
Hari yang cerah nampaknya tidak akan mencari hari yang cerah bagi Silvi lantaran sejak sedari tadi Silvi hanya menunjukkan muka yang murung yang terlihat seperti sedang terbebani oleh suatu hal mau pun masalah yang sedang menimpanya.
Dan dalam mengikuti mata pelajaran Silvi yang sedari tadi terdiam dikelas, ia pun merasakan ada yang aneh pada dirinya, gimana pada saat ia yang hendak akan maju untuk mengerjakan menulis dipapan, baru selangkah ia melangkahkan kakinya ia pun tiba-tiba jatuh pingsan setelah wajahnya yang terlihat sangatlah pucat sejak sedari tadi.
Melihat anak didiknya jatuh pingsan tidak sadarkan diri bergegas ia pun menyuruh anak didik lainnya untuk membawanya ke UKS. Setelah hampir 30 menit Dokter memeriksa kondisi Silvi, tak lama Dokter itu pun akhirnya keluar dengan menunjukkan raut wajah yang terlihat beda dari yang biasanya.
"Dokter apa yang terjadi pada anak didik saya? Apa dia sakit serius?"
"Kayaknya ini bakal membuat Bu Rusma terkejut setelah tahu apa yang sedang dialami oleh Anak didik Bu Rusma?" jawab Dokter yang membuat Bu Rusma pun bertanya balik.
"Maksud Dokter apa? Saya tidak ngerti?"
"Dia ...dia sedang mengandung Buk," balas Dokter perempuan yang spontan membuat Bu Rusma pun terkejut tidak main.
"Apa! Dokter serius?"
"Iya saya serius dan sekarang usia kehamilannya sudah memasuki usia 1 bulan, ya sudah kalau gitu saya permisi dulu!"
"Ba ...baik Dok," balas Rusma yang tanpa menunggu ia pun bergegas masuk.
__ADS_1
"Silvi mendingan cepat kamu katakan pada Ibuk? Siapa ayah dari anak yang kamu kandung saat ini, ayo katakan?"
"Maaf Buk saya tidak bisa memberitahu siapa ayah dari anak ini, saya ...saya tidak sanggup!" balas Silvi yang hanya meneteskan air matanya.
"Apa maksud kamu?"
"Semua ini tidak akan pernah terjadi kalau bukan karena dia, aku harus bertemu dengannya sekarang," batin Silvi yang kemudian ia pun segera turun dari atas brangkar dan berlari keluar dari ruang ini.
Melihat Reno yang sedang berbincang dengan beberapa temannya, Silvi dengan langsung ia menarik tangan Reno untuk ia ajak pergi. Akan tetapi belum juga ia berhasil membawanya, langkahnya pun terhenti setelah Amel yang terlebih dulu menghalanginya.
"Silvi kamu itu ternyata gak punya harga diri banget ya, apa yang inggin kamu lakukan? Kenapa kamu mengajak Reno, apa yang inggin kamu katakan padanya? Apa kamu inggin menuduhnya kalau anak yang kamu kandung ini adalah anaknya?"
"Aku tidak ada urusan sama kamu, jadi jangan coba halangi aku," tegas Silvi akan tetapi Amel masih menahannya.
"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum aku pergi aku inggin berbicara padanya dulu. Dan kamu Reno? Sekarang kamu sudah tahu kan kalau aku lagi mengandung anak kamu, jadi aku minta sama kamu, kamu harus tanggung jawab atas perbuatan kamu ini, memang sekarang aku tidak punya bukti tapi aku pastikan tak lama aku juga akan punya bukti yang memperjelas kalau kamulah ayah dari anak yang aku kandung ini!"
"Reno! Apa benar kalau kamu orang yang telah menghamili Silvi?" timpal Rusma yang langsung menghampirinya.
"Tidak Buk, Bu Rusma harus percaya kalau bukan aku ayah dari anak yang ia kandung. Silvi kamu itu ternyata sangat pintar bersandiwara ya? Apa kamu lupa kamu itu kan Gadis yang sering nongkrong di tempat karaoke jadi mungkin karena perbuatan kamu itulah kamu jadi mengandung sekarang, tapi kenapa kamu malah menyalahkan ku!"
__ADS_1
"Stop omong kosong apa itu, sudah jelas-jelas waktu itu kamu yang melakukan ini padaku apa sekarang kamu tidak ingin mempertanggung jawabkan perbuatan kamu!"
"Stop Silvi kalau kamu malu akan kelakuan kamu ini setidaknya kamu jangan menuduh orang lain. Apa kamu kenal siapa Reno? Dia itu anak dari pemilik SMA ini, jadi kalau kamu inggin membela diri kamu harus tahu dan lihat siapa dulu orangnya. Apa kamu mau terkena masalah?"
"Baiklah kalau Bu Rusma tidak percaya sama aku, tapi yang jelas aku inggin mendapatkan keadilan, miskin bukan berarti harus mengalah. Bodoh bukan berarti diam, dia anak orang kaya tapi bukan berarti aku harus diam tanpa mencari keadilan. Aku pastikan orang sepertimu tak lama akan mendekam dipenjara!"
Langkah yang akhirnya perlahan-lahan mulai meninggalkan SMA ini membuat hati Silvi seperti tercabik-cabik tanpa tersisa. Apalagi melihat semua orang tidak ada yang mempercayainya membuatnya bingung dengan siapa ia akan melimpahkan rasa sakit ini. Apakah Keluarganya masih bisa diajak berbicara setelah tahu jika Putri kesayangannya ternyata sudah tidak lagi suci.
Mengandung diusia yang masih belia, ditambah lagi dengan kondisi dia yang masih duduk di bangku SMA membuatnya tambah semakin hancur lebur.
Apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku sekarang benar-benar sudah mengandung apa yang akan aku katakan pada Mama soal ini, dengan cara apa aku bisa menjelaskan semuanya dengan cara apa. Tuhan bantu aku agar aku bisa terbebas dari semua ini bantulah aku.
Langkah kaki yang perlahan-lahan mulai pergi dari tempat ini semua pandangan mata pun hanya tertuju kearahnya. Bahkan bukan hanya mata yang sedari tadi memperhatikannya. Akan tetapi mulut mereka pun berbicara dan terus-menerus berkata yang mengatakan jika Silvi bukanlah anak sebaik dan polos yang mereka kira. Matanya yang bisa menahan semua pandangannya akan tetapi tidak dengan telinga sudah berusaha ia mencoba tahan dan sabar tapi kata-kata yang mereka ucapkan sudah sangatlah menyayat hatinya.
Berlari tanpa memperdulikan omongan mereka, dengan air mata yang terus terjatuh hinga tidak tersisa membuat hati Silvi tambah semakin hancur tak tersisa.
Langkah yang pelan membuatnya takut akan kemana dan dimana ia akan melangkahkan kakinya sekarang. Karena ia juga tahu pasti Guru pembimbingnya sudah mengatakan masalah ini pada Mamanya dan itulah yang membuat Silvi belum siap menerima semua perkataan amarah yang akan dilontarkan Mamanya nanti.Hingga akhirnya ia pun mengingat sesuatu yaitu.
SEKALIAN IJIN PROMO YA BILA BERKENAN JANGAN LUPA MAMPIR. CERITANYA GAK KALAH SERU JADI SAYANG KALAU HARUS DILEWATKAN. YUK MAMPIR DAN FAVORITKAN KARYA KAK AUTHOR Triple.1
__ADS_1
BERSAMBUNG.