Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Pertengkaran


__ADS_3

Setelah memasukannya kedalam mobil, entah kemana Richard akan membawanya pergi, berada dalam satu mobil yang sama tidak terdengar akan suara atau pun sahutan yang dilakukan diantara keduanya.


"Ini orang sebenarnya maksudnya apa sih. Dan kenapa dia sedingin ini jadi orang. Aku ada disampingnya tapi kenapa mulutnya tidak ngoceh atau pun mengajakku untuk bicara, apa dia hanya menganggap-ku hanya sebatas bayangan aja heran aku? batinnya dengan menatap kearah Resya dengan tatapan kesalnya.


"Sebenarnya wanita ini anggap aku ini hantu atau manusia sih, jelas-jelas aku ada disampingnya tapi kenapa dia malah mengabaikan ku seperti ini. Diajak bicara atau apa kek biar gak canggung kaya gini? batinnya yang sesekali ia melirik kearah Anindya dan tanpa diduga Anindya juga memandangnya.


"Kamu kenapa melihatku? tanya Resya yang spontan membuat Richard pun memperhentikkan laju kendaraannya karena terkejut.


"Astaga apa kamu udah gila. Apa kamu ingin kita kecelakaan? bentaknya yang kemudian Richard pun membalasnya.


"Kamu? sekali lagi kamu bicara maka aku sendiri yang akan mengikat mulutmu jadi diam-lah," bentaknya balik.


"Dasar gila, sedikit baik sedikit pemarah dan sedikit perhatikan apa dia ini seseorang yang memiliki kepribadian ganda apa? batinnya dengan menatapnya dengan tatapan tajam. Sedangkan Richard yang melihatnya ia kembali membentaknya.


"Apa maksud kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? tanyanya dengan tegas.


"Tidak, siapa yang menatapmu, GR ," balas Resya yang menyunggingkan bibirnya.


"Jangan GR karena aku memaksamu untuk masuk kembali kedalam mobilku. Karena aku orang yang mengajakmu untuk pergi dari awal, jadi jika ada kejadian yang tidak terduga terjadi aku tidak perlu menyalahkan diriku sendiri. jadi jika aku sekarang membawamu pergi itu jadi tugasku jadi jangan punya pikiran yang lain-lain, jadi sekarang pasang sabuk pengaman kamu? perintahnya tapi Resya hanya terdiam dan memandangnya dengan tatapan bingung.


"Kenapa kamu malah diam bukannya aku tadi memerintahkan mu untuk memasang sabuk pengaman apa kamu budek?


"Sudahlah Tuan aku capek ribut dan berdebat sama Tuan, jadi jika Tuan ingin marah, marah nanti aja ya jadi sekarang cepat jalankan mobil ini agar kita segera sampai ditempat kediaman kita masing-masing jadi cepat jalankan mobilnya," perintah balik Resya dengan tersenyum terpaksa-nya

__ADS_1


"Balik. Jadi maksud-mu kita akan balik dan aku akan membuatkan-mu pergi begitu saja tidak lagi.


"Maksud kamu?"


"Nanti kamu juga akan tahu," ucapnya tanpa pandangannya yang menatap Resya.


"Ini orang tumben diam aja biasanya dia langsung ngoceh. Apa dia udah mulai bosan dan sadar akan siapa aku?" batin Resya yang terlihat tersenyum. Richard yang melihatnya ia pun berbalik menatapnya.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri apa ada yang lucu?"


"Maaf Tuan," balas Resya yang mencoba menyimpan tawanya. Tak lama ia pun terkejut setelah sadar jika perjalanannya saat ini menuju kearah kantor.


"Ini kenapa kita kembali ke arah kantor Tuan. Apa tuan ada ketinggalan disana dan berniat ingin mengambilnya?" tanya Resya akan tetapi Richard yang mendengarnya ia hanya tawa sinis tanpa membalas pertanyaan Resya.


"Apa yang ingin dia lakukan apa dia berniat ingin menghukum-ku?" batin Resya. Tak lama mereka pun telah sampai di-kantor tepat pukul 19:00 malam.


