Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 45 " Hubungan mulai Membaik "


__ADS_3

Tak lama mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil, suasana pun berubah dimana yang dulunya mereka hanya akan bertengkar dan terus bertengkar jika setiap kali bertemu, beda dengan saat ini sifat mereka pun berubah jadi lembut dan damai seperti ini.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa mungkin ada arti lain dalam tatapan yang kamu lakukan sekarang ini?" tanya Richard yang kemudian membuat Resya pun beralih menatapnya.


"Tidak, tidak ada apa-apa cepat kamu jalankan mobil ini agar kita bisa segera sampai ke Rumah!" ucap Resya yang kemudian Richard pun akhirnya menjalankan laju kendaraannya lagi.


*****


"Sayang kalian dari mana aja sih. Apa kamu gak lihat ini sudah jam 01:30 malam kenapa kalian lama sekali pulangnya?" tanya Sandra yang langsung menghampiri mereka ketika melihat mereka telah kembali.


"Maaf aku baru pulang. Aku tadi lupa untuk mengabari mu, ya sudah aku ngantuk aku inggin tidur!" balasnya yang kemudian Richard pun langsung masuk kedalam Rumahnya.


"Apa yang terjadi dengannya? Resya, dia tidak nampak ada luka memar. Apa benar Richard habis menghukumnya?" batin Sandra yang merasa bingung, sesekali ia pun menatap kearah Resya.


"Nyonya..Nyonya gak kenapa-kenapa kan?" tanya Bibik yang langsung menghampiri Resya.


"Aku baik-baik saja kok Bik. Aku ngantuk jadi aku masuk kedalam dulu ya Bik?" balas Resya yang kemudian tanpa menunggu ia pun masuk kedalam Rumah.


"Baik Non!" balas Bibik Monah.


"Kunci pintunya ya Bik!" perintah Sandra.


"Baik Nyonya!" balas Bibik yang kemudian ia pun menutupnya kembali.


Dalam ruangan Richard yang merasa bingung dengan terus kepikiran akan kondisi Resya, tanpa menunggu ia lantas berniat akan pergi,akan tetapi baru melangkahkan kakinya Sandra pun memangilnya.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Sandra yang seketika membuat langkah Richard pun terhenti.


"Sandra, ini aku mau menggambil sesuatu, kamu disini dulu aja nanti aku akan menyusul mu!" ucap Richard yang kemudian ia pun keluar dari kamarnya Sandra.


Berada dalam kamar sendiri sesekali Resya pun menatap kearah ranjang yang kosong ini. Mengingat tindakan yang Richard lakukan tadi.

__ADS_1


"Jika iya memang benar-benar mencintaiku harusnya dia peduli dan pastinya dia akan menemaniku untuk tertidur disini, tapi sekarang apa yang dia lakukan biar pun aku lagi mengandung darah dagingnya ia masih belum bisa terlepas akan Istri pertamanya. Mungkin yang ada dipikirkan ku memang benar, jika dia memang mencintaiku tapi apa gunanya cinta itu jika dia masih belum bisa melepaskan Istri pertamanya dan masih memilih Istri pertamanya dibandingkan dengan Istri kedua?"


Terduduk diatas tepi ranjang sembari melamun, kemudian ia pun terkejut setelah seseorang pun tiba-tiba datang dan memasuki kamar ini. Seseorang itu yang tak lain ia adalah Richard.


"Richard apa yang kamu lakukan disini?" tanya Resya yang kemudian ia pun bangkit dari ranjangnya.


"Aku gak pernah menginginkan apapun, aku hanya inggin mengatakan satu hal sama kamu, maafkan aku! Maafkan aku atas segala hal yang pernah aku lakukan kepadamu, maafkan aku karena aku udah membuat luka goresan yang sangat menyakiti perasaan kamu? Maafkan aku karena aku juga, kamu harus menangung semua penderitaan dan harus terjebak didalam kehidupan seperti ini?" ucap Richard yang spontan membuat Resya pun terkejut. Akan tetapi setelah mendengar ucapan itu, dia malah memalingkan pandangannya dari Richard.


