
Di sebuah ruangan terdapat banyak seseorang berseragam hitam yang tak lain adalah seorang bodyguard yang telah berbaris rapi menyambut kedatangan Tuannya. Seorang pria memasuki Mansion itu dengan wajah datar dan dingin miliknya, itu membuat aura seramnya semakin terpancar. Ia duduk di kursi ruang makan dikelilingi banyak bodyguard yang berjaga.
Beberapa diantaranya merasa tangannya gemetar begitu menatap tatapan Tuannya yang terlihat sangatlah marah.
Seluruh bodyguard berkeringat dingin melihat tatapan Tuannya sangat menyeramkan lantaran rencananya untuk menyelundupkan barang haram telah gagal, sekaligus separuh koleksi senjata ilegalnya sudahlah berpindah tempat bukan keuntungan yang ia dapat melainkan kerugian yang sangat besar.
Brakk!
Semua yang ada di sana seketika kaget saat Pria itu menggebrek meja dengan emosi yang mengebu-gebu. Tatapannya sangat tajam, baru kali ini ada orang yang berani melawannya dan membuatnya marah seperti ini.
"Gadis kurang ngajar! apa tidak tau siapa aku berani-beraninya dia mempermainkan ku dengan cara seperti ini? Wiliam," teriaknya yang kemudian seseorang yang bernama William pun menghampirinya.
"Iya Tuan.
"Cepat cari tahu identitas dari Gadis yang dengan beraninya telah mengusik ketenangan ku.
"Baik Tuan segera kita akan menyelidiki siapa latar belakang dari gadis imut itu.
"Baiklah, cepat jalankan perintahku sekarang.
"Baik Tuan.
Suasana hati yang dirasakan Erlangga saat ini hanyalah dendam dan amarahnya yang begitu dalam. Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya di Rumah sakit Hospitality Rasyel terlihat bingung sekaligus terlihat panik melihat kondisi Silvi yang sudah dua hari ini belum kunjung sadar akibat cairan yang kemaren yang barusan disuntikkan Sandra pada tubuh Silvi.
"Sebenarnya obat apa disuntikkan Nyonya pada tubuh Silvi, kenapa sampai dua hari lamanya obat itu masih berpengaruh. Tidak, aku tidak bisa diam aja aku harus melakukan sesuatu, iya aku harus melakukan sesuatu," gumamnya yang kemudian ia mengambil sesuatu dari dalam sakunya.
"Untung saja tadi sebelum aku berangkat aku terlebih dulu minta Rasya rekaman ini, jadi mungkin dengan bantuan rekaman ini aku bisa aku bisa lebih muda mengawasinya dari jauh jauh.
Dengan menaruh salah satu rekaman pengintai HD yang sangat kecil ya ia tempelkan pada salah satu lorong nakas yang bersembunyi dan mampu memperlihatkan wajah asli seseorang yang jaraknya tepat dari hadapan rekaman ini.
Bahkan lebih canggihnya lagi rekaman ini juga mampu menyaring daya suara yang dihasilkannya.
Berhasil memasang rekaman ini tak lama langkah seseorang terdengar dari telinga Rasyel. Bergegas ia pun berpura-pura berlagak sedang memeriksa kondisi Silvi
"Gimana Dokter apa Putri saya sudah mulai ada perubahan sekarang? tanya seseorang itu yang tak lain adalah Sandra.
__ADS_1
"Tidak Nyonya, dia masih sama tidak juga mengalami perubahan sama sekali," balasnya dengan menunduk.
"Baiklah kalau gitu, oh iya apa Dokter bisa tinggalkan kami berdua?
"Baik Nyonya," balas Rasyel yang kemudian ia pun pergi dari hadapan Sandra.
"Apalagi yang ingin dilakukannya. Apa dia ingin menyuntikkan racun itu lagi pada tubuh Silvi," batin Rasyel yang terlihat penasaran dengan tatapannya yang sesekali ia meliriknya dari belakang.
"Silvi...sangat menyedihkan sekali ya nasibmu ini. Kamu dan juga keluarga kamu memang tidak pernah ada gunanya. Dan setelah aku pikir-pikir dari pada aku susah-susah menghamburkan uang kenapa tidak sekalian aku membunuhmu saja bukannya itu lebih baik bukan,"
Berjalan tanpa pandangan yang fokus, sekaligus pikiran yang sedang memikirkan sesuatu. Dokter Kim yang memperhatikannya sedari tadi ia berlalu menghampirinya.
"Dokter ada apa kenapa Dokter mukanya terlihat murung. Apa Dokter ada masalah? tanya Dokter Kim akan tetapi Dokter Rasyel engan menjawab.
"Tidak apa-apa kok Dok, saya baik-baik saja," balasnya dengan memanyunkan bibirnya.
