Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 16 TERTEMBAK.


__ADS_3

Menyeret tubuh Resya secara paksa dan tanpa memperdulikan teriakan yang dilakukan oleh Resya. Dengan kasar Ricard pun membawa Resya masuk kedalam markas persembunyian mereka.


"Tuan apa yang terjadi kenapa Tuan pembawanya kesini?" tanya Gibran.


"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya ke kalian. Yang aku mau sekarang, kalian siksa wanita ini dan terserah kalian mau menyiksanya seperti apa karena aku tidak akan perduli lagi sekarang."


"Tapi Tuan, dia kan sekarang sudah jadi Istri tuan apa tuan yakin?"


"Gibran apa kamu sudah bosan hidup, jika kamu memang sudah bosan aku sendiri yang akan terlebih dulu menghabisi-mu, apa kamu mau?" ancam Richard.


"Ba ...baik Tuan kita bakal melakukannya.


" Kalian semua manusia kejam dan biad*p apa kalian pikir dengan apa yang kalian lakukan ini, kalian akan menjadi manusia terhormat dan menjadi manusia yang tidak akan tertandingi?" gertak Resya.


Belum juga perkataan yang diucapkan oleh Resya selesai, satu tembakan yang terlepas dan tepat mengenai perut Resya. Dar*h yang mengalir dengan deras membuat kelima pria bertubuh kekar yang melihatnya. Mereka hanya melihat dengan tatapan yang kosong, tidak ada langkah dari kelima pria itu untuk bersimpati mau menolong wanita yang sudah tidak berdaya dihadapannya itu.


Rasa lemas telah dirasa oleh Resya. Tubuhnya yang seketika merosot kebawah yang akhirnya membuatnya tak tahan lagi, dengan bersimbah banyak dar*h akhirnya Resya pun jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri dilantai.


Mulut yang seperti terkunci. Dan tubuh yang tidak mampu mereka gerakkan, sesaat kemudian entah apa yang ada dibenak Richard saat ini. Melihat seorang wanita yang tidak berdaya tepat dihadapannya, rasa simpati tiba-tiba hadir dalam benaknya. Tak tahu apa tujuan pertamanya, Richard dengan langsung ia melangkahkan kakinya ke-depan dan tepat di-samping Wanita yang dalam kondisi sudah tidak berdaya, ia mengangkat tubuh Wanita itu dan bergegas ia pun memasukannya kedalam mobil.


Para anak buahnya yang melihat perilaku Richard yang tidak seperti biasanya. Mereka lantas langsung mengikutinya.


"Tuan apa yang tuan lakukan, kenapa Tuan membawanya?" tanya Gibran yang tak lain anak buahnya.


"Jangan banyak tanya cepat bukakan pintu mobil ini!" perintah Richard dengan tegas.


"Baik Tuan," balas Gibran lagi.


"Apa Tuan inggin melarikan Istri kedua Tuan ke Rumah sakit," tanya Reza kemudian.


"Tidak. Sekarang kalian telfon nomor darurat agar Wanita ini dengan segera dilarikan ke Rumah sakit," perintahnya lagi.


"Baik Tuan," balasnya lagi.


Menyadari identitas mereka yang menjadi seorang Mafia yang terkenal licik dan menjadi seorang buronan. Mereka tidak berani untuk memunculkan diri dihadapan banyak orang di Rumah sakit yang pada beberapa hari yang lalu mereka telah berani menyelinap secara diam-diam disana dan menghapus semua data pasien.


Dengan hanya meletakkan tubuh Resya dipinggir jalan yang terlihat sangat sepi tanpa ada pengendara yang lewat.


Tak lama kemudian Ambulan yang dipanggil oleh mereka akhirnya datang dan mendapati kondisi seorang Wanita yang sudah tidak berdaya dijalan beraspal dengan banyak berlumuran banyak darah.


"Ambulan sudah datang jadi sekarang cepat kita pergi dari sini," perintah Richard yang sedari tadi mengawasi Resya dari kejauhan.


"Baik tuan," balas Gibran yang kemudian ia pun melajukan mobilnya.


"Astaga korban sudah dalam kondisi memprihatinkan, kita harus segera melarikannya ke Rumah sakit?"

__ADS_1


"Baiklah cepat kita naikkan korban ke atas brangkar sekarang.


"Baiklah.


Setelah tubuh Resya yang dimasukkan kedalam mobil Ambulan, bergegas mobil pun dilajukan dengan kecepatan cukup tinggi. Dan tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Ambulan tiba di Rumah sakit Medika indah.


Dengan mendorong brangkar yang diatasnya sudah terdapat Resya yang terbaring dalam kondisi tidak berdaya. Dokter dan juga Suster yang melihatnya mereka lantas bergegas langsung menghampirinya.


"Dokter pasien ini sudah dalam keadaan gawat darurat, ia harus segera ditangani sekarang."


"Kelihatannya dia menggalami luka tembakan yang cukup serius, dan korban jga kehilangan cukup banyak darah kita harus segera melakukan transfusi darah secepatnya." Perintah sang Dokter laki-laki.


"Baiklah cepat segera masukkan dia ke ruangan gawat darurat.


"Baik Dok.


"Pasien ini bukannya pasien yang pada beberapa hari yang lalu hilang secara misterius di Rumah sakit ini?" gumam salah satu petugas administrasi


"Iya benar, dia wanita itu. Cepat hubungi Detektif Revan jika wanita ini sekarang ada di Rumah sakit ini lagi," perintah salah satu Suster.


"Baiklah, aku akan menghubunginya.


Tak berselang lama akhirnya Revan dan Maikel pun datang.


"Gimana keadaan pasien Dok, apa dia baik-baik saja?" tanya Revan yang tak lain adalah Kapten Detektif.


