Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 64(TEROR KEDUA)


__ADS_3

"Kalian darimana aja kenapa jam segini kalian baru kembali?" tanya Mamanya Sandra ketika melihat Sandra dan Richard yang baru aja sampai di Rumah.


"Maaf Ma kita tadi baru aja ke Rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kandunganku memangnya ada apa Ma, apa Mama ada masalah?" tanya Sandra yang mulai penasaran dengan gerak-gerik Mamanya yang sedikit bingung.


"Tidak ad apa-apa kok sayang!"balas Mamanya akan tetapi seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Oh iya Richard, Mama pinjam Sandra sebentar ya?" ucap Mamanya yang tanpa berkata ia langsung menggenggam tangan Sandra.


"Iya Ma silahkan!"balas Richard yang kemudian dia pun pergi dan memasuki kamarnya.


"Ma. Ada apa sih kenapa Mama membawa Sandra masuk kedalam kamar Mama kan aku jadi tidak enak sama Richard?"ucap Sandra yang kemudian Mamanya pun menimpalinya.


"Mama tidak tahu harus berbuat apa sekarang sayang, mendingan sekarang kamu cepat buka kotak berwarna putih ini!"ucap Mamanya yang sembari jarinya yang menunjuk kearah kotak putih yang berada diatas nakasnya.


"Ini kotak apa Ma?" tanya Sandra yang kemudian tangannya pun menggambil kotak putih tersebut.


"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu, jadi cepat bukalah!"perintah Mamanya yang tambah semakin membuat Sandra pun tambah merasa penasaran.


"Mama ini ada apa sih kenapa sikap Mama jadi aneh kaya gini?"balas Sandra yang tanpa mengucapkan sepatah kalimat lagi, ia pun dengan langsung-langsung membuka isi kotak tersebut. Setelah ia membukanya Sandra pun seketika langsung melemparkannya lantaran terkejut dengan apa isi dari kotak itu.


"Astaga apa ini Ma, dan darimana Mama bisa mendapatkan barang seperti ini, ini sangat menakutkan sekali Ma?"ucap Sandra yang langsung memeluk lengan tangan Mamanya.


"Mama juga tidak tahu ini barang dari mana dan siapa yang mengirimnya. Karena Mama mendapatkan ini dari pengirim paket yang dimana disana sudah tercantum nama asli Mama dan nomor seluler Mama jadi Mama tidak tahu dari mana asal barang ini?"balas Monika yang terlihat sedikit ketakutan.


"Astaga Ma. Apa jangan-jangan ini ada hubungannya sama kejadian yang waktu itu dimana Mama telah menabrak Resya. Apa jangan-jangan pada saat kejadian itu berlangsung tanpa Mama ketahui ada seseorang yang melihat Mama dan sekarang dia meneror Mama karena dia inggin meminta imbalan. Apa jangan-jangan seperti itu niat dari seseorang ini?"


"Terus sekarang apa yang harus Mama lakukan.Mama tidak mau dipenjara sayang, Mama tidak mau?"


"Mama tenang saja Sandra tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi sama Mama! Cepat atau lambat pasti Sandra akan mengetahui siapa orang yang sudah bertindak keterlaluan seperti ini. Jika nanti Sandra tahu siapa orangnya maka Sandra tidak akan membiarkan orang itu sampai lolos kalau bisa Sandra tidak segan-segan akan membunuhnya kalau perlu, jadi Mama jangan takut dan cemas!" ucap Sandra yang mencoba menenangkan Mamanya.


"Iya sayang terima kasih ya. Karena kamu selalu ada disaat Mama sedang membutuhkan seperti ini, terima kasih!"balas Monika yang kemudian ia pun memeluk Putrinya.


PUKUL 19:30 MALAM.


Malam harinya Richard yang lagi sibuk didepan layar laptopnya sedang Sandra yang terduduk santai diatas ranjang sembari memandang Richard akan tetapi Richard tidak menyadarinya.


"Akhirnya semua berjalan sesuai rencana. Akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya dan mengusir Wanita itu dari Rumah ini?"batin Sandra dengan tersenyum sinisnya.


Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh mereka. Monika yang pada saat itu sudah terbaring diatas ranjang rasa was-was pun mulai muncul. Ketakutan alan teror itu pun sampai sekarang masih menghantui dirinya.


Baru saja Sandra mau beranjak pergi menuju ketempat Richard untuk merayunya, dia pun dibuat terkejut lantaran tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca yang sangat keras yang sampai terdengar didalam kamarnya yang dimana suara itu berasal dari dalam rumah ini.


