Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Mengetahui


__ADS_3

"Eyang sekarang sudah tahu kalau Resya adalah Cucu kandung eyang jadi pertanyaan apa eyang akan memberitahunya sekarang," tanya Richard seketika membuat eyang terdiam.


"Bila sudah saatnya eyang akan memberitahunya tapi untuk sekarang eyang memutuskan untuk tidak memberitahunya," balas Eyang membuat Richard berganti meliriknya.


"Tapi kenapa Eyang jika Resya tahu ini bukannya tambah semakin bagus. Dan dia pastinya akan sangat bahagia mendengar kabar ini," balas Richard.


"Ada satu hal yang membuat eyang belum siap memberitahunya. Apalagi dia mengira jika ia tidak punya seorang nenek hal itu yang membuatku belum siap untuk memberitahunya jadi kamu pasti mau kan merahasiakan rahasia ini?"


"Baiklah eyang Richard akan merahasiakan semua ini, dan kapan pun eyang butuh bantuan ku aku siap membantu eyang!"


"Baiklah terima kasih kamu Laki-laki yang baik. Dan Resya tidak salah mendapat suami sepertimu," balas Eyang dengan memuji Richard. Richard yang mendapatkan pujian ia hanya tersenyum tipis.


Berjalan dengan langkah pelan tiba-tiba langkah Richard terhenti setelah rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya dibagikan ginjal kirinya.


Menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerangnya saat ini, Richard yang sudah tidak tahan ia pun seketika jatuh pingsan dipinggir jalan, melihat ada seseorang yang tidak tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri beberapa orang yang berada di lokasi itu pun berbondong-bondong menghampirinya dan langsung melarikannya ke Rumah sakit.

__ADS_1


Setelah tidak sadarkan diri, Richard pun langsung menghadap ke Dokter yang tadinya telah memeriksa dirinya dan bertanya mengenai kondisi dia saat ini


"Gimana Dok keadaan saya apa ginjal saya tambah semakin parah?"


"Maaf saya hanya ingin bertanya apa kamu pernah mengalami kecelakaan disaat ginjal kamu yang habis mengalami penusukkan?" tanya Dokter yang kemudian Richard teringat akan sesuatu yaitu perkelahian.


"Kecelakaan? Tidak Dok saya tidak pernah mengalami kecelakaan. Akan tetapi perkelahian hebat saya beberapa kali saya mengalaminya iya saya ingat Dok dan kata Dokter tidak ada resiko besar yang akan terjadi kenapa Dok? Tidak ada yang terjadi masalah yang serius kan Dok akibat perkelahian waktu itu?"


Melihat ekpresi Dokter yang terlihat pasrah yang terlihat dari raut wajahnya membuat Richard mengerti dan paham apa maksud dari semua ini.


"Baiklah saya sangat sulit untuk mengatakan ini pada anda, tapi akibat pukulan dan benturan keras yang terjadi pada saat perkelahian waktu itu berakibat fatal. Ginjal kamu mengalami luka yang cukup parah jika dalam jangka waktu beberapa minggu kamu tidak segera melakukan operasi ginjal itu akan membusuk Richard. Jika itu terjadi resiko besarnya akan beda lagi jadi kamu harus segera mendapatkan donor ginjal entah bagaimana itu caranya."


"Apa jika melakukan pencangkokan ginjal sementara waktu. Dan hanya hidup dalam satu ginjal apa itu akan memungkinkan saya masih bertahan hidup Dok?"


"Jika dilakukan pencangkokan ginjal dan hidup dalam satu ginjal cuma 50 persen kamu bisa bertahan hidup. Dan jika orang yang hidup dalam satu ginjal ia tidak boleh bekerja keras atau pun melakukan perkelahian jadi apa kamu siap dengan resiko sakit yang akan kamu derita nanti?"

__ADS_1


"Baiklah Dok kalau itu bisa mempermudah bagi saya untuk bertahan hidup saya setuju untuk melakukannya. Dan kalau bisa besok pencangkokan itu dimulai apa Dokter tidak keberatan?"


"Baiklah saya tidak akan keberatan besok kita lakukan pencangkokan!"


"Terima kasih Dok terima kasih atas usaha yang Dokter lakukan terima kasih ya sudah saya pergi dulu!"


"Baiklah berhati-hatilah!"


Mendengar semua perkataan yang diucapkan oleh Dokter seketika tangisannya pun pecah bahkan ia tidak bisa lagi mencoba untuk membendungnya.


"Aku kira masih ada banyak waktu bagiku untuk bertahan dan menata kehidupanku yang lebih baik lagi. Tapi ternyata semuanya berbalik arah pada akhirnya perlahan-lahan aku akan tetap ma*i!"


Tuhan. Hamba tidak akan mengeluh jika takdir kebahagiaan Hamba sudah ditakdirkan seperti ini, tapi hamba hanya minta satu permintaan terakhirku hamba tolong... tolong kuatkan hamba menjalani kehidupan hamba yang sangat menyakitkan ini. Tolong kuatkan hamba menahan rasa sakit yang nantinya bisa menyerang hamba, hamba mohon hanya itu permintaan hamba, hamba mohon.


Ia akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk bertahan walau pun tubuhnya gak lagi kuat seperti dulu. Bahkan rambutnya yang sekarang hitam berkilau nan tampan, ia sadar tak lama lagi ia hanya akan bisa memandang rambut indahnya karena ia tahu pelan tapi pasti rambut cantik yang ia miliki pasti akan mulai memudar termakan oleh berjalannya waktu yang tersisa baginya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2