Baru selangkah Dokter Rasyel menghampiri Dokter Kim dan bercanda-canda sebentar. Tiba-tiba suasana di Rumah sakit menjadi mencekam, bahkan kumpulan pria berjas tiba-tiba datang dan menghalangi setia orang untuk hendak memasuki ruangan yang arahnya mendekati ruang rahasia.
Bahkan para pasien yang tadinya berada diluar untuk mencari udara segar kini dalam hitungan detik mereka didorong paksa agar masuk kembali ke ruangannya. Rasyel dan Dokter Kim yang tadinya santai dalam hitungan menit rasa penasaran mereka telah menjadi.
"Ada apa Dokter kenapa orang-orang pada panik semua. Dan siapa para Pria berjas itu? tanya Dokter kim.
"Baiklah ayo Dok," selangkah ia akan pergi, seseorang pun datang.
"Dokter ada apa?
"Itu Dokter Rasyel, pasien atas nama Silvi dia tadi sudah tersadar dari komanya, tapi setelah itu dia melukai dirinya sendiri dengan menggores tangannya dengan pisau.
"Apa Silvi melukai dirinya sendiri? tanya Rasyel yang merasa tidak mempercayainya.
Dan kemudian Rasyel pun bergegas berlari menuju keruangan itu.Dan betapa terkejutnya ia melihat Silvi yang sudah berlumuran banyak darah di bagian tengorokannya. Dengan didorong dengan menggunakan brangkar, bergegas brangkar itu pun dimasukannya keruang operasi.
"Astaga bagaimana mungkin ini bisa terjadi terus kenapa kalian semua pada diam ayo tunggu apa lagi kita harus melakukan operasi secepatnya.
"Tunggu dulu Dok kita harus menunggu Dokter yang kepala supaya kita bisa melakukan operasi itu secepatnya.
__ADS_1
"Terus sekarang dimana Dokter itu apa dia sudah datang kesini? tanya Rasyel akan tetapi tanggapan mereka hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Dia belum datang apa kita harus menunggunya. Dan membiarkan Pasien ini meninggal dunia baiklah jika kalian tidak ada yang berani melakukan semua ini biar saya yang melakukannya. Dokter kim saya butuh bantuan Dokter sekarang, jadi Dokter bersedia kan membantu saya? tanyanya.
"Baiklah Dokter bersedia membantu Dokter, mari kita laksanakan operasi itu sekarang.
"Baik Dok.
Beberapa alat medis sudah berhasil disiapkannya. Dan Dokter Kim mau Dokter Rasyel sudah bersiap-siap melakukan penjahitan pada bagian leher Silvi yang sudah penuh dengan bercak darah.
Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.
Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.
Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Silvi, mulai dari lehernya hinga wajahnya dan kemudian Dokter pun menjalankan operasinya dibagikan leher depan Silvi. Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan.
"Karena sekarang kondisi pasien sudahlah normal aku akan memberitahukan kabar ini pada Nyonya.... dia pasti sangat cemas dengan kondisi putrinya.
"Jangan," cegahnya dengan menarik tangan Dokter Kim.
"Kenapa Dok, kenapa Dokter menghalangi saya? tanyanya lagi.
"Karena pasien atas nama Silvi dia bukanlah Putri kandung dari Nyonya ..... selama ini kita telah dibohongi. Dia sebenarnya korban yang disekap olehnya lebih dari beberapa tahun karena pasien telah mengandung darah daging cucunya lantaran tidak mau menanggung resiko besar akibat perbuatan putranya sendiri. Nyonya .... akhirnya memutuskan cara ini bahkan ia membuat berita yang mengatakan jika Silvi sudahlah meninggal. Bahkan semua ini apa yang terjadi pada hari ini aslinya bukanlah Silvi yang melukai dirinya akan tetapi nyonya sendirilah yang melakukannya dan ini buktinya.
Menunjukkan bukti berupa rekaman video gimana Sandra dengan sengaja telah menggores sedikit leher Silvi menggunakan pisau. Sekejap pandangan Dokter Kim pun sangat tidak mempercayai akan tindakan yang dilakukannya.
"Astaga apa dia sudah gila, jadi selama ini kita hanya dipermainkan.
"Iya seperti itu. Jadi yang perlu kita lakukan sekarang kita harus membantu Silvi untuk bisa keluar dari perangkap ini yaitu dengan ikut bersandiwara dengan caranya seolah dia telah meningal dalam operasi ini.
"Tapi bagaimana caranya Dokter? tanya Dokter Kim.
"Entahlah," balas Rasyel yang masih memikirkan sebuah ide.
SEKALIAN IJIN PROMO KARYA TERBARUKU YA
__ADS_1
BERSAMBUNG.