"Syukurlah, tapi apa Pasien sudah sadar?" tanya Maikel yang tak lain adalah salah satu Detektif juga.


"Untuk saat ini Pasien belum juga sadar. Karena pasien masih terpengaruh obat penenang yang kami berikan tadi."


"Ya sudah mari saya tinggal dulu."


"Baik Dok."


"Revan jadi kita perlu menunggu pasien sadar terlebih dulu setelah itu kita tanya siapa orang yang tega menembaknya dan membuatnya terluka seperti ini," ucap Maikel.


"Iya dan kita perlu penjagaan ketat disini agar tidak ada Mafia yang berencana inggin menculiknya lagi." Balas Revan lagi.


"Iya betul sekali."


*****


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya yang kemudian Resya pun inggat penembakan yang dilakukan Richard.


"Iya, aku inggat sekarang dia ...dia ... benar-benar tega menembak-ku memang sekarang gak ada gunanya lagi bagiku untuk mempertahankan laki-laki kejam seperti dia.

__ADS_1


Menangis dengan tersedu-sedu dan mengingat kejadian yang baru aja dia alami. Dan tak lama seseorang pun datang dan membuka pintu.


Cklek.


"Anda siapa?" tanya Resya yang kemudian dua Pria yang ada dihadapannya pun membalasnya.


"Anda gak perlu khawatir kamu dari pihak kepolisian. Dan niat kita mendatangi anda kesini karena ada sesuatu yang inggin kita tanyakan ke anda sendiri," ucap Revan.


"Sesuatu, soal apa?" tanya Resya lagi.


"Anda gak perlu takut sama kita karena kita gak akan berbuat jahat sama anda. Tujuan kita, kita hanya inggin bertanya siapa orang yang sudah tega menembak anda dan membuat anda jadi terluka dan hampir kehilangan nyawa tadi. Karena kita tahu kalau penembakan yang anda alami bukanlah kejahatan tindak pembegalan mau pun pencopetan. Dan dugaan-ku semua ini ada kaitannya dengan Mafia apa itu benar?" tanya Revan dengan tatapan meyakinkan.


Mendengar seseorang yang ada dihadapannya mengatakan kata mafia, pandangan Resya seketika teralih menatap kearah Revan.


"Kenapa? Kenapa anda jadi terdiam dan menatap saya seperti itu, apa yang saya katakan tadi memang benar?" tanya Revan lagi.


"Iya. Yang anda katakan memang benar, semua ini ada hubungannya sama mereka," balas Resya yang kemudian Revan menatap kearah Maikel.


"Sudah aku duga kan Rev."


"Iya Mac, sekarang apa yang perlu kita lakukan, kita gak bisa berdiam diri seperti ini sekarang kita harus segera menangkap Richard dan timnya.


"Iya Mac, aku juga berfikir seperti tapi gimana caranya?" ucap Revan yang kemudian, Revan teringat sesuatu dan menatap balik Resya.


"Aku tahu sekarang dengan siapa kita membutuhkan pertolongan. Kamu? anda pasti tahu kan dimana Markas persembunyian Tim Tayger Lee?" tanya Revan tapi Resya hanya terdiam dan memikirkan sesuatu.


"Baiklah jika selama kebaikan yang aku lakukan tidak pernah bisa dihargai olehnya. Maka mulai sekarang aku sendiri juga tidak akan pernah peduli lagi dengannya. Lagian untuk apa aku mempertahankan seseorang, jika seseorang itu gak pernah melihatku mau pun menganggap-ku sebagai Istrinya dan hanya menganggap-ku sebatas sampah buangan. Dengan aku bersikap lemah kepadanya ia tambah akan semakin menginjak harga diriku jadi mulai sekarang kita lihat saja nanti," batin Resya yang kemudian lamunannya disadarkan oleh Revan.


"Hey kenapa kamu malah melamun, aku bertanya kepadamu?" tanya Revan dengan menepuk pundak Resya.


"Baiklah aku sudah pikirkan. Aku bersedia membantu kalian untuk menangkap mereka." Balas Resya yang spontan membuat mereka terkejut.


"Anda serius?" tanya Revan dengan wajah tidak percaya.


"Iya, apa anda serius?" tanya Mackel lagi.


"Iya saya serius," balas Resya dengan yakin.


"Baiklah kalau itu memang sudah jadi keputusan anda, cepat anda kasih tahu dimana markas persembunyian tayger lee berada," tanya Revan.


"Markas mereka berada di jalan Gajah mada yang dimana jalan itu tidak jauh dari markas persembunyian mereka. Jika nanti kalian melihat sebuah gudang yang kumuh dan terbilang tidak layak pakai. Kalian segera masuklah kesana jika kalian sudah berhasil masuk kedalam gudang itu. Kalian bakal melihat ada sebuah pintu yang terlihat sudah rusak kalian masuklah kesana. Dan disana kalian akan melihat tangga yang menjulang kebawah, kalian turunlah. Setelah kalian berhasil menuruni anak tangga kalian akan melihat sebuah pintu yang tahan anti peluru kalian tekan kode 5555 didalam nanti kalian akan dikejutkan dengan tempat yang sesungguhnya dimana didalam ruangan itu terdapat beberapa jenis senj*ta dan am*nisi milik mereka.


"Baiklah terima kasih atas infonya. Kita tidak mau menunggu lagi, dan sekarang kita akan mengepung mereka.


"Baiklah. Saran-ku gunakan benda-benda anti peluru agar diantara kalian tidak menjadi korban selanjutnya.

__ADS_1


"Baiklah," balas Revan yang kemudian ia pun tersenyum kearah Maikel dan juga Resya.


BERSAMBUNG


__ADS_2