"kenapa kamu berkata seperti itu, biarpun kamu menyesali semua perbuatan yang sudah kamu lakukan kepadaku bukannya semua ini sudahlah terlambat.


karena nasi yang sudah terlanjur menjadi bubur gak akan mungkin bisa dikembalikan menjadi nasi utuh lagi. Sama halnya dengan apa yang kamu katakan kepadaku? Sudah gak akan mungkin dikembalikan seperti sedia kala, jadi apapun yang terjadi sekarang semua ini sudah jadi takdir hidup yang harus aku jalani saat ini, walaupun aku tahu tidak mudah bagiku untuk menerima keadaan semua ini, tapi inilah kenyataan dari hidupku yang harus aku jalani. Sekarang hanya tinggal ratapan nasib yang harus aku terima!"


"Apa kamu masih kecewa kepadaku? Apa dalam hati kamu ini, kamu belum bisa menerima aku sebagai suami kamu? Apa mungkin dalam hati kamu belum ter ukir namaku disana?" tanya Richard akan tetapi Resya hanya terdiam tanpa berkata lagi hingga akhirnya ia pun berkata.


"Apa aku harus menjawabnya?" tanya balik Resya yang dengan menunjukkan raut wajah seriusnya.


"Iya kamu memang harus menjawabnya karena aku hanya ingin mendengar langsung apa jawaban dari hati kamu saat ini?"


"Mungkin bagiku ini terlalu cepat, tapi inilah kenyataanya yang ada dalam hatiku ini, perlahan-lahan sepertinya aku sudah mulai memikirkan kamu? Aku rasa aku sudah mulai ada perasaan sama kamu.


Dan hal itulah yang membuatku sangat sulit untuk memaafkan mau pun menerimamu. Apalagi aku juga tidak percaya apa kamu memang benar-benar ingin serius kepadaku, atau mungkin itu hanya sandiwara kamu aja.


Jadi aku hanya inggin mengatakan kamu jangan terlalu berharap untuk bisa mendapat kembali serpihan cinta yang separuhnya sudah ada di dalam hatimu itu? Karena menurutku aku gak akan mungkin bisa memberikan serpihan separuh hati dari hatiku ini!"


Sudahlah jika hanya itu yang kamu inginkan. Aku harus pergi karena masih ada kerjaan yang belum aku selesaikan!. ucap Resya yang kemudian dia yang hendak inggin pergi akan tetapi langkah kaki Resya tiba-tiba terhenti lantaran ia terkejut karena tiba-tiba aja Richard langsung memeluknya dari belakang.


"Jika se'kecewa itu kamu kepadaku, aku mohon tolong kamu maafkan aku! Karena jujur aku tidak bisa digantung dengan perasaan seperti ini tolong maafkan aku atas kesalahan yang sudah aku perbuat aku mohon!"


Ucap Richard yang kemudian dia pun membalikkan badan Resya menghadap kearahnya. Karena terlalu mendalami perasaannya, Richard pun akhirnya memberanikan diri mendekati bibir mungil Resya yang memakai lipstik minyak tersebut. Perlahan-lahan Richard rasanya inggin sekali mengigit bibir mungil tersebut, hanya berjarak sekitar lima senti Richard sudah hampir berhasil menguasai bibir tersebut.


Niat Richard yang inggin sekali mengecup bibir Resya sekali saja. Akan tetapi belum juga Richard berhasil menyentuh bibir mungil tersebut, ia sudah keduluan dengan kehadirannya Bibik Monah yang pada saat itu langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu melihat kejadian tak terduga ini, Resya maupun Richard pun terkejut tidak main.Dan seketika menjadi salah tingkah setelah Bibiknya yang melihat dengan jelas apa yang dilakukan mereka saat itu.

