
"Richard apa yang kamu lakukan?" tanya Resya akan tetapi Richard tidak memperdulikannya.
"Aku gak pernah menginginkan apapun, aku juga tidak menginginkan hal yang aneh. Tapi aku hanya inggin mengatakan satu hal sama kamu, maafkan aku, maafkan aku atas segala hal yang pernah aku lakukan selama ini, maafkan aku karena aku udah membuat luka goresan yang sangat menyakiti perasaan kamu? Maafkan aku karena aku, kamu harus menangung semua penderitaan dan harus terjebak didalam kehidupan seperti ini?"ucap Richard yang spontan membuat Resya pun terkejut. Akan tetapi setelah mendengar ucapan itu, dia malah memalingkan pandangannya dari Richard.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Biarpun kamu menyesali semua perbuatan yang sudah kamu lakukan kepadaku bukannya semua ini sudahlah terlambat!
Karena nasi yang sudah terlanjur menjadi bubur gak akan mungkin bisa dikembalikan menjadi nasi utuh lagi. Sama halnya dengan apa yang kamu katakan kepadaku? Sudah gak akan mungkin dikembalikan seperti sedia kala jadi apapun yang terjadi sekarang semua ini sudah jadi takdir hidup yang harus aku jalani saat ini, walaupun aku tahu tidak mudah bagiku untuk menerima keadaan semua ini, tapi inilah kenyataannya dari hidupku yang harus aku jalani. Sekarang hanya tinggal ratapan nasib yang harus aku terima.
"Apa kamu masih kecewa kepadaku? Apa dalam hati kamu yang paling dalam ini, kamu belum bisa menerima aku sebagai suami kamu lagi? Apa mungkin dalam hati kamu belum ter ukir nama aku disana?" tanya Richard akan tetapi Resya hanya terdiam tanpa berkata lagi hingga akhirnya ia pun berkata.
__ADS_1
"Apa aku harus menjawabnya?" tanya balik Resya yang dengan menunjukkan raut wajah seriusnya.
"Iya kamu memang harus menjawabnya. Karena aku hanya ingin mendengar langsung apa jawaban dari hati kamu saat ini?"
"Tapi entah kenapa menurutku rasa kekecewaanku ini lebih besar dari pada rasa cinta yang tiba-tiba muncul dari dalam hatiku ini. Dan belum bisa mengobati penyesalan dan juga kekecewaan yang sudah sangat melukai perasaanku ini. Apalagi ketika aku mengingat apa yang kamu lakukan kepadaku.
Dan hal itulah yang membuatku sangat sulit untuk memaafkan mau pun menerimamu. Apalagi aku juga tidak percaya apa kamu memang benar-benar ingin serius kepadaku, atau mungkin itu hanya sandiwara kamu aja.
Sudahlah jika hanya itu yang kamu inginkan. Aku harus pergi karena masih ada kerjaan yang belum aku selesaikan!" ucap Resya yang kemudian dia yang hendak inggin pergi akan tetapi langkah kaki Resya tiba-tiba terhenti lantaran ia terkejut karena tiba-tiba aja Richard langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Jika se'kecewa itu kamu kepadaku, aku mohon tolong kamu maafkan aku, karena jujur aku gak bisa digantung dengan perasaan seperti ini, tolong kamu maafkan aku atas kesalahan yang sudah aku perbuat selama ini sama kamu. Maafkan aku!"
Dia pun membalikkan badan Resya menghadap kearahnya. Karena terlalu mendalami perasaannya, Richard pun akhirnya memberanikan diri mendekati bibir mungil Resya yang memakai lipstik minyak tersebut. Perlahan-lahan Richard rasanya inggin sekali mengigit bibir mungil tersebut. Hanya berjarak sekitar lima senti Richard sudah hampir berhasil menguasai bibir tersebut.
Niat Richard yang inggin sekali mengecup bibir Resya sekali saja. Akan tetapi belum juga Richard berhasil menyentuh bibir mungil tersebut, ia sudah keduluan dengan kehadiran seseorang pengunjung ditempat ini yang tak sengaja memergoki tindakan mereka. Resya maupun Richard seketika pun terkejut tidak main. Dan seketika menjadi salah tingkah setelah laki-laki itu yang melihat dengan jelas apa yang dilakukan mereka saat ini.
"Maaf mas, mbak kalau mau ciuman jangan disini. Saya ini masih jomblo gak kasihan apa," gerutu laki-laki itu yang terlihat kesal.
"Maafkan kami mas kami tidak sengaja, maaf ya!"
__ADS_1
"Ya sudah saya pergi dulu Monggo dilanjutkan," balas pria itu tanpa berkata ia segera pergi meninggalkan mereka, sedangkan Richard dan Resya yang mengetahuinya mereka merasa tidak enak dan sama-sama malu memandang satu sama lain.
BERSAMBUNG.