Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Richard meninggal


__ADS_3

Beberapa regu tim Oren terlihat menyisir satu persatu tempat dimana terjadinya kecelakaan barusan. Nampak pandangan Resya hanya bisa menangis melihat kerumunan orang yang terlihat nampak sibuk untuk menemukan Richard dalam tragedi kecelakaan ini.


"Aku mohon Richard kembalilah aku mohon kembalilah," ucapnya yang hanya bisa meneteskan air matanya.


"Dimana pak apa tim penyelamat mampu menemukan suamiku katakan padaku dia masih hidup dan segera akan ditemukan kan. Ayo cepat katakan padaku?"


"Anda yang tenang kamu sedang berusaha mencari keberadaan suami anda. Akan tetapi kita tidak bisa menjamin seratus persen jika kami berhasil menemukannya dalam keadaan masih hidup. Sungai ini bukanlah sungai biasa, tapi sungai ini adalah sungai bagi para buaya rawa hidup disini, sudah banyak kasus orang hilang disini dan kami berhasil menemukannya tapi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Dan pastinya luka robekan yang sangat serius hinga membuat jasad yang kami temukan tidak utuh. Kami hanya bisa mengatakan anda harus ikhlas menerima kepergiannya karena untuk bertahan hidup kemungkinannya sangatlah tipis!"


"Tidak. Aku tidak percaya jika suamiku mati dalam kecelakaan ini, ia mampu membunuh seseorang dalam satu tangannya jadi aku tidak percaya jika ia akan kalah melawan satu buaya sekalipun, aku tidak percaya!"


"Saya mengerti anda sangatlah lelah dan pastinya tidak bisa mempercayai semua ini, tapi inilah yang terjadi anda harus ikhlas! Anda harus ikhlas!"


"Tidak, itu tidak mungkin Richard tidak mungkin meninggalkan aku, dia tidak mungkin meninggal, tidak!"

__ADS_1


Pukul 07:00 pagi dimana tragedi kecelakaan itu terjadi. Dan sampai sekarang sudah pukul 23:00 malam dimana sudah hampir 24 jam Richard berada didalam dasar air tanpa kondisi dan kepastian yang pasti apa dia masih hidup atau sudahlah mati. Resya yang hanya bisa meratapi sungai itu dengan air matanya yang tak henti-hentinya menetes membahasi kedua pipinya.


Ditambah lagi wajahnya yang terlihat pucat membuat Revan dan temannya tidak tega untuk melihatnya.


"Resya kamu beristirahat-lah kamu pasti sangat capek apalagi kamu juga lagi hamil jadi akan lebih baik kamu pulanglah biar kami yang siaga disini!"


"Tidak. Aku tidak akan pergi dari sini sebelum Richard ditemukan. Aku tahu Richard masih hidup, dan dia mendengarkan doa'ku jadi aku yakin tak akan lama dia pasti akan segera ditemukan aku sangat yakin itu," ucapnya dengan pandangannya yang terlihat lemah.


Berusaha Revan membujuk Resya akan mau beristirahat di rumah akan tetapi usahanya lagi-lagi gagal. Melihat kondisinya yang pucat membuat Revan merasa panik akan kondisinya.


Tak lama kerumunan orang-orang datang dan berbondong-bondong berlari membawa satu kantong jenazah berwarna Oren. Revan yang melihatnya ia lantas bertanya.


"Pak ada apa kenapa mereka pada berlarian ada apa?" tanya Revan dengan rasa kepanikannya.

__ADS_1


"Sama seperti yang saya bilang kemaren, kita menemukan satu jasad yang kami duga adalah jasad dari Suami sekaligus teman anda. Dan kami menemukan satu baju pasien yang sudah pada terkoyak dan baju ini sama dengan baju yang dipakai disaat suami anda berada dalam mobil ambulan tadi. Akan tetapi melihat jasad pasien sudah tidaklah utuh kami sangat kesusahan mengetahui siapa identitasnya yang sebenarnya. Kami bisa melakukan tes DNA tapi melihat korban yang anak yatim dan tidak mempunyai anggota keluarga yang satu darah dengannya kami sangat kesusahan untuk memastikan jika jasad itu beneran jasad suami anda. Dan kami hanya bisa melakukan tes DNA jika anak yang ada dikandungan kamu sudahlah lahir, karena dengan bayi itu kami akan menemukan fakta yang sesungguhnya apa jasad itu beneran jasad suami anda?"


"Aku percaya jika jasad itu bukanlah jasad suamiku! Aku percaya jika jasad itu bukanlah jasadnya!"


Satu ucapan yang muncul dalam mulutnya. Pandangannya yang mulai buram tak lama akhirnya Resya tak sadarkan diri dan hampir terjatuh, untungnya dengan sigap Revan langsung menangkapnya.


"Astaga Resya bangunlah! Resya bangun!"


"Mendingan cepat kamu bawa dia ke rumah sakit," perintah seseorang.


"Baiklah aku akan membawanya sekarang!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2