
FLASHBACK
"Kamu lihat Burhan akibat kecerobohan kamu! Kamu sudah bikin keluarga kita yang kena imbasnya apa sekarang kamu bisa mempertanggung jawabkan semua kekacauan ini?"
"Maafkan aku Pa bukan maksud aku ingin merusak nama baik keluarga kita maafkan aku!"ucap Burhan yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Sekarang semua media sudah menyorot nama kamu bahkan tak ada satu pun media yang berpaling dari kasus ini. Jika tidak secepatnya kamu melakukan sesuatu maka bersiaplah karir kamu sendiri akan redup jadi cepat lakukan sesuatu," perintah Papanya, Burhan yang mendapat saran ia hanya bisa mengangguk kepalanya.
"Baik Pa, Burhan akan melakukan sesuatu dan cara yang tepat saat ini adalah mengugurkan kandungan dari Wanita itu mungkin cara inilah yang bisa menyelamatkan Burhan saat ini," jelas Burhan.
"Terserah apa rencana kamu yang jelas Papa tidak ingin melihat nama keluarga kita tambah semakin tercemar cerita-lah lakukan sesuatu.
"Baik Pak.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Memperhatikan gerak gerik akan seseorang yang berlalu lalang dari salah satu kediaman seseorang. Pandangan Pria bernama Burhan itu nampak fokus pada satu arah yaitu kediaman dari Wanita yang sudah ia nodai.
"Wanita itu sudah gila dan sekarang dia sudah dikurung didalam Rumah oleh keluarganya, jadi gimana caranya aku membawa dia kabur dan mengugurkan kandungnya itu?"gumam Burhan sembari memikirkan sebuah cara.
Ucapnya yang hanya bisa terucap, pandangannya yang sedari tadi nampak fokus pada kediaman Wanita itu. Tak lama ia melihat sesosok laki-laki sedikit tua keluar dari kediaman tersebut.
"Itu laki-laki yang bersikeras ingin menuntaskan masalah ini, iya tidak salah dia itu bokap dari Wanita itu dia udah pergi jadi kini saatnya aku menyelinap masuk kedalam sana," ucapnya segera ia pun turun dari dalam mobilnya dan berjalan secara perlahan-lahan kearah kediaman yang sangat sepi tersebut.
__ADS_1
Mengendap-endap dari lokasi kamar Wanita muda itu. Ia mengintip dari luar jendela kamar korban dan melihat korban yang nampak linglung terdiam didalam kamarnya.
Tak ingin membuang-buang waktu ia segera mencongkel jendela kamar, berburu-buru masuk kedalam dan menatap Korban yang masih belum sadar akan kehadirannya.
Mengunci kamar dari dalam ruangan, Burhan mendekatkan dirinya kearah korban, sesaat korban sadar dengan siapa ia berhadapan saat ini.
Korban yang nampak panik dan wajahnya yang berubah menjadi kepanikan yang tak bisa ia hindari laki. Burhan yang ikut nampak panik, ia mencoba membungkam mulut korban dengan segala cara yang mencoba untuk berteriak dan melakukan pemberontakan.
Bahkan bayang-bayang kejadian pemerkos**n pada waktu itu seketika membuat korban nampak ingin menjerit.
Beberapa menit mereka saling beradu otot melakukan pemberontakan. Burhan yang hilang kendali ia langsung memukul korban dengan keras yang akhirnya membuat korban kehilangan kesadarannya.
"Sial apa yang barusan aku lakukan kenapa aku malah memukulnya gimana ini apa dia sudah ma*i!"
Berhasil mengeluarkan korban dari dalam kamarnya, berlalu ia memasukan korban dari dalam mobilnya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan jika aku membawa ke-tukang dukun pijat aku takut tukang pijat itu akan berbalik melaporkan-ku apa yang harus aku lakukan sekarang!"
Raut wajahnya yang nampak diselimuti dengan rasa ketakutan jika dirinya akan masuk kedalam penjara. Ia berusaha memikirkan seribu cara agar masalah yang ia hadapi segera usai tanpa ada
Melihat jembatan yang nampak sepi lantaran tengah malam. Tiba-tiba ide datang entah darimana, ia segera turun dan mengeluarkan kembali korban dari dalam mobilnya. Mengambil tali panjang ia segera mengikatnya ke-leher korban. Setelah berhasil terikat, ia segera mendorong korban yang masih dalam kondisi masih hidup biar pun kesadarannya masih hilang.
"Akhirnya aku bisa mengatasi masalah ini, dengan membuang korban seperti ini aku rasa orang-orang akan berfikir kalau dia sengaja melakukan bunuh diri ide cemerlang Burhan ide sangat cemerlang," ucapnya dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
FLASHBACK
"Iya dengan cara itu akhirnya Wanita itu telah ma*i dan keluarga kita tak ada yang dipenjara lantaran bukti yang tak jelas jadi kalian paham kan!"
"Sangat biadab. Kalian keluarga kaya raya dan berpura-pura menjadi orang baik, tapi sayangnya semua berbalik pada kehidupan asli kalian. Kalian berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan kasus itu, tapi apa anda sadar kejahatan yang sudah kalian lakukan akan segera terungkap. Dan ucapan yang barusan anda ucapkan semua sudah terekam kamera CCTV disini jadi bersiaplah mendekam dipenjara bersiaplah Gibran cepat bawa dia ke-kantor polisi!"perintahnya.
"Baik Tuan.
"Tidak. Aku tidak mau dipenjara tidak! Lepaskan aku! Lepaskan aku!"
Berusaha melakukan pemberontakan tapi apa daya usahanya tak membuahkan hasil. Memborgol kedua tangan pelaku, mereka akhirnya bisa merasa lega lantaran pelaku akhirnya bisa tertangkap sekaligus keadilan akhirnya berpihak pada Wanita malang itu.
"Tuan kita sudah berhasil menjalankan tugas kita jadi sekarang rencana apa yang tuan rencanakan?" tanya Reza.
"Menangkap Pelaku bernama Burhan karena dia juga seseorang yang sudah sepantasnya untuk kita tangkap dan jebloskan ke-penjara!"
"Baik Tuan kalau itu sudah jadi rencana tuan," balasnya kemudian ia sadar jika seseorang yang sedang berbicara dengannya bukanlah Gibran.
"Reza kenapa malah kamu yang ada disini kemana Gibran?" tanya Richard.
"Tadi saya diperintahkan Gibran untuk mendatangi anda. Dan katanya ada hal penting yang harus ia selesaikan saat ini, tapi selain itu Tuan juga disuruh mendatangi Markas Tuan entah karena apa?"
"Tumben Gibran seperti ini! Baiklah aku akan menemuinya sekarang," ucapnya segera ia pun melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan tempat ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.