Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 55.(RENCANA SANDRA)


__ADS_3

"Sekarang Richard sudah mulai mempercayaiku lagi, jadi tunggu apa lagi, ini adalah waktu yang paling tepat bagiku untuk bisa mencelakai Resya dan juga anak yang ada di kandungannya itu, jadi sekarang saatnya pembalasan telah tiba!" batin Sandra yang dengan tersenyum sinisnya.


Suara dering ponsel yang tiba-tiba berbunyi didalam tas Resya, yang dimana pada saat itu Resya sedang berada diruang pencuci muka dirumahnya. Karena terkejut dia pun lantas langsung menggambil benda pipih itu dan kemudian ia pun menjawabnya.


"Mbak Sandra, ada apa dengan dia kenapa dia meneleponku?" batin Resya yang merasa penasaran. Tanpa menunggu lagi dia pun akhirnya langsung mengangkat telfon tersebut.


"Iya Mbak Sandra ada apa? Kenapa Mbak Sandra meneleponku?"tanya Resya yang merasa bingung.


"Resya..tolong aku...Resya tolong aku!" teriak Sandra yang terlihat sangat ketakutan sekaligus cemas.


"Mbak Sandra ada apa? Kenapa Mbak Sandra terdengar lagi ketakutan seperti itu ada apa? Apa yang terjadi kepada Mbak Sandra?" balas Resya yang mulai ikut merasa panik.


"Ini Resya aku sekarang lagi ada dijalan Gajah mada aku berniat inggin pergi ke suatu tempat tapi ditengah jalan aku dihadang oleh tiga orang dan mereka sekarang langsung membawaku ke atap gedung Graha dan mereka juga membawa sebuah pistol aku takut kalau orang itu ada niat jahat sama aku, jadi aku mohon tolong kamu sekarang datang kesini, aku mohon tolong aku!" teriak Sandra yang sambil menangis.


"Astaga baik-baik Mbak, mbak Sandra tenang saja, aku akan segera datang kesana dan membawa beberapa polisi kesana!"


"Jangan! Kamu jangan membawa Polisi mereka sangat kejam! Dugaanku mereka adalah anak buah dari Alex bahkan mereka juga memukulku, bahkan aku bisa menelfon mu seperti ini. Karena aku berhasil melarikan diri dari mereka, tapi aku takut mereka akan menemukanku lagi jadi aku mohon cepat datanglah kesini?"


"Baiklah aku akan turuti permintaan Mbak Sandra, ya sudah sekarang aku pergi dulu. Dan dalam waktu 30 menit aku akan segera mendatangi gedung GRAHA tersebut?"balas Resya dengan sedikit ketakutan.


"Baiklah Resya terima kasih!"


"Iya datang saja kesini Resya. Karena dengan kamu datang kesini, itu sama aja kamu menyerahkan nyawa kamu kepadaku?" ucap Sandra dengan senyum liciknya.


"Ada apa ini, kenapa aku merasa ada yang ganjal disini, kenapa Mbak Sandra melarang ku untuk jangan meminta bantuan kepada Polisi. Aku rasa ada sesuatu yang aneh dengan semua ini, jadi mendingan untuk jaga-jaga aku meminta bantuan kepada para polisi saja?" tanpa menunggu lagi Resya pun bergegas menelfon No Polisi, menyuruhnya untuk mendatangi Gedung GRAHA sekarang juga.


"Aku sudah menelfon Polisi, jadi mendingan sekarang aku cepat kasih tahu Richard saja soal ini, dia berhak untuk tahu!" bergegas Resya pun menghubungi nomor seluler pada ponselnya. Akan tetapi nomor yang sedang ia tuju sama sekali tidak terangkat.


"Richard kemana dia pergi, kenapa dia tidak mengangkat telfon dariku, Richard ayo angkatlah ayo angkatlah!" ucap Resya yang merasa bingung dan menunggu akan balasan dari nomor yang sedang ia hubungi saat ini.

__ADS_1


"Nyonya Resya kenapa? Kenapa Nyonya Resya kelihatan sangat cemas seperti itu? Ada apa?" tanya bibik yang ikut penasaran ketika melihat Resya yang sedikit kebingungan.


"Gini Bik ada masalah penting yang harus aku selesaikan sekarang. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya pada Bibik jadi aku sudah tidak ada waktu lagi jadi aku pamit pergi ya!" balas Resya.


"Masalah penting? Masalah penting apa Nyonya? Apa Nyonya Resya sedang ada masalah besar?" tanya balik Bibik yang belum mengijinkan Resya untuk pergi.


"Gini Bik Nyonya Sandra sedang disandera oleh seseorang di atap gedung GRAHA. Dan aku takut jika seseorang itu akan berniat jahat kepadanya, jadi sekarang aku harus segera menolongnya, jadi maaf aku tidak ada waktu lagi, aku harus segera pergi Bik!" tanpa mengucap satu kalimat lagi, Resya pun langsung pergi meningalkan Bibik Minah.


"Astaga ada masalah apa lagi ini, apa mungkin Nyonya Sandra benar-benar sedang disandera oleh seseorang, apa mungkin semua ini hanya jebakan Nyonya Sandra saja, tidak aku tidak bisa berdiam diri seperti ini. Aku harus memberitahu Tuan Richard soal ini, Nyonya pasti sangat membutuhkan bantuan Tuan Richard!" ucap Bibik yang baru aja akan beranjak pergi, langkahnya pun tiba-tiba terhenti setelah pandangan Bibik yang tiba-tiba pada titik pandangan dihadapannya.


30 MENIT KEMUDIAN


GEDUNG GRAHA.


"Gedung ini sudah lama tidak beroperasi, jadi aku harus berhati-hati dan juga waspada?"gumam Resya yang tanpa berkata lagi, dengan beraninya ia pun melangkahkan kakinya memasuki Gedung ini.


