
Jika pada dasarnya yang namanya pernikahan akan diawali dengan rasa cinta dan kasih sayang kita pada pasangan kita. Tapi nyatanya semua itu tidak berarti bagiku, pernikahan yang aku impikan sejak dulu kini hanya akan menjadi bayang-bayang. Setelah ia harus menerima kenyataan pahit bahwa dia harus menerima kenyataan bahwa dia akan menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak ia cintai, bahkan bukan hanya tidak ia cintai tapi untuk mengenal lebih dekat saja dia belum pernah.
Dan hari yang cerah ini akan jadi hari sekaligus saksi jika dirinya akan melangsungkan pernikahan pada malam hari nanti, jam yang sudah menunjukkan pukul 17:00 sore yang artinya hanya menghitung menit maka status dia sebagai perawan kini akan terganti menjadi seorang Istri .
Tidak ada kata lagi yang mampu untuk ia ucapkan, selain hanya bisa menangis dan menangis tanpa henti hanya itulah yang mampu ia lakukan saat ini dengan bersamaan air mata yang terus-menerus membanjiri dari kedua sudut matanya.
Setelah mendapat restu dari kedua pihak akhirnya pernikahan mereka pun diselenggarakan juga walaupun tanpa dihadiri oleh banyak orang dan hanya beberapa anak buah Richard dan juga Mamanya Resya sendiri.
Disisi lain Resya yang sudah berada di ruangan dan berhadapan dengan meja rias dan meratapi dirinya yang sudah terbalut dengan kebaya Putih yang cantik membuatnya dirinya tambah semakin cantik. Resya pun gak bisa membohongi dirinya sendiri jika sebenarnya dia juga gak mau pernikahan ini sampai terjadi. Tapi apa daya yang bisa ia lakukan hanya ini yang bisa dia lakukan saat ini, bahkan kalau pun ia berusaha melarikan diri dari tempat ini ia yakin pasti rencananya juga gak akan berhasil lantaran penjagaan disini sangatlah ketat.
Mama tirinya yang melihat Resya mengeluarkan air mata ia pun tidak merasa kasihan maupun simpati terhadap Resya.
"Usap air mata kamu itu, apa kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan jadi berhentilah menangis,"perintah Mamanya.
"Kenapa Mama setega ini sama Resya, kenapa Mama tidak membiarkan Resya untuk ma*i saja dari pada Resya harus menikah dengan pria itu, pria yang sama sekali tidak Resya kenal. Kenapa Mama membiarkan semua ini terjadi, kenapa Ma?". Tanya Resya dengan menangis semakin menjadi.
"Dasar gadis bodoh, kamu itu tidak ada rasa bersyukurnya ya lebih untung pria itu mau mempertanggung jawabkan perbuatannya, coba kamu pikir kalau dia itu tidak kasihan sama kamu, dan dia mencampakkan kamu begitu saja dan tanpa perduli dengan kondisimu nanti apa yang inggin kamu lakukan, mikir...sudahlah Mama gak ada waktu buat ngeladenin kamu sekarang sudah waktunya ijab kabul dimulai jadi ayo kita turun dia pasti sudah menunggumu disana?". Ajak Mamanya yang langsung menarik tangan Resya pun berdiri, dan beranjak pergi menuju keluar.
Dengan keadaan pasrah dan tidak berani melakukan pemberontakan, Resya pun akhirnya berjalan bersanding dengan Mamanya menuju kearah penghulu dan Richard yang sudah menunggunya sedari tadi.
Dengan kedatangan penghulu dan para saksi yang sudah datang. Akhirnya ijab kabul pun dilontarkan Richard.
__ADS_1
Setelah mengucapkan ijab kabul mereka semua pun kompak mengatakan kata sah dengan bersamaan, setelah itu Richard pun memasangkan sebuah cincin di salah satu jari Resya, yang kemudian berganti lah Resya yang memasangkan cincin berwarna silver itu di salah satu jari Richard. Ijab kabul yang berhasil terlaksana dan kedua cincin yang sudah terpasang dijari mereka masing-masing menandakan jika mulai saat ini akhirnya mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Perasaan yang rasakan Resya pun menjadi campur aduk, Disisi lain dia sedikit senang lantaran ada orang yang mau menikahinya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tapi disisi lain dia merasa sangat hancur karena hari ini adalah awal dari kehancuran buat dirinya lantaran menjalin hidup dalam ber rumah tangga sama orang yang sama sekali tidak mencintainya.
