Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Apakah Richard akan berhasil melawan


__ADS_3

"Ada apa ini kenapa perasan ku tidak enak kaya gini apa yang sebenarnya terjadi," batinnya merasa panik sendiri. Belum juga rasa paniknya hilang, suara dering ponsel terdengar olehnya.


Drt...drt. Drt...


"Siapa yang menelepon ku," gumamnya berlalu ia mengambil benda pipih itu dalam sakunya.


"Revan! Untuk apa dia menelfon ku?" gumamnya ia pun bergegas mengangkatnya.


"Iya Revan ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba menelfon-ku apa kamu sudah tahu siapa seseorang yang sudah meneror ku tadi malam?"


"Itu yang ingin aku katakan padamu Richard, tapi untuk sekarang kita jangan bahas masalah itu dulu karena ada masalah yang lebih penting yang harus kamu ketahui," balas Revan dengan nafasnya yang tersengal-sengal.


"Masalah lebih penting, masalah apa Revan cepat kasih tahu aku apa yang terjadi jangan bikin aku tambah panik seperti ini.


"Resya ...dia diculik," balas Revan yang spontan membuat raut wajah Richard seketika berubah.


"Apa! Bagaimana mungkin bisa. Sapa orang yang dengan beraninya menculik dia?"


"Soal itu aku juga tidak tahu Richard. Aku tahu jika Resya diculik lewat kamera CCTV yang tak jauh dari tempat kejadian. Sekarang anak buah ku lagi berusaha mencari keberadaannya. Sedangkan mobil Resya yang masih tertinggal disini kami berusaha mencari tahu dimana keluarganya berada!"


"Baiklah kabari aku kalau kamu menemukan keberadaannya?"


"Baik aku akan segera memberitahumu jika tim kami menemukannya!"

__ADS_1


"Aku tahu siapa orang dibalik semua ini aku tahu siapa dia. Karena dia juga pastinya orang yang kemaren berusaha membunuhku dengan berusaha menembakkan peluru ini agar mengenai diriku waktu itu tapi Tuhan masih sayang padaku sehingga peluru ini tidak berhasil membuat nyawaku melayang dan berbalik meleset kearah lain. Lihat saja apa yang aku lakukan padamu Erlangga tunggulah pembalasanku. Kamu sudah berani menyakiti menggangguku jadi itu artinya kamu sudah berani membangunkan singa yang sedang tidur pulas jadi tunggulah kehadiranku!"


Dalam benaknya dia sudah mengetahui siapa dalang dari semuanya. Namun dia memiliki rencananya sendiri untuk menaklukkan musuhnya.


Beberapa menit kemudian Richard telah sampai disalah satu gedung kosong perlahan-lahan ia mulai mendekati sebuah lokasi pembangunan yang dimana terdapat banyak kayu-kayu yang berjajar rapi. Hal itu tidak dihiraukannya, tak sabar ingin bertemu seseorang yang ingin ia temuinya.


Orang yang ada disana terkejut dengan kedatangan sebuah mobil yang tak asing bagi mereka. Melangkah kaki di area itu, tidak lupa dengan membawa senjata api miliknya.


Mengetahui musuhnya sudah berada tepat dihadapannya ia lantas segera turun dan membanting pintu mobilnya dengan sangat keras.


"Kau hampir membunuhku dengan peluru ini bukan?" gertak Richard yang langsung melemparkannya tepat dibawah kaki Pria yang bernama Erlangga tersebut.


"Kau ternyata sangatlah pemberani sampai-sampai dengan beraninya kamu datang kesini dengan tangan kosong. Apa kamu sudah siap jika tempat ini akan jadi tempat peristirahatan terakhir kamu makanya kamu berbangga diri seperti ini? Kau terlalu percaya diri Richard!"


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Pria bertubuh kekar itu menghajar sang lawan seperti kesetanan. Tidak memberikan lawannya untuk melawan sedikit pun. Sembari mengeluarkan umpatan kasar. .


Sampai akhirnya Richard menemukan celah dan langsung saja, memberikan bogeman mentah pada wajah Erlangga .

__ADS_1


Membuat lelaki itu mundur dari hadapannya. Richard yang mendapat serangan tak terduga itu pun lantas memundurkan langkah kaki. Dengan nafas memburu ia menatap tajam layaknya harimau ke arah pria yang kini sudah berdiri meski kesusahan dan sesekali merintih.


Dan tanpa memedulikan apa-apa lagi, pemuda tersebut kembali menyerangnya dengan letupan emosi yang semakin bertambah.


Tentunya, kali ini Richard yang sudah babak belur di beberapa bagian wajahnya tidak akan tinggal diam. Sehingga, perkelahian pun kembali terjadi dan lebih sengit lagi hinga akhirnya Erlangga yang merasa tak sanggup melawannya lagi ia berlari keluar menghindari amukan sang lawan.


"Heyy jangan kabur kamu," teriaknya yang kemudian Richard kembali mengejarnya dengan mengunakan mobilnya.


Menyadari jika niatnya telah dicurigai oleh Richard akhirnya Erlangga yang berniat akan melarikan diri dengan mempercepat laju kendaraannya. Ia dibuat terkejut setelah Richard yang dengan nekat langsung membanting setir ke kanan dan membuat mobil Erlangga tidak bisa lagi menghindarinya sesaat menabrak salah satu tembok hinga dirinya tidak bisa lagi keluar dari dalam mobilnya sendiri.


Lantaran posisinya yang sudah terpojok lantaran pintu mobil kanannya yang terhalangi tembok dengan terpaksa Erlangga pun keluar dari pintu kiri. Belum juga ia berhasil keluar terlebih kedatangan Richard membuat dirinya terkejut setelah Richard yang tanpa aba-aba langsung memukul kaca depan hanya mengunakan tangan kosongnya.


Darah mengalir deras dari telapak tangannya akibat terkena pecahan beling tersebut akan tetapi Richard tidak perduli dengan semua rasa sakit itu, menarik kera baju pria berjas tersebut dan menyeretnya keluar dari dalam mobil dan membuatnya berlutut simpuh dihadapan dan terus memukulnya hingga babak belur dan membuat Erlangga seketika tidak berdaya dalam kondisi wajah yang sudah dipenuhi luka lebam.


"Apa kamu ingin membunuhku? Jika itu memang benar bunuh lah aku sekarang ayo bunuh aku!"


"Diam! Sekali lagi kamu berkata maka aku tak segan-segan akan menghabisi mu hari ini juga!"


"Jika kamu benar-benar melakukan itu kamu benar-benar laki-laki bajingan kamu bajingan karena kamu mampu membunuh anak dari seorang yang sudah kamu anggap seperti ibu kandung kamu sendiri yaitu Mamaku Bibik Minah. Bukankah Mama ku sudah kamu anggap seperti ibu kandung kamu sendiri!"


"Aku memang sudah menganggap Mama kamu sudah seperti ibu kandung ku sendiri, tapi tidak dengan anda. Aku bisa saja membunuhmu kapan pun aku mau, tapi aku sadar membunuhmu tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi cepat kasih tahu aku dimana Nurma karena aku masih punya wasiat untuk aku sampean padanya cepat katakan!"gertaknya dengan menarik dengan kasar kera kemeja Erlangga.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2