Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 47 " Terpaksa Berbohong "


__ADS_3

Sesampainya Richard dan Resya ditempat pesta itu, mereka pun akhirnya memutuskan akan masuk. Akan tetapi sewaktu mereka yang hendak inggin memasuki gedung tersebut, tiba-tiba mereka dihalangi oleh seseorang yang tak lain orang tersebut adalah Satpam yang mengharuskan setiap tamu yang hendak akan hadir dalam acara ini, harap menyerahkan sebuah undangan terlebih dahulu.


"Maaf Mas, bisa serahkan undangannya terlebih dahulu?" pinta seseorang Satpam pada Richard.


"Undangan baiklah!" balas Richard dengan santai.


Sewaktu Richard yang hendak inggin mengambil undangan, ia pun terkaget lantaran ia lupa tidak membawa undangannya, lantaran ia yang sedari tadi membawa Resya ke salon terlebih dulu.


"Astaga!"ucap Richard dengan muka terkejut.


"Ada apa?" tanya Resya dengan wajah terheran.


"Aku lupa tidak membawa undangan itu?"


"Apa?"balas Resya yang juga ikut terkejut.


"Jadi anda lupa tidak membawa undangan tersebut?"tanya Satpam lagi kemudian membuat Richard pun bingung harus berkata apa.


"Aku bisa aja mukul Satpam ini agar bisa langsung jatuh pingsan. Karena dengan begitu pasti itu akan mudah bagiku untuk menyelinap disana, tapi aku juga tidak boleh bertindak ceroboh seperti itu. Karena jika aku lakukan itu, aku mungkin akan tertangkap dan yang ada aku malah akan membuat masalah baru lagi,"batinnya dengan merasa sangat bingung.


"Heyy Rich apa yang kamu lakukan disini, kenapa kamu hanya berdiam diri tidak masuk kedalam!"


Ucap seseorang yang tiba-tiba langsung merangkul pundak Richard dengan sesekali orang itu pun mengedipkan mata sebelahnya.


"Gibran, ini anak memang paling bisa diandalkan?"batinnya dengan tersenyum.


"Maaf anda kenal dengan mereka?" tanya Pak Satpam yang kemudian Gibran pun menimpalinya.


"Iya saya kenal dengan beliau Pak, dia ini keponakan dari bapak Herlano bagaskara memang Bapak tidak tahu?" tanya Gibran yang seketika membuat Satpam itu pun terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Maaf saya tidak tahu, baiklah silahkan masuk!" perintah sang Satpam.


"Baiklah!"

__ADS_1


Dengan segera mereka bertiga pun akhirnya berhasil masuk kedalam Pesta itu. Dalam tengah perjalanan Resya pun akhirnya berhenti dari Langkahnya. Dan tak lupa ia pun memberikan pujian untuk Gibran.


"Ternyata kamu memang sangatlah genius dan bisa lebih mudah mengalihkan perhatian Pak Satpam tadi. Mungkin kalau kamu tidak datang tepat waktu tadi, aku rasa mungkin kita tidak akan pernah ada didalam acara ini?"ucap Resya dengan memegang pundak Gibran dan memberikan senyumannya.


Richard yang merasa tidak suka dengan pandangan yang mereka lakukan saat ini, ia pun akhirnya langsung berdiri ditengah-tengah mereka untuk menghalangi mereka.


Terkejut dengan apa yang dilakukan Richard saat ini, Resya pun hanya bisa memberikan senyumannya ini sembari berkata dalam hati.


"Rupanya dia bisa juga cemburu pada anak buahnya sendiri?" batinnya yang menahan senyumnya.


"Apa yang Tuan lakukan disini, disamping Resya kan masih banyak tempat kenapa Tuan malah berpindah kesini?" tanya Gibran yang merasa bingung.


"Resya...Resya..kamu gak sadar dia ini Istri dari Tuan kamu bisa-bisanya kamu memangilnya dengan sebutan Resya. Apa kamu lupa?" tegas Richard dengan memanyunkan bibirnya.


"Apa kamu cemburu?" tanya Resya yang spontan membuat pandangan Richard pun beralih menatapnya.


