
Jika baru kemaren Resya mempunyai rencana untuk mencari lowongan pekerjaan, tidak membutuhkan waktu yang lama ia pun akhirnya mendapat pekerjaan sekaligus bantuan dari Nenek-nenek yang barusan ia temui kemaren.
Dengan dapatnya pekerjaan barunya, membuat Resya pun merasa sangat lega, dan lebih bersemangat lagi untuk melakukan aktifitasnya. Sedangkan hari ini adalah hari pertama dimana ia akan memulai aktifitas kerjanya.
Akan tetapi hari pertama ia memulai pekerjaannya di Restoran ini, ia sudah dibuat kesal lantaran adanya seseorang yang tiba-tiba mendorongnya, akibatnya ia pun tidak sengaja menjatuhkan beberapa piring tepat dihadapannya, yang dimana piring itu sedang dia bawanya, sedangkan Resya yang tidak sengaja menjatuhkannya ia pun merasa panik dan dengan segera ia pun berlutut, memunguti satu persatu pecahan beling tersebut.
"Astaga apa yang kau lakukan? Apa kau tidak punya mata sampai-sampai menjatuhkan piring-piring ini?" gertak seseorang pelanggan dengan adanya noda makanan yang tertempel pada pakaiannya.
"Maaf Mbak saya gak sengaja maaf!" ucap Resya sembari menundukkan kepalanya kebawah.
"Hei..apa lo sadar ini itu Restoran mahal, dan barang-barang disini juga pastinya harganya sangatlah mahal termasuk pakaian yang barusan lo kotori itu. Apa lo tahu tahu berapa ini harganya? Ini itu harganya 2 juta pertanyaan yang harus lo jawab, apa lo mampu ganti rugi semua ini termasuk pakaian mahal ku yang sudah lo rusak ini! Ayo jawab?" gertak seseorang itu, tapi apa yang dilakukan Resya ia hanya menundukkan kepalanya yang kemudian lantaran merasa jika dirinya tidak bersalah, ia pun kembali berkata pada seseorang itu.
"Maaf mbk saya tahu kalau saya juga salah atas kecerobohan yang barusan saya lakukan ini. Akan tetapi walaupun begitu mbak sendiri juga salah karena kalau bukan mbak duluan yang menabrak ku semua piring-piring ini juga gak jadi berantakan dan hancur seperti ini termasuk pakaian Mbak sendiri!"timpal Resya yang dengan beraninya dia mencoba melindungi dirinya sendiri.
"Apa maksud lo? Jadi lo salahkan gue? Lo mau bilang kalau semua ini bukan salah lo melainkan salah ku sendiri. Gila! Rakyat jelata apa lo sadar siapa orang yang sudah kamu lawan ini? Apa lo tahu siapa gue? gue ini cucu dari pemilik Restoran ini dan bisa-bisanya lo salahkan gue. Apa lo mau gue pecat sekarang juga?"
"Apa..jadi Mbak?" ucap Resya yang sangat terkejut dengan apa yang barusan dikatakan oleh wanita yang ada dihadapannya itu. Akan tetapi tak lama kemudian Resya malah menertawakannya.
"Kenapa lo? Gue ini memang cucu dari pemilik Restoran ini dan lo dengan lancangnya berani membantah dan juga nyalahin gue? Jadi mendingan sekarang lo cepat pergi dari restoran ini, karena mulai sekarang lo gue pecat pergi sekarang!" gertak seseorang itu yang dengan tegasnya langsung memecat Resya dihadapan banyak orang, termasuk para pelayan yang lainnya, kemudian tiba-tiba datanglah seseorang yang menepuk pundak Resya.
"Ada apa ini?" ucap seseorang itu yang tak lain adalah Nenek.
Terkejut dengan siapa seseorang yang datang, seorang Wanita yang sok berani dan sok kaya itu pun dibuat terkejut dengan siapa ia berhadapan saat ini. Bahkan sangking takutnya seseorang itu pun sampai menundukkan kepalanya.
"Nenek?"
"Ada apa Resya? Apa ada yang cari masalah disini?" tanya Nenek yang kemudian tatapan Resya pun berbalik menatap kearah Wanita tersebut.
"Ini Nek Wanita ini mengaku kalau dia itu cucu Nenek apa semua itu benar?" tanya Resya yang berterus pada Nenek, dan tak lupa ia pun menatap balik kearah Wanita itu dengan ekpresi menantangnya.
__ADS_1
"Apa, Wanita ini berkata kalau dia itu cucuku?"
"Iya Nek, dia berkata seperti itu tadi. Bahkan yang lebih parahnya dia juga dengan beraninya memecat saya dengan alasan yang tidak jelas. Padahal jelas-jelas dia sendiri tadi yang salah!"
