Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Kerja sama


__ADS_3

"Apa dia sudah puas sekarang, dimatanya aku ini hanyalah wanita murahan yang dengan gampangnya mencari pasangan hanya karena gelar dan kemewahan," batin Resya yang tak henti-hentinya menatap Richard dengan tatapan sinisnya.


"Baiklah karena aku sudah menyetujui dan menanda tangani surat kontrak kita, kita pamit balik dulu ya?"


"Baiklah senang bertemu dengan anda. Saya harap rencana kerja sama kita akan berbuah hasil. Dan saya harap kedekatan kita ini akan membawa pengaruh besar bagi perusahaan."


"Iya saya harap perusahaan yang akan kita rintih bersama akan berbuah membuahkan hasil nanti, jadi selamat atas kerja sama kita," balas Richard dengan menggenggam erat tangan Reno.


"Baiklah selamat atas kerja sama kita," balas Reno dengan membalas genggam tangan Richard.


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Setelah rencana pertemuan antara mereka, mereka akhirnya kembali ketempat penginapan mereka.


Akan tetapi sesampainya mereka, Richard dibuat terheran lantaran Resya yang tiba-tiba mengemasi semua baju-bajunya padahal ia belum memerintahkannya.


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengemasi semua barang-barang kamu?"tanya Richard yang kemudian Resya pun menghempaskan tangan Richard darinya.


"Sudah cukup! Sebenarnya apa yang sudah kamu rencanakan. Apa selama ini kamu itu hanya menganggap-ku sebuah mainan saja? Apa kamu masih belum paham apa itu arti cinta sampai-sampai dengan mudahnya kamu mempermainkan-ku dengan cara seperti ini?"


"Apa maksud-mu dan siapa yang sudah mempermainkan perasaan kamu? Aku tidak mengerti?"balas Richard yang membuat Resya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa maksud kamu memberikan nomor ku pada sembarang orang apalagi pria itu. Dan apa hak anda menjodohkan aku dengan pria itu? Apa anda tahu apa yang anda lakukan ini sangat membuatku sakit, jika anda memang hanya ingin mempermainkan hati seorang wanita kenapa anda tega menjadikan hatiku sebagai mainan kenapa?"


"Apa kamu sudah cukup ngomongnya?"


"Maksud kamu?"


"Berikan ponselmu padaku?"


"Tapi untuk apa?"


"Berikan?"perintahnya, Resya segera langsung memberikannya.


"Baiklah.


"Ini maksudnya apa? Kenapa kamu malah menganti Kat nomor-ku menjadi yang baru?"


"Aku sengaja melakukan ini karena aku tidak mau ada orang yang berani menggoda-mu, kalau ada pun seseorang yang berani menggoda-mu itu hanyalah aku apa kamu paham. Selain aku, aku tidak akan mengijinkan seseorang lain sampai berani menggoda-mu jadi cukup dan hapus air mata kamu itu.


"Tunggu jadi maksud kamu? Kamu tidak sungguh-sungguh memberikannya pada pria tadi?" tanya Resya nampak tak percaya.

__ADS_1


"Aku sengaja melakukan semua itu. Dan menjadikan kamu sebagai bahan jebakan karena aku ingin mengerjai pria mata keranjang seperti dia. Jadi maaf jika aku belum menjelaskan dari awal akan rencana-ku ini sama kamu,"


"Baiklah aku tidak masalah," balas Resya yang nampak malu dan hanya menunjukkan senyumnya. "Aku kira dia sungguh-sungguh memberikan nomor-ku pada sembarang orang tapi ternyata semua ini berbeda dari dugaan-ku.


"Kenapa kamu tersenyum? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu sama aku. Dan perkataan sakit hati barusan apa maksud dari sakit hati itu?"


"Aku ...aku masih ada urusan jadi aku harus pergi." selangkah Resya akan pergi, tapi lagi-lagi Richard menghalanginya.


"Kamu belum menjawab pertanyaan-ku jadi jangan asal pergi jika aku belum memerintahkan-mu apa kamu mengerti?" ucap Richard dengan kedua tangannya yang melingkari pinggang Resya.


"Apa yang membuat-mu jadi bersikap seperti ini. Kamu? Kamu gak lagi mengerjai-ku kan?" tanya Resya nampak tidak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini.


"Apa tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada diriku ini. Akan tetapi jujur saja semakin lama kita bersama aku mulai tertarik akan dirimu, jadi apa aku tidak jika aku mulai menyukai-mu dan berniat ingin memiliki-mu?"


"Apa kamu serius dengan ucapan kamu itu? Apa kamu benar-benar sungguh dan tidak mempermainkan-ku?"


"Jika aku memang berniat ingin mempermainkan-mu kenapa aku susah-susah melindungi-mu dari godaan pria tadi?" tanya Richard yang akhirnya membuat Resya nampak luluh. Bahkan tatapan yang ditunjukkan Resya nampak-lah tersenyum malu dibuatnya.


Memegang dagu Resya secara perlahan. Dan memandangnya dengan tatapan seriusnya akhirnya Richard mulai luluh akan kecantikannya.

__ADS_1


Tangannya yang mengarah dari belakang tubuhnya. Tak lupa mengunci ruangan ini agar tidak ada seorang pun yang akan menganggu mereka.


BERSAMBUNG.


__ADS_2