Setelah berhasil meminang Resya dan menjadikan Istri keduanya, Resya yang tidak mengetahui tentang status Richard yang sebenarnya Richard pun lantas membawa Resya pergi ke kediamannya setelah mereka yang sudah sah menjadi sepasang Suami Istri.
Berada dalam satu mobil yang sama, tidak terdengar mereka sedang beradu mulut maupun berkata sepatah kata pun. Yang ada hanyalah suara desingan mobil yang melaju dijalan mereka saat ini.
Melihat suasana yang menjadi hening tanpa adanya suara, Resya pun lantas membuka suara.
"Sekarang kita sudah sah menjadi sepasang Suami, Istri, terus sekarang kamu mau bawa aku kemana?" tanya Resya pada Richard. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Resya, Richard malah memberhentikan laju kendaraannya.
"Kamu bisa diam gak, kamu gak lihat aku sedang menyetir jadi jika sekali lagi kamu buka mulut maka jangan salahkan aku kalau aku sendiri yang bakal membungkam mu!" bentak Richard dengan menunjukkan ekpresi marahnya.
Air mata yang hampir saja terjatuh, dengan berusaha Resya menahannya agar ia tidak menunjukkannya pada pria itu yang tak lain adalah Suaminya jika dia sangatlah lemah dan mudah lah rapuh.
"Sekejam ini kah Suamiku, padahal aku hanya bertanya kenapa dia malah menganggap masalah ini adalah masalah yang besar, bahkan dengan teganya ia membentak-ku seperti ini. Sanggupkah aku bertahan menjalin rumah tangga sama orang yang memiliki sifat yang kejam seperti ini?" batinnya sembari menatap kearah Richard, akan tetapi Richard tidak melihatnya.
Tidak berselang lama akhirnya mereka sampai juga dikediaman Richard, lantas mereka pun turun dari mobil, Resya yang terkejut dengan seberapa besar Rumah yang akan ia tempati nanti, ia pun tidak bisa mengalihkan pandangannya itu. Hingga kemudian pandangannya pun seketika teralihkan sesaat ia melihat dengan kedua matanya sendiri ada seorang wanita yang tiba-tiba memeluk Richard dihadapannya sendiri. Tak terima Resya pun langsung melepaskan pelukan dari seseorang itu.
"Kamu, siapa kamu berani sekali kamu memeluk laki-laki ini apa anda sadar dia itu Suamiku jadi gak sepantasnya anda bersikap seperti ini!"tegas Resya.
__ADS_1
"Heyy berani sekali kamu memarahi putriku harusnya kamu yang ngaca siapa kamu itu. Dan apa anda sadar siapa orang yang anda marahi itu, apa anda tahu dia itu siapa? Dia itu Istri pertama Richard.
"Apa...Istri...."
"Iya yang dikatakan Mama memang benar dia itu Sandra, Istri pertamaku!"timpal Richard yang seketika membuat Resya pun terkejut.
"Apa maksud kamu, jika dia ini Istri kamu terus kenapa kamu gak berkata jujur padaku. Dan kenapa jika kamu sudah punya Istri kenapa kamu malah mau menikah denganku dan menjadikan aku Istri kedua kamu, apa alasannya?"tanya Resya.
"Kamu, kamu sabar dulu aku bisa jelaskan semua ini sama kamu!"sahut Sandra.
"Lepaskan! Aku gak butuh penjelasan darimu, yang aku butuh penjelasan dari dia sendiri!" timpal Resya.
"Sudahlah aku capek aku inggin beristirahat, Sandra ayo kita kekamar sekarang, aku sudah memenuhi permintaan yang kamu inginkan, jadi sekarang ayo kita ke kamar sekarang!"ajak Richard.
"Tunggu apa maksud kamu, terus kamu anggap apa aku ini, aku juga Istri kamu."
"Iya Richard dia itu istri kamu juga jadi harusnya kalian sekarang tidur bareng, apalagi malam ini adalah malam pertama buat kalian."
"Bagiku tidak ada yang namanya malam pertama, aku mau menikahi dia hanya karena kejadian pada malam itu, tidak lebih maupun kurang. Jadi jika kamu harap malam ini adalah malam pertama bagi kita simpan dalam-dalam mimpi kamu itu, karena bagiku itu gak akan pernah mungkin terjadi apa kamu paham!"tegas Richard yang tanpa berkata lagi, ia pun bergegas pergi meninggalkan Resya.
Air mata yang tadinya dia tahan agar jangan sampai terjatuh membasahi kedua pipinya, kini perjuangan Resya pun sia-sia saja tak berselang lama air matanya pun terjatuh setelah ia yang tidak sanggup menahan semua ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.