Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Akankah Richard selamat.


__ADS_3

Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian tadi.


Resya dan juga Richard yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memprihatinkan, dan harus segera ditangani segera.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Richard yang penuh darah, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus.


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kaloan keluar dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu?.


"Baik Dokter," balas Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.


"Maaf apa anda keluarga korban?" tanya salah satu Suster kepada laki-laki yang ada dihadapannya yaitu Revan.


"Iya Sus dia teman saya tolong! Tolong selamatkan mereka sus!"


"Anda tenang saja kami akan berusaha semaksimal mungkin menyelematkan nyawa pasien, tolong segera isi data diri dan biaya administrasinya supaya kedua korban bisa secepatnya kami selamatkan!"


"Baik Sus!"


"Baiklah kita akan melakukan operasi nya sekarang juga. Sus cepat siapkan alat-alat medisnya kita sudah tidak ada waktu lagi, cepat siapkan!" perintah salah seorang Dokter laki-laki


Bergegas brankar yang ditempati Richard berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dan dengan segera dipindahkan keruang operasi.


Ruangan yang terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percikan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Richard. Dengan kondisi membalikkan tubuh Richard menjadi tengkurap, Dokter pun menjalankan operasinya dibagikan perut Richard.


Sedangkan Gibran dan para anak buah Richard yang lainnya akhirnya sampai di Rumah sakit dan salah satunya Nurma yang ikut terkejut mendengar kabar ini.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu lebih lama, mereka pun sampai juga di Rumah sakit Citra media, sesampainya mereka masuk di Rumah sakit itu, mereka pun bergegas bertanya pada Suster penjaga.


"Suster dimana ruang rawat, pasien yang baru aja mengalami kecelakaan barusan tadi, pasien atas nama Resya dan Richard?" tanya Gibran pada salah satu Suster.


"Baiklah saya antar kalian?"


Mengikuti langkah kaki Suster, akhirnya mereka pun sampai dan melihat Revan yang bolak-balik lantaran cemas.


"Gimana keadaan mereka apa yang terjadi bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi?"tanya Gibran dengan perasaan paniknya.


"Kejadian ini terjadi begitu sangat cepat. Yang jelas kita berdoalah semoga kondisi keduanya baik-baik saja." Nurma yang menjawab perkataan Gibran barusan, belum rasa panik mereka mereda


Salah satu Dokter pun keluar dari ruang tersebut.


"Dokter gimana keadaan teman saya apa mereka selamat? Kenapa operasinya tidak kunjung dilaksanakan?"tanya Revan selanjutnya.


"Satu ginjal maksud Dokter?"timpal Revan.


"Iya teman laki-laki anda hanya bertahan dengan satu ginjal kanannya. Ini akan sangat beresiko jika kita tidak segera mendapatkan pendonor ginjal maka akibatnya akan lebih buruk. Apalagi luka tembakan dan tusukan yang dialami korban cukup serius jadi saya tidak bisa menjamin akan seratus persen keselamatan teman anda. Sedangkan teman wanita anda Korban hanya mengalami luka ringan jadi kalian tidak bisa perlu cemas!"


"Saya mohon Dok lakukan sebisa mungkin untuk menyelamatkan nyawa teman kami. Soal biaya berapapun saya akan membayarnya tapi yang jelas tolong, tolong selamatkan dia saya mohon," timpal Revan.


"Saat ini bukan soal uang yang menjamin akan keselamatan teman anda. Akan tetapi apakah teman anda masih mampu bertahan di-situasi yang cukup rumit ini. Sekarang kalian hanya punya waktu paling lama 2 hari untuk mendapatkan transplantasi ginjal jika dalam sampai jatah waktu itu korban tidak mendapatkan pendonor maka bersiaplah kalian untuk kehilangan pasien."


"Baik Dok," balas Revan kemudian Dokter itu kembali kedalam ruang operasi.


"Dalam jangka waktu dua hari ini jika dia belum juga kunjung mendapatkan pendonor maka dia dinyatakan koma. Bahkan resiko besar kita harus siap menerimanya?"ucap Revan tak percaya.


"Tidak! Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. Richard tidak boleh meningal karena hal ini, dia tidak boleh meningal!"

__ADS_1


"Kita masih punya kesempatan untuk menyelematkan nya, segera bunuh-lah satu orang karena dengan begitu kita tidak perlu susah-susah mencari pendonor yang cocok untungnya. Atau kita buat sayembara bagi siapa yang mau menjual organ ginjalnya maka kita akan berani membayarnya dengan harga yang tinggi yaitu 100 juta, jadi aku rasa dengan cara kita pasti lebih mudah mendapatkan pendonor itu?"timpal Gibran dengan entengnya.


"Tidak! Jika kita gunakan cara itu yang ada kita akan membuat keributan dan kegaduhan lagi?"timpal Revan lagi.


"Maksud kamu?"tanya balik Gibran.


"Sebenarnya aku sudah tahu lama soal kabar ini. Akan tetapi Richard menyuruhku untuk jangan memberitahu soal ini pada siapapun termasuk pada kalian. Jika kabar ini sampai terdengar ditelinga Erlangga maka itu sama aja kita memberikan sinyal pada tim black blacer mau pun pada Erlangga jika tuan kita punya kelemahan. Seberusaha apa Richard menyembunyikan rahasia ini, rahasia itu tetap akan tercium olehnya. Dan dia sudah berusaha mencari cara untuk mendapatkan pendonor yang cocok untuknya akan tetapi lagi-lagi ia gagal lantaran dalam perjalanan seseorang itu membawa ginjal yang akan dikirim tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Dan jika kita buat sayembara itu bukankah kita memberi umpan pada Erlangga untuk bisa membunuh setiap orang yang berniat ingin mengikuti sayembara ini. Jika itu sampai terjadi kalian pastinya tahu kan resiko besar apa yang akan terjadi pada tim kalian? Nama baik! Iya nama baik kalian akan semakin tercemar jika kalian adalah mafia yang sangat kejam dan tidak punya hati. Jika itu sampai terjadi bisa-bisa kalian akan mendapatkan hukuman kebiri jadi aku tidak mau hal itu akan terjadi pada kalian semua?"timpal Revan secara menjelaskan.


"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan? Apa kita hanya akan diam saja melihat kondisi Tuan semakin hari semakin memburuk?"tanya Gibran.


"Pasti ada jalan, ada jalan bagi kita keluar dari permasalahan ini!"


Belum juga perbincangan mereka usai. Terlihat lampu operasi berhenti menyala menandakan jika operasi telah berhasil terlaksana.


Bergegas Richard akhirnya dikeluarkan dari ruang operasi itu dan dipindahkan keruang lainnya.


"Dokter gimana operasinya? Apa operasinya berjalan dengan lancar?"tanya Revan.


"Untuk saat ini operasinya berjalan cukup lancar. Dan kita juga sudah berhasil menjahit luka tusukan sekaligus mengambil misi yang masih tertanam didalam sana akan tetapi?"


"Akan tetapi apa Dok jangan bikin kami jadi khawatir seperti ini?"tegas Revan.


"Saya tidak perlu menjelaskan kekacauan lagi. Karena apa yang saya katakan mungkin akan membuat kalian tambah semakin cemas yang jelas segeralah cari pendonor agar teman kalian berhasil selamat. Untuk saat ini kondisi pasien keadaannya cukup memprihatinkan dan bisa dibilang teman anda mengalami koma!"


"Ya sudah mari saya tinggal dulu!"


"Baik Dok!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2