Dengan rasa was-was dan juga perasaan cukup tegang. Resya pun akhirnya langsung memasuki Gedung kosong tersebut. Dia pun dengan berhati-hati mulai memasuki Gedung tersebut, Sesampainya di life.


"Syukurlah, lifenya masih bisa gunakan, aku harus segera masuk sekarang!" tanpa menunggu lagi, Resya pun segera memasuki life tersebut.


Membutuhkan waktu 30 menit lebih untuk bisa sampai kelantai paling atas, Yaitu lantas 10 bulu kuduk Resya pun mulai berdiri, bukan rasa takut ketika tiba-tiba dia akan bertemu dengan barang gaib, tapi yang dia takutkan melainkan dia takut jika semua ini hanyalah rekayasa belaka. Dan dia juga takut jika semua ini hanyalah jebakan yang direncanakan oleh Sandra.


"Ayo cepat...tinggal menunggu 1 lantai lagi, Maka kamu harus bersiap-siap untuk menghadapi mereka semua. Tapi Apa para Polisi sudah pada sampai ditempat ini, apa belum, kenapa tidak ada tanda-tanda akan kedatangan mereka ditempat ini? Sudahlah lebih baik aku tetap tenang dan jangan tegang


GRAHA LANTAI


LANTAI 10.


Sesampainya Resya ditempat itu, dia dibuat terkejut lantaran disini tidak ada satupun orang yang berkeliaran, bahkan Sandra sendiri juga tidak ada disini.

__ADS_1


"Dimana para penjahat itu, kenapa disini tidak ada satupun orang yang terlihat, bahkan Mbak Sandra sendiri juga tidak ada disini, kemana mereka perginya, apa jangan-jangan para penjahat itu berhasil membawa kabur Mbak Sandra dari tempat ini?" gumamnya yang merasa sangat bingung.


Merasa sangat bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Resya yang sangat kaget lantaran ada seseorang yang tiba-tiba menepuk tangan, spontan dia pun membalikkan pandangannya kebelakang melihat arah suara itu, dan ternyata.


"Mbak Sandra? Syukurlah Mbak Sandra tidak apa-apa, aku sangat cemas takut kalau terjadi sesuatu sama Mbak Sandra, tapi sekarang aku lega Mbak Sandra baik-baik saja rupanya?" ucap Resya yang merasa sangat lega, akan tapi Sandra malah hanya bersikap biasa dan hanya memperhatikan Resya dengan senyumannya. Kemudian mendengar perkataan yang diucapkan oleh Resya tadi, Sandra malah tiba-tiba tertawa.


"Mbak Sandra ada apa? Apa ada yang lucu, kenapa Mbak Sandra tiba-tiba tertawa seperti itu?" tanya Resya yang mulai bingung.


"Sepolos kah itu kamu jadi orang?" balas Sandra yang seketika membuat Resya pun terkejut akan ucapan yang barusan dilontarkan Sandra barusan.


"Polos? Maksud Mbak Sandra apa?"tanya balik Resya pada Sandra.


"Resya...Resya..kamu itu ternyata bodoh sekali ya jadi orang. Ternyata mudah sekali aku untuk mengelabuhi pikiran kamu, untuk bisa mempercayaiku?" ucap Sandra dengan tertawa sinis dan perlahan-lahan ia pun mulai melangkahkan kakinya untuk menghampiri Resya.


"Maksud Mbak Sandra apa? Aku sama sekali tidak mengerti?" tanya Resya yang masih merasa sangat bingung.


"Apa kamu serius tidak mengerti dengan ucapanku ini, apa kamu tidak sadar jika selama ini aku hanya memperalat kamu, apa kamu tidak percaya jika aku sama sekali belum berubah. Keinginanku dari dulu adalah aku inggin sekali melenyapkan kamu dari muka bumi ini. Ternyata semua rencanaku telah berhasil dengan sangat sempurna. Karena dengan mudahnya aku menghasut kamu untuk mau mempercayaiku?"


"Apa? Jadi yang dikatakan Richard memang benar kalau selama ini kamu belum pernah berubah, sikap kamu masih sama yaitu inggin melenyapkan ku?"


"Iya itu benar sekali. Kayaknya kamu sudah terlambat untuk mengetahui kebusukan ku ini. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir dimana kamu akan menginjakkan kaki kamu di bumi ini selamat tinggal?" ucap Sandra yang kemudian dia pun mulai menghampiri Resya dan berniat inggin mendorong Resya dari lantai Gedung ini.


"Apa yang ingin kamu lakukan, jangan berani kalian mendekat atau aku akan berteriak!" ancam Resya yang tanpa sadar ia pun perlahan-lahan mulai mundur.


"Astaga Resya kamu itu sudah bodoh ya, kamu itu berada diatas Gedung Graha, Gedung yang sudah lama tidak beroperasi jadi mana mungkin ada orang yang mau menolong mu? Sudah jangan banyak omong kamu!"


"MBak Sandra? Apa yang inggin Mbak lakukan, apa Mbak Sandra benar-benar sejahat ini, jangan mendekat aku minta jangan mendekat?"


Resya yang berusaha inggin kabur darinya, akan tetapi karena tenaga Resya tidak sekuat Sandra yang akhirnya membuatnya pun terpojok dengan posisinya yang dimana belakangnya sudah terdapat pembatas gedung, Resya yang melihat belakang dia pun mulai panik.

__ADS_1


"Ya Tuhan apa yang harus hamba lakukan sekarang, hamba hanya bisa meminta bantuan kepadamu. Tolong...lindungi hamba..hamba mohon tolong aku!" batin Resya yang merasa sangat gemetaran.


BERSAMBUNG


__ADS_2