Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Rencana Sandra dan Erlangga


__ADS_3

Aku sadar kehidupan yang aku jalani semua ini hanyalah sandiwara. Sandiwara ku yang berpura-pura bersikap jahat dan tidak punya hati menghadapinya. Hidupku tidak akan lama lagi, bahkan bisa dibilang kapan dan dimana Tuhan bisa menggambil nyawaku dan yang harus aku lakukan sekarang.


Aku harus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, biar pun penderitaan sudah jadi makanan keseharian ku aku yakin aku pasti bisa melewati semua ini.


Maafkan aku Resya maafkan aku. Aku memang jahat tapi sadarlah aku melakukan semua ini demi kamu maafkan aku.


Tuhan. Hamba tidak akan mengeluh jika takdir kebahagiaan Hamba sudah ditakdirkan seperti ini, tapi hamba hanya minta satu permintaan terakhirku hamba tolong... tolong kuatkan hamba menjalani kehidupan hamba yang sangat menyakitkan ini. Tolong kuatkan hamba menahan rasa sakit sekaligus sakitnya hati ini ketika hamba harus melihat wanita yang hamba cintai lagi-lagi menangis karena hamba, hamba mohon hanya itu permintaan hamba, hamba mohon.


Ucapan yang mampu terucap lewat hatinya. Bahkan raut wajah kecewa tidak bisa lagi ia sembunyikan. Rasa sakit yang setiap harinya mampu menyerangnya nyatanya tidak sebanding dengan rasa sakit sekaligus kecewa ketika harus melihat orang yang paling ia cintai lagi-lagi harus menangis karena ulahnya.


"Aku tahu kamu sangatlah mencintainya begitu juga sebaliknya tapi kenapa kamu malah sengaja menusuknya dengan cara seperti ini. Jika kalian sama-sama saling mencintai kenapa kalian juga harus melukai satu sama lain kenapa?"


"Karena mencintai tidak harus memiliki. Ada kala mencintai hanya bisa kita miliki dalam genggaman kita tanpa harus memeluknya," sambung Richard yang spontan membuat Nurma terdiam.


"Aku harus istirahat jadi maaf aku harus pergi ke kamar," ucapnya tanpa berkata lagi ia segera masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam ruangan.


"Perasaan apa ini. Kenapa aku melihatnya menangis kenapa aku malah ikut sedih dibuatnya. Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama, cinta yang mampu hadir tanpa mengenal usia mau pun situasi," gumam Nurma dengan memegang hatinya sendiri.


Terduduk disalah satu taman sembari menghirup udara segar diluar taman Rumah sakit membuat hati Resya cukuplah rileks dan bisa melepaskan semua penderitaannya biar pun hanya sesaat.

__ADS_1


"Menangis-lah Resya menangis-lah jika itu akan membuatmu merasa tenang. Menangis-lah,"


"Kamu? apa kamu sedang menangis?" tanya seseorang itu yang kemudian Resya pun berbalik badan.


"Kamu...tidak aku tidak lagi menangis. Aku hanya kelilipan kok," balasnya Resya dengan mengusap air matanya.


"Apa kamu masih ingin bohong dihadapan ku?" tanya Revan yang kemudian ia ikut duduk disamping Resya.


"Kenapa? Kenapa kamu mau berbaik hati menolongku?" tanyanya yang bertatap langsung pada Revan.


"Entahlah mungkin karena aku tahu penderitaan yang kamu alami maka karena itulah yang membuatku menjadi berbaik hati mau menolongku. Kamu menangis seperti ini apa semua ini ulah dari Richard apa dia pelaku yang lagi-lagi berhasil menusuk hatimu?"


"Sudahlah membahas masalah ini dan mengingat namanya tidak akan membuat air mataku surut jadi lupakanlah!"


"Kamu kenapa bisa kebetulan ada disini. Apa yang barusan kamu lakukan?"


"Biasa aku kan seorang polisi jadi aku sedang mengintrogasi sebuah kasus dan kebetulan aku melihatmu disini!"


"Baiklah kalau seperti itu!"

__ADS_1


"Maafkan aku Resya. Bukanlah Richard pria jahat yang mampu melukai hatimu tapi aku juga gak kalah beda dengannya. Bahkan aku lebih jahat karena mampu menyembunyikan sebuah rahasia dan mampu melukai tiga seseorang sekaligus termasuk aku sendiri maafkan aku," batin Revan yang terus saja menatap kearah Resya akan tetapi Resya tidak melihatnya.


"Aku tidak tahu siapa sebenarnya laki-laki itu? Apa dia beneran malaikat yang Tuhan ajukan untuk menjaga dan menjadi penolongku, tapi yang jelas Resya yang sekarang bukanlah Resya yang bodoh yang gampang percaya dengan rayuan setiap Laki-laki," batin Resya yang mampu berkata tapi pandangannya tak mampu melihat langsung kearah pria tersebut.


*


*


*


"Gimana tugas yang saya berikan apa kamu berhasil menjalankannya dengan sempurna?"tanya salah seorang wanita pada salah satu wanita berseragam suster.


"Nyonya tenang saja saya sudah berhasil menjalankan perintah yang nyonya berikan dengan sangat sempurna. Dan saya yakin wanita itu akan marah besar sama pria itu," sambungnya dengan senyum sinisnya.


"Rencana sangat bagus aku suka kerjamu Sandra. Kamu memang wanita yang sangat licik dan cerdik jadi gak sia-sia kita melakukan kerja sama ini," sambung pria lain yang berada disampingnya.


"Rencana satu berhasil kita jalankan sesuai rencana. Dan rencana kedua apa kamu sudah siap menjalankannya mumpung kita masih punya waktu banyak. Wanita itu sudah seenaknya dapat pendonor mata itu dengan sangat gampang dari mama kamu. Jadi kini saatnya kamu merebutnya kembali. Dan tindakan yang dilakukannya kini saatnya anda untuk membalasnya," sambung Sandra lagi


"Baiklah aku siap menjalankannya kapan kita siap melancarkan aksi ini?" tanya Erlangga dengan pandangannya yang tak henti-hentinya memandang Sandra.

__ADS_1


"Secepatnya akan lebih baik," balas Sandra dengan membalas senyumannya.


BERSAMBUNG


__ADS_2