuka dengan lebar, mata wanita itu pun terperanjat kaget setelah ia melihat siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini.


Dengan balutan kemeja putih yang melekat pada tubuh pria yang sedang berdiri itu membuat si gadis terperanjat kaget segera bangkit dari tempat ia tertidur saat ini.


Lantaran posisi si pria yang masih menatap keluar jendela membuat si gadis tidak tahu seperti apa wajah dari pria itu.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu Pria mesum yang ingin menodai ku? tanya Resya dengan menutup tubuhnya dengan selimut biar pun ia tidak lagi bertelanjang.


Berlalu membalikkan badannya dan menghadap langsung Wanita itu, si gadis yang tak lain adalah Resya ia pun terkejut ternyata seseorang yang berada dihadapannya saat ini ia adalah Richard Suaminya sendiri.


"Tuan, apa yang mau tuan lakukan? Dan kenapa Tuan bisa ada disini? tanyanya yang belum percaya.


"Kamu? Apa kamu sudah gila bukankah kita sudah berada disini sejak sedari malam, terus kenapa kamu masih bertanya padaku, sudahlah kita sudah tidak ada waktu lagi cepat mandi karena pukul 07:00 kita harus segera sampai untuk menemui klien kita jadi cepat kamu pergilah kalau kamu tidak mau aku sendiri yang menyeret mu dan memandikan-mu," tegas Richard yang spontan membuat pandangan Resya pun terdiam.


"Astaga kenapa aku bisa sampai lupa, dasar kamu itu sudah pikun apa gimana sih Res, sudahlah lebih baik aku cepat pergi ke kamar mandi sekarang.


Beranjak akan turun dari ranjang tempat ia berdiri saat ini. Langkah Resya pun seketika terhenti setelah ia sadar dimana ia menginjakkan kaki sekarang. Berlalu menatap sofa bermotif hitam, ia pun merasa bingung.


"Tunggu? Bukankah tadi malam aku tertidur diatas sofa itu tapi kenapa sekarang aku malah bisa ada atas ranjang ini?" tanyanya yang kemudian ia pun ingat akan Richard.


"Richard ? Apa dia seseorang yang telah memindahkan ku diatas ranjang ini?" gumam Resya yang merasa bingung, sudahlah mendingan aku pikirkan masalah ini nanti aja aku harus segera mandi sekarang.


Dan siapa sangka perkataan yang barusan diucapkan oleh Resya pun tak sengaja telah didengar oleh Richard yang pada saat itu masih berada dari tempat itu, hanya berbatasan tembok Richard pun berhasil mendengar ucapannya.


"Astaga wanita itu sangatlah lucu rupanya," batinnya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2