PYAR..

__ADS_1


"Astaga suara apa itu?" ucap Sandra yang seketika pandangannya pun teralihkan pada bunyi yang barusan ia dengar barusan.


"Astaga suara apa itu. Ayo cepat kita periksa!"ucap Richard yang kemudian mereka pun bergegas pergi dan keluar dari kamar ini,segera ia pun mendatangi asal suara itu berasal.


Setelah mereka semua keluar dari kamarnya, ada Bibik yang juga kebetulan keluar dari kamarnya. Dan bertanya pada Richard mengenai bunyi keras yang barusan terjadi.


"Tuan suara apa itu tadi?" tanya Bibik minah yang ternyata juga ikut mendengar suara tersebut.


"Saya sendiri juga tidak tahu Bik, makanya saya berlari keluar sekarang, tapi kayaknya suara itu berasal dari dalam ruang tamu sana, ayo kita periksa kesana Bik!"


"Baiklah ayo Tuan!" balas Bibik yang kemudian mereka pun akhirnya berlari menuju kearah asal suara itu. Sampainya mereka dititik lokasinya.


"Astaga Tuan itu?" sahut Bibik yang sembari menunjukkan ke salah satu jendela ruang tamu dekat pintu yang sudah hancur lebur, bahkan kacanya sudah tidak ada yang masih tertempel di jendela tersebut.


"Astaga siapa yang melakukan semua ini. Apa maksud orang itu merusak jendela rumahku?"ucapnya yang merasa sangat terheran.


"Tuan ini apa?" tanya bibik yang memperlihatkan pada Richard sebuah batu yang terbalut dengan selembaran kertas berwarna putih yang berada dilantai. Letaknya tak jauh dari pecahan kaca tersebut .


"Ini kan batu, tapi kenapa terbalut dengan sebuah kertas seperti ini?" tanya Richard yang agak terheran.


"Mungkin orang itu menggunakan batu ini untuk dia gunakan melempar kearah jendela ini Tuan, coba Tuan buka siapa tau didalam sini ada sebuah petunjuk?" saran Bibik.


"Iya Bik aku akan membukanya!"


Perlahan-lahan Richard pun membuka sebuah batu yang terbalut dengan selembar kertas putih ini. Tanpa ada rasa curiga sama sekali dia pun membukanya dengan perasaan biasa saja. Tanpa ada rasa takut yang menghantuinya, ia pun akhirnya berhasil membukanya isi dari balutan tersebut.


Akan tetapi pada saat dia sudah berhasil membukanya. Melihat apa isi dari kertas tersebut wajah Richard pun seketika menjadi memerah.


"Tuan ada apa? Kenapa wajah Tuan berubah agak memerah apa isi dari kertas itu? Kenapa Tuan nampaknya juga sangat terkejut ketika melihat isi kertas itu?" tanya Bibik yang begitu penasaran, yang akhirnya ia pun mengambilnya dan melihatnya sendiri apa isi dari kertas putih tersebut.


"KALIAN AKAN MA*l!" Itulah isi dari kertas yang tertulis warna merah darah yang sudah berhasil akhirnya membuat Richard maupun Bibik minah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Astaga Tuan, ini kenapa kata-katanya sama percis seperti teror yang beberapa waktu lalu telah meneror Rumah ini. Apa orang ini sama dengan peneror yang waktu itu?"balas Bibik yang tidak sengaja keceplosan.


"Dasar bodoh kenapa Bibik pake acara bilang sih, kalau Richard sampai curiga gimana?" batin Monika yang terlihat tambah semakin panik.


"Teror beberapa waktu yang lalu? Memang tadi siang ada seseorang yang mengirimkan teror yang sama seperti ini juga?" tanya Richard dengan wajah terkejutnya.


"A..aku tidak tahu Richard, tapi aku rasa dia memang orang yang sama waktu itu! Maafkan aku kalau aku baru bisa mengasih tahu sekarang. Aku terpaksa menyembunyikan semua ini karena aku tidak mau kamu akan cemas tentang hal ini. Aku rasa teror ini ada hubungannya sama Alex, iya pasti dialah dalang dibalik semua ini?"ucap Sandra yang mencoba mengalihkan perhatian Richard.


"Apa kamu masih menyimpan, barang itu?" tanya Richard dengan ekpresi serius.


"Iya aku masih menyimpannya, aku akan mengambilkannya!"balas Sandra yang kemudian ia pun pergi dan menggambil kotak itu pada Richard.