"Tapi Tuan. Saya kan sudah mengerjakan semua laporannya. Apa saya perlu lembur juga malam ini?"


"Saya tidak pernah menyuruh-mu untuk lembur malam ini. Dan saya juga tidak memberikan pekerjaan kamu yang berat, tapi saya cuma memerintahkan kamu untuk menemani-ku saya apa kamu kurang paham?"


"Iya pak saya tahu kalau Tuan tidak menyuruh saya untuk lembur, tapi dengan menemani begadang tuan sampai larut malam bukankah itu sama aja lembur kan?"


"Apa kamu berani membantah-ku?"apa kamu ingin melihat aku marah lagi?" ancam Richard beralih Resya tak berani berucap lagi dan hanya pasrah dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya udah aku tinggal dulu karena ada tugas yang harus aku kerjakan sekarang ini dan inggat sebelum aku kembali kamu tidak boleh pulang duluan dan kamu harus tungguin aku sampai akuĀ  kembali lagi kesini, apa kamu paham?"


"Baik pak saya paham!.


"Dasar laki-laki aneh dia amnesia tapi kenapa emosinya juga tidak bisa ikut hilang ya. Padahal kalau hilang kan itu tambah bagus. Dan pastinya aku gak perlu susah-susah menghadapi omelan-nya setiap hari," celetuk Resya Kemudian ia pun duduk kursi kerjanya.


" Hoam...ngantuk banget aku sekarang mumpung si-bos lagi ngilang dimana kalau aku tidur sebentar aja ya, iya itu ide bagus lagian semua tugas aku kan udah selesai. Dan Richard kan menyuruhku untuk menemaninya saja jadi dengan cara tidur bagiku itu juga tidak masalah,"


Tanpa pikir panjang lagi dengan beraninya ia pun langsung memejamkan matanya dengan mengunakan kedua tangannya sebagai penyangga bantal cadangan. Akan tetapi rasa kantuk yang belum juga kelar lantaran tanpa disangka disangka langkah kaki seseorang tiba-tiba mulai memasuki ruangan ini.


Pintu yang berhasil terbuka terlihat langkah kaki seseorang memakai sepatu hitam yang pelan-pelan menghampirinya.


Dan siapa sangka langkah kaki seseorang itu yang tak lain ia adalah Richard. Mendapati sekretaris barunya telah bersantai dengan tertidur pulas diatas meja kerjanya.


"Dasar tukang molor baru ditinggal beberapa menit aja dia sudah asal tidur aja sudahlah lagian aku kan hanya memintanya untuk menemaniku saja. Tunggu? tapi kenapa aku merasa ada yang salah ya sama diri-ku ini. Sejak kapan aku jadi merasa takut gini apalagi sampai menyuruh seorang wanita untuk menjaga-ku bukankah ini sama aja aku merendahkan diriku sendiri padanya?" gumamnya dengan menyentuh jidatnya sendiri.


Melihat Resya yang masih tertidur pulas dimeja kerjanya. Richard yang melihatnya ia berusaha untuk tidak memperdulikannya. Dan berbalik mengerjakan akan tugas yang seharusnya ia lakukan saat ini yaitu menyelesaikan semua dokumen ini.


Hampir 30 menit pandangan Richard hanya beralih pada satu benda yaitu depan laptop dan juga beberapa lembaran tugas. Tak lama pandangannya beralih menatap Resya yang terlihat masih tertidur dengan sangat pulas-nya.


Aura kecantikannya tidak bisa diragukannya lagi. Richard yang tidak sengaja memandanginya tatapannya tak henti-hentinya teralih akan kecantikan Resya yang tanpa ia ingat adalah Istrinya sendiri.


"Sangat cantik. Ternyata kalau dia dalam keadaan tidur sendiri ia nampak sangat cantik," gumamnya dengan senyumannya. Tak lama ia pun sadar.

__ADS_1


"Astaga Richard apa yang barusan kamu katakan tadi. Apa kamu udah gila kenapa kamu bisa mengatakan hal semacam itu gila apa kamu ini!" gerutunya dengan mengetuk-ngetuk kepalanya sendiri.


BERSAMBUNG..


__ADS_2