Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BISA MELIHAT KEMBALI.


__ADS_3

"Maafkan aku Resya..maafkan aku, karena aku sudah dengan teganya membohongimu, maafkan aku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Richard, kenapa dia terlihat sangat kesakitan seperti itu. Apa dia punya penyakit yang serius?"batinnya yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Sesaat kemudian Revan pun kembali dan menghampiri mereka, Resya yang mendengar langkah seseorang itu pun lantas bertanya.


"Apa itu Revan?"


"Iya Resya, itu ini Kak Revan?"balas Natali yang kemudian Revan pun sampai.


"Revan kamu darimana aja kenapa kamu lama sekali?"


"Maafkan aku, tadi aku ada urusan sebentar makanya aku telat menyusul kalian, ya sudah karena ini sudah mulai sore kita kembali ke Rumah sakit ya?"


"Baiklah itu tidak masalah."


"Maafkan aku Res, maafkan aku kalau aku telah banyak melakukan kebohongan sama kamu, maafkan aku. Sebenarnya apa yang terjadi pada Richard kenapa dia meringis kesakitan seperti tadi. Apa setelah adanya luka tusukan yang ia alami kemaren, ia menyembunyikan sebuah rahasia lain dariku?"


Dalam berkata dalam hati, Revan pun akhirnya terus memikirkan kondisi Richard. Apalagi melihatnya menahan sakit seperti itu, ia yakin pasti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan darinya. Akan tetapi yang masih membuatnya penasaran apa rahasia yang ia sembunyikan.


Tanpa berfikir, Revan pun akhirnya mulai menjalankan laju kendaraannya untuk segera sampai ke Rumah sakit. Tidak menunggu waktu lama, mereka bertiga pun telah sampai juga di Rumah sakit.


Setibanya mereka pun dikejutkan dengan kehadiran Dokter yang berkata jika perban yang telah terpasang di kepala Resya sudah siap untuk dilepaskan.

__ADS_1


*****


"Baiklah karena kamu sudah sampai san setelah saya periksa laporan kesehatan kamu, kondisi kamu perlahan-lahan sudah mulai membaik, jadi apa kamu keberatan kalau perbanmu kami lepas sekarang?" tanya Dokter.


"Iya Dok saya tidak masalah, semakin cepat semakin baik karena aku juga sudah tidak sabar melihat semuanya jadi cepat bukalah!"


"Saya suka sama semangat seseorang seperti anda, ya sudah kalau gitu saya buka ya?"


"Baik Dok!"


Perlahan-lahan Dokter pun akhirnya membuka perban yang telah terpasang di kepala Resya dengan berhati-hati Dokter pun berhasil melepaskannya.Setelah semuanya berbuka Dokter pun memerintahkan Resya untuk membuka kelopak matanya secara perlahan-lahan.


"Resya kamu kenapa? Apa kamu sudah bisa melihat kita?" tanya Revan yang merasa bingung lantaran Resya hanya terdiam saja.


"Aku...aku beneran sudah bisa melihat semuanya, aku benar-benar tidak lagi bermimpi kan? Aku beneran bisa melihat semuanya aku bisa melihat semuanya?"


Wajah bahagia yang terpancar dari aura wajah Resya membuat semua orang yang melihatnya pun ikut merasa sangat senang dan lega.


"Alhamdulillah kalau anda sudah bisa melihat jadi saya ucapkan selamat, baiklah karena saya masih ada urusan jadi maaf kalau kalian saya tinggal dulu!"


"Baiklah Dok, sekali lagi makasih atas semuanya ya Dok?"

__ADS_1


"Baiklah sama-sama ya sudah kalau gitu saya permisi dulu."


"Baiklah Dok."


"Aku benar-benar sangat senang sekarang, aku tidak tahu harus dengan cara apa aku bisa membalas semua kebaikan yang kamu lakukan padaku,bahkan kalau pun bukan karena bantuan kamu yang mau membayarkan semua biaya rumah sakit ini, aku rasa aku mungkin tidak akan bisa melihat semuanya termasuk melihatmu juga?"


"Aku tahu kalau sekarang kamu sangat bahagia, tapi ada satu yang harus kamu ketahui Resya, dan aku hanya inggin berkata jujur kalau bukan akulah orang yang membiayai biaya operasi kamu, memang pada saat itu aku berniat inggin membayarnya. Akan tetapi setibanya aku sampai dibagian administrasi, petugas mengatakan kalau sudah ada orang yang terlebih dulu membayar biaya Rumah sakit mu dan seseorang itu yang tak lain ia adalah....".


Belum juga Revan selesai akan perkataannya, lamunan Revan pun muncul sesaat ia yang sedang memikirkan sesuatu.


"Apa jika aku mengatakan semuanya pada Resya. Apa dia akan berbalik memaafkannya dan melupakan semua kebenciannya pada Richard?"batin Revan yang kemudian Resya pun berkata.


"Kamu kenapa Rev, apa kamu sedang memikirkan sesuatu. Siapa seseorang yang sudah membayarkan semua biaya Rumah sakit ku?"tanya Resya yang kemudian Revan pun membalasnya.


"Sebenarnya orang yang membayarkan semua biaya Rumah sakit ini, dia adalah Richard Suamimu sendiri,"balas Revan yang spontan membuat pandangan Resya pun canggung.


"Ja ... jadi orang yang membayar biaya rumah sakit ini adalah Richard!"


"Iya dialah orangnya maafkan aku Resya! Maafkan aku kalau aku baru sekarang bisa berkata jujur sama kamu, maafkan aku!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2