"Apa kamu bilang cemburu ya tidaklah, mana mungkin aku cemburu pada anak buahku sendiri!" balas Richard yang memalingkan pandangannya.


"ooo jadi kamu ada di pihak dia?" balas Richard yang kemudian dia pun menarik Resya dan akhirnya membuat Resya merasa kesempitan berada didalam dekapan Richard saat ini.


"Rich? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memelukku seperti ini. Kalau ada orang yang lihat gimana? Lepasin aku! Malu lagi kalau dilihatin banyak orang?"ucap Resya yang berniat inggin melepaskannya tapi Richard menolaknya.


"Udahlah memangnya kenapa kalau ada orang yang lihat? Kenapa juga aku harus malu, kan kamu itu istriku, ya kan?" ucap Richard yang kemudian dia yang hendak inggin mencium Resya, lagi-lagi ciuman mereka pun gagal lantaran mereka lupa jika ada Gibran yang masih berada disamping mereka.


"Stop! Jika Tuan inggin berciuman maaf saya ijin pergi dulu, saya tidak sanggup melihat kemesraan yang kalian lakukan ini, jadi maaf aku harus pergi!" ledek Gibran yang langsung berlari meninggalkan mereka.


"Kamu lihat kan? Dia jadi merasa tersindir seperti itu jadi cepat lepaskan aku. Aku tidak mau ada orang yang akan melihat kita?"


" Sudahlah ngapain kamu harus malu juga sih. Apa kamu gak lihat disini sangatlah sepi jadi mana mungkin ada orang yang akan melihat kita?" ucap Richard yang mulai mendekatkan bibirnya agar tepat menyentuh bibir Resya. Akan tetapi lagi-lagi semua itu pun gagal setelah ada petugas cleaning servis yang berjalan tepat kearah mereka.


Melihat kehadiran orang itu. Richard dan Resya pun seketika langsung melepaskan pelukan mereka, sembari muka mereka yang tiba-tiba menjadi memerah karena salah tingkah dan malu.


Merasa salah tingkah, akhirnya mereka pun memutuskan untuk masuk kedalam. Dan bergabung dengan para tamu-tamu undangan yang sudah pada hadir disana.

__ADS_1


"Ya udah kamu duduk disini ya?" pinta Richard pada Resya.


"Baiklah!" balas Resya yang kemudian dia pun duduk disalah satu kursi yang sudah disiapkan buat para tamu.


Mengingat kejadian tadi Resya rasanya ingin sekali tertawa ketika mengingat kejadian tadi.


"Apa kamu bisa menyembunyikan ekpresi wajah kamu itu? Karena aku tidak mau disangka punya istri tidak waras karena tertawa tanpa ada penyebabnya?" bisik Richard yang juga menggoda Resya.


"Iya..iya..aku tidak akan tertawa lagi!" balas Resya dengan membalas bisikan yang dilakukan Richard dengan menunjukkan senyumannya.


"Baiklah itu lebih bagus sekarang!" jawab Richard dengan tersenyum.


Kling...


"Richard kayaknya kamu mendapat pesan chat yang masuk?" tanya Resya yang kemudian Richard pun melihatnya


@ Tuan, kita sudah berhasil menjebak Laki-laki itu untuk masuk ke perangkap kita jadi cepat kemari lah!" perintah Gibran lewat salah satu pesan chatnya.


@ Baiklah aku akan segera kesana, ingat jangan biarkan laki-laki itu kabur sebelum aku datang!" balas Richard.


@ Baik Tuan," balas Gibran.


" Resya aku mau ke toilet dulu, kamu gak papa kan kalau aku tinggal dulu?" ucap Richard tanpa berkata jujur pada Resya.


"Baiklah gak papa kok?"


"Baiklah aku gak akan lama kok!"


"Iya..iya..pergi sana!" perintah Resya yang kemudian Richard pun berlalu pergi meninggalkan Resya.


"Maafkan aku Resya karena aku belum bisa berkata jujur sama kamu!" batinnya dengan memandangi Resya dari arah belakangnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2