__ADS_1


"Tuan...Nyonya.... "ucap Bibik yang tiba-tiba langkahnya pun terhenti ditengah jalan, lantaran ia terkejut dengan apa yang akan dilakukan Tuan dan juga Nyonyanya saat ini.


"Bibik?" jawab Resya yang seketika langsung melepaskan pelukan Richard. ketika ia melihat kehadiran Bibik yang muncul secara tiba-tiba.


"Bibik!" jawab Richard yang sedikit canggung ketika apa yang baru aja dia lakukannya ternyata telah terpergok oleh asisten rumah tangganya sendiri.


"Maaf Tuan...Nyonya..saya kira tidak ada siapa-siapa disini ? Ya sudah Bibik tinggal dulu, bibik hanya inggin memberikan Ponsel nyonya yang tertinggal diluar tadi, jadi lanjutkan apa yang inggin kalian lakukan tadi, maaf!" ucap Bibik yang juga ikut merasa sedikit canggung dan juga sedikit menahan tawa yang kemudian ia pun menutup kembali pintu tersebut.


"Ya sudah aku juga pergi dulu!ucap Richard yang tanpa berkata lagi, ia pun kemudian berlalu pergi meningalkan kamar ini tanpa berkata apapun, mau pun menatap kembali kearah Resya.


"Astaga gagal lagi, gagal lagi. Ternyata susah juga ya mau menunjukkan sifat romantis pada Istriku sendiri?" ucapnya sembari berjalan yang kemudian ia pun berlalu pergi dari ruangan ini.


"Bibik? Kenapa Bibik tiba-tiba langsung masuk aja sih? Kan Resya sekarang jadi malu? Kenapa juga dia lagi-lagi mau mengambil kesempatan dalam kesempitan juga?" gumamnya dengan berkata sendiri, sesekali ia pun mengacak-acak rambutnya sendiri dan merebahkan tubuhnya kembali diatas ranjang.


******** ********* *******


Pagi hari Richard, Resya , Sandra, dan juga Mama Sandra yang sudah bersiap didepan meja makan untuk menyantap sarapan ini setelah disiapkan oleh Bibik Monah. Resya dan Richard yang merasa pada canggung ketika Bibik memandangnya akhirnya Resya pun berkata.


"Ya sudah karena makan malamnya sudah siap mendingan sekarang kita langsung memakannya saja, kan tidak enak kalau dingin nanti?" ucap Richard yang mencoba mengalihkan perhatian dan kemudian ia pun menggambil piring terlebih dulu.


"Ya sudah baiklah!" balas Resya yang kemudian ia pun mengambilkan nasi buat Richard.


Sedangkan Mamanya Sandra yang melihat perilaku Richard yang tiba-tiba aneh gini. Sesekali ia pun melihat kearah Resya yang juga merasa canggung.Tak jauh berbeda dengan yang dirasakan Mamanya, Sandra yang sedari tadi memperhatikannya ia pun merasa aneh pada dirinya ketika menatap balik kearah mereka.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka terlihat sangat canggung seperti ini. Apa diantara mereka sudah mulai ada perasaan yang muncul dalam hatinya?" batin Sandra yang akhirnya ia pun bertanya.


"Sayang kamu kenapa sih? Kenapa aku perhatiin dari tadi kalian berdua kelihatannya agak canggung gitu? Ada apa?" tanya Sandra yang sedikit heran.


"Gak ada apa-apa kok sayang, itu mungkin hanya perasaan kamu aja?" balas Richard yang kemudian dia pun menatap balik kearah Resya.


"Ada apa ini dengan hatiku, kenapa melihat mereka saling bertatapan seperti itu kenapa rasanya hatiku mulai sakit. Apa benar kalau aku benar-benar sudah mulai menyukai Richard. Apa semua itu benar?" batin Sandra yang merasa bingung pada dirinya sendiri.

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMENNYA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE NYA.


BERSAMBUNG


__ADS_2