__ADS_1


Setelah Sandra memberikannya pada Richard, Richard pun terkejut lantaran ancaman yang tertulis disini sangatlah percis.


"Jika benar Alex pelakunya, lihat saja nanti aku tidak akan memberikan ampunan lagi kepadanya?" gertak Richard yang kemudian Sandra pun berkata.


"Tapi bukannya pada waktu lalu, kamu sempat meledakkan markas Alex. Apa jangan-jangan dia masih hidup dan berhasil meloloskan diri kemaren?" tanya Sandra.


"Iya ada kemungkinan dia memang berhasil meloloskan diri dari ledakan itu. Apalagi peledak yang aku gunakan kemaren hanyalah peledak kecil jadi aku rasa dia berhasil meloloskan diri!"balas Richard yang kemudian ia pun membelakangi mereka.


"Terus sekarang apa yang harus kita lakukan ini udah yang kedua kalinya dia meneror kita dengan cara yang seperti ini? Menurutku dia pasti punya dendam banget pada keluarga kita dan padaku juga, makanya dia melakukan tindakan sampai keluar batas seperti ini, ini tidak bisa dibiarkan Richard kamu harus menyelidiki masalah ini atau biar lebih bagusnya lagi biar pihak ke Polisian saja yang mengusut masalah ini. Karena aku yakin dengan bantuan pihak ke Polisian maka pelaku itu akan segera tertangkap, dan kita tidak perlu se'takut ini lagi?"


"Pihak kepolisian kenapa harus menggunakan jasa mereka. Kan aku punya banyak anak buah, dan pastinya aku bisa minta bantuan mereka untuk mengatasi masalah ini!" tanya Richard yang mulai terheran.


"Bukan gitu sayang, kamu kan tahu kamu sekarang lagi banyak masalah dan tugas. Jadi akan lebih baik biar pihak kepolisian saja yang mengusut masalah ini?"


"Iya Richard yang di katakan Sandra memang benar, memang harus pihak kepolisian yang mengusut tuntas masalah ini pada yang berwajib, hanya dengan merekalah orang yang bisa membantu kita. Apalagi kamu kan seorang Mafia dan masih banyak tugas. Jadi Besok biar Mama yang akan menghubungi pihak kepolisian agar mereka bisa langsung menyelidiki masalah ini. Bibik jangan bereskan pecahan kaca dan juga batu sekaligus kertas ini ya bik, biarkan semuanya masih berserakan disini. Karena aku yakin pasti ada sidik jari pelaku itu masih tertempel di batu ini?"


"Iya Nyonya saya tidak akan membereskan semua ini!"


"Baiklah untuk masalah ini aku tugaskan ke kalian. Aku tidak akan ikut campur, tapi ingat jika ada apa-apa kamu langsung hubungi aku?"ucap Richard.


"Kamu tenang saja,nanti jika ada apa-apa aku akan segera menghubungimu, kamu tenang saja!"balas Sandra yang kemudian Richard pun tersenyum.


*******


PUKUL 07:00 PAGI.


Setelah mendapatkan teror yang kedua kalinya, Sandra yang langsung memiliki ide ia pun akhirnya tidak mau berdiam diri dengan langkah cepat dan sigap ia pun akhirnya melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib. Meminta ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini, dengan adanya bukti sebuah batu dan selembar kertas putih ini maka Polisi yakin pelaku itu akan segera tertangkap. Mereka berharap masih ada bekas sidik jadi pelaku tersebut yang tertempel di batu maupun kertas ini.


"Anda tenang saja dengan adanya bukti ini, saya rasa akan mempermudah bagi kita untuk mengetahui siapa pelaku itu! Berdoalah semoga masih ada bekas sidik jari di batu ini buat berjaga-jaga maka ambillah dua pasang borgol ini jika sewaktu-waktu pelaku itu datang. Dan salah satu diantara kalian ada yang berhasil menangkapnya!" ucap Salah satu Pak Polisi yang memberikan Borgol tersebut pada Sandra.


"Baiklah pak saya akan menyimpannya. Sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian ini saya berharap pelaku itu segera tertangkap. Karena jujur aku dan juga keluargaku yang sudah sangat membuat kita resah dan terus menerus dihantui oleh bayang-bayang teror itu?"


"Iya saya paham dengan apa yang kalian alami saat ini, tetap berhati dan waspadalah agar pelaku itu tidak sampai melukai kalian?"


"Baik pak!"


"Ya sudah kalau gitu kita bawa barang-barang ini, sekaligus kita pamit!"


"Baiklah pak sekali lagi terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah permisi!"


"Baik Pak!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2