Merasa terkejut dan tidak tahu dengan apa lagi yang inggin ia lakukan, Wanita itu pun dengan wajah polos dan memelas nya, ia pun berpura-pura baik pada Resya mau pun pada Nenek Verlanta.
"Ma ...maaf Nek saya tadi hanya bergurau jadi saya mohon jangan hukum mau pun laporin saya ke Polisi, saya hanya bergurau dan hanya inggin makan gratis jadi saya mohon! Tolong jangan bawa kasus ini ke polisi saya mohon!"
"Ya sudah saya tidak akan membawa mau pun memperpanjang kasus ini, jadi lebih baik sekarang kamu pergilah dari hadapan saya. Ingat jangan sampai kamu melakukan hal seperti ini lagi, karena kesempatan gak akan terjadi yang kedua kalinya, cepat pergilah!"
"Baik Nek terima kasih, terima kasih," ucap seseorang itu yang kemudian ia pun bergegas pergi dengan wajah malunya yang tidak karuan.
"Nenek benar-benar sangatlah baik, dan paling oke," ucap Resya sembari tersenyum pada sang Nenek.
"Ya sudah mendingan sekarang kamu cepat lanjutkan lagi pekerjaanmu ya?"
"Baik Nek!"
Dalam perjalanan yang ia tempuh hampir empat jam lamanya akhirnya telah membuahkan hasil, sesaat ia telah sampai dititik lokasi yang ditunjukkan oleh Bibik minah lewat sebuah surat yang berada dibawah ranjang tempat tidurnya.
"Maaf Tuan sebenarnya apa yang Tuan cari disini, kenapa Tuan mendatangi wilayah yang sangat jauh dari lokasi tempat tinggal Tuan sendiri?"tanya Gibran yang merasa penasaran.
"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu, sekarang saya akan turun apa kalian akan ikut?"
"Kemana pun Tuan pergi kita akan selalu ikut, jadi mari kita keluarlah!"
"Baik tuan!"
"Sebelum Bibik Minah meninggal dia sempat berpesan jika dia masih punya cucu di wilayah ini, jadi tugasku sekarang aku hanya perlu mengantarkan kotak besar ini padanya?" batinnya yang kemudian ia pun bertanya pada salah satu warga.
__ADS_1
"Maaf saya menggangu waktu kalian, saya hanya inggin bertanya apa di wilayah sekitar ini ada seseorang yang bernama Ruslan yang memiliki anak bernama Nurma?" tanya Richard yang kemudian seseorang itu pun membalasnya.
"Ruslan, dia kan orang kaya yang pelit itu, ada hubungan apa anda dengan seseorang yang super pelit itu?"
"Saya tidak ada hubungan serius pada seseorang itu, saya hanya inggin menyampaikan satu wasiat pada beliau jadi jika anda tahu dimana alamat seseorang itu saya mohon beritahu saya?"
"Baiklah sebenarnya saya juga malas membahas orang itu, tapi karena anda hanya inggin menyampaikan sebuah wasiat baiklah saya akan mengantar anda, ikutilah saya!"
"Baik Tuan!"
"Ini adalah kediaman seseorang yang anda cari, ya sudah saya tinggal dulu!"
"Baiklah sekali lagi terima kasih atas bantuannya?"
"Iya sama-sama, mari saya tinggal dulu!"
"Baiklah!"
Setelah perginya seseorang itu, Richard mau pun ketiga anak buahnya pun terpukau dengan kediaman seseorang yang telah berada tepat dihadapannya saat ini.
"Tuan jadi selama ini Bibik minah itu sebenarnya adalah orang kaya, tapi kenapa dia malah lebih memilih jadi seorang pembantu padahal Putranya sendiri adalah seorang kaya raya?"tanya Reza.
"Entahlah aku sendiri juga bingung, aku baru tahu semuanya juga kalau bukan Bibik minah yang memberikan amanah kepada saya, saya rasa saya juga gak akan tahu latar belakang keluarga Bibik minah sendiri, tapi yang aku bingung apa alasan Bibik minah berkata bohong dengan bilang kalau dia sudah tidak mempunyai saudara mau pun keluarga?"
"Itu dia Tuan, saya juga sedikit penasaran dan bingung sekarang?"
"Ya sudah biar saya yang memencet tombolnya?"timpal Reza.
"Baiklah!"balas Richard.
__ADS_1
Siapa sangka Putra yang Bibik minah maksud dia adalah seseorang rentenir yang terkenal dengan adanya dana peminjaman uang dengan bunga yang sangat tinggi. Dan mungkin karena inilah Bibik minah memutuskan untuk meninggalkan keluarganya lantaran ia tidak mampu menanggung dosa besar yang dilakukan Putranya sendiri, lebih memilih hidup kesusahan dari uang yang ia dapat dengan cara halal. Mungkin karena inilah Bibik rela meninggalkan cucunya dan menyuruhnya untuk memberikan kotak ini padanya.
BERSAMBUNG