Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
LIMA EPISODE TERAKHIR


__ADS_3

Mendapati tubuh Sifa yang sudah berlumuran banyak darah membuat semua orang yang baru sampai diatas gedung graha ini pun tersentak kaget. Richard yang pada saat itu baru menyadari jika Sifa mengirimkan sebuah pesan permintaan tolong, hatinya seketika hancur lebur melihat Sifa yang sudah dalam kondisi mengenaskan.


"Sifa bangun! Sifa bangun siapa yang sudah tega melakukan semua ini kepadamu Sifa bangun! Kenapa kalian hanya diam cepat panggilkan Ambulan cepat!"


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Richard apa yang terjadi pada Sifa apa yang terjadi dengan Putri kita?"


"Kamu yang sabar Resya Dokter masih menanganinya kamu yang tenang kita harus yakin kalau Sifa pasti bisa dia pasti bisa


"Apa maksud kamu menyuruhku tenang, didalam sana putriku lagi bertaruh antara hidup dan mati bagaimana bisa aku bisa tenang. Sifa ... Jangan tinggalkan Mama jangan tinggalkan Mama." Tangis Resya pecah, bahkan tubuhnya tidak bisa berdiri kokoh.


"Semua ini gara-gara aku, coba aja tadi aku langsung membaca pesan itu mungkin semua ini tidak akan terjadi, semua ini tidak akan terjadi pada Sifa maafkan Papa Sifa maafkan Papa," ucapnya dengan tangisannya yang tersedu-sedu.


"Papa jangan berkata seperti itu, yang namanya musibah kita tidak tahu kapan dan dimana musibah itu akan terjadi aku yakin Sifa pasti bisa melewati semua ini dia pasti bisa," ucap Silvi mencoba meyakinkan semuanya.


Tak berselang lama Rasyel yang menangani Sifa pun akhirnya keluar.


"Rasyel gimana keadaan Sifa dia baik-baik saja kan? Dia tidak mengalami luka yang sangat serius kan?"tanya Silvi.


"Kamu tenang saja Silvi, Sifa tidak mengalami luka yang cukup parah, dia hanya kekurangan banyak darah akibat tembakan itu dan untungnya tembakan itu tidak mengenai organ dalam jadi hal yang tidak diinginkan masih bisa teratasi kalian jangan cemas Sifa baik-baik saja," ucap Rasyel.


"Syukurlah, tapi sekarang Sifa sudah sadar kan?"tanya Resya.


"Dia sudah sadar Ma, tapi kondisinya masih cukup lemah, tapi yang membuat saya bingung dia berusaha melakukan pemberontakan dan berniat akan pergi tapi entah apa yang membuatnya sampai memberontak seperti ini. Karena kondisinya yang masih sangat lemah, belum lagi luka jahitan yang belum kering membuatku tidak ada pilihan lain selain memberikan dia obat penenang mungkin cara ini bisa sedikit menenangkannya," jelas Rasyel.


"Sifa melakukan pemberontakan?"tanya Richard dengan wajah terheran-nya.


"Iya Pa, dia berniat ingin pergi, berusaha aku mencegahnya tapi dia tidak mau mendengar-ku entah apa yang membuatnya jadi seperti ini, tapi kalian tidak perlu cemas obat bius itu hanya akan bereaksi 30 menitan saja nanti dia juga akan siuman


"Baiklah," balas Richard.


"Tapi siapa sebenarnya orang dibalik semua ini? Apa Sifa memiliki musuh?"tanya Resya


"Maaf Om ... Tante ... Sebenarnya sejak sedari awal tadi, Sifa sudah bilang pada kami jika dia ingin menemui Bella yang katanya dia menjadi korban penculikan. Kita tadi sudah bersikeras untuk melarang dia jangan datang sendiri, tapi Sifa yang tipe orangnya tidak bisa menunggu dia akhirnya memberanikan diri langsung menemuinya jadi aku rasa yang menyakitinya ada kemungkinan itu penjahat yang sudah menculik Bella atau ada kemungkinan lain, orang yang mencelakainya adalah Bella sendiri. Apalagi setelah kita sampai kita tidak menemukan Bella disana jadi aku rasa dia biang keroknya yang sesungguhnya," timpal Gibran.


"Apa kalian tahu kediaman dari Rumah Bella itu?"tanya Richard.


"Saat ini kami sudah minta tolong pada teman kami untuk mengecek kediaman Bella, tapi hasilnya tidak ditemukan Bella dalam kediamannya sendiri aku rasa dia melarikan diri," jelas Verrel kemudian.


"Tapi apa motif Bella melakukan perencanaan pembunuhan ini?"tanya Rasyel.


"Semua ini terjadi karena satu hal yaitu karena Bella itu sangat menyukai Rasya, jadi aku rasa itulah motif pertama yang sesungguhnya, tapi untuk selanjutnya kita tidak tahu jadi mendingan kita tunggu Sifa sampai sadar barulah kita akan tahu apa yang sebenarnya terjadi," balas Verrel lagi.

__ADS_1


"Baiklah," balas Richard.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Sifa sayang syukurlah kamu sudah siuman mana yang sakit sayang?"ucap Resya sembari membelai rambut Putrinya.


"Aku baik-baik saja kok Ma. Oh iya Papa ... Ternyata dugaan-ku memang benar jika Rasya dia masih hidup, dia masih hidup Pa!"ucap Sifa dengan wajah bahagianya.


"Sayang kamu tahu darimana soal itu. Dan siapa yang memberitahu kamu kalau Rasya memang masih hidup?"tanya Richard.


"Bella. Dialah orang yang sudah menyembunyikan Rasya. Aku rasa dia sengaja menyabotase kematian Rasya karena dia sangat terobsesi untuk memilikinya, jadi dia pakai cara gila ini untuk mendapatkan cintanya Rasya Pa," jelas Rasya.


"Sangat gila apa Gadis itu sangat terobsesi sampai merencanakan rencana segila ini," balas Rasyel dengan raut wajah kesalnya.


"Apa kamu tahu dimana keberadaan Rasya sekarang?"tanya Richard.


"Sampai detik ini aku masih belum tahu dimana Rasya disekap. Terakhir aku mencoba mengancam Bella untuk mengatakan yang sejujurnya, tapi kemudian ada seseorang yang memukulku dari belakang dan akhirnya Bella menembak-ku seperti ini," jelas Sifa.


"Baiklah jika Rasya memang terbukti masih hidup biar aku yang memaksa Bella untuk berkata jujur dimana Rasya berada sekarang." Selangkah Rasyel akan pergi, dengan sigap Sifa melarangnya.


"Tunggu cara itu tidaklah tepat untuk membuat Bella angkat bicara dimana Rasya berada sekarang. Jika dia berani mengikuti cara licik kita juga harus berani mengunakan cara licik, entah kenapa aku merasa jika dia belum puas jika aku belum ma*i ditangannya jadi aku minta untuk malam ini jangan ada penjagaan untuk-ku karena aku ingin mengetes apa nanti malam Bella berencana untuk menculik-ku lagi atau tidak," timpal Sifa tapi mendapatkan restu dari Mamanya.


"Sifa apa kamu yakin pakai cara itu, itu terlalu berbahaya sayang, dia sudah berniat ingin membunuh-mu Mama rasa dia berencana untuk melakukannya lagi jadi Mama tidak akan membiarkan hal buruk terjadi sama kamu Mama tidak akan mengijinkannya," timpal Mamanya yang melarangnya.


"Mama tolong ijinkan Sifa untuk melakukannya, ini demi Rasya hanya dengan Sifa kita bisa tahu dimana Bella menyembunyikan Rasya saat ini. Mama tenang saja ini hanya dugaan-ku jadi Mama jangan khawatir ya."


"Iya Tuan!"


"Cepat kamu pesankan topeng yang hampir bisa menyerupai wajah asli Sifa. Dan aku mau pesanan itu sampai disini satu jam dari sekarang cepat!"perintah Richard.


"Baik Tuan saya akan mengaturnya," balas Gibran kemudian ia pergi menjalankan tugasnya.


"Maksud Papa apa? Dan topeng apa yang Papa maksud?"tanya Sifa yang masih belum paham.


"Topeng yang Papa maksud itu topeng yang mampu menyerupai wajah yang sama percis sepertimu nanti kamu juga akan tahu sayang, tapi permasalahannya sekarang siapa yang lekuk tubuh diantara kita yang kira-kira beran badannya sepertimu karena jika Papa yang memakainya aku rasa itu akan membuatnya curiga."


"Tapi Pa aku rasa cara ini tidak akan berhasil, memang wajahku akan sama dengan topeng yang Papa maksud itu, tapi tidak dengan suara? Suara kita pastinya akan berbeda jadi itulah yang membuat Sifa tidak yakin kalau rencana ini akan berhasil," jelas Sifa lagi.


"Biar Silvi yang melakukannya Pa, Silvi yakin dengan adanya Silvi Wanita bernama Bella itu tidak akan pernah mencintaiku," timpal Silvi seketika mengejutkan semuanya.


"Silvi apa kamu serius ingin melakukannya?"tanya Rasyel.


"Iya aku sangat yakin. Dulu Sifa yang selalu menolong dan melindungi setiap kali ada masalah yang menimpaku, jadi sekarang giliran-ku yang harus menolongnya," jelas Silvi.

__ADS_1


"Silvi apa kamu yakin?"tanya Sifa.


"Iya Kak Silvi sangat yakin," balas Silvi.


"Baiklah malam ini kita atur rencana ini. Dan untuk topengnya kita tidak perlu mengunakannya karena wajah Sifa mau Silvi kita tidak bisa membedakannya jadi cepat tunggu apa lagi kita jalankan tugas ini sekarang."


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Ruangan yang terlihat sangatlah sepi dan hanya ada satu seseorang yang telah terbaring lemas diatas brangkar Rumah sakit dengan beberapa selang yang tertempel pada tubuh seseorang wanita itu.


Awalnya suasana terlihat biasanya saja akan tetapi tak lama kemudian datanglah langkah kaki seseorang yang perlahan-lahan mulai mendekati Wanita itu.


Terlihat dari wajah senyumannya seseorang itu terlihat sedang merencanakan sesuatu.


Suara langkah kaki seseorang yang hendak memasuki ruangan rawat Sifa. Dan seseorang itu yang tak lain adalah dua pria tadi.


"Penjaga ada apa? Apa kalian berniat ingin memindahkan-ku dari ruangan ini?"tanya Sifa/ Silvi.


"Kalian, kenapa kalian pada kompak diam, aku sedang bertanya pada kalian?" tanya Sifa/ Silvi lagi.


Sama sekali tidak menanggapi pertanyaan yang diucapkan wanita yang berada di hadapannya. Salah satu dari pria itu pun menyuntikkan obat tidur kedalam selang infus Sifa yang berada disebelah kanan dan tidak membutuhkan waktu lama, obat penenang itu pun mulai bereaksi sesaat kemudian Sifa pun perlahan-lahan mulai memejamkan kedua matanya.


"Misi pertama kita sudah selesai, sekarang giliran misi yang kedua. Dan sekarang giliran kamu yang mengatasinya, biar aku yang membawa wanita ini keluar dari Rumah sakit ini!" gumam Pria itu pada temannya.


"Baiklah akan aku jalankan rencana yang selanjutnya," balas Gibran kemudian.


Berhasil menyuntikkan obat tidur kedalam selang infus Sifa, Pria itu pun lantas menutupi tubuh Sifa dari ujung kaki sampai ujung kepala menggunakan kain putih yang membuatnya seperti orang yang sudah meninggal.


Kemudian Pria itu pun mengganti seragam penjaga yang ia pakai, menjadi seragam pengantar jenazah untuk bisa mengelabui pikiran orang-orang agar tidak merasa di curiga nanti.


Tak hanya Pria itu saja yang menganti pakaiannya, tapi Pria yang satunya ia juga sama melakukan hal yang dilakukan temannya itu yaitu mengganti seragamnya dengan seragam pengurus jenazah.


Perlahan-lahan mereka pun mendorong brankar Rumah sakit yang diatasnya ada Sifa yang sudah terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri disana, dengan sikap santai mereka orang-orang pun sama sekali tidak ada yang mencurigainya, mereka pun akhirnya berhasil keluar dari halaman Rumah sakit.


Tak menunggu waktu lebih lama, mereka pun akhirnya telah tiba disalah satu gudang yang tak berpenghuni. Sifa yang belum kunjung sadarkan diri, ia pun dimasukkan disalah satu ruangan dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat disalah satu kursi.


Dan tak menunggu lama, Sifa pun akhirnya telah tersadar juga akan tetapi sesaat ia sadar ia pun dibuat terkejut lantaran sudah ada beberapa pria kekar yang berada dihadapannya dengan menunjukkan tatapan tajamnya.


"Ada dimana aku ini, kenapa aku bukan bisa terikat disini. Dan siapa orang yang telah menculik-ku ini?" tanya Sifa pada dirinya sendiri, sesaat langkah kaki pun mengagetkannya.


"Akhirnya telah sadar juga kamu!" ucap seorang pria dengan membawa sebuah senja*a pist*l." Dan seseorang itu yang tak lain adalah Bella.


Terkejut dengan siapa ia bertatapan muka sekarang, Sifa hanya bisa terdiam dan tidak berkata sepatah kata pun lagi.

__ADS_1


"Kamu pastinya terkejut bukan, dimana kamu berada sekarang, kamu sekarang berada di kandang macan yang penghuninya tak kalah kejam dengan seekor singa. Dan tujuan ku menculik-mu, ada sesuatu yang harus aku pastikan yaitu melihatmu ma*i apa kamu paham!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2