Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Alhamdulillah


__ADS_3

Belum selesai pembicaraan yang sedang mereka bicarakan selesai. Tiba-tiba Richard merasa jika dirinya sangat lemah dan pandangan matanya pun perlahan-lahan menjadi rabun. Kemudian Richard yang tadinya baik-baik saja dia pun merasa  kesakitan dan terus menahan rasa sakit yang sedang menyerang dirinya sekarang ini. Karena tidak bisa menahan rasa sakitnya Richard akhirnya tidak sadarkan diri


Bergegas para dokter yang melihat kondisi Richard yang mulai tidak stabil, bergegas mereka pun memberi pertolongan pertama dengan memompa jantung Richard yang mulai sedikit melemah. Sedangkan suster yang melihat darah terus mengalir di kepala Reyhan, mereka juga langsung memasangkan infus dan juga membersihkan darah yang sudah tambah semakin banyak.


"Richard aku mohon bertahanlah aku mohon!"ucap Resya yang merasa sangat panik sekaligus tidak bisa tenang sebelum mengetahui kondisi Suaminya sekarang. Berjalan bolak-balik itulah yang bisa dia lakukan saat ini.


"Aku gak bisa berdiam diri seperti ini, aku harus melakukan sesuatu?"


Berlari pergi ke suatu tempat, Revan yang hendak ingin mengejarnya ia sudah dibuat terkejut lantaran bertepatan dokter yang keluar dari ruangan pemeriksaan.


"Dokter gimana keadaan Richard Dok, apa dia baik-baik saja?" tanya Revan dengan raut wajahnya yang terlihat sangat cemas.


"Richard dia ...," ucapnya yang terhenti dengan memberikan kode menggelengkan kepalanya.


"Apa maksud dokter? Dokter jangan bikin aku tambah merasa takut! Apa yang sebenarnya terjadi Dok?"


"Baiklah keruangan saya!"

__ADS_1


"Baik dok!"


Tanya memikirkan yang aneh-aneh, bergegas Resya pun berlari menuju ketempat Wudhu, karena disaat seperti ini dia tidak tahu harus melakukan apa, karena yang bisa dia lakukan sekarang dia hanya bisa meminta bantuan kepada tuhan yang maha Esa Sekaligus meminta petunjuk kepadanya, agar Richard bisa selamat menghadapi masa sulitnya ini.


Setelah berWudhu. Bergegas Resya pun memakai mukena berwarna putih, yang dimana sudah disiapkan ditempat itu. Kemudian dia pun bersujud dan memohon ampun kepada Tuhan.


"Hamba tahu, hamba hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari dosa, hamba juga tahu, hamba hanyalah wanita lemah yang tidak bisa melakukan apa-apa disaat musibah sedang menghampiri hamba seperti ini, hamba hanya bisa minta satu permintaan darimu, hamba mohon tolong...tolong selamatkan suami hamba, hamba mohon tolong selamatkan dia.


Karena dia belum sepantasnya untuk kau ambil tuhan, beri dia kesempatan yang kedua kali supaya dia bisa menjadi Suami sekaligus ayah yang bertanggung jawab untuk anak yang ada di kandunganku ini, Hamba tahu suami hamba masih mempunyai banyak dosa yang mungkin belum bisa untuk tuhan ampuni, tapi hamba mohon tolong selamatkan dia, hamba mohon tolong selamatkan dia. Amiiinn...Amiiin..yarobbalaalamin."


Tanpa Resya sadari ternyata Revan sudah berada di-pintu masuk. Sekaligus ikut terharu setelah melihatnya. Juga mendengarkan doa Resya barusan, selesai berdoa dan melakukan sholat Revan kemudian menghampirinya.


"Akan lebih baik kita sekarang menghadap ke Dokter karena dia ingin menjelaskan sesuatu pada kita?"


"Baiklah!"


*

__ADS_1


*


"Apa Dok mendapatkan pendonor ginjal apa Dokter yakin?" tanya Resya dengan ekpresi wajah bahagianya.


"Iya kemaren ada seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya untuk Richard. Dan dia juga sudah melakukan pengecekan dan ternyata hasilnya sangatlah cocok jadi dengan transplantasi ginjal seseorang itu saya rasa kesempatan Richard untuk hidup lebih lama dia pun punya kesempatan lagi?"


"Alhamdulillah terus kapan operasi pencangkokan itu akan dilaksanakan Dok. Apa dia sudah mengatur waktu untuk menjalankan transparansi itu?" tanya Resya lagi.


"Iya, dia sudah mengaturnya, rencananya nanti sore dia ingin mencangkokan ini dilaksanakan dengan segera akan tetapi untuk mengetahui siapa seseorang itu sebenarnya dia masih merahasiakannya?"


"Merahasiakannya tapi kenapa Dok?"tanya Revan.


"Kalau soal itu entahlah, dia akan mau menunjukkan siapa dirinya jika operasi ini dijalankan terlebih dulu," titah Dokter.


"Kenapa dia merahasiakannya dari kita. Dan apa maksudnya?"tanya Resya.


"Mungkin dia belum siap menunjukkan siapa jadi dirinya yang jelas kita harus bersiap-siap sekarang!"

__ADS_1


"Baiklah cepat lakukan sekarang Dok semakin cepat semakin